• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa

11/09/2026/in Terkini /by Ard

Pemdes Cunca Wulang dan KKN AB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Salurkan Bantuan Korban Gempa (Foto. Acha)

Pemerintah Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pendataan warga terdampak gempa bumi. Pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan warga.

Kegiatan pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah selama tiga hari, yaitu pada 18–20 Agustus 2026. Sebanyak 15 mahasiswa KKN AB XIII UAD turut terlibat dalam proses pendataan dan pemetaan kondisi warga terdampak.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, Pemdes Cunca Wulang bersama Pastor Paroki Sta. Maria Fatima Vangkung Boleng, Romo Beben, menyalurkan bantuan logistik pada Jumat, 21 Agustus 2026. Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Daerah Manggarai Barat, Keuskupan Labuan Bajo, dan sejumlah lembaga donor lainnya.

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu warga terdampak gempa. “Kami bersyukur distribusi bantuan bisa berjalan lancar dan adil karena dilakukan berdasarkan hasil pendataan langsung di lapangan bersama adik-adik mahasiswa KKN AB XIII UAD,” ujarnya.

Selain melakukan pendataan, mahasiswa KKN UAD juga membantu pengelolaan administrasi dan logistik di posko utama. Data warga dikelompokkan berdasarkan kebutuhan, termasuk kebutuhan balita, lansia, dan bahan pokok, sehingga bantuan yang masuk dapat tercatat dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Bendahara KKN AB XIII UAD, Hidayatul Amamah, mengatakan pengelolaan data dan logistik menjadi bagian penting dalam proses penyaluran bantuan. “Kami berupaya mencatat kebutuhan warga secara detail agar bantuan yang datang dari berbagai pihak dapat terdata dengan baik dan disalurkan secara transparan kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Data hasil pendataan tersebut juga disiapkan sebagai bahan rujukan untuk penyaluran bantuan lanjutan melalui jaringan Muhammadiyah, termasuk LazisMU dan MDMC. Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN AB XIII UAD, Lingga Bangun Laksana, menyebut kondisi wilayah yang berbukit dan lokasi warga yang tersebar membuat pendataan perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Data ini akan kami teruskan kepada pihak terkait seperti LazisMU dan MDMC. Harapannya, jika ada bantuan lanjutan dari jaringan Muhammadiyah, penyalurannya bisa lebih tepat sasaran karena sudah berdasarkan data warga yang terdampak,” pungkasnya. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemdes-Cunca-Wulang-dan-KKN-AB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Salurkan-Bantuan-Korban-Gempa-Foto.-Acha.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-11 09:31:592026-09-11 09:31:59Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa

KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan

11/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan (Foto. KKN)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit IV.D.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Dusun Mertelu Wetan, Kalurahan Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sekaligus mendorong kemandirian kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal.

Program penanaman TOGA dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa terhadap potensi lahan pekarangan warga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui penanaman berbagai tanaman obat, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.

Perwakilan mahasiswa KKN UAD, Ridwan, menjelaskan bahwa pemilihan program TOGA tidak terlepas dari potensi lingkungan sekaligus kebutuhan masyarakat terhadap pengetahuan mengenai tanaman obat. “KKN memilih program TOGA karena melihat adanya potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman obat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga mengenai pemanfaatan tanaman obat yang mudah ditemukan di sekitar rumah,” ujar Ridwan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan mahasiswa dan warga secara langsung dalam proses penanaman. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi ruang bertukar pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat mengenai jenis serta pemanfaatan tanaman herbal.

Ridwan menuturkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut mendapat respons positif. Warga turut berpartisipasi dalam proses penanaman dan mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan antusias. “Warga ternyata tidak mengalami kesulitan dalam proses pembuatan TOGA karena kegiatan dilakukan secara bersama-sama dan langkah-langkahnya mudah dipahami. Selain itu, warga juga terlihat antusias untuk mengenal dan menanam tanaman obat,” tambahnya.

Program penanaman TOGA tidak hanya dipandang sebagai upaya pemanfaatan lahan pekarangan, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga pengetahuan mengenai tanaman herbal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Salah seorang warga Dusun Mertelu Wetan, Aris, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan kembali tanaman herbal kepada generasi muda menjadi penting di tengah semakin berkurangnya pemahaman mengenai tanaman obat tradisional.

Aris menilai, pengetahuan mengenai tanaman herbal merupakan bagian dari kearifan lokal yang perlu dipertahankan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dan masyarakat juga dinilainya dapat menjadi ruang pembelajaran bersama. “Program yang seperti itu sangat baik. Harapannya tidak berhenti di situ, tetapi memang harus kita lestarikan,” tutur Aris.

Selain memiliki nilai edukatif, keberadaan TOGA memberikan manfaat praktis bagi masyarakat. Sejumlah tanaman yang ditanam, seperti jahe, kunyit, dan kencur, dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, baik sebagai bahan herbal maupun bumbu masakan.

Salah seorang warga, Yatno, mengungkapkan bahwa keberadaan tanaman obat di lingkungan rumah dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Menurutnya, tanaman tersebut memiliki fungsi yang beragam dan mudah dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. “Alhamdulillah, bisa membantu kita, bisa buat obat. Bisa untuk bumbu masak, bisa sangat-sangat berguna bagi masyarakat sini,” ungkap Yatno.

Hal senada disampaikan Tugiman. Ia memandang TOGA sebagai salah satu alternatif pemanfaatan bahan alami yang dapat mendukung kesehatan keluarga. Pengetahuan mengenai tanaman herbal, menurutnya, merupakan warisan yang telah lama dikenal masyarakat dan perlu terus dipelihara. “Obat tradisional itu, dikatakan kalau orang Jawa itu obatnya orang tua, ya, begitu. Obatnya semujarab,” ujar Tugiman.

Keberhasilan program TOGA tidak berhenti pada proses penanaman. Perawatan dan pemanfaatan tanaman secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar program tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.

Tugiman berharap masyarakat dapat menjaga dan mengembangkan tanaman yang telah ditanam sehingga keberadaan TOGA tidak hanya menjadi program sementara selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi keluarga di Dusun Mertelu Wetan. “Harapan saya, itu bisa diupayakan. Semoga tanaman itu bisa lebih banyak dan lebih baik. Soalnya, itu bermanfaat sekali bagi keluarga kita semua,” pungkasnya.

Melalui program penanaman TOGA, KKN Reguler 159 Unit IV.D.3 UAD berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang bertumpu pada potensi lokal. Pemanfaatan lahan pekarangan, penguatan pengetahuan mengenai tanaman herbal, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi langkah sederhana yang diharapkan dapat membangun kesadaran dan kemandirian warga dalam memanfaatkan sumber daya di lingkungan sekitar. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Hidupkan-Kembali-Pemanfaatan-Tanaman-Herbal-melalui-Program-TOGA-di-Mertelu-Wetan-Foto.-KKN-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-11 09:25:322026-09-11 09:25:32KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan

Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan

11/09/2026/in Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan (Foto. Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD)

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, Tim MeRAMU IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) bersama Karang Taruna Kancah Elite Muda Mentobayan, Kalurahan Salamrejo, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik yang terdapat di lingkungan sekitar.

Limbah organik merupakan salah satu jenis sampah yang banyak dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, terutama dari kegiatan rumah tangga. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Namun, limbah organik sebenarnya masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang berguna. Salah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD ini, peserta diberikan pengetahuan mengenai pengertian pupuk organik cair, manfaatnya bagi tanaman, bahan-bahan yang dapat digunakan, serta tahapan dalam proses pembuatannya. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan interaktif agar peserta dapat memahami bahwa pengelolaan limbah organik dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan pupuk organik cair. Peserta diperkenalkan dengan bahan serta peralatan yang digunakan, kemudian mengikuti secara langsung tahapan pembuatan mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga proses fermentasi. Dengan adanya praktik secara langsung, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan kembali secara mandiri.

Antusiasme anggota Karang Taruna Kancah Elite Muda Mentobayan terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik serta berdiskusi mengenai pemanfaatan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Diskusi juga membahas pemanfaatan pupuk organik cair untuk tanaman serta pentingnya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karang taruna memiliki peran penting sebagai wadah bagi pemuda untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, keterampilan pembuatan pupuk organik cair diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi anggota karang taruna untuk ikut mengajak masyarakat dalam mengelola limbah secara lebih bijak.

Pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk juga dapat memberikan manfaat dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Limbah yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna untuk tanaman. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada sekaligus membantu mengurangi jumlah limbah organik.

Melalui kegiatan pelatihan ini, Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dan membagikannya kepada masyarakat di lingkungan sekitar. Pengelolaan sampah tidak harus dimulai dari hal yang besar, tetapi dapat dilakukan melalui langkah sederhana seperti memilah sampah dan memanfaatkan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna.

Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair bersama Karang Taruna Kancah Elite Muda Mentobayan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik.

Dengan adanya kolaborasi antara Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD dan generasi muda Karang Taruna Kancah Elite Muda Mentobayan, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kalurahan Salamrejo. Melalui kegiatan ini, limbah organik diharapkan tidak lagi dipandang hanya sebagai sampah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Pelatihan-Pembuatan-Pupuk-Organik-Cair-di-Mentobayan-Foto.-Tim-MeRAMU-IMM-Farmasi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-11 09:18:302026-09-11 09:18:30Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan

Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu

11/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu (Foto. KKN)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 159 Unit V.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pembuatan dendeng berbahan dasar daun singkong bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Batur Turu, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan pangan lokal sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan produk olahan rumah tangga.

Pelatihan berlangsung di kediaman Hartini, salah satu anggota KWT Padukuhan Batur Turu. Daun singkong dipilih sebagai bahan utama karena relatif mudah diperoleh dan banyak tersedia di lingkungan masyarakat. Selama ini, pemanfaatannya sebagai bahan pangan olahan masih belum optimal sehingga mahasiswa KKN UAD melihat adanya peluang untuk meningkatkan nilai guna bahan tersebut.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi daun singkong serta tahapan pengolahannya menjadi dendeng. Mahasiswa KKN kemudian mendampingi peserta dalam mempraktikkan proses pembuatan secara langsung, mulai dari pemilihan dan pencucian daun singkong, perebusan, pemberian bumbu, hingga penggorengan.

Keterlibatan ibu-ibu KWT dalam setiap tahapan menjadi bagian penting dari pelatihan. Selain memperoleh pengetahuan mengenai teknik pengolahan, peserta juga dapat secara langsung memahami proses pembuatan produk yang berpotensi dikembangkan sebagai olahan pangan rumah tangga.

Setelah proses pengolahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan mencicipi hasil dendeng daun singkong. Peserta kemudian berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan produk, termasuk aspek pengemasan dan pemasaran. Diskusi tersebut diarahkan untuk membuka wawasan peserta mengenai peluang menjadikan pangan lokal sebagai produk yang memiliki nilai tambah.

Ketua KKN UAD Unit V.C.2, Herbima, mengatakan, “Kami berharap pelatihan ini dapat menambah keterampilan ibu-ibu KWT dan mendorong pemanfaatan daun singkong menjadi produk yang bernilai jual,” ujarnya.

Respons positif juga disampaikan Hartini selaku anggota KWT Padukuhan Batur Turu. Ia mengapresiasi pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN UAD dan berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh anggota KWT. “Semoga melalui pelatihan dendeng daun singkong ini, ibu-ibu KWT Batur Turu semakin kreatif mengolah bahan lokal sehingga dapat menjadi produk unggulan dan membuka peluang usaha bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada praktik pengolahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengoptimalkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Pengolahan daun singkong menjadi dendeng diharapkan dapat memberikan alternatif pemanfaatan bahan pangan sekaligus membuka peluang pengembangan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi.

