• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Pengobatan Klenik Modern dan Ancaman bagi Akidah

25/07/2026/in Feature /by Ard

Nur Utami Hidayati mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Nur Utami)

Penulis: Nur Utami Hidayati (Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat) Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Di tengah kemajuan dunia kesehatan modern, pesona pengobatan klenik masih memiliki tempat di hati masyarakat. Ketika layanan kesehatan semakin berkembang, teknologi kedokteran semakin canggih, dan akses informasi kesehatan semakin mudah, praktik-praktik pengobatan klenik tetap diminati. Mungkin masih segar diingatan kita  kasus menghebohkan dukun cilik Ponari, hingga praktik supranatural Ningsih Tinampi, fenomena ini menggambarkan bahwa masyarakat masing sangat mempercayai pengobatan klenik. Di berbagai daerah, masih banyak pula paranormal, dukun, “orang pintar”, hingga praktisi metafisika yang menawarkan pengobatan untuk kesembuhan berbagai penyakit.

Sebenarnya apa itu pengobatan klenik? Menurut Kamus Bahasa Indonesia klenik memiliki arti  kegiatan perdukunan dengan cara-cara yang sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang. Dalam kehidupan masyarakat, istilah klenik merujuk pada berbagai praktik yang mengandalkan kekuatan mistis, mantra, jimat, komunikasi dengan makhluk gaib, atau ritual tertentu yang diyakini dapat memberikan kesembuhan, keberuntungan, perlindungan, maupun solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Dengan demikian, pengobatan klenik dapat dipahami sebagai bentuk pengobatan yang menggunakan praktik-praktik gaib atau perdukunan sebagai sarana memperoleh kesembuhan.

Pengobatan klenik bukanlah fenomena baru. Masyarakat Nusantara telah mengenal praktik ini  sejak sebelum masuknya agama-agama besar yaitu ketika masyarakat masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan tersebut kemudian diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai amanah turun-temurun. Tradisi yang diwariskan turun-temurun inilah yang menyebabkan praktik klenik tetap bertahan, meskipun tidak seluruhnya sejalan dengan ajaran Islam maupun ilmu pengetahuan modern.

Praktik pengobatan klenik berkembang dalam berbagai bentuk, sebagian dilakukan secara terang-terangan, sebagian lagi dikemas dengan istilah religius atau ilmiah dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman agar lebih mudah diterima masyarakat.

Beberapa jenis klenik

Pengobatan melalui dukun atau paranormal, biasanya dukun atau paranormal ini  mengaku mampu mengetahui penyebab penyakit melalui kemampuan gaib, kemudian melakukan ritual tertentu sebagai sarana penyembuhan yaitu dengan membaca jampi-jampi , meniup air, memindahkan penyakit ke hewan atau benda tertentu serta mengaku bisa melihat makhluk halus penyebab penyakit.

Jimat, pasien diberikan benda tertentu yang diyakini mempunyai kekuatan penyembuh seperti cincin, rajah, keris, dan lain-lain.

Pengobatan melalui ritual tertentu seperti berendam tengah malam, menyediakan sesajen, berpuasa tidak sesuai dengan syariat, dan lain-lain

Pengobatan berkedok agama seperti mencampurkan ayat Al-Qur’an dengan mantra, memberikan rajah Arab yang tidak dipahami maknanya atau mengaku memiliki khodam wali.

Pengobatan klenik digital, era media sosial melahirkan bentuk baru pengobatan klenik seperti transfer energi jarak jauh, terapi aura, penyembuhan melalui video call, konsultasi supranatural melalui WhatsApp atau pembukaan cakra secara daring

Fatwa Muhammadiyah

Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid secara konsisten mengajak umat Islam untuk memurnikan akidah dari praktik tahayul, bid’ah, dan khurafat. Majelis Tarjih Muhammadiyah dengan tegas mengeluarkan fatwa haram terhadap pengobatan berbasis supranatural destruktif/klenik.

Dalam berbagai fatwa dan putusan tarjih dijelaskan bahwa seorang muslim wajib bertawakal hanya kepada Allah Swt. dan tidak boleh meyakini adanya kekuatan gaib yang berasal dari selain-Nya. Penyakit dan kesembuhan berada sepenuhnya di bawah kehendak dan kekuasaan Allah Swt.

Seperti firman Allah Swt.:

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”
(QS. Al-Fatihah [1]: 5)

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 80).

Dalam himpunan putusan tarjih Muhammadiyah dan berbagai fatwa tarjih, ditegaskan pula bahwa praktik perdukunan, penggunaan jimat, ramalan, serta pengobatan yang meminta bantuan jin atau kekuatan gaib termasuk perbuatan yang bertentangan dengan prinsip tauhid.

