• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD Kembangkan Gula Semut Herbal di Hargowilis

19/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim MeRAMU BEM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan gula semut herbal di Hargowilis (Foto. Tim MeRAMU)

Tim MeRAMU BEM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi diterjunkan di Kalurahan Hargowilis, Selasa 11 Agustus 2026.. Penerjunan yang berlangsung di Kantor Kalurahan Hargowilis tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program pengembangan potensi tanaman rempah dan produk unggulan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Hargowilis Warsidi, S.T., Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD Danang Sukantar, M.Pd., Dosen Pendamping Lapangan Dr. apt. Dwi Utami, M.Si., serta perwakilan masyarakat dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Sermo Lor dan Desa Prima Hargowilis.

Dalam sambutannya, Warsidi menyampaikan dukungan terhadap kehadiran Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD dan program yang akan dilaksanakan. Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan produk unggulan Kalurahan Hargowilis, khususnya gula semut.

“Besar harapan kami Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD dapat memberikan manfaat bagi pengembangan dan inovasi produk unggulan Desa Hargowilis, yakni gula semut,” ujar Warsidi.

Dosen Pendamping Lapangan Dr. apt. Dwi Utami, M.Si., menjelaskan bahwa program KKN khusus MeRAMU merupakan ruang aksi mahasiswa untuk umat melalui kerja sama UAD dan LAZISMU UAD. Program tersebut berlangsung selama dua bulan yang terbagi dalam tahap aktivasi program pada bulan pertama dan finalisasi program pada bulan kedua.

“Tim MeRAMU BEM Farmasi merupakan kolaborasi mahasiswa Fakultas Farmasi dan Manajemen dengan bidang garap produksi dan manajemen pemasaran inovasi gula semut herbal,” jelas Dwi Utami.

Dalam kegiatan tersebut, 15 anggota Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD diperkenalkan sekaligus memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan. Program utama tim adalah mengembangkan inovasi gula semut herbal dengan memanfaatkan rempah-rempah hasil budidaya masyarakat Hargowilis.

Rempah yang digunakan meliputi jahe, kencur, kunyit, dan serai. Bahan-bahan tersebut akan dikombinasikan dengan gula semut yang diproduksi masyarakat melalui rumah produksi Desa Prima Hargowilis dengan nama produk COCONERA.

Pengembangan gula semut herbal tersebut mengintegrasikan keilmuan farmasi dengan potensi sumber daya alam lokal. Selain memanfaatkan rempah sebagai bahan herbal, program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk sehingga memiliki peluang untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Melalui program tersebut, Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD juga mendorong kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi diharapkan dapat mengoptimalkan potensi rempah sekaligus mengembangkan produk lokal yang inovatif dan bernilai ekonomi.

Setelah penerjunan, Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD akan melanjutkan rangkaian kegiatan dan pendampingan bersama masyarakat Hargowilis. Inovasi gula semut herbal diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengangkat potensi rempah lokal sekaligus memperkuat pengembangan produk unggulan masyarakat. (doc/dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-BEM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-gula-semut-herbal-di-Hargowilis-Foto.-Tim-MeRAMU.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:57:592026-08-19 08:57:59Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD Kembangkan Gula Semut Herbal di Hargowilis

Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional

19/08/2026/in Feature /by Ard

Hafiz Ahmad Rumalutur, wisudawan Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan segudang prestasi nasional (Foto. Hafiz)

Langkah Hafiz Ahmad Rumalutur menuju podium wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi penanda tuntasnya satu tahap penting dalam hidupnya. Bagi wisudawan asal Maluku dari Program Studi Hukum, Fakultas Hukum (FH) UAD ini, momen kelulusan tersebut merupakan wujud dari mimpi kecil yang berhasil ia capai lewat proses panjang. Di balik capaian tersebut, Hafiz membawa latar belakang cerita keluarga yang mendalam. Lahir sebagai anak kedua dari saudara kembar, ia diasuh oleh kakeknya sejak berusia satu bulan. Sosok almarhum kakek dan almarhumah neneknya menjadi figur kunci yang membesarkannya dengan kasih sayang. Gemblengan kakeknya itulah yang membentuk karakter dan kemandirian Hafiz hingga saat ini.

“Pertama, saya bersyukur dan senang karena itu juga bagian dari mimpi kecil saya yang terwujud, dan pastinya sangat bangga,” tutur Hafiz saat menceritakan perasaannya dipercaya berdiri di podium pidato mewakili seluruh wisudawan UAD. “saya juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada sosok yang telah membentuk saya, membesarkan dengan penuh kasih sayang dengan sagu yang putih nan murni, yaitu kepada almarhum kakek dan almarhumah nenek saya tercinta.” Imbuhnya.

Meskipun pada prosesi wisuda kehadiran kedua orang tuanya diwakilkan oleh paman dan bibinya karena suatu hal, Hafiz menegaskan bahwa peran paman, bibi, serta doa dari orang tua dan keluarga besarnya tetap menjadi pilar utama dalam perjalanannya di perantauan. Memulai kuliah sebagai mahasiswa angkatan 2022, Hafiz memutuskan bergabung dengan Komunitas Peradilan Semu atau Moot Court FH UAD ‘De Verlichter’. Di organisasi inilah ia ditempa melalui berbagai persiapan lomba, hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua periode 2024 hingga 2025. Proses ini melatihnya membagi waktu antara akademik dan kompetisi, hingga akhirnya lulus dengan predikat wisudawan berprestasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) gemilang.

Rangkaian prestasi tingkat nasional berhasil ia sumbangkan untuk kampus. Pada tahun 2023, ia meraih Juara 1 Kompetisi Nasional Moot Court Peradilan Militer Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung RI dan Piala Tetap Kasad 2023, Juara 2 Tarumanagara Law Fair V Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung, serta Berkas Terbaik Tarumanagara Law Fair V Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung 2023. Berlanjut pada tahun 2024, Hafiz meraih Juara 1 dalam Kompetisi Mediasi ALSA LEX WEEKS 2024 di Universitas Padjadjaran, Berkas Terbaik dalam Kompetisi Mediasi ALSA LEX WEEKS 2024 di Universitas Padjadjaran, serta Best Mediator in the ALSA LEX WEEKS 2024 Mediation Competition di Universitas Padjadjaran. Memasuki tahun 2025, ia kembali mengukir prestasi sebagai Juara 2 dalam Kompetisi Mediasi Nasional Piala Mahkamah Agung RI Ke-VI, Berkas Terbaik dalam Kompetisi Mediasi Nasional Piala Mahkamah Agung RI Ke-VI 2025, Juara 3 Kompetisi Surat Gugatan Legal Manuscript Contest 2025, Juara 1 Berkas Penasihat Hukum Terbaik National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025, serta Penasihat Hukum Terbaik National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025.

Bagi Hafiz, seluruh pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi, ambisi yang kuat, kerja keras, dan doa keluarga.

“Kerja keras tanpa ambisi yang kuat itu biasa-biasa saja, dan ambisi yang kuat tanpa kerja keras hanyalah sebuah mimpi. Akan tetapi, kerja keras ditambah ambisi yang kuat, disisipi doa, sesuatu yang besar menanti di depan sana,” tutur Hafiz mengenai prinsip yang selalu ia pegang.

Menutup masa studinya, Hafiz menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para dosen, sivitas akademika UAD, masyarakat Yogyakarta, serta organisasi daerah seperti Ikatan Pelajar Mahasiswa Seram Bagian Timur Yogyakarta dan Paguyuban Keluarga Mahasiswa Fakfak Papua se-Yogyakarta yang telah menjadi rumah keduanya. Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya ia tujukan untuk senior dan rekan di Komunitas Peradilan Semu FH UAD. Berbekal pengalaman tersebut, Hafiz kini mantap menatap langkah selanjutnya.

“Insyaallah saya mau berkarir di Jakarta mengejar cita-cita saya yakni menjadi seorang pengacara atau advokat yang menegakkan keadilan, membela yang seharusnya dibela, dan sekaligus melanjutkan studi di sana,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hafiz-Ahmad-Rumalutur-wisudawan-Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-segudang-prestasi-nasional-Foto.-Hafiz.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:50:252026-08-19 08:50:25Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional

Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana

19/08/2026/in Feature /by Ard

Andi Bintang Toar Dondok, wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV 2026 (Foto. Andi)

Tidak semua perjalanan dimulai dengan gemuruh. Ada langkah-langkah yang tumbuh perlahan, ditemani doa orang tua, kerja keras yang sunyi, dan keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan tulus akan menemukan jalannya. Bagi Andi Bintang Toar Dondok, lulusan Program Studi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83, perjalanan selama menempuh pendidikan menjadi kisah tentang ketekunan, keberanian mencoba, dan semangat untuk terus memberi dampak.

“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas anugerah luar biasa ini. Menjadi wisudawan berprestasi merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya dan saya memaknainya sebagai bentuk keberkahan atas proses yang telah saya jalani selama ini,” ungkapnya.

Bagi Bintang, bangku kuliah bukan hanya ruang untuk belajar teori, tetapi juga tempat untuk menumbuhkan mimpi, mengasah kemampuan, dan menjelajahi berbagai kesempatan. Selama berkuliah, ia berhasil mengukir lebih dari 60 prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah capaian yang berhasil diraihnya antara lain Gold Medal Finalist pada ajang Final Pitching Sustainable Development Goals (SDGs) yang diselenggarakan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui inovasi Zero-C, sebuah platform carbon trading untuk perdagangan karbon dunia. Ia juga berpartisipasi dalam UMPSA x Huawei AppGallery Mobile App Competition di Malaysia, meraih prestasi pada Toba Essay Competition, National Essay Competition INSPIER 2023, serta berbagai kompetisi karya tulis ilmiah dan inovasi.

Tidak hanya itu, Bintang turut menorehkan prestasi pada sejumlah kejuaraan karate tingkat nasional dan internasional, seperti Mageti Open International Karate Championship 2024, WTA Open Karate Championship, Wimaya International Karate Championship 2023, Bali Badung Open Karate International Championship 2023, hingga Gadjah Mada Open Karate Championship 2023. Semangat inovasinya juga melahirkan sejumlah karya yang telah memperoleh pencatatan hak cipta, di antaranya TOUCH BRAILLE, REDUx, Sistem Manajemen Gudang Otomatis,  Sistem Pencarian Referensi Jurnal Ilmiah, dan HALAL TRACKER.

Di antara puluhan pencapaian tersebut, satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika menjadi satu-satunya peraih Gold Medal Finalist dalam ajang Final Pitching SDGs di Universiti Kebangsaan Malaysia.

“Pada kesempatan itu, saya dan tim mempresentasikan inovasi di hadapan peserta terbaik dari berbagai negara. Rasanya bangga karena bisa membawa nama Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional,” tuturnya.

Tidak ada pencapaian yang lahir dalam semalam. Di balik deretan prestasi itu, tersimpan hari-hari yang dipenuhi jadwal akademik, praktikum hingga enam kali dalam sepekan, persiapan kejuaraan karate internasional, kegiatan akademik berskala internasional, hingga amanah sebagai Badan Pengurus Harian UKM Karate. Ada saat ketika semua tanggung jawab itu datang bersamaan dan membuatnya merasa sangat lelah, bahkan hampir menyerah.

Namun, di tengah kepadatan tersebut, Bintang memilih kembali mengingat alasan mengapa ia memulai semuanya. Ia mulai menyusun ulang prioritas melalui konsep priority pyramid, menempatkan akademik sebagai fokus utama, kemudian perlombaan dan organisasi. Dari sana, ia belajar bahwa keberhasilan bukan tentang melakukan semuanya sekaligus, melainkan mengetahui kapan harus melangkah dan kapan harus memberi ruang bagi diri sendiri untuk tetap bertahan.

Setiap langkah yang berhasil ia tempuh tidak pernah benar-benar ia lalui sendirian. Ada doa kedua orang tua, Bambang Hayanto dan Fonny Dondok, yang selalu menguatkan, dukungan kakak dan adik yang menjadi tempat berbagi semangat, serta para dosen, mentor, dan sahabat yang senantiasa hadir ketika perjalanan terasa berat. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa di balik setiap keberhasilan, selalu ada banyak tangan yang ikut mendorong seseorang untuk terus melangkah.

Dalam kesehariannya, Bintang membiasakan diri hidup dengan disiplin. Selain menerapkan manajemen prioritas, ia rutin berolahraga dan berjalan pagi agar tubuh serta pikirannya tetap siap menghadapi berbagai aktivitas. Baginya, menjaga kesehatan fisik dan mental sama pentingnya dengan mengejar prestasi. Di atas semua itu, ia percaya bahwa doa dan kebiasaan berbuat baik kepada sesama adalah kekuatan yang memudahkan setiap proses yang dijalaninya.

Setelah lulus, Bintang ingin terlebih dahulu mengembangkan karier profesional, kemudian melanjutkan studi magister di Eropa. Baginya, pendidikan bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Bintang berharap UAD terus melangkah menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga semakin diperhitungkan di kancah internasional. Menurutnya, kampus memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki semangat untuk terus belajar, menjelajah, dan memberi makna melalui setiap karya yang dihasilkan.

Lebih dari sekadar ilmu pengetahuan, Bintang merasa kampus telah mengajarkannya cara memandang kehidupan. Lingkungan yang terbuka, dukungan dari berbagai pihak, serta toleransi terhadap perbedaan agama, suku, ras, dan budaya membentuknya menjadi pribadi yang lebih menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Andi-Bintang-Toar-Dondok-wisudawan-berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-2026-Foto.-Andi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:41:112026-08-19 08:42:07Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana

Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 2026

19/08/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih gold dan silver medal pada essay national competition 2026 (Foto. PBI UAD)

Kolaborasi lintas perguruan tinggi membawa tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menorehkan prestasi dalam Essay National Competition 2026. Tim yang terdiri atas Zahra Qurratu Ainii, Chantika Nurul Af’idah, dan Nazhiifa Hanun Nirwasita (UAD) bersama dua mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil meraih Gold Medal pada kategori Essay Presentation Subtema Pariwisata dan Budaya serta Silver Medal pada kategori Poster Presentation Subtema Hukum, Sosial, dan Ekonomi. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Bogor Science Club.

Kompetisi tingkat nasional tersebut dilaksanakan secara luring di IPB pada 6–7 Juni 2026. Rangkaian kegiatan meliputi babak semifinal essay presentation dan poster presentation, dilanjutkan dengan presentasi delapan besar atau grand final. Peserta juga mengikuti mini seminar mengenai publikasi ilmiah yang diisi oleh dosen IPB sebelum acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan.

Pada kategori Essay Presentation, tim mengangkat inovasi untuk memperkenalkan seni budaya ketoprak melalui pendekatan Pentahelix, yaitu kolaborasi lima unsur penting dalam pengembangan dan pelestarian budaya. Sementara itu, pada kategori Poster Presentation, tim menghadirkan gagasan “Why-Invest Shield”, berupa konsep mata kuliah investasi bagi mahasiswa di lingkungan pendidikan. Kedua gagasan tersebut menjadi upaya tim untuk mengubah ide sederhana menjadi solusi yang dapat dikembangkan dan memberikan manfaat lebih luas.

Persiapan tim telah dilakukan sejak Desember melalui proses penyusunan paper. Menjelang kompetisi, tim juga melakukan latihan presentasi secara intensif untuk mematangkan penyampaian gagasan. Zahra sebagai perwakilan tim mengungkapkan “Kolaborasi lintas universitas menjadi salah satu pengalaman menarik bagi kami karena harus menyatukan ide, membagi tugas, dan membangun komunikasi dengan anggota yang berasal dari latar belakang kampus berbeda.”

Keikutsertaan dalam kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi tim untuk mengembangkan keterampilan menulis, memperluas relasi, dan belajar bekerja sama dengan mahasiswa dari universitas lain. “Kami ingin mengembangkan dan menyalurkan ide yang kami miliki agar bisa memberikan dampak nyata di masa depan,” tutupnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-gold-dan-silver-medal-pada-essay-national-competition-2026-Foto.-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:34:382026-08-19 08:34:38Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 2026

Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang

19/08/2026/in Feature /by Ard

Foto Ilustrasi (Sumber. Chat GPT)

Penulis: Marta Pujiono

Mahasiswa Pascasarjana Bimbingan dan Konseling UAD Yogyakarta

Setiap bulan Agustus, langit Indonesia dihiasi bendera merah putih dan jalanan dipenuhi berbagai perlombaan sebagai simbol perayaan kemerdekaan. Namun, di balik kemeriahan tersebut, tersimpan sebuah esensi filosofis yang sering kali terlupakan oleh generasi masa kini: kemerdekaan adalah hasil dari kemampuan luar biasa para pejuang untuk menunda kenyamanan pribadi demi pencapaian yang jauh lebih besar di masa depan. Dalam psikologi modern, kemampuan ini dikenal sebagai delayed gratification.

Jika kita menelusuri sejarah, sosok Panglima Besar Jenderal Soedirman adalah representasi nyata dari pengendalian diri dan pengorbanan. Bayangkan seorang pemimpin yang tetap memilih bergerilya di tengah hutan dalam kondisi fisik yang sangat lemah dan paru-paru yang hanya berfungsi sebelah. Secara logika manusiawi, imbalan instan (immediate reward) bagi Soedirman saat itu adalah beristirahat di kota dan menjalani perawatan medis yang layak sebagaimana disarankan Presiden Soekarno.

Namun, Soedirman memilih menolak kenyamanan sesaat itu demi tujuan jangka panjang yang lebih mulia kedaulatan penuh bangsa Indonesia. Ia menunjukkan bahwa kepuasan sejati bukanlah apa yang bisa dinikmati saat ini, melainkan keberhasilan mencapai visi besar melalui disiplin, keteguhan prinsip, dan pantang menyerah. Inilah bentuk tertinggi dari delayed gratification kemampuan menolak godaan kenyamanan demi kemerdekaan yang hakiki.

Ironisnya, semangat tersebut kini menghadapi tantangan berat di era digital. Masyarakat modern, terutama generasi muda, terjebak dalam budaya serba instan yang dipicu oleh teknologi dan media sosial. Fenomena ini menciptakan preferensi yang bias pada masa kini (present-biased preference), di mana individu lebih mementingkan kepuasan cepat daripada persiapan masa depan.

Data dan lanskap empiris sepanjang periode 2025–2026 menyajikan sebuah alarm bagi dunia pendidikan kita, dominasi hiburan digital mulai dari gim hingga adiksi media sosial kini menjadi pemicu utama maraknya prokrastinasi akademik di ruang-ruang kelas lemahnya kapasitas siswa dalam menunda kepuasan instan (delay of gratification). Ditambah rapuhnya kontrol diri membuat manajemen waktu mereka lumpuh di hadapan layar gawai, sehingga kewajiban menuntaskan tugas-tugas sekolah kerap terabaikan.

Jika ekosistem pendidikan gagal menghadirkan intervensi nyata berupa penguatan regulasi diri dan literasi digital yang masif, kita tidak hanya sedang menghadapi ancaman erosi prestasi akademik, tetapi juga mempertaruhkan redupnya daya juang (grit) yang selama ini menjadi fondasi karakter bangsa.

Penelitian psikologi menegaskan bahwa delayed gratification bukanlah sekadar kemampuan menunggu, melainkan keterampilan psikososial krusial yang berdampak besar pada perjalanan hidup seseorang. Individu yang mampu menunda kepuasan cenderung memiliki regulasi diri yang lebih baik, lebih tahan terhadap frustrasi, dan mencapai hasil akademik yang lebih tinggi.

Dalam konteks pendidikan di Indonesia, kemampuan ini sering kali berjalan beriringan dengan growth mindset—keyakinan bahwa kecerdasan dan kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha keras. Siswa yang memiliki kombinasi kedua hal ini terbukti lebih resilien menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah saat menemui kegagalan, persis seperti mentalitas para pejuang kita terdahulu.

Menginternalisasi nilai-nilai kejuangan Jenderal Soedirman ke dalam pendidikan karakter bukan berarti kita harus memanggul senjata di hutan. Di era sekarang, “medan gerilya” kita adalah meja belajar, ruang kerja, dan layar gawai kita masing-masing. Merdeka berarti kita berdaulat atas keinginan impulsif diri sendiri.

Kemerdekaan sejati adalah ketika seorang siswa mampu menunda keinginan bermain gadget demi belajar dengan tenang. Kemerdekaan adalah saat kita mampu merencanakan keuangan masa depan daripada terjebak perilaku konsumtif sesaat. menunda kepuasan adalah tentang menetapkan tujuan, memantau diri, dan merefleksikan setiap tindakan demi hasil yang lebih bermakna.

Sebagai bangsa yang lahir dari darah dan air mata para pejuang, merayakan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk berefleksi sejauh mana kita telah memerdekakan diri dari godaan kepuasan instan? Mari kita teladani semangat Jenderal Soedirman dengan membangun disiplin diri yang kuat. Sebab, masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh seberapa meriah perayaan Agustus kita, melainkan oleh seberapa mampu kita mengendalikan diri hari ini demi kejayaan Indonesia di masa depan.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-Ilustrasi-Sumber.-Chat-GPT.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 07:19:372026-08-19 07:19:37Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang

LAZISMU UAD Gelar Kick Off Dahlan Muda MeRAMU 2026

18/08/2026/in Terkini /by Ard

LAZISMU Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Kick Off Dahlan Muda MeRAMU 2026 (Foto. LAZISMU UAD)

Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Kick Off Dahlan Muda MeRAMU 2026 sekaligus penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) pada Rabu, 5 Agustus 2026, di Aula Islamic Center UAD. Kegiatan ini menandai dimulainya Program MeRAMU yang melibatkan enam tim mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan UAD.

Salah satu tim yang terlibat ialah MeRAMU IMM FEB yang akan melaksanakan kegiatan pengabdian di Padukuhan Tulung, Kalurahan Srihardono, Kabupaten Sleman. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan.

Kegiatan Kick Off diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, serta sambutan dari empat unsur pimpinan UAD, yakni Ketua LAZISMU UAD, Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI), perwakilan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA), serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD.

Dalam sambutannya, para pimpinan berpesan kepada mahasiswa agar menjaga sopan santun, membangun komunikasi yang baik, serta menghormati masyarakat selama menjalankan program pengabdian. Sikap tersebut dinilai penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan warga di lokasi kegiatan.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan SPK antara LAZISMU UAD dan seluruh tim Dahlan Muda MeRAMU sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan program. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Setelah rangkaian seremonial, peserta mendapatkan materi kelazismuan yang membahas nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah serta strategi pelaksanaan program pengabdian. Pembekalan tersebut diberikan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat.

