• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Kembangkan Living Lab CO₂ Merapi untuk Pemantauan Aktivitas Vulkanik

07/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan living Lab CO₂ Merapi untuk pemantauan aktivitas vulkanik (Foto. Tim Bestari)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus mendorong pengembangan riset dan teknologi untuk mendukung upaya mitigasi bencana melalui Living Lab CO₂ Merapi. Ekosistem riset tersebut dikembangkan sebagai ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memahami aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Kegiatan Living Lab CO₂ Merapi berlangsung di Merapi Valley, Nganggring, Girikerto, Sleman, pada 22 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Bestari Saintek Living Lab CO₂ Merapi UAD bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Tim Bestari Saintek Living Lab CO₂ Merapi UAD diketuai oleh Dr. Umi Salamah, S.Si., M.Sc. dari Program Studi Fisika UAD. Tim tersebut juga terdiri atas Qonitatul Hidayah, S.Si., M.Sc., Dr. Arif Rahman, S.Kom., M.Si., Apik Rusdiarna I.P., S.Si., M.T., Dr. Margi Sasono, S.Si., M.Si., dan Galih Prakoso, S.Si.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan berbagai unsur yang memiliki peran dalam pemantauan serta mitigasi kebencanaan di kawasan Merapi. Selain BPPTKG, kegiatan turut melibatkan Pemerintah Kalurahan Girikerto, Babin Kamtibmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Relawan Lingkar Merapi, Relawan Kompas Merapi, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Girikerto.

Ketua Tim Bestari Saintek Living Lab CO₂ Merapi, Dr. Umi Salamah, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa pendekatan living lab memungkinkan kawasan Merapi menjadi ruang penelitian yang berhubungan langsung dengan kondisi nyata di lapangan. “Melalui pendekatan living lab, penelitian tidak hanya dilakukan di laboratorium, tetapi juga dikembangkan dan diuji dalam konteks lingkungan nyata dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” jelas Umi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendiskusikan kondisi terkini Gunung Merapi serta pengembangan pemanfaatan data dan teknologi untuk mendukung pemahaman terhadap aktivitas vulkanik. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan hasil riset agar semakin relevan dengan kebutuhan pemantauan dan mitigasi bencana.

Living Lab CO₂ Merapi merupakan bagian dari pengembangan ekosistem hidup berbasis sains dan teknologi (Bestari Saintek) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kawasan Merapi ditempatkan sebagai ruang pembelajaran dan penelitian lapangan yang memungkinkan akademisi mengembangkan serta menguji teknologi secara langsung.

Salah satu fokus pengembangan dalam Living Lab CO₂ Merapi adalah pemantauan karbon dioksida (CO₂). Gas tersebut memiliki karakteristik penting dalam sistem vulkanik karena dapat terlepas dari magma pada kondisi tekanan yang relatif lebih tinggi atau kedalaman yang lebih besar dibandingkan sejumlah gas vulkanik lainnya.

Perubahan konsentrasi maupun laju emisi CO₂ dapat memberikan informasi mengenai perubahan proses pelepasan gas atau degassing serta dinamika sistem vulkanik. Oleh karena itu, pemantauan CO₂ menjadi salah satu aspek yang berpotensi mendukung pemahaman terhadap perubahan aktivitas gunung api.

“Pemantauan CO₂ menjadi salah satu bagian penting dalam melihat perubahan kondisi vulkanik. Karena itu, kami mencoba mengembangkan teknologi yang dapat membantu proses pengamatan secara lebih aman dan berbasis data,” tandasnya.

Berangkat dari karakteristik tersebut, Living Lab CO₂ Merapi membuka peluang pengembangan sistem pemantauan aktivitas vulkanik berbasis pencitraan optik. Teknologi ini memungkinkan proses identifikasi dan pengamatan gas dikembangkan secara nonkontak sehingga berpotensi digunakan dari lokasi yang relatif lebih aman tanpa harus selalu mendekati sumber emisi. “Ke depan, kami berharap pengembangan pencitraan optik CO₂ ini dapat mendukung proses deteksi, pemetaan, kuantifikasi, dan pemantauan perubahan CO₂ secara berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Umi, kolaborasi menjadi bagian penting dalam pengembangan Living Lab CO₂ Merapi. Keterlibatan akademisi, pemerintah, masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya memungkinkan pengembangan riset dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. “Living Lab CO₂ Merapi bukan hanya menjadi tempat untuk melakukan penelitian, tetapi juga ruang untuk membangun kolaborasi dan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat di kawasan Merapi,” ungkapnya.