Seperti firman Allah Swt.:

“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu hanya menambah bagi mereka dosa dan kesesatan.”
(QS. Al-Jin [72]: 6)

Islam mengajarkan bahwa setiap penyakit memiliki sebab dan Allah Swt. menyediakan obatnya. Oleh karena itu, umat Islam diperintahkan untuk berikhtiar mencari pengobatan yang benar yaitu pengobatan yang halal, tidak menimbulkan bahaya, tidak mengandung unsur sirik, dilakukan melalui cara-cara yang sesuai dengan syariat dan berdasarkan ilmu pengetahuan.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nur-Utami-Hidayati-mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Nur-Utami.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-25 08:00:452026-07-27 08:41:09Pengobatan Klenik Modern dan Ancaman bagi Akidah

Olahraga dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis

24/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Ustaz Muhammad Hasnan Nahar (Foto. Mawar)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Ahad Pagi pada Minggu, 5 Juli 2026. Kajian kali ini mengangkat tema “Olahraga dalam Tinjauan Al-Qur’an dan Hadis” dengan menghadirkan Ustaz H. Muhammad Hasnan Nahar, S.Th.I., M.Ag., dosen Program Studi Ilmu Hadis UAD. Kajian tersebut mengajak jemaah memahami pentingnya menjaga kesehatan jasmani sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam.

Dalam pemaparannya, Ustaz Muhammad Hasnan Nahar menegaskan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan kesehatan spiritual, tetapi juga mendorong umatnya menjaga kesehatan fisik. Menurutnya, tubuh yang sehat akan mendukung pelaksanaan ibadah dan aktivitas sehari-hari secara optimal.

Beliau mengawali kajian dengan mengisahkan ketegasan Umar bin Khattab terhadap gaya hidup yang berlebihan. Diceritakan bahwa Umar pernah menegur seseorang yang memiliki perut buncit karena dianggap sebagai simbol kemalasan dan terlalu mencintai dunia. “Pada masa itu, perut buncit dipandang sebagai simbol hidup bermalas-malasan, berfoya-foya, dan terlalu mendahulukan kenikmatan dunia sehingga melalaikan ibadah,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kondisi fisik seseorang tidak bisa langsung dijadikan ukuran. Obesitas yang disebabkan oleh faktor biologis atau keturunan tentu berbeda dengan kondisi yang muncul akibat pola hidup tidak sehat.

Selain menjelaskan pandangan para sahabat, beliau juga memaparkan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan data World Obesity Atlas 2025, Indonesia menempati peringkat kelima dengan sekitar 13 persen penduduk dewasa mengalami obesitas. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik.

Untuk mengetahui status berat badan, beliau memperkenalkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu berat badan dibagi tinggi badan dalam satuan meter kuadrat. Hasil perhitungan tersebut dapat digunakan sebagai acuan apakah seseorang berada pada kategori berat badan ideal, kelebihan berat badan, atau obesitas.

Mengacu pada ajaran Islam, beliau menjelaskan bahwa konsep diet sehat telah diajarkan dalam Al-Qur’an. Prinsip tersebut meliputi tidak makan dan minum secara berlebihan, mengonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban), menjaga keseimbangan gizi, serta menghindari makanan yang diharamkan.

“Yang pertama jangan makan dan minum berlebihan. Badan kita sebenarnya memiliki sistem yang sudah diatur Allah. Yang sering kali berlebihan justru keinginan mata dan lidah kita,” ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya mengatur jadwal makan secara teratur. Salah satu pola yang disarankan adalah konsep 3+2, yaitu tiga kali makan utama dan dua kali camilan sehat agar tubuh memperoleh asupan energi secara seimbang tanpa memicu makan berlebihan.

Selain pola makan, olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Dalam kajian tersebut, beliau menjelaskan perbedaan antara aktivitas fisik dan olahraga. Aktivitas sehari-hari seperti menyapu, mencuci, atau naik tangga memang membuat tubuh bergerak, tetapi belum tentu termasuk olahraga karena tidak dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

“Olahraga memiliki gerakan yang terukur, sistematis, dan dilakukan secara terencana. Berbeda dengan aktivitas fisik sehari-hari yang sifatnya spontan,” jelasnya.

Menurutnya, olahraga memberikan manfaat berbeda pada setiap kelompok usia. Bagi anak-anak, olahraga membantu perkembangan motorik dan kemampuan bersosialisasi. Pada usia dewasa, olahraga berfungsi membakar kalori, menjaga tekanan darah, mengontrol kolesterol, serta mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Sementara bagi lansia, olahraga membantu menjaga keseimbangan tubuh, mempertahankan massa otot, serta mengurangi risiko osteoporosis dan jatuh.

Dalam perspektif Al-Qur’an, beliau mengutip kisah Nabi Talut dalam Surah Al-Baqarah ayat 247 sebagai gambaran pentingnya memiliki fisik yang kuat. Menurutnya, kekuatan Talut dan pasukannya bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui latihan dan kedisiplinan.

Beliau juga mengutip hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Muslim mengenai keutamaan seorang mukmin yang kuat. “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan,” tuturnya.

Di akhir kajian, beliau mengingatkan bahwa olahraga bukan sekadar menjaga penampilan, tetapi merupakan bentuk ikhtiar untuk merawat amanah berupa tubuh yang telah diberikan Allah Swt. “Jangan menunggu sakit untuk mulai hidup sehat. Ketika hasil Indeks Massa Tubuh sudah menunjukkan overweight atau bahkan obesitas, mulailah mengatur pola makan dan berolahraga. Ikhtiar adalah tugas manusia, sedangkan hasilnya Allah yang menentukan,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pemateri-Ustaz-Muhammad-Hasnan-Nahar-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:41:242026-07-24 10:41:24Olahraga dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis

Fakultas Farmasi UAD Gelar Sidang Promosi Doktor

24/07/2026/in Terkini /by Ard

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar sidang promosi doktor (Foto. Humas UAD)

Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sidang Promosi Doktor bagi kandidat doktor apt. Setya Enti Rikomah, M.Farm. pada Senin, 20 Juli 2026, di Ruang Auditorium A Lantai 3 Kampus III UAD.