Dahlan Muda MeRAMU merupakan Media Ruang Aksi Mahasiswa untuk Umat yang menjadi wadah bagi mahasiswa UAD untuk berkontribusi dalam gerakan filantropi Islam. Program ini sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan LAZISMU UAD dalam menjalankan misi “Memberi untuk Negeri”.

Dengan terlaksananya Kick Off dan penandatanganan SPK tersebut, enam tim Dahlan Muda MeRAMU resmi memulai rangkaian pengabdian di tengah masyarakat.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/LAZISMU-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Kick-Off-Dahlan-Muda-MeRAMU-2026-Foto.-LAZISMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-18 12:20:552026-08-18 12:22:46LAZISMU UAD Gelar Kick Off Dahlan Muda MeRAMU 2026

Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD

18/08/2026/in Feature /by Ard

Suster M. Felika Laia, Biarawati yang menempuh studi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Felika)

Kehadiran Suster M. Felika Laia, SCMM., di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan warna tersendiri. Anggota Kongregasi Suster-suster dari Maria Bunda yang Berbelaskasih yang kini tinggal di Komunitas Santa Sesilia Yogyakarta ini merupakan mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD angkatan 2024.

Alasan utama Sr. Felika mantap memilih UAD adalah keterbukaan kampusnya. Menurutnya, UAD sejak awal menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang tanpa membeda-bedakan.

“UAD sangat toleran dan menerima siapa saja yang kuliah di sini dengan berbagai keberagaman, baik itu suku, bahasa, maupun agama,” ujar Sr. Felika.

Selama berkuliah, Sr. Felika mengaku tetap merasa nyaman beraktivitas di lingkungan kampus. Salah satu hal yang membuatnya merasa dihargai adalah kebebasan untuk tetap mengenakan pakaian kebiaraannya saat mengikuti kegiatan akademik.

“Sebagai biarawati yang tetap mengenakan pakaian kebiaraan di kampus Islam, saya merasa senang dan bisa belajar dengan nyaman karena saya diterima apa adanya. Saya tidak dipaksa menggunakan pakaian yang selayaknya digunakan oleh seorang Muslim, tetapi saya masih diperbolehkan tetap menggunakan jubah saya sebagai biarawati dan tetap studi di UAD. Itulah yang membuat saya senang dan bahagia, bahwa artinya saya tetap dihargai meskipun beda agama dengan mereka,” jelasnya.

Sikap terbuka juga ia rasakan dari para dosen dan sesama mahasiswa di ruang kelas. Penerimaan yang baik dari lingkungan sekitar membuat proses belajar mengajar berjalan lancar. Dalam kesehariannya di kampus, Sr. Felika pun berusaha membangun komunikasi yang aktif dengan teman-teman seangkatannya.

“Terkait dengan respon dosen dan teman-teman pas pertama kali dan selama kuliah bersama itu menyenangkan. Karena para dosen di UAD itu baik dan sangat toleransi sekali. Apalagi dengan teman-teman, saya tetap mencoba memberikan yang terbaik untuk mereka. Kalau saya mengalami kesulitan, saya terus terang mengatakannya kepada mereka,” ungkapnya.

Bagi Sr. Felika, pengalaman paling berkesan selama menjadi mahasiswa UAD adalah rasa saling menghargai yang ia dapatkan setiap hari. Berdasarkan pengalaman positif dan momen yang membuatnya merasa nyaman dan diterima di UAD tersebut, ia mendorong calon mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk menempuh studi di UAD.

“Pengalaman saya selama di UAD menyenangkan. Mari kuliah di UAD, kuliahnya seru karena para dosen dan teman-teman sangat menyenangkan dan mereka sangat menghargai perbedaan,” tutupnya.

Kehadiran dan pengalaman Sr. Felika menjadi bukti nyata UAD sebagai perguruan tinggi yang inklusif. Meskipun berdiri di atas landasan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, UAD terus membuktikan diri sebagai ruang belajar yang terbuka, ramah, serta menghargai keberagaman bagi seluruh akademisinya tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun budaya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Suster-M.-Felika-Laia-Biarawati-yang-menempuh-studi-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Felika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-18 11:34:022026-08-18 11:34:02Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD

Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental

18/08/2026/in Prestasi /by Ard

Faradila Nor Insani, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih juara II lomba poster edukatif kesehatan mental (Foto. Faradila)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Faradila Nor Insani mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) meraih Juara II Kompetisi Poster #4 Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan secara daring pada 31 Mei–15 Juni 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh UAD ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pelatihan, technical meeting, pengumpulan karya, penilaian, hingga pengumuman pemenang. Dalam ajang tersebut, Faradila mengangkat inovasi berupa edukasi kesehatan mental dengan pendekatan sederhana dan positif. Melalui posternya, ia mengajak masyarakat untuk mengelola stres, mengekspresikan perasaan, peduli terhadap diri sendiri, dan menjaga waktu istirahat agar dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.

Persiapan mengikuti kompetisi berjalan cukup lancar meskipun Faradila harus membagi waktu dengan berbagai tugas perkuliahan. “Alhamdulillah, proses persiapannya berjalan lancar. Meskipun sempat terkendala dengan banyaknya deadline tugas, saya tetap berusaha mengatur waktu agar desain dan karya bisa selesai serta dikumpulkan tepat waktu,” ujar Faradila.

Keikutsertaan Faradila dalam kompetisi tersebut juga didorong oleh keinginannya untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan di bidang desain grafis. Selain mengejar prestasi, ia ingin menjadikan lomba sebagai ruang untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. “Saya mengikuti lomba ini untuk mengembangkan kreativitas, menambah pengalaman, dan mengasah kemampuan saya dalam bidang desain grafis,” tuturnya.

Bagi Faradila, pengalaman mengikuti kompetisi memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus menguji kemampuan yang telah dimiliki. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berani mengikuti kompetisi lainnya. “Saya berharap lomba ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan saya dalam desain grafis, serta menjadi motivasi untuk terus mencoba dan menghasilkan karya yang lebih baik,” pungkasnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Faradila-Nor-Insani-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meraih-juara-II-lomba-poster-edukatif-kesehatan-mental-Foto.-Faradila.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-18 10:58:482026-08-18 10:58:48Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental

Menemukan Makna Belajar di Luar Ruang Kelas

18/08/2026/in Feature /by Ard

Novia Ahlul Janah, lulusan terbaik Prodi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV (Foto. Novia)

Bagi Novia Ahlul Janah, masa kuliah bukan sekadar tentang memperoleh nilai tinggi atau menyelesaikan perkuliahan tepat waktu. Lebih dari itu, perkuliahan menjadi ruang untuk mencari pengalaman, membangun relasi, dan mengembangkan diri melalui berbagai kesempatan yang ada.

Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 ini aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun kompetisi nonakademik.

Beberapa prestasi yang berhasil diraihnya antara lain Juara I Essay Ahmad Dahlan International Seminar #3, Juara II Presentasi Essay Ahmad Dahlan International Seminar #3, Juara II Lomba Essay Nasional Gebyar Matematika 2025, lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), serta meraih Juara Harapan II Kategori Poster Digital Usaha secara beregu. Selain itu, ia juga pernah meraih Peringkat I Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) Bidang Matematika tingkat universitas serta dinobatkan sebagai Santri Berprestasi Persada UAD.

Meski demikian, Novia mengaku bahwa tujuan utamanya bukanlah mengejar sebanyak mungkin penghargaan. “Saya hanya ingin mencari pengalaman. Menurut saya, kuliah bukan hanya soal akademik atau kelas saja, tetapi juga pengalaman-pengalaman di luar kelas yang bisa membuat kita berkembang dan bertumbuh,” ucapnya.

Prinsip tersebut menjadi alasan mengapa ia selalu berusaha mengambil kesempatan untuk belajar dari berbagai aktivitas di luar perkuliahan.

Perjalanan itu tentu tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya beberapa kegiatan harus dijalani dalam waktu yang bersamaan sehingga menuntutnya untuk mengambil keputusan dengan cepat.

Namun, dari situ ia belajar menentukan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Setiap kesibukan justru mengajarkannya untuk lebih mengenali tanggung jawab dan mengelola setiap kesempatan yang datang dengan lebih bijaksana.

Menurut Novia, keberhasilan yang diraihnya hari ini tidak terlepas dari dukungan banyak orang. Ia meyakini bahwa doa kedua orang tua menjadi kekuatan terbesar dalam setiap langkahnya. Selain itu, bimbingan dosen serta dukungan teman-teman selama menjalani perkuliahan turut menjadi bagian penting yang mengantarkannya hingga titik ini.

Dalam mempertahankan prestasi, Novia memiliki satu kebiasaan sederhana, yakni memahami prioritas. Ia memilih menyelesaikan satu tanggung jawab dengan maksimal sebelum beralih pada pekerjaan berikutnya. Baginya, fokus terhadap proses akan menghasilkan hasil yang lebih baik daripada terburu-buru mengerjakan banyak hal sekaligus.