Tidak hanya untuk kepentingan penelitian, kawasan Living Lab CO₂ Merapi juga dikembangkan sebagai ruang edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Salah satu fasilitas yang telah dikembangkan adalah Simulator Merapi di Merapi Valley. Fasilitas tersebut menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal kondisi dan aktivitas Gunung Merapi secara lebih interaktif.

Sejumlah kelompok yang telah mengunjungi Simulator Merapi di antaranya Relawan Merapi Girikerto, komunitas kepala sekolah dan guru SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah di sekitar kawasan Merapi, siswa SD Muhammadiyah Girikerto, anak-anak Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Pakem, serta Komunitas Pemuda Sidorejo, Girikerto.

Pemanfaatan Simulator Merapi oleh berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa Living Lab dapat menjadi ruang belajar bersama yang menghubungkan hasil pengembangan sains dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran fasilitas edukasi tersebut juga membuka kesempatan bagi pelajar, relawan, dan komunitas untuk memperoleh pemahaman mengenai kebencanaan melalui pengalaman belajar yang lebih nyata. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-living-Lab-CO₂-Merapi-untuk-pemantauan-aktivitas-vulkanik-Foto.-Tim-Bestari.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 11:17:052026-09-08 13:05:38UAD Kembangkan Living Lab CO₂ Merapi untuk Pemantauan Aktivitas Vulkanik

LazisMu UAD Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Gunungkidul

07/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

LazisMu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) salurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Gunungkidul (Foto. LazisMu UAD)

Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak kekeringan melalui kegiatan pentasyarufan air bersih dan paket beras. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Sabtu 29  Agustus 2026.

Pentasyarufan bantuan tersebut merupakan bagian dari respons terhadap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul. Keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat selama musim kemarau.

Sekretaris LAZISMU UAD, Sunu Prasetya Adi, S.E.Sy., M.E., menjelaskan bahwa Pringombo dipilih berdasarkan rekomendasi wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih. Proses tersebut turut melibatkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pringombo dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rongkop.

“Latar belakang kegiatan ini sebenarnya terkait dengan tanggap darurat kekeringan yang ada di wilayah DIY, khususnya di daerah Gunungkidul. Dari beberapa tempat yang direkomendasikan di Gunungkidul, kemudian terpilihlah Kalurahan Pringombo melalui Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pringombo dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rongkop yang bekerja sama dengan LAZISMU UAD,” jelas Sunu.

Dalam pelaksanaannya, LAZISMU UAD menyalurkan sebanyak 100 tangki air bersih kepada masyarakat. Distribusi dilakukan secara khusus kepada warga Pringombo dan secara lebih luas kepada masyarakat di Kapanewon Rongkop melalui jejaring Muhammadiyah setempat.

Selain air bersih, bantuan juga diberikan dalam bentuk paket beras dengan total sebanyak 210 kilogram. Kegiatan pentasyarufan tersebut tidak berdiri sendiri. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara LAZISMU UAD, Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, serta komunitas De Orange UAD.

Sunu menuturkan, rangkaian kegiatan juga dikemas melalui aktivitas touring dari Kampus UAD menuju lokasi kegiatan di Rongkop, kemudian dilanjutkan hingga Pacitan sebelum kembali ke Yogyakarta. “Kolaborasi dari beberapa pihak ini harapannya tidak hanya memiliki misi sosial, tetapi juga misi terkait dengan bagaimana aktualisasi yang ada di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan,” ungkapnya.

Menurut Sunu, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bentuk nyata bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui kerja sama dan penguatan jejaring. Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak sekadar menjadi respons sesaat, tetapi mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.

Kondisi kekeringan menjadi perhatian karena sejumlah wilayah di Gunungkidul masih menghadapi keterbatasan sumber air. Berdasarkan informasi yang disampaikan Sunu, kondisi curah hujan di wilayah DIY masih menunjukkan potensi kekeringan yang tinggi. “Saat ini kondisi di wilayah DIY berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mengalami kekeringan. Bahkan, mungkin selama satu bulan ini curah hujan sangat rendah, sementara banyak wilayah di Gunungkidul yang tidak memiliki sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Situasi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Melalui bantuan yang diberikan, LAZISMU UAD berharap dapat mengurangi beban warga dalam memenuhi kebutuhan air selama masa kekeringan.

