Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa

Pemdes Cunca Wulang dan KKN AB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Salurkan Bantuan Korban Gempa (Foto. Acha)
Pemerintah Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pendataan warga terdampak gempa bumi. Pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan warga.
Kegiatan pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah selama tiga hari, yaitu pada 18–20 Agustus 2026. Sebanyak 15 mahasiswa KKN AB XIII UAD turut terlibat dalam proses pendataan dan pemetaan kondisi warga terdampak.
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, Pemdes Cunca Wulang bersama Pastor Paroki Sta. Maria Fatima Vangkung Boleng, Romo Beben, menyalurkan bantuan logistik pada Jumat, 21 Agustus 2026. Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Daerah Manggarai Barat, Keuskupan Labuan Bajo, dan sejumlah lembaga donor lainnya.
Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu warga terdampak gempa. “Kami bersyukur distribusi bantuan bisa berjalan lancar dan adil karena dilakukan berdasarkan hasil pendataan langsung di lapangan bersama adik-adik mahasiswa KKN AB XIII UAD,” ujarnya.
Selain melakukan pendataan, mahasiswa KKN UAD juga membantu pengelolaan administrasi dan logistik di posko utama. Data warga dikelompokkan berdasarkan kebutuhan, termasuk kebutuhan balita, lansia, dan bahan pokok, sehingga bantuan yang masuk dapat tercatat dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Bendahara KKN AB XIII UAD, Hidayatul Amamah, mengatakan pengelolaan data dan logistik menjadi bagian penting dalam proses penyaluran bantuan. “Kami berupaya mencatat kebutuhan warga secara detail agar bantuan yang datang dari berbagai pihak dapat terdata dengan baik dan disalurkan secara transparan kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Data hasil pendataan tersebut juga disiapkan sebagai bahan rujukan untuk penyaluran bantuan lanjutan melalui jaringan Muhammadiyah, termasuk LazisMU dan MDMC. Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN AB XIII UAD, Lingga Bangun Laksana, menyebut kondisi wilayah yang berbukit dan lokasi warga yang tersebar membuat pendataan perlu dilakukan secara menyeluruh.
“Data ini akan kami teruskan kepada pihak terkait seperti LazisMU dan MDMC. Harapannya, jika ada bantuan lanjutan dari jaringan Muhammadiyah, penyalurannya bisa lebih tepat sasaran karena sudah berdasarkan data warga yang terdampak,” pungkasnya. (doc/Juni)