Setelah ini, Novia berencana melanjutkan studi ke jenjang magister. Ia juga ingin terus mengembangkan diri melalui berbagai prestasi, kegiatan organisasi, serta pengalaman profesional di dunia kerja.

Bagi Novia, prestasi adalah sesuatu yang lahir dari tujuan yang berhasil diwujudkan melalui usaha. Sementara kesuksesan bukan hanya tentang apa yang berhasil diraih, tetapi juga bagaimana seseorang dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar dengan dukungan orang-orang yang selalu membersamai proses tersebut.

Ia berharap kampus terus menjadi ruang yang mendukung mahasiswa untuk berkembang, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik. Kepada generasi mahasiswa berikutnya, Novia berpesan agar tetap bersemangat mengikuti berbagai kegiatan dan tidak membatasi diri hanya pada pembelajaran di ruang kelas.

Novia menyadari bahwa pelajaran paling berharga yang ia peroleh bukan hanya berasal dari buku ataupun perkuliahan.

Baginya, pertumbuhan juga lahir dari relasi, pengalaman, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Sebab, ketika setiap kesempatan dimanfaatkan dengan baik, proses belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan hadir dalam setiap langkah kehidupan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Novia-Ahlul-Janah-lulusan-terbaik-Prodi-Pendidikan-Matematika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-Foto.-Novia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-18 10:51:302026-08-18 10:51:30Menemukan Makna Belajar di Luar Ruang Kelas

UAD Terima Kunjungan Edukatif Kawan GNFI

16/08/2026/in Terkini /by Ard

Kunjungan Kawan GNFI ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Good News From Indonesia (GNFI) melalui Kawan GNFI menggelar kunjungan edukatif ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampus IV UAD tersebut menjadi bagian dari program BerKawan-Kawan GNFI dengan mengunjungi sejumlah fasilitas edukasi, yakni Observatorium UAD, Perpustakaan Timur, dan Museum Muhammadiyah.

Kegiatan mengusung tema “Menelusuri Jejak Legasi K.H. Ahmad Dahlan di Museum Muhammadiyah” dan bertujuan mempertemukan anak muda dengan ruang-ruang pembelajaran sejarah, budaya, dan pengetahuan yang ada di Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Observatorium UAD. Para peserta mengikuti tur edukatif untuk mengenal fasilitas observatorium sekaligus memperoleh wawasan mengenai ilmu pengetahuan dan astronomi. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Perpustakaan Timur sebelum peserta menuju Museum Muhammadiyah.

Di Museum Muhammadiyah, peserta mengikuti tur edukatif yang mengulas sejarah berdirinya Muhammadiyah serta perjalanan perjuangan dan legasi K.H. Ahmad Dahlan. Melalui tur tersebut, peserta diajak memahami nilai-nilai yang melandasi gerakan Muhammadiyah dan kontribusi K.H. Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Kepala Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kawan GNFI ke UAD. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi generasi muda.

“Terima kasih kepada Kawan GNFI yang telah berkunjung ke Universitas Ahmad Dahlan. Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi teman-teman semua, khususnya dalam mengenal sejarah, ilmu pengetahuan, serta legasi K.H. Ahmad Dahlan. Semoga kegiatan ini juga dapat mempererat kolaborasi dan silaturahmi antara UAD dan GNFI,” ujarnya.

Program BerKawan-Kawan GNFI dirancang sebagai ruang belajar interaktif bagi anak muda. Melalui kunjungan ke sejumlah ruang edukasi di UAD, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkesempatan memperluas jejaring serta membangun kolaborasi antaranak muda di Yogyakarta.

Kunjungan Kawan GNFI ke UAD diharapkan dapat memperkenalkan sejarah, budaya, dan warisan intelektual Muhammadiyah secara lebih dekat kepada generasi muda. Pengalaman belajar secara langsung dan kontekstual tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan pengetahuan sejarah dengan kehidupan generasi muda saat ini. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-Kawan-GNFI-ke-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-16 10:00:572026-08-18 11:28:26UAD Terima Kunjungan Edukatif Kawan GNFI
Page 1 of 431123›»

TERKINI

  • Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD Kembangkan Gula Semut Herbal di Hargowilis19/08/2026
  • LAZISMU UAD Gelar Kick Off Dahlan Muda MeRAMU 202618/08/2026
  • UAD Terima Kunjungan Edukatif Kawan GNFI16/08/2026
  • AIR UAD Perluas Jejaring dan Peluang Kolaborasi Internasional16/08/2026
  • Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alam jadi Teknologi Nano untuk Regenerasi Luka Bakar15/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026

FEATURE

  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026
  • Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD18/08/2026
  • Menemukan Makna Belajar di Luar Ruang Kelas18/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top