LAZISMU UAD juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan air bersih tidak berhenti pada kegiatan di Pringombo. Sejumlah wilayah lain di Gunungkidul yang membutuhkan bantuan telah masuk dalam daftar alternatif lokasi untuk penyaluran berikutnya.

Sunu menambahkan, LAZISMU UAD masih melakukan koordinasi untuk menentukan wilayah yang menjadi sasaran distribusi selanjutnya. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kekeringan serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Program ini tidak selesai hanya di daerah Rongkop saja. Kami dari LAZISMU UAD masih memiliki beberapa rencana untuk penyaluran air bersih di wilayah lain di Gunungkidul. Ada beberapa alternatif yang sudah masuk dalam daftar LAZISMU UAD dan kami masih menunggu untuk melakukan koordinasi lebih lanjut mengenai lokasi yang dapat kembali menerima distribusi air bersih,” jelasnya.

Keberlanjutan program menjadi penting mengingat potensi kekeringan masih tinggi. Sunu berharap penyaluran air bersih dapat terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan dukungan. “Semoga dengan penyaluran air bersih ini dapat meringankan beban maupun dampak yang melanda masyarakat DIY secara umum, dan secara khusus masyarakat di daerah Gunungkidul,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/LazisMu-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-salurkan-bantuan-air-bersih-bagi-warga-terdampak-kekeringan-di-Gunungkidul-Foto.-LazisMu-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 11:07:372026-09-08 13:05:27LazisMu UAD Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Gunungkidul

Tim PPK Ormawa RDC UAD Kenalkan Robot Senagarda dan Website Nawasena ke Warga Karangtengah

07/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa RDC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan robot Senagarda dan website Nawasena ke warga Karangtengah (Foto. RDC UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tahun 2026 sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Robot dan Website pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan ini dilangsungkan di Aula RT 03, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan sekaligus pemahaman teknologi kepada peserta, khususnya mengenai operasional Website Nawasena Center dan Robot Senagarda. Turut hadir dalam acara ini Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa RDC UAD, Dukuh Karangtengah, para pemateri, panitia, dan warga selaku peserta pelatihan.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta sambutan dari Ketua Tim Pelaksana dan Dukuh Karangtengah. Memasuki sesi inti yang pertama, peserta mendapatkan pemaparan materi terkait Website Nawasena Center yang disampaikan oleh Dinar, salah satu anggota tim PPK Ormawa RDC UAD. Materi ini berfokus pada pengenalan website tersebut sebagai salah satu inovasi teknologi yang menyokong jalannya program NAWASENA.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan teknologi fisik berupa Robot Senagarda. Materi pengenalan inovasi robot ini dibawakan secara langsung oleh Faizal, yang juga merupakan anggota tim PPK Ormawa RDC UAD.

Guna memastikan materi dapat dipahami dengan baik, di setiap akhir sesi pemaparan dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) dan sesi tanya jawab. Sesi interaktif ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta untuk berdiskusi, menyampaikan pertanyaan, dan memperdalam pemahaman mereka terhadap teknologi yang sedang dikembangkan di desa mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan sangat lancar sesuai dengan susunan acara yang direncanakan dan diakhiri dengan aksi clear area (merapikan tempat) oleh panitia. Melalui pelatihan ini, masyarakat Karangtengah diharapkan dapat menyerap ilmu teknologi terapan tersebut dan memanfaatkannya secara maksimal untuk mendukung keberhasilan program NAWASENA. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-RDC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-robot-Senagarda-dan-website-Nawasena-ke-warga-Karangtengah-Foto.-RDC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 10:59:362026-09-08 13:05:17Tim PPK Ormawa RDC UAD Kenalkan Robot Senagarda dan Website Nawasena ke Warga Karangtengah

Prodi Informatika UAD Gelar Sosialisasi Magang dan KPTI Kurikulum 2026

07/09/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Informatika FTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sosialisasi magang dan KPTI (Foto. Septia)

Program Studi  Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sosialisasi magang dan mata kuliah Kerja Praktik Teknologi Informasi (KPTI) pada Minggu, 30 Agustus 2026, melalui platform Google Meet, dengan menghadirkan dosen Informatika UAD Bambang Robi’in, S.T., M.T., sebagai pemateri. KPTI merupakan mata kuliah berkarya dengan bobot 3 SKS pada Kurikulum 2026 yang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa.

“Ini merupakan mata kuliah kerja praktik teknologi informasi sebagai jembatan kompetensi akademik dan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri,” tegasnya. Terdapat beberapa mekanisme pelaksanaan KPTI yang dapat ditempuh mahasiswa, yaitu magang industri, proyek (special purpose dan general purpose/startup), lomba berbasis karya proyek, pengabdian dosen terapan yang didanai, serta penelitian terapan dosen.

Seluruh skema tersebut wajib menghasilkan produk luaran perangkat lunak atau sistem yang linier dengan bidang informatika, serta tidak mengakomodasi program yang berbentuk kursus atau short course.

Untuk skema magang industri, kegiatan dilaksanakan minimal selama tiga bulan di instansi atau industri dengan batasan maksimal tiga mahasiswa per instansi, serta pekerjaan yang dilakukan wajib berkaitan langsung dengan kompetensi informatika. Pada skema proyek kelompok (maksimal tiga orang), mahasiswa dapat memilih jalur special purpose yang memiliki mitra atau klien riil maupun jalur general purpose berbasis analisis kebutuhan masyarakat dengan kewajiban pengujian minimal sepuluh responden pengguna. Sementara itu, untuk rekognisi lomba dan pengabdian dosen, karya proyek yang diajukan memiliki batas klaim maksimal dua tahun.

Pelaksanaan KPTI berada di bawah bimbingan dosen pembimbing dengan luaran wajib berupa laporan individual, poster, dan video teaser. Ujian akhir dilaksanakan secara individual melalui seminar atau gelar karya dalam bentuk pameran.

Dengan adanya sosialisasi magang dan KPTI ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami seluruh alur mekanisme pelaksanaan, mempersiapkan rencana kegiatan secara matang, serta menghasilkan karya luaran yang sesuai dengan standar akademik program studi. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Informatika-FTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-sosialisasi-magang-dan-KPTI-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 10:44:322026-09-07 10:44:32Prodi Informatika UAD Gelar Sosialisasi Magang dan KPTI Kurikulum 2026

Digitalisasi Layanan Desa, Mahasiswa FKM UAD Luncurkan SI-WARAS di Festival Kesehatan Caturharjo

05/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Penyerahan inovasi SI-WARAS oleh Dekan FKM UAD kepada Lurah Caturharjo pada Festival Kesehatan (Foto. Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) terus menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan dengan peluncuran inovasi kesehatan digital pada ajang Festival Kesehatan Kalurahan Caturharjo di Balai Kalurahan Caturharjo, Kabupaten Bantul, pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Dalam festival kesehatan tersebut, mahasiswa UAD memperkenalkan program HAMEMAYU WARASING DESA yang membawa sejumlah terobosan penting bagi pelayanan kesehatan masyarakat. Inovasi utama yang diluncurkan adalah Sistem Informasi Warasing Desa (SI-WARAS), sebuah platform yang dirancang khusus untuk pencatatan dan pengelolaan data kesehatan warga. Sistem cerdas ini turut didukung oleh kehadiran Kartu Jati Waras sebagai media pencatatan serta Buku Pedoman Desa Sehat Caturharjo yang akan menjadi acuan keberlanjutan program di tengah masyarakat.

Sebagai wujud nyata komitmen dan simbol keberlanjutan pemanfaatan inovasi, Dekan FKM UAD, Muhammad Samsu Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D., yang hadir mewakili Rektor UAD, menyerahkan langsung SI-WARAS, Kartu Jati Waras, buku pedoman, dan plakat kepada Lurah Caturharjo, H. Wasdiyanto, S.Si. Acara serah terima ini turut disaksikan oleh perwakilan Bupati Bantul, Nanang Dwiatmoko, S.Sos., serta Dr. Aris Winarna, S.E., M.M. selaku perwakilan dari Direktorat Diseminasi Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Sains dan Teknologi.

Usai prosesi peluncuran resmi, kegiatan langsung dilanjutkan dengan aksi pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang dijalankan oleh para kader kesehatan setempat. Pelayanan ini menerapkan konsep One Stop Service, di mana warga cukup mengikuti satu alur pelayanan terpadu mulai dari tahap pendaftaran, pemeriksaan fisik, pencatatan hasil, hingga sesi konseling.