Sidang terbuka ini dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Laela Hayu Nurani, M.Si. selaku Ketua Sidang, dengan diikuti Prof. Dr. apt. Muhammad Dai, M.Si. dan Prof. Dr. apt. Wahyu Widyaningsih, M.Si. sebagai penguji. Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. dan Dr. drh. Sapto Yuliani, M.P.

Apt. Setya merupakan dosen di STIKes Al-Fatah Bengkulu yang menempuh studi doktor di Fakultas Farmasi UAD. Beliau melanjutkan studi S-3 atas dukungan penuh dari institusinya mengabdi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidik. 

Ketua Sidang, Prof. Laela menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan parameter pengamatan sehingga dapat memperkuat indikasi model hewan uji yang mengalami diabetes.

“Saya mengusulkan agar ada parameter yang lain seperti pengukuran berat badan, asupan pakan, dan lainnya. Ke depannya parameter terseubt perlu diamati sehingga lebih menguatkan bahwa model hewan uji benar-benar telah mengalami diabetes,” ujarnya.

Apt. Setya menerima segala masukan dan menjawab pertanyaan penguji dengan sangat lugas. Berkat usahanya tersebut, ia berhasil membawa pulang nilai A untuk disertasinya yang berjudul “Aktivitas Daun Kalangkala (Litsea angulate Blume) Sebagai Antidiabetes dan Antioksidan: Kajian In Vitro, In Vivo, dan In Silico”. Ia juga telah memenuhi luaran akademik berupa publikasi di dua jurnal farmasi dan presentasi ilmiah oral.

Selaku dosen pembimbing, Prof. Nurkhasanah menyampaikan apresiasi atas perjuangan apt. Setya yang mampu menyelesaikan studi dalamwaktu sekitar dua setengah tahun. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan keluarga, institusi, serta niat belajar yang tinggi selama pendidikan.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan berita acara kelulusan dan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) oleh Dekan Fakultas Farmasi UAD.  Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas lahirnya doktor ke-14 di Fakultas Farmasi. Beliau juga berharap agar capaian ini memperkuat kontribusi akademik di bidang kefarmasian.

Setelah dinyatakan lulus, Dr. apt. Setya Enti Rikomah sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikannya.

“Saya menyadari bahwa perjalanan ini bukan hanya perjuangan saya, tetapi juga perjuangan keluarga yang terus memberikan waktu, perhatian, dan semangat. Saya berharap dapat terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan penelitian yang bermanfaat, serta memberikan kontribusi yang nyata bagi pendidikan dunia kefarmasian dan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan lahirnya doktor baru di Fakultas Farmasi UAD, hal ini menjadi bukti bahwa lulusan doktor yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian inovatif bagi ilmu kefarmasian terutama dalam dunia obat-obatan tradisional di Indonesia. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-sidang-promosi-doktor-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:35:042026-07-24 10:35:04Fakultas Farmasi UAD Gelar Sidang Promosi Doktor

Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma

24/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara harapan II poster digital melalui produk keripik pisang noma (Foto. Novia)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam ajang Saudagar Dahlan Muda #5. Melalui produk Keripik Pisang Noma (No Mahal-Mahal), tim mahasiswa berhasil meraih Juara Harapan II Lomba Poster Digital Kategori Camilan.

Tim terdiri atas Novia Ahlul Jannah (Program Studi Pendidikan Matematika) sebagai ketua, bersama Maysaroh (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) dan Muhammad Ikram Hasmin (Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif) sebagai anggota. Prestasi tersebut menjadi pencapaian pertama yang berhasil diraih tim setelah tiga kali mengikuti kompetisi Saudagar Dahlan Muda.

Ketua tim, Novia Ahlul Jannah, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas penghargaan yang diperoleh. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang telah dilalui bersama tim. “Kami berhasil meraih Juara Harapan II Poster Digital Kategori Camilan. Kami merasa sangat senang karena ini merupakan kali pertama kami mendapatkan juara setelah tiga kali mengikuti kegiatan Saudagar Dahlan Muda. Walaupun baru meraih juara harapan, kami sangat bersyukur. Namun, yang lebih membahagiakan adalah banyaknya konsumen yang tertarik membeli produk kami selama kegiatan berlangsung.”

Maysaroh menjelaskan lebih lanjut bahwa produk yang diusung tim adalah Keripik Pisang Noma, yang merupakan singkatan dari No Mahal-Mahal. Produk ini menghadirkan keripik pisang dengan berbagai pilihan rasa, yaitu cokelat, tiramisu, matcha, dan original, sehingga memberikan variasi cita rasa yang sesuai dengan selera berbagai kalangan.

Selain menawarkan beragam varian rasa, Keripik Pisang Noma juga memiliki keunggulan pada desain kemasannya. Berbeda dengan keripik pisang yang umumnya dikemas menggunakan plastik transparan, produk ini hadir dengan kemasan yang lebih menarik, modern, dan memiliki nilai estetika sehingga mampu meningkatkan daya tarik konsumen.

Keikutsertaan tim dalam kompetisi ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan usaha sekaligus menguji kemampuan mereka di tengah persaingan dengan puluhan usaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui ajang tersebut, tim termotivasi untuk menghadirkan media promosi yang kreatif, desain stan yang menarik, serta mampu mempresentasikan model bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) secara optimal.

Dalam proses kompetisi, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah membuat video dan konten promosi yang mampu menarik perhatian masyarakat terhadap produk yang ditawarkan. Tantangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang pemasaran digital dan strategi promosi kreatif.

Selain memperoleh penghargaan, tim juga mendapatkan banyak pelajaran penting, terutama mengenai pentingnya kolaborasi dalam tim, pengelolaan keuangan usaha, serta pengalaman berkompetisi secara sehat bersama pelaku usaha mahasiswa lainnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam mengembangkan usaha ke depannya.

Maysaroh berharap mahasiswa yang telah memiliki usaha tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi, tetapi mampu menjaga keberlanjutan bisnis yang dijalankan. “Jangan berhenti sampai kegiatan ini saja. Tantangan berikutnya adalah bagaimana usaha yang telah dibangun dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan mampu menghasilkan keuntungan. Bagi kami, mengikuti Saudagar Dahlan Muda bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru dan merasakan pengalaman berkompetisi secara langsung dengan sesama pelaku UMKM mahasiswa.” (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-harapan-II-poster-digital-melalui-produk-keripik-pisang-noma-Foto.-Novia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:28:532026-07-24 10:28:53Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma

HISKI UAD Gelar Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak di Caturharjo, Bantul

24/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

HISKI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar apresiasi penulisan naskah ketoprak di Caturharjo, Bantul (Foto. Hiski UAD)

Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Kalurahan Caturharjo menyelenggarakan Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak bagi Pemuda-Pemudi Karang Taruna Caturharjo pada 10 Juli 2026 di Pendopo Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pendampingan penulisan naskah ketoprak yang bertujuan menumbuhkan kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat upaya pelestarian seni budaya lokal melalui karya sastra.

Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Caturharjo, Wasdiyanto, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada HISKI Komisariat UAD atas kolaborasi yang telah membuka ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, ketoprak tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pewarisan nilai-nilai kehidupan, sejarah, dan karakter masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan oleh Sudiono, penggerak budaya sekaligus tokoh masyarakat Caturharjo. Ia menilai bahwa keterlibatan pemuda dalam proses kreatif penulisan naskah merupakan langkah penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi. Melalui karya yang lahir dari tangan generasi muda, budaya lokal akan terus hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., Ketua HISKI Komisariat UAD sekaligus Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam sambutannya, Yosi menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan menulis, tetapi juga memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai akademik dan budaya sekaligus memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual.

“Kami berharap para pemuda tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi pencipta dan penjaga budaya. Ketika sebuah cerita berhasil ditulis, didokumentasikan, dan dilindungi melalui hak cipta, warisan budaya memiliki peluang lebih besar untuk terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Yosi.

Suasana apresiasi berlangsung hangat ketika para peserta secara bergantian mempresentasikan dan membacakan sinopsis naskah ketoprak yang telah mereka susun. Tiga karya yang dihasilkan dalam program ini, yaitu Labuh Bakti ing Samparan, Babad Korowelang, dan Crahing Ati: Pecahing Desa, memperlihatkan kemampuan para pemuda dalam mengangkat sejarah lokal, nilai pengabdian, dinamika kehidupan masyarakat, hingga konflik sosial yang dikemas dalam bentuk cerita ketoprak yang sarat pesan moral.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas peserta, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan serta sertifikat Hak Cipta kepada para penulis naskah. Penyerahan tersebut menjadi bukti bahwa karya sastra tradisional juga memiliki nilai intelektual yang patut dihargai dan dilindungi secara hukum.

Sebagai tindak lanjut program, ketiga naskah ketoprak beserta dokumen hak ciptanya akan dipublikasikan melalui website resmi Kalurahan Caturharjo. Publikasi ini diharapkan menjadi arsip digital budaya yang dapat diakses masyarakat luas sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mencintai budaya daerah.

Melalui sinergi antara HISKI Komisariat UAD dan Kalurahan Caturharjo, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan literasi budaya. Tidak hanya melahirkan karya sastra baru, program ini juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga warisan budaya bangsa. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-apresiasi-penulisan-naskah-ketoprak-di-Caturharjo-Bantul-Foto.-Hiski-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:23:152026-07-24 10:23:15HISKI UAD Gelar Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak di Caturharjo, Bantul

KKN UAD Kenalkan AI untuk Tingkatkan Kualitas UMKM

23/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan AI untuk tingkatkan kualitas UMKM (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pendataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus membagikan buku panduan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di RW 06, Kalurahan Prenggan, Kotagede, Yogyakarta.

UMKM di Prenggan RW 06 mengalami berbagai kendala seperti keterbatasan pemasaran, permodalan, dampak Covid-19, serta rendahnya pemanfaatan teknologi menjadi penyebab utamanya. Belum adanya data yang lengkap membuat pemangku kepentingan sulit memberikan bantuan yang tepat sasaran.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengusung tema digitalisasi UMKM, oleh karena itu tim KKN melakukan pendataan menyeluruh untuk mengetahui profil, potensi, serta masalah yang dihadapi setiap usaha. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali kemajuan UMKM di lingkungan Prenggan RW 06.

Pendataan tidak hanya sebatas melalui penyebaran formulir digital, tetapi dilakukan secara langsung dengan mengunjungi rumah ke rumah pelaku UMKM. Pendataan diawali dengan sesi wawancara, pertanyaan yang diajukan meliputi produk yang dijajakan atau ditawarkan, latar belakang atau sejarah dari usaha yang dibangun, lokasi berwirausaha, media sosial, jumlah produk/jasa yang terjual per hari, dan kendala yang dialami selama menjalankan usaha.

Sasaran pendataan ini di antaranya usaha yang bergerak di bidang makanan (GandingGendong, angkringan, telur asin, infused water, dan sebagainya), di bidang jasa (dokter hewan, reparasi elektronik, binatu pakaian, dan sebagainya). Proses transaksi seringkali dilakukan secara daring, untuk pemesanan makanan maupun kebutuhan jasa. Misalnya, UMKM GandingGendong melayani pemesanan makanan berat/ringan dalam porsi besar. Untuk jasa pemeriksaan hewan peliharaan bisa menghubungi dokter hewan Winda melalui WhatsApp untuk melakukan pemeriksaan atau tindakan lanjutan jika diperlukan.

Penyebaran buku panduan pemanfaatan AI dilakukan secara langsung bersamaan dengan kegiatan pendataan UMKM. Setiap pelaku usaha menerima satu buku panduan yang berisi penjelasan sederhana mengenai konsep dasar AI, manfaat AI bagi pengembangan usaha, serta contoh penerapan yang dapat dilakukan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Materi dalam buku disusun menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar dapat dipelajari secara mandiri oleh pelaku UMKM dengan berbagai latar belakang pendidikan dan tingkat literasi digital.

Pada saat penyerahan buku panduan, mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan singkat mengenai isi buku serta memperkenalkan beberapa aplikasi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Pelaku UMKM dikenalkan pada penggunaan AI untuk menyusun ide promosi, caption media sosial, mendesain konten pemasaran, dan menyusun deskripsi produk. Pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta menciptakan inovasi yang berkelanjutan pada era transformasi digital.

Sebagai bentuk realisasi dari rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berhasil mendata sembilan pelaku UMKM di RW 06, selama tiga hari pendataan, yaitu pada tanggal 28 Juni, 29 Juni, dan 2 Juli 2026, dengan sasaran pelaku usaha dari berbagai bidang, di antaranya usaha katering makanan, toko mukena handmade, toko kelontong, serta beberapa jenis usaha lainnya.

Tim KKN UAD juga mendistribusikan sembilan buku panduan pemanfaatan AI kepada seluruh pelaku UMKM yang menjadi sasaran kegiatan. Jumlah buku yang dibagikan disesuaikan dengan jumlah pelaku UMKM yang berhasil didata, sehingga setiap pelaku usaha menerima satu buku panduan sebagai media edukasi. Data tersebut menunjukkan bahwa seluruh target kegiatan berhasil terlaksana sesuai dengan rencana, baik dari aspek pendataan UMKM maupun distribusi buku panduan AI.

Pelaku UMKM menunjukkan ketertarikannya selama kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Mereka menunjukkan ketertarikan karena teknologi tersebut dapat membantu berbagai kebutuhan usaha. Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab mengenai penerapan AI yang mudah diakses dan dapat digunakan secara gratis.

Kegiatan ini juga menghasilkan data yang menggambarkan kondisi, potensi, dan berbagai tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan maupun pengembangan UMKM pada masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya transformasi digital semakin meningkat. Data hasil pendataan yang telah dikumpulkan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan program pendampingan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Dengan adanya pembinaan yang berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal, mengembangkan inovasi dalam usahanya, serta menciptakan usaha yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tengah perkembangan era digital saat ini. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-AI-untuk-tingkatkan-kualitas-UMKM-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-23 08:23:252026-07-23 08:23:25KKN UAD Kenalkan AI untuk Tingkatkan Kualitas UMKM

Makna Hijrah Rasulullah saw.

23/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Drs. H. Masykur Azahri, M.A. (Foto. Mawar)

Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengangkat tema “Makna dan Hijrah Rasulullah saw.”. Kajian tersebut menghadirkan Drs. H. Masykur Azahri, M.A., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jemaah menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta meneladani perjuangan Rasulullah saw. dalam berhijrah.

Mengawali kajian, Ustaz Masykur menjelaskan bahwa bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah Swt. Pada bulan tersebut, setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, sementara perbuatan maksiat memiliki konsekuensi dosa yang lebih besar.