Bagi mahasiswa KKN UAD, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan melalui pengabdian kepada masyarakat. Interaksi bersama ibu-ibu KWT turut memperkuat komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan sesi foto antara mahasiswa KKN UAD dan ibu-ibu KWT Padukuhan Batur Turu. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit V.C.2 berharap keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat terus diterapkan dan dikembangkan sehingga potensi pangan lokal di Padukuhan Batur Turu dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Hidupkan-Kembali-Pemanfaatan-Tanaman-Herbal-melalui-Program-TOGA-di-Mertelu-Wetan-Foto.-KKN.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-11 09:06:002026-09-11 09:11:06Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu

Mahasiswa KKN UAD Perkuat Syiar Keagamaan melalui Pengajian

10/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkuat syiar keagamaan melalui pengajian (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 159 Unit VII.B.3 dan VII.B.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan perangkat Masjid Baitul Iman Candi dalam menyelenggarakan pengajian untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026 tersebut digelar di Masjid Baitul Iman Candi, Padukuhan Candi, Kalurahan Karangwuluh, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN 159 yang diarahkan untuk memperkuat syiar keagamaan sekaligus membangun ruang interaksi sosial yang dapat mempererat silaturahmi masyarakat. Pelaksanaan pengajian juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat selama menjalankan program KKN.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan tilawah Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh salah satu santri TPA Candi, sambutan ketua panitia, serta sambutan dari takmir Masjid Baitul Iman Candi.

Tidak hanya diisi dengan rangkaian tausiyah, kegiatan tersebut turut melibatkan anak-anak TPA Candi melalui penampilan nasyid. Keterlibatan tersebut menghadirkan suasana yang lebih semarak sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kiai Rofi’uddin Muhammad Luthfi Khakim, S.Ag. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan kehidupan dan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai sumber keteladanan dalam membangun perilaku sehari-hari. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Bagi sebagian warga, penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi dalam skala yang lebih besar di lingkungan Padukuhan Candi menjadi pengalaman yang relatif baru. Salah satu warga mengungkapkan apresiasinya terhadap keterlibatan masyarakat, khususnya anak-anak dalam kegiatan tersebut. “Selama saya tinggal di sini, baru pertama kali ada acara seperti ini. Kalau tahu anak-anak bakal antusias, mungkin dari dulu sudah diadakan,” ungkapnya.

Warga lainnya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi di lingkungan Padukuhan Candi sebelumnya lebih banyak dilaksanakan secara sederhana di rumah-rumah warga. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan di Masjid Baitul Iman Candi dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas dinilai menjadi momentum baru dalam menghidupkan kegiatan keagamaan di tingkat padukuhan.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Ketua TP PKK Kalurahan Karangwuluh. Ia menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN UAD yang telah menggagas dan terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, pengajian berlangsung dengan lancar dan khidmat serta memperoleh respons positif dari masyarakat.

Selain menjadi sarana untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut dinilai memiliki nilai sosial dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat. Kehadiran dan partisipasi anak-anak TPA Candi juga menjadi bagian penting yang menciptakan suasana kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

Melalui penyelenggaraan pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW, mahasiswa KKN 159 Unit VII.B.3 dan VII.B.2 UAD bersama perangkat Masjid Baitul Iman Candi berharap tradisi keagamaan di Padukuhan Candi dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar peringatan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan keteladanan terhadap akhlak Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat silaturahmi, kerukunan, dan semangat kebersamaan masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-perkuat-syiar-keagamaan-melalui-pengajian-Foto.-KKN-UAD.jpg 646 1150 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-10 10:18:512026-09-10 10:18:51Mahasiswa KKN UAD Perkuat Syiar Keagamaan melalui Pengajian

KKN UAD Edukasi Siswa SD Muhammadiyah Balerante Buat Ecoprint

10/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi Siswa SD Muhammadiyah Balerante buat Ecoprint (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode ke-170 Unit I.C.3 menghadirkan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan ramah lingkungan di SD Muhammadiyah Balerante, Yogyakarta. Pada hari Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, tim KKN UAD mengajak para siswa mempraktikkan langsung pembuatan karya seni ecoprint.

Berbeda dengan kegiatan membatik konvensional, kegiatan seni ramah lingkungan ini melibatkan langsung partisipasi aktif siswa dari kelas 1 hingga kelas 5. Para siswa diajak untuk berkreasi menghasilkan motif-motif unik pada tote bag dengan memanfaatkan bahan-bahan alami dari lingkungan sekitar, seperti daun dan bunga.