Kini, seluruh hasil pemeriksaan kesehatan warga tersebut langsung diinput ke dalam SI-WARAS yang telah berhasil terintegrasi dengan Puskesmas Pandak II. Melalui kolaborasi apik antara UAD, kader kesehatan, dan Kalurahan Caturharjo ini, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat makin terintegrasi, terdokumentasi dengan rapi, berbasis teknologi, dan terus berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyerahan-inovasi-SI-WARAS-oleh-Dekan-FKM-UAD-kepada-Lurah-Caturharjo-pada-Festival-Kesehatan-Foto.-Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-05 10:49:062026-09-08 13:05:07Digitalisasi Layanan Desa, Mahasiswa FKM UAD Luncurkan SI-WARAS di Festival Kesehatan Caturharjo

PCM Gatak Sukoharjo Kunjungi UAD, Perkuat Nilai Islam dan Kemuhammadiyahan

05/09/2026/in Terkini /by Ard

Kunjungan PCM Gatak Sukoharjo di Universitas Ahmad Dahlan (Foto. Humas Protokol UAD)

Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Majelis Dikdasmen & PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gatak, Sukoharjo, menggelar kegiatan pembinaan guru dan karyawan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Islamic Center (IC) UAD tersebut diikuti 160 peserta dengan mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Guru dan Karyawan Muhammadiyah dengan Penguatan Islam dan Kemuhammadiyahan”.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan Prof. Dr. Muchlas, M.T. selaku Rektor UAD. “Di UAD, pengenalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) kami kemas dengan cara yang menyenangkan dan tidak kaku. Harapannya, kegiatan ini bisa memperkuat nilai-nilai AIK sekaligus menambah pemahaman tentang Muhammadiyah, salah satunya melalui pembelajaran di Museum Muhammadiyah,” ungkapnya.

Materi utama disampaikan oleh Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, dengan tema “Spirit untuk Kemajuan Persyarikatan dan AUM”. Ia mengajak peserta untuk terus bersyukur menjadi bagian dari Muhammadiyah dan menjadikan setiap aktivitas sebagai bagian dari ibadah. “Jangan cari penghidupan di Muhammadiyah, tapi hidupilah Muhammadiyah. Artinya, kita tidak hanya menjadikan Muhammadiyah sebagai tempat bekerja, tetapi juga ikut memberikan kontribusi dan membawa persyarikatan ini terus maju,” tuturnya.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Gatak, Drs. H. Sriyadi, menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki prinsip berkemajuan dan wasathiyah atau moderat. “Muhammadiyah itu pembaharuan. Jangan sampai kita terjebak dalam kenyamanan. Kepala sekolah menjadi salah satu ujung tombak dalam membangun kader Muhammadiyah, yang kemudian semangat itu diteruskan kepada guru dan ustaz,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran cendera mata antara UAD dan PCM Gatak Sukoharjo, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Museum Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan serta terdorong untuk terus melakukan pembaharuan dalam dunia pendidikan dan berkontribusi bagi kemajuan persyarikatan. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-PCM-Gatak-Sukoharjo-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-Foto.-Humas-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-05 10:38:332026-09-05 10:38:33PCM Gatak Sukoharjo Kunjungi UAD, Perkuat Nilai Islam dan Kemuhammadiyahan

KKN UAD dan UMY Tanam Harapan melalui Penyaluran Bibit Cabai di Mertelu Kulon

04/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan UMY Gelar Penyaluran Bibit Cabai di Mertelu Kulon (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit V.B.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyalurkan bibit cabai gratis kepada warga Padukuhan Mertelu Kulon, Gunungkidul, pada 25 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menyasar warga, khususnya kelompok tani, sebagai bagian dari upaya mendukung kelestarian lingkungan sekaligus keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Kegiatan penyaluran bibit berlangsung di kediaman Juwadi selaku Ketua Kelompok Tani Mertelu Kulon. Bibit cabai yang telah disiapkan selanjutnya akan didistribusikan kepada ketua RT dan perangkat desa lainnya di Padukuhan Mertelu Kulon.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan sekaligus mengembangkan potensi pertanian lokal. Pemilihan bibit cabai juga disesuaikan dengan kondisi wilayah Gunungkidul yang tengah memasuki musim kemarau. Bibit diharapkan dapat dirawat terlebih dahulu sehingga ketika musim hujan tiba, tanaman telah tumbuh dan siap dikembangkan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan media tanam. Mahasiswa KKN bersama warga menyiapkan tanah, sekam, pupuk, dan polybag yang digunakan untuk menanam bibit cabai. Proses penanaman dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam program tersebut.