“Bulan Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah. Kalau seseorang berbuat maksiat, dosanya lebih besar. Sebaliknya, jika melaksanakan kebaikan dan ketaatan kepada Allah, maka pahalanya akan dilipatgandakan. Karena itu, mari kita manfaatkan hari-hari di bulan Muharam dengan memperbanyak amal saleh,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama bulan Muharam memiliki keutamaan tersendiri. Menurutnya, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah, menghadiri majelis ilmu, memperbanyak sedekah, serta memperkuat hubungan dengan Allah Swt.

Ia turut menjelaskan makna Hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharam, yang memiliki banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi. Ia menyebutkan bahwa pada hari tersebut Allah Swt. menerima tobat Nabi Adam a.s., menyelamatkan Nabi Yunus a.s. dari perut ikan, menyelamatkan Nabi Nuh a.s. dari banjir besar, menyelamatkan Nabi Ibrahim a.s. dari api Raja Namrud, serta menyelamatkan Nabi Musa a.s. dari kejaran Firaun.

Menurutnya, kemuliaan bulan Muharam tidak boleh dipahami sebagai bulan yang membawa kesialan atau pantangan tertentu sebagaimana berkembang dalam sebagian tradisi masyarakat.

“Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah, bukan bulan yang harus ditakuti. Yang perlu kita lakukan adalah memperbanyak amal kebaikan, bukan mempercayai berbagai mitos yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak jemaah untuk membangun “benteng kehidupan” agar senantiasa mendapatkan perlindungan Allah Swt. Benteng tersebut, menurutnya, bukan diwujudkan melalui ritual-ritual tertentu, melainkan melalui akhlak dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Benteng kehidupan itu dibangun dengan menjaga lisan, memperbanyak sedekah, menjaga silaturahmi, memperbanyak doa, dan senantiasa berzikir kepada Allah. Itulah benteng yang akan menjaga kehidupan seorang muslim,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa menjaga lisan menjadi salah satu kunci utama terciptanya kehidupan yang damai. Banyak persoalan, mulai dari pertengkaran hingga perpecahan, berawal dari ucapan yang tidak dijaga dengan baik. Selain itu, sedekah juga disebut sebagai salah satu amalan yang mampu menjadi penolak berbagai musibah.

Memasuki pembahasan utama, Ustaz Masykur mengulas makna hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Ia menegaskan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan titik awal kebangkitan peradaban Islam yang dilandasi perjuangan, kesabaran, dan keimanan.

Selama berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW menghadapi berbagai bentuk penindasan, intimidasi, hingga kekerasan. Meski demikian, beliau tetap menunjukkan akhlak mulia dalam menghadapi setiap perlakuan tersebut.

Sebagai teladan, Ustaz Masykur mengisahkan seorang perempuan yang setiap hari meludahi Rasulullah SAW ketika beliau berangkat menuju masjid. Ketika suatu hari perempuan tersebut tidak terlihat, Rasulullah justru mencari tahu keadaannya dan mendatangi rumahnya karena mengetahui bahwa ia sedang sakit.

“Rasulullah tidak membalas keburukan dengan keburukan. Beliau justru menjenguk orang yang selama ini menyakitinya. Akhlak seperti inilah yang akhirnya mampu melunakkan hati dan menjadi jalan hidayah bagi banyak orang,” paparnya.

Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa hijrah sejati bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah menuju akhlak yang lebih baik, mampu memaafkan, serta membalas keburukan dengan kebaikan.

Di akhir kajian, Ustaz Masykur mengutip hadis Rasulullah SAW tentang tiga golongan yang akan memperoleh derajat tinggi karena rahmat Allah, yaitu orang yang tetap memberi kepada mereka yang tidak pernah memberi, menyambung silaturahmi dengan orang yang memutuskannya, serta memaafkan orang yang pernah menzaliminya.

Ia berharap nilai-nilai hijrah Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan, terutama pada bulan Muharam yang penuh kemuliaan. Dengan memperkuat ibadah, menjaga akhlak, serta memperbanyak amal saleh, setiap muslim diharapkan mampu menjadikan hijrah sebagai proses perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi sesama. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Drs.-H.-Masykur-Azahri-M.A.-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-23 08:18:382026-07-23 08:18:38Makna Hijrah Rasulullah saw.

Perpustakaan UAD Gelar Library Orientation dan Pelatihan Literasi Informasi

23/07/2026/in Terkini /by Ard

Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar library orientation dan pelatihan literasi informasi (Foto. Anove)

Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar program tahunan Pengenalan Perpustakaan atau Library Orientation bagi mahasiswa baru sebagai langkah krusial mencetak mahasiswa yang literat informasi serta siap menghadapi standar riset akademik perguruan tinggi.

Kepala Urusan Literasi Informasi dan Promosi Perpustakaan UAD, Naning Wardani, S.I.Pust., menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini bersifat wajib guna mengaktifkan keanggotaan dan memaksimalkan fasilitas layanan perpustakaan. Berdasarkan Surat Edaran Nomor: R.2/52/F.0/IX/2025 tentang Pengenalan Perpustakaan dan Literasi Informasi, mahasiswa yang akan mendaftar seminar proposal Tugas Akhir (TA) juga diwajibkan melampirkan sertifikat Pengenalan Perpustakaan dan minimal dua sertifikat literasi informasi.

