Prodi Akuntansi UAD Terapkan Kurikulum Internasional

Prodi Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terapkan kurikulum internasional (Foto. Prodi Akuntansi UAD)
Program Studi Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu program studi unggulan dengan menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kurikulum ini telah diselaraskan dengan International Education Standard yang dikembangkan oleh International Federation of Accountants (IFAC) untuk mendukung pembelajaran yang relevan dengan tantangan ekonomi serta bisnis masa depan.
Komitmen prodi tersebut dipaparkan dalam acara pelatihan akuntansi digital yang diselenggarakan pada Sabtu dan Ahad, 9 dan 10 Mei 2026, melalui platform daring Zoom Meeting.
Ketua Program Studi Akuntansi UAD, Sartini Wardiwiyono, S.E., M.S.Acc., Ph.D., Ak., CA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa prodi yang dipimpinnya berkomitmen mencetak calon akuntan yang memiliki kompetensi global. “Sebanyak 54 persen dosen Prodi Akuntansi bergelar doktor, memiliki profesor di bidang sistem informasi, serta banyak lulusan luar negeri seperti Inggris, Australia, Taiwan, dan Malaysia.” ujar Sartini.
Selain keunggulan tenaga pendidik, Prodi Akuntansi UAD menawarkan fleksibilitas kelulusan bagi para mahasiswanya. