PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Terapkan Alur Satu Meja

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih kader terapkan alur satu meja (Foto. PPKO IMM FKM UAD)
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melanjutkan rangkaian Program HAMEMAYU WARASING DESA dengan menggelar Pelita Kader Pertemuan 6. Mengusung materi One Stop Service, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Acara ini dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Agung, Dosen Pembimbing Drs. Hadi Sasongko, M.Si., kader kesehatan setempat, serta Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM FKM UAD. Dalam sambutannya, Agung mengapresiasi konsistensi pelatihan yang telah meningkatkan kompetensi kader ini. Beliau berharap materi One Stop Service dapat segera diterapkan sehingga pelayanan skrining masyarakat menjadi lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.
Drs. Hadi Sasongko, M.Si. selaku Dosen Pembimbing turut menekankan urgensi sistem pelayanan yang terintegrasi. Beliau menjelaskan bahwa inovasi One Stop Service memungkinkan masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara sistematis, cepat, dan mudah dalam satu alur, yang pada akhirnya juga mengefektifkan kerja kader di lapangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi, dan praktik simulasi. Tim mahasiswa memaparkan konsep alur pelayanan satu meja yang mencakup registrasi, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah dan GCU (Glukosa, Kolesterol, Asam Urat), analisis risiko, pemberian edukasi, hingga proses rujukan jika ditemukan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).
Para kader kemudian mempraktikkan langsung pembagian peran pada setiap tahapan pelayanan tersebut. Praktik ini juga mencakup integrasi pencatatan data pada aplikasi SI-WARAS dengan pendampingan langsung dari tim mahasiswa. Diselingi sesi ice breaking yang interaktif, kegiatan ditutup dengan post-test yang hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader.
Penerapan model One Stop Service ini diharapkan mampu mengoptimalkan deteksi dini, edukasi, dan tindak lanjut risiko PTM, serta secara umum meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis kader di Kalurahan Caturharjo. (Ito)