Setelah proses penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat secara simbolis sebagai tanda penyerahan bibit. Penyerahan dilakukan oleh Ketua KKN UAD dan Ketua KKN UMY kepada Juwadi selaku Ketua Kelompok Tani Mertelu Kulon.

Refika, Ketua KKN UAD Unit Mertelu Kulon, berharap bibit yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa selama melaksanakan KKN.

“Kami mahasiswa KKN berharap dengan adanya bibit yang kami sediakan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekaligus sebagai wujud kontribusi dan apresiasi kami kepada masyarakat Mertelu Kulon,” ujar Refika.

Sementara itu, Juwadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN UAD dan UMY atas pemberian bibit cabai secara gratis kepada warga. Ia berharap masyarakat dapat merawat bibit tersebut dengan baik sehingga dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. “Semoga dari pemberian bibit cabai gratis ini bisa memberikan banyak manfaat bagi warga Mertelu Kulon serta dapat tumbuh subur,” ungkap Juwadi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama dan berbincang santai antara mahasiswa KKN dan warga Mertelu Kulon. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan berupa bibit tanaman, tetapi juga membangun kolaborasi dan kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-UMY-Gelar-Penyaluran-Bibit-Cabai-di-Mertelu-Kulon-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-04 08:05:462026-09-04 08:05:46KKN UAD dan UMY Tanam Harapan melalui Penyaluran Bibit Cabai di Mertelu Kulon

Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah

04/09/2026/in Feature /by Ard

Kajian rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Prof. Dr. Waharjani, M.Ag., (Foto. Mawar)

Menjalani kehidupan di jalan yang lurus tidak cukup hanya dengan mengetahui mana yang benar dan salah. Lebih dari itu, manusia perlu menjadikan nilai-nilai kebaikan sebagai pedoman dalam setiap aktivitasnya. Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah dalam Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang mengangkat tema Al-Washaya Al-‘Asyrah: 10 Wasiat Allah dengan merujuk pada Surah Al-An’am ayat 151-153.

Kajian yang berlangsung pada Ahad 2 Agustus 2026 tersebut menghadirkan Ustadz Prof. Dr. Waharjani, M.Ag., Guru Besar Bidang Psikologi Pendidikan Profetik, sebagai pemateri. Dalam kajiannya, ia mengajak jamaah memahami sepuluh wasiat Allah sebagai pedoman kehidupan yang mengarahkan manusia menuju siratal mustaqim atau jalan yang lurus.

Menurutnya, Al-Washaya Al-‘Asyrah dapat dipahami sebagai sepuluh perintah atau wasiat Allah yang menjadi petunjuk bagi manusia. Ia kemudian menghubungkan konsep tersebut dengan istilah siratal mustaqim. “Al-Washaya Al-‘Asyrah itu adalah 10 perintah Tuhan atau 10 wasiat Allah. Yang di dalam beberapa tafsir disebut dengan siratal mustaqim, jalan untuk menuju jalan yang lurus,” jelasnya.

Untuk menggambarkan makna jalan lurus tersebut, Prof. Waharjani menggunakan analogi jalan tol. Jalan tersebut memiliki ruang yang luas sehingga dapat dilalui berbagai kendaraan. Demikian pula siratal mustaqim yang menurutnya merupakan jalan yang dapat ditempuh melalui beragam aktivitas kebaikan selama tetap mengantarkan manusia kepada tujuan yang benar. “Kalau sudah bisa melaksanakan siratal mustaqim itu berarti akan menuju ke Jannatun Naim. Jadi siratal mustaqim itu adalah jalan-jalan atau kegiatan atau aktivitas yang bisa mengantarkan kita kepada jalan yang lurus menuju Jannatun Naim,” tuturnya.

Dalam kajian tersebut, Prof. Waharjani menguraikan kandungan Surah Al-An’am ayat 151-153 secara bertahap. Lima wasiat pertama yang disimpulkan dari ayat 151 berkaitan dengan larangan menyekutukan Allah, perintah berbuat baik kepada orang tua, larangan membunuh anak karena takut kemiskinan, larangan melakukan perbuatan keji, serta larangan membunuh jiwa yang diharamkan Allah.

Salah satu pesan yang mendapat perhatian dalam kajian ialah kewajiban berbuat baik kepada orang tua. Prof. Waharjani menekankan bahwa berbakti kepada orang tua bukan perkara sederhana, terlebih ketika orang tua memasuki usia lanjut dan membutuhkan kesabaran serta perhatian lebih dari keluarga. “Berbuatlah baik kepada kedua orang tua. Ya, baik orang tua itu sudah meninggal atau masih hidup,” ujarnya.

Ia mengingatkan jamaah bahwa merawat orang tua membutuhkan kesabaran. Menurutnya, kondisi orang tua yang semakin lanjut usia dapat membuat mereka kembali membutuhkan pendampingan seperti ketika masih kecil. Karena itu, anak perlu memiliki kesabaran dalam memberikan perhatian dan memenuhi kebutuhan orang tua.

Memasuki Surah Al-An’am ayat 152, pembahasan berlanjut pada larangan mendekati harta anak yatim, perintah menyempurnakan takaran dan timbangan dengan adil, serta kewajiban berlaku adil dan memenuhi janji. Prof. Waharjani menyoroti pentingnya kejujuran dalam persoalan takaran dan timbangan. Nilai tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga mencerminkan sikap manusia dalam menjalankan amanah. “Dan sempurnakan takaran dan timbangan dengan adil,” katanya saat menjelaskan salah satu kandungan ayat tersebut.

Menurutnya, keadilan harus menjadi prinsip yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang mengurangi timbangan atau tidak memenuhi hak orang lain, tindakan tersebut menunjukkan ketidakjujuran yang bertentangan dengan pesan yang terkandung dalam ayat.

Kajian kemudian sampai pada pesan bahwa siratal mustaqim bukan sekadar konsep yang bersifat abstrak. Jalan lurus tersebut dibangun melalui pilihan dan aktivitas manusia setiap hari, mulai dari menjaga hubungan dengan Allah, menghormati orang tua, menjaga kehidupan, berlaku jujur, hingga memenuhi janji. Prof. Waharjani menegaskan bahwa sepuluh wasiat tersebut merupakan pedoman yang perlu diikuti oleh umat Islam dalam menjalani kehidupan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Prof.-Dr.-Waharjani-M.Ag_.-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-04 08:00:452026-09-04 08:00:45Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah

KKN Internasional UAD Dorong Pendidikan dan Pertukaran Budaya di Thailand

04/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan di Thailand (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand pada 13 Agustus–3 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lima sekolah mitra dengan melibatkan mahasiswa, dosen, mitra kampus, guru, siswa, serta masyarakat sekitar.

Lima sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN yaitu Rak Islam School, Santiwit School, Santiwit Technological College, Miftahuddeen School, dan Anuban Thapraya School. Para mahasiswa dibagi ke dalam lima subunit untuk menjalankan berbagai program sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

KKN Internasional UAD di Thailand menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks internasional. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai kehidupan dan kebudayaan masyarakat Thailand, membangun kerja sama serta pertukaran budaya, sekaligus memperkenalkan nilai pendidikan dan semangat pengabdian UAD kepada masyarakat setempat.

Fokus kegiatan mencakup pendidikan, pengabdian, dan pertukaran budaya. Mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan edukatif, seperti pengenalan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, literasi digital, pengembangan karakter, seni dan budaya Indonesia, kegiatan keagamaan, serta permainan edukatif. Program tersebut dikemas melalui pendekatan pertukaran budaya sehingga mahasiswa dan siswa dapat saling mengenal dan memahami budaya Indonesia serta Thailand.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa kepada pihak sekolah, guru, dan siswa. Pada minggu pertama, mahasiswa berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, pendampingan pembelajaran, serta pertukaran budaya. Mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan Project Based Learning (PBL), seperti bercocok tanam dan budidaya ikan lele. Pada minggu kedua, mahasiswa mulai mendampingi berbagai perlombaan dan kegiatan kreatif, seperti puisi, storytelling, melukis, dan olahraga, serta kegiatan keagamaan berupa membaca Al-Qur’an dan Iqra, hafalan doa sehari-hari, surat pendek, dan sedekah.

Memasuki minggu ketiga, kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, komunikasi, dan pemecahan masalah siswa melalui permainan edukatif, seni, pengenalan budaya Indonesia, pembelajaran bahasa, serta kegiatan keagamaan. Setelah kegiatan, mahasiswa juga mengajak siswa melakukan refleksi sederhana mengenai pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh.