Untuk mendukung kelancaran acara, seluruh perlengkapan mulai dari dedaunan, bunga, tawas, hingga tote bag polos telah disiapkan sepenuhnya oleh mahasiswa KKN. Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan alat dan bahan kepada siswa. Setelahnya, para siswa mulai menata daun dan bunga di atas permukaan tote bag sesuai dengan imajinasi dan kreativitas mereka masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa KKN UAD tampak telaten mendampingi siswa agar setiap tahapan pembuatan motif alami tersebut dapat teraplikasikan dengan baik. Antusiasme para siswa sangat terlihat, terlebih karena kegiatan ini memberikan pengalaman baru tentang cara memanfaatkan bahan alam menjadi barang yang berguna sehari-hari.

Setelah proses pencetakan selesai, tote bag karya siswa tersebut dijemur terlebih dahulu agar hasil warnanya menempel lebih optimal. Menjelang jam pulang sekolah, para siswa dengan bangga mengambil dan membawa pulang tote bag hasil kreasi mereka sendiri sebagai kenang-kenangan.

Inisiatif dari mahasiswa KKN UAD ini mendapat sambutan yang sangat positif dari pihak sekolah. Salah satu guru SD Muhammadiyah Balerante, Evi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa merangkul siswa dari berbagai tingkatan kelas secara serentak.

“Terima kasih, Mbak dan Mas KKN. Sebelumnya Ibu pernah melakukan kegiatan ecoprint, tetapi hanya untuk kelas 4. Namun, Mbak dan Mas KKN dapat melibatkan siswa kelas 1 sampai kelas 5,” ungkap Evi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD Periode ke-170 Unit I.C.3 berharap para siswa dapat lebih mengenal cara pemanfaatan bahan-bahan alami di sekitar mereka, sekaligus mengasah keterampilan motorik dan kreativitas melalui aktivitas yang menyenangkan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-Siswa-SD-Muhammadiyah-Balerante-buat-Ecoprint-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-10 10:13:252026-09-10 10:13:25KKN UAD Edukasi Siswa SD Muhammadiyah Balerante Buat Ecoprint

KKN UAD Kenalkan Pengolahan Sampah Organik melalui Pembuatan Eco-Enzyme di Dusun Pelem

10/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan pengolahan sampah organik melalui pembuatan ekoenzim di Dusun Pelem (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 159 Unit V.D.2 mengadakan edukasi dan praktik pengolahan sampah organik melalui pembuatan eco-enzyme bersama masyarakat Dusun Pelem, Girikerto, Turi, Sleman. Kegiatan pembuatan eco-enzyme dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Posko KKN Pelem dan diikuti oleh 40 peserta, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengaplikasian eco-enzyme pada Minggu, 6 September 2026.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik rumah tangga, khususnya sisa kulit buah dan sayuran. Materi mengenai pengelolaan sampah organik dan tahapan pembuatan eco-enzyme disampaikan oleh Muhammad Daffa Arrafif dan Sayyidah Syahrir.

Dalam praktiknya, eco-enzyme dibuat dengan perbandingan gula, bahan organik, dan air sebesar 1 : 3 : 10, yaitu 100 gram gula merah atau molase, 300 gram kulit buah atau sayuran, dan 1.000 ml air. Kulit buah atau sayuran dipotong kecil, kemudian gula dilarutkan ke dalam air dan bahan organik dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Campuran tersebut ditutup dan difermentasi di tempat yang sejuk serta tidak terkena sinar matahari langsung.

Selain mempraktikkan proses pembuatan, masyarakat juga memperoleh penjelasan mengenai cara pemanfaatan ekoenzim. Salah satunya sebagai bahan pendukung perawatan tanaman dengan melakukan pengenceran terlebih dahulu sebelum diaplikasikan pada tanah di sekitar tanaman. Pada Minggu, 6 September 2026, dilakukan praktik pengaplikasian eco-enzyme di kebun salak milik ibu RT Pelem, Trismi, sebagai bagian dari penerapan materi yang telah diberikan kepada masyarakat.