Naning membeberkan beberapa latar belakang mendasar diwajibkannya program ini, di antaranya untuk mengubah pola pencarian informasi mahasiswa baru yang masih terbatas pada mesin pencari umum dan buku teks fisik agar beralih ke jurnal ilmiah bereputasi.

Selain itu, program ini hadir untuk membantu mahasiswa mengatasi fenomena banjir informasi atau information overload di era digital di mana informasi sangat mudah didapatkan, namun tidak semuanya valid secara akademis, memahami infrastruktur sistem Perpustakaan UAD yang terintegrasi di berbagai unit kampus seperti OPAC, Simpus, Eprints, hingga e-journallangganan, serta mengasah kemampuan temu balik informasi atau information retrieval agar pencarian referensi lebih efisien.

Ia juga menekankan pentingnya pembekalan etika akademik, tata cara sitasi yang benar, dan penggunaan layanan cek kesamaan karya seperti Turnitin guna mencegah praktik plagiarisme sejak dini.

Pelaksanaan kegiatan pengenalan perpustakaan ini terbagi ke dalam dua moda, yaitu sesi luring atau offline pada 17 hingga 30 Juli 2026 yang terbagi menjadi tiga sesi harian, yakni Sesi 1 pukul 08.30 hingga 09.30 WIB, Sesi 2 pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, dan Sesi 3 pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, serta sesi daring atau online via Zoom pada 3 hingga 7 Agustus 2026 yang berlangsung satu sesi harian pada pukul 09.30 hingga 10.30 WIB. Selama kegiatan, para peserta dibekali materi mengenai Visi dan Misi Perpustakaan, Fasilitas Perpustakaan, Layanan Perpustakaan, serta sosialisasi Program Literasi Informasi bulanan yang mencakup Penelusuran Database Online, Pengenalan Mendeley, Pengoptimalan Ms Word, dan Pengecekan Plagiarisme. Program ini ditujukan bagi seluruh mahasiswa baru UAD serta mahasiswa angkatan sebelumnya yang belum pernah mengikuti, dengan pendaftaran yang dilakukan secara mandiri melalui tautan https://bit.ly/2026Perpustakaan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Perpustakaan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-library-orientation-dan-pelatihan-literasi-informasi-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-23 08:13:052026-07-23 08:13:05Perpustakaan UAD Gelar Library Orientation dan Pelatihan Literasi Informasi

Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS

22/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tim Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua penghargaan melalui inovasi produk BEKRESS (Foto. Indah)

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang UAD Fair 2026. Melalui inovasi produk pangan berkelanjutan bertajuk BEKRESS, tim berhasil meraih Juara Harapan II Kategori Inovasi Produk serta Juara Harapan II Kategori Stand Terunik.

Tim tersebut diketuai oleh Susilo Indah Rahayu dengan anggota Muhammad Panca Nugraha, Sailah Aulivia, dan M. Gilang Karnanda. Keberhasilan ini menjadi apresiasi atas kreativitas dan kerja keras tim dalam menghadirkan inovasi pangan yang mengusung konsep keberlanjutan dan pemanfaatan limbah pertanian.

Ketua tim mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan yang berhasil diraih. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui bersama seluruh anggota tim. “Kami merasa bangga bisa mendapatkan Juara Harapan II Inovasi Produk dan Juara Harapan II Stand Terunik pada Saudagar Dahlan Muda #5. Menurut kami, kemenangan ini merupakan balasan yang setimpal atas seluruh usaha, kerja keras, dan proses yang telah kami lakukan selama mempersiapkan produk hingga mengikuti kompetisi.”

Produk unggulan yang diusung tim adalah BEKRESS, camilan sehat berbahan dasar bekatul padi, yaitu lapisan luar beras yang selama ini sering dianggap sebagai limbah hasil penggilingan. Selain BEKRESS, tim juga mengembangkan BEKAMIE, mi instan inovatif yang menggunakan bekatul sebagai bahan baku utama. Kedua produk tersebut dihadirkan sebagai alternatif pangan yang lebih bernilai sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian.

Melalui inovasi ini, tim ingin mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu keberlanjutan dengan mengembangkan produk pangan berbasis konsep zero waste. Mereka berharap bahan-bahan yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perjalanan mengembangkan BEKRESS tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi tim terjadi pada tahap trial and error, mengingat bekatul merupakan bahan baku yang cukup sulit diolah menjadi produk pangan yang memiliki cita rasa dan kualitas yang baik. Namun, melalui berbagai riset, pengujian, dan penyempurnaan formulasi, tim akhirnya berhasil menghasilkan produk yang layak dipasarkan.

Kompetisi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Mereka tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan banyak mahasiswa dan pemuda yang memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan melalui berbagai inovasi produk kreatif.

Menurut tim, ajang Saudagar Dahlan Muda menjadi ruang yang tepat bagi mahasiswa untuk bertukar ide, memperluas wawasan, serta membangun jejaring dengan para inovator muda dari berbagai bidang.

Panca menyampaikan, “Senang sekali bisa menjadi bagian dari UAD Fair lagi. Sebelumnya kami juga pernah mengikuti UAD Fair #4, tetapi tahun ini terasa lebih seru, lebih meriah, dan semakin menginspirasi kami untuk terus berkarya, berkembang, serta mencoba hal-hal baru. Terima kasih UAD Fair atas pengalaman yang sangat berharga.”

Prestasi yang diraih tim Teknik Industri UAD melalui BEKRESS menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dan konsep keberlanjutan memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Melalui semangat kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-dua-penghargaan-melalui-inovasi-produk-BEKRESS-Foto.-Indah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-22 10:00:222026-07-23 08:08:27Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS

Milad ke-14, Prodi Ilmu Komunikasi UAD Gelar Rangkaian Even Spektakuler

22/07/2026/in Terkini /by Ard

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) peringati milad ke-14 (Foto. Ilkom UAD)

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Laboratorium Ilmu Komunikasi (Lab Ilkom) UAD menggelar perayaan Milad ke-14 Program Studi Ilmu Komunikasi bertajuk Communication Day (Comday) 2026. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian besar Exhibition, Performance, Interaction of Communication (EPIC), yang berlangsung mulai 23 Juni hingga 16 Juli 2026. Ketua Pelaksana Comday 14, Muhammad Darrel Rasendhriya, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan EPIC menaungi berbagai acara kreatif dan akademis. Mulai dari Dahlan Muda Fashion Week (DMFW) 2026, Comday 2026, Two Thousand Show Vol. 2, Dahlan Culture Run (DCR) 2026, hingga Catatan Akhir Semester (CAST) 3.0. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa semester 6 dari mata kuliah Event Management.

“Comday sendiri adalah acara untuk memperingati milad Prodi Ilmu Komunikasi UAD yang ke-14. Rangkaiannya diawali dengan Seminar Nasional EPIC sebagai pembukaan, perlombaan fotografi dan poster oleh Himakom, Pelatihan Public Speaking dan Content Creator, hingga puncaknya yaitu penutupan Comday,” ujar Darrel.

CAST 3.0: Wadah Apresiasi Karya Mahasiswa Berkonsep Futuristik

Salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara tahun ini adalah diselenggarakannya CAST 3.0 oleh Lab Ilkom UAD. Mengusung tema Futuristik, CAST 3.0 hadir sebagai pameran karya sekaligus bentuk apresiasi atas proses belajar mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD, khususnya dari semester 3 hingga 4. Rangkaian pameran dan malam penganugerahan CAST 3.0 disatukan dalam malam penutupan bertajuk ALINEA: Alinasi New Era dan Alumni Ilmu Komunikasi. Momen ini mengundang seluruh keluarga besar Ilmu Komunikasi UAD, mulai dari mahasiswa aktif hingga alumni.

Dalam penentuan pemenang penganugerahan, panitia bekerja sama dengan dosen pengampu untuk mengkurasi tugas-tugas terbaik mahasiswa yang layak dipamerkan. Penilaian karya terbaik dilakukan oleh tim dosen, sementara untuk kategori Karya Terfavorit, pemilihan dilakukan secara langsung oleh pengunjung menggunakan media sticky notes di area pameran. Nominasi yang diumumkan meliputi Karya Terbaik, Karya Terfavorit, Nominasi Event Management, Nominasi Dosen Ilkom, serta Pemenang Lomba Fotografi dan Poster.

Apresiasi Sineas Muda lewat Screening Film

Tak hanya pameran visual dan kompetisi akademis, ajang ini juga diwarnai dengan penayangan dan screening karya film dari mahasiswa konsentrasi Broadcasting angkatan 2023. Film-film tersebut merupakan luaran dari mata kuliah Produksi Program Non-Jurnalistik (PPNJ). Meskipun agenda screening film bersifat sebagai bentuk apresiasi tambahan di luar rangkaian utama, seluruh karya film tetap diputar dan diapresiasi melalui sesi tanya jawab singkat. Tiga film terbaik pun dipilih dan diberikan penghargaan.

Melalui kemeriahan rangkaian EPIC, Comday 2026, dan CAST 3.0, acara ini berhasil menjadi ruang ekspresi, kolaborasi, dan silaturahmi yang inklusif. Tidak hanya bagi keluarga besar Ilmu Komunikasi UAD, tetapi juga bagi khalayak umum.(Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Studi-Ilmu-Komunikasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-peringati-milad-ke-14-Foto.-Ilkom-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-22 09:00:212026-07-23 08:03:49Milad ke-14, Prodi Ilmu Komunikasi UAD Gelar Rangkaian Even Spektakuler
Page 2 of 424‹1234›»

TERKINI

  • PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Gunakan Aplikasi Digital SI-WARAS28/07/2026
  • Tim PkM Farmasi UAD Beri Penyuluhan Kesehatan Terpadu Lansia di Mergangsan27/07/2026
  • Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Kuliah Tamu Internasional27/07/2026
  • Refreshing AIK Pegawai UAD 2026 Perkuat Budaya Hidup Sehat dan Pengamalan Nilai AIK27/07/2026
  • Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Perkuat Sinergi di Caturharjo26/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 202625/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma24/07/2026
  • Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS22/07/2026

FEATURE

  • Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga28/07/2026
  • Mewujudkan Takwa dan Akhlak Mulia26/07/2026
  • Pengobatan Klenik Modern dan Ancaman bagi Akidah25/07/2026
  • Olahraga dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis24/07/2026
  • Makna Hijrah Rasulullah saw.23/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top