Menurut Raja Rasih Harianty, salah satu mahasiswa KKN, penerimaan pihak sekolah terhadap mahasiswa UAD berlangsung dengan baik dan terbuka. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah, mulai dari pembelajaran, olahraga, perlombaan, kegiatan keagamaan, seni dan budaya, hingga kegiatan besar seperti Sports Day, karnaval, dan upacara.

“Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga belajar dari budaya dan kebiasaan masyarakat Thailand,” ujar Raja.

Ia menilai antusiasme siswa menjadi salah satu pengalaman yang berkesan, khususnya ketika mahasiswa memperkenalkan makanan tradisional, batik, permainan, seni, dan Bahasa Indonesia. Interaksi tersebut juga membuat hubungan antara mahasiswa dan siswa menjadi lebih dekat.

Meski demikian, pelaksanaan KKN menghadapi sejumlah tantangan, terutama perbedaan bahasa, budaya, kebiasaan, dan metode pembelajaran. Mahasiswa mengatasinya melalui koordinasi dengan guru dan pihak sekolah, penggunaan metode pembelajaran yang sederhana dan interaktif, serta pemanfaatan Bahasa Inggris, Bahasa Thailand, dan media visual.

Raja berharap hubungan baik antara UAD, mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat Thailand dapat terus terjaga setelah program berakhir. Ia juga berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa sekaligus menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lebih adaptif, percaya diri, mampu berkomunikasi lintas budaya, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-di-Thailand-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-04 07:54:502026-09-04 07:54:50KKN Internasional UAD Dorong Pendidikan dan Pertukaran Budaya di Thailand

Prodi Informatika UAD Selenggarakan Sosialisasi Kurikulum Terbaru

04/09/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Selenggarakan Sosialisasi Kurikulum Terbaru (Foto. Septi)

Program Studi (Prodi) Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi kurikulum terbaru bersama dosen Informatika UAD, Faisal Fajri Rahani, S.Si., M.Cs., selaku pemateri. Pada kurikulum baru ini, kelompok keilmuan prodi diperbarui dari dua (sistem cerdas dan relata) menjadi tiga kelompok, yaitu Sains Data dan Kecerdasan Buatan, Pengembangan Sistem Perangkat Lunak, serta Keamanan Informasi dan Cyber. Rincian fokus topik hingga susunan dosen pembina dapat dicek langsung melalui laman web prodi.

Pihak prodi memastikan hak mahasiswa tetap terjamin selama masa transisi melalui peta konversi mata kuliah dan rekomendasi KRS setahun ke depan yang telah disiapkan tim prodi. Secara aturan SIA, mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 tetap lulus mengacu pada Kurikulum 2021, namun penyesuaian perkuliahan dilakukan lewat konversi mata kuliah dengan pendampingan dosen pembimbing akademik.

Pembaruan kurikulum ini turut mengubah alur skripsi menjadi tiga tahapan, yakni Metodologi Penelitian di semester enam, Proposal Tugas Akhir (1 SKS) di semester tujuh, dan Tugas Akhir di semester delapan. Di samping itu, mata kuliah MPTI ditiadakan dan dikonversi menjadi Komputasi Awan, sedangkan praktik magang dikonversi menjadi Kerja Praktik Teknologi Informasi (KPTI) dengan opsi magang di instansi/perusahaan atau pengerjaan proyek bersama klien.

Terkait rekomendasi KRS semester depan, mahasiswa angkatan 2025 (semester tiga) disarankan mengambil Statistika Informatika yang jadwalnya maju ke semester dua. Untuk angkatan 2024 (semester lima), prodi membuka kelas Keamanan Komputer dan Teori Bahasa Otomata (TBO) yang berpindah ke semester empat. Sementara itu, angkatan 2023 (semester tujuh) memprogramkan Bahasa Inggris Profesional, Kapita Selekta, KPTI, KKN, serta mata kuliah wajib Proposal Tugas Akhir.(Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Informatika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Selenggarakan-Sosialisasi-Kurikulum-Terbaru-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-04 07:50:532026-09-04 07:50:53Prodi Informatika UAD Selenggarakan Sosialisasi Kurikulum Terbaru
Page 3 of 437‹12345›»

TERKINI

  • Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa11/09/2026
  • KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan11/09/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Perkuat Syiar Keagamaan melalui Pengajian10/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026
  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top