Salah satu peserta menilai kegiatan tersebut bermanfaat karena memberikan pengetahuan mengenai cara mengurangi sampah organik rumah tangga melalui pemanfaatan kembali sisa kulit buah dan sayuran. Senada dengan hal tersebut, Trismi menyampaikan, “Kanthi wontenipun kagiyatan damel eco-enzyme menika, mugi saged paring paedah kangge ngrumat kebon salak lan ningkataken kasuburaning tetuwuhan” (Dengan adanya kegiatan pembuatan ekoenzim ini, semoga dapat bermanfaat untuk merawat kebun salak dan meningkatkan kesuburan tanaman).

Melalui kegiatan tersebut, KKN UAD Periode 159 Unit V.D.2 berharap masyarakat Dusun Pelem dapat menerapkan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. Selain membantu mengurangi sampah rumah tangga, pemanfaatan ekoenzim diharapkan dapat mendukung perawatan tanaman, khususnya tanaman salak yang menjadi salah satu komoditas di wilayah Turi. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-pengolahan-sampah-organik-melalui-pembuatan-ekoenzim-di-Dusun-Pelem-Foto.-KKN-UAD.jpg 675 1200 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-10 10:07:422026-09-10 11:26:25KKN UAD Kenalkan Pengolahan Sampah Organik melalui Pembuatan Eco-Enzyme di Dusun Pelem

Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga

10/09/2026/in Feature /by Ard

Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Ustaz Rofiul Wahyudi (Foto. Itoshiko)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 6 September 2026. Kajian kali ini menghadirkan perwakilan Majelis Tabligh PWM DIY sekaligus Dosen PBS UAD, Ust. Rofiul Wahyudi, S.E.I., M.E.I., Ph.D., yang mengusung tema “Dunia Sementara Akhirat Selamanya”. Di hadapan para jamaah, ia mengajak umat Islam untuk merenungkan kembali esensi hidup di dunia yang serba singkat sebagai bekal menuju keabadian di akhirat.

Mengawali kajian dengan penuh kehangatan, Ustaz Rofiul membagikan pengalaman kesehariannya sebagai asbabun nuzul atau alasan di balik pemilihan tema tersebut. Ia menyoroti betapa cepatnya waktu berlalu; rasanya baru kemarin seorang anak digendong oleh orang tuanya, namun tiba-tiba kini anak tersebut sudah menggendong anaknya sendiri. Mengutip sebuah falsafah, ia menyebut, “Urip niku mung mampir ngombe,” yang bermakna bahwa hidup hanyalah sekadar singgah sesaat untuk minum sebelum akhirnya berpulang kembali.

Meski waktu di dunia sangat terbatas, Ustaz Rofiul mengingatkan para jamaah untuk tidak berkecil hati apalagi merasa insecure terhadap dosa-dosa di masa lalu. Mengupas Surah Az-Zumar ayat 53, ia menjelaskan bagaimana Allah SWT tetap memanggil hamba-Nya dengan sapaan lembut “Yaa Ibaadi” (wahai hamba-hamba-Ku) meski mereka memiliki masa lalu yang kelam pada masa jahiliyah. Sapaan ini menunjukkan kasih sayang yang luar biasa, sehingga siapapun tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Ia menegaskan bahwa setiap manusia pasti pernah berbuat salah, namun masa lalu yang buruk tidak boleh menghalangi optimisme untuk meraih surga dengan cara memperbanyak amal saleh.

Penyampaian Ustaz Rofiul menjadi semakin menarik dan mengena ketika ia menggunakan analogi pabrik pensil dan aplikasi Google Maps. Sama seperti pabrik pensil yang sengaja menciptakan penghapus karena menyadari penggunanya pasti sesekali berbuat salah saat menulis, Allah juga senantiasa menyediakan ruang dan kesempatan bertobat bagi manusia. Lebih lanjut, ketika seseorang tersesat atau salah berbelok saat mengikuti rute Google Maps, aplikasi tersebut tidak memarahi penggunanya, melainkan terus memberikan arahan rute baru agar tetap sampai ke tujuan. “Allah pun enggak pernah marah. Allah kasih jalan supaya hidup kita yang sementara ini menjadi wasilah hidup selama-lamanya besok di surga,” jelasnya.

Memasuki penghujung kajian, pembahasan berlanjut pada Surah Az-Zumar ayat 71 dan 73 tentang umat manusia yang digiring dalam bentuk rombongan (zumaro). Ustaz Rofiul membawakan analogi hangat tentang rombongan piknik bus wisata. Jika ada satu saja anggota rombongan yang belum naik ke dalam bus, tentu kendaraan itu tidak akan ditinggal melainkan ditunggu dan orang tersebut akan dicari. Begitu juga kelak di akhirat, umat Islam yang bertakwa akan masuk surga secara bersama-sama dan akan saling mencari kawan rombongannya.

Pesan kebersamaan ini menjadi penutup kajian yang menyejukkan sekaligus menguatkan hati para jamaah. Ustaz Rofiul berpesan agar jamaah senantiasa saling merangkul, mengajak teman atau kerabat kepada kebaikan dengan cara yang bijaksana, serta fokus menatap masa depan. Melalui kajian ini, tersirat harapan besar agar kehidupan dunia yang begitu singkat ini bisa dimaksimalkan sebagai jembatan bagi umat Islam untuk melangkah menuju surga-Nya secara bersama-sama. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Ustaz-Rofiul-Wahyudi-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-10 10:03:232026-09-10 10:03:23Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga

KKN UAD Gelar Workshop Pembuatan Spray Sereh Multifungsi dan Losida Galon

09/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar workshop pembuatan spray sereh multifungsi dan losida galon (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa KKN Reguler 159 Unit III.A.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Workshop Produk Rumah Tangga Multifungsi dan Pengolahan Sampah Organik melalui Losida Galon di Pos Paud Ongko Wijoyo Gedangan, Sentolo, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman sereh dan pengolahan sampah organik.

Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat Gedangan, khususnya ibu-ibu. Kegiatan workshop ini juga menghadirkan Dr. Muhammad Hafiz Kurniawan, S.S., M.A., dosen Sastra Inggris UAD sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UAD 159 Unit  III.A.3, sebagai pemateri.

Kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai literasi sampah dapur dan rumah tangga oleh Dr. Muhammad Hafiz Kurniawan, S.S., M.A. Materi tersebut menjelaskan pemanfaatan sampah organik rumah tangga melalui Losida Galon sebagai media pengolahan menjadi pupuk organik. Pupuk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan berbagai tanaman di sekitar rumah, seperti sereh, tanaman buah, dan tanaman lainnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Alfa dan Syifa, perwakilan mahasiswa KKN, mengenai pemanfaatan tanaman sereh sebagai bahan dasar spray multifungsi. Keduanya menjelaskan bahwa aroma khas sereh dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membuat spray pengharum ruangan sekaligus pengusir nyamuk.

Selain edukasi, Dr. Muhammad Hafiz Kurniawan S.S., M. A., juga mempraktikkan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang telah dipilah kemudian diolah menggunakan Losida Galon menjadi pupuk untuk tanaman di sekitar rumah. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan spray sereh. Peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan mulai dari menyiapkan bahan, mengolah sereh, mencampurkan bahan, hingga memasukkannya ke dalam botol spray. Spray sereh yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pengharum ruangan sekaligus pengusir nyamuk alami.

Setelah penyampaian materi dan praktik, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait pemilahan sampah, pengolahan sampah menggunakan Losida Galon, serta pembuatan spray sereh.

”Pemanfaatan bahan yang ada di sekitar rumah dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari”, ujar Fajar, perwakilan KKN UAD Unit Gedangan.

Kegiatan ini menjadi upaya mahasiswa KKN UAD dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Gedangan melalui pemanfaatan tanaman sereh serta pengolahan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu, dalam menghasilkan produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-workshop-pembuatan-spray-sereh-multifungsi-dan-losida-galon-Foto.-KKN-UAD.jpg 669 1190 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-09 10:03:162026-09-09 10:03:16KKN UAD Gelar Workshop Pembuatan Spray Sereh Multifungsi dan Losida Galon

KKN Dahlan Muda Salurkan Hibah Buku di Taman Nasional Siberut

09/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Dahlan Muda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) salurkan hibah buku di Taman Nasional Siberut (Foto. KKN UAD)

Tim KKN Ekspedisi Dahlan Muda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyerahkan hibah ratusan buku bacaan kepada Rumah Belajar Anak Suku Mentawai yang berada di kawasan Taman Nasional Siberut, Kepulauan Mentawai, pada 3 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya tim dalam mendukung peningkatan akses pendidikan dan literasi bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Rumah Belajar Anak Suku Mentawai selama ini menjadi ruang alternatif pendidikan bagi anak-anak di kawasan Taman Nasional Siberut. Kondisi geografis yang cukup terisolasi serta keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan formal membuat ketersediaan bahan bacaan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pengajar dan relawan.

Melihat kondisi tersebut, Tim KKN Ekspedisi Dahlan Muda menginisiasi penggalangan buku sebelum keberangkatan ke lokasi KKN. Penggalangan melibatkan jaringan kampus, komunitas literasi, dan donatur individu. Buku yang terkumpul terdiri atas berbagai jenis bacaan, seperti cerita bergambar, pengetahuan umum, serta buku keterampilan dasar membaca dan berhitung yang disesuaikan dengan usia anak-anak.

Penyerahan buku berlangsung sederhana dan mendapat sambutan antusias dari anak-anak. Saat kardus berisi buku dibuka, sejumlah anak langsung memilih buku bergambar dan membacanya di tempat. Momen tersebut menunjukkan antusiasme anak-anak terhadap bahan bacaan yang tersedia.

Zulfikar, yang turut berperan sebagai tim observer dalam ekspedisi tersebut, mengatakan hibah buku merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mendorong pemerataan akses pendidikan di wilayah pedalaman Mentawai.

“Buku itu jendela dunia, dan anak-anak di sini berhak punya jendela itu juga meskipun tinggal di kawasan yang cukup terpencil. Kami berharap hibah ini bisa menumbuhkan minat baca sejak dini, sekaligus menjadi pemantik semangat belajar mereka,” ujar Zulfikar.

Ia menambahkan, hasil observasi tim selama berada di lapangan menunjukkan bahwa minat belajar anak-anak Suku Mentawai cukup tinggi. Namun, semangat tersebut masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pendidikan.

“Dari hasil pengamatan kami, semangat anak-anak untuk belajar itu luar biasa. Yang kurang hanya fasilitasnya. Maka dari itu kami coba hadir mengisi salah satu kekurangan itu lewat hibah buku ini,” tambahnya.

Pengelola Rumah Belajar Anak Suku Mentawai, Muhammad Rais, S.Pd., mengapresiasi kepedulian Tim KKN Ekspedisi Dahlan Muda. Ia menyebut bantuan tersebut hadir di tengah keterbatasan koleksi buku di rumah belajar yang sebagian telah usang.

“Kami sangat berterima kasih. Buku-buku ini akan sangat membantu proses belajar anak-anak di sini, apalagi jumlah dan variasinya cukup banyak. Semoga ke depan makin banyak pihak yang peduli dengan pendidikan anak-anak di kawasan Taman Nasional Siberut,” kata Rais.

Perwakilan Balai Taman Nasional Siberut, Lily Nur Hayanti, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pendidikan bagi anak-anak di sekitar kawasan taman nasional sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat adat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.

“Pendidikan anak-anak di sekitar kawasan taman nasional adalah bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan maupun sumber daya manusianya. Kami mengapresiasi mahasiswa KKN yang mau turun langsung memberi kontribusi nyata seperti ini,” ujarnya.

Kegiatan hibah buku tersebut menjadi bagian dari kontribusi Tim KKN Ekspedisi Dahlan Muda dalam mendukung pendidikan dan literasi anak-anak Suku Mentawai. Buku-buku yang telah diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sumber pengetahuan sekaligus mendukung semangat belajar generasi muda Suku Mentawai tanpa meninggalkan identitas dan kearifan lokal mereka.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Dahlan-Muda-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-salurkan-hibah-buku-di-Taman-Nasional-Siberut-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-09 09:34:202026-09-09 09:34:20KKN Dahlan Muda Salurkan Hibah Buku di Taman Nasional Siberut
Page 1 of 437123›»

TERKINI

  • Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa11/09/2026
  • KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan11/09/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Perkuat Syiar Keagamaan melalui Pengajian10/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026
  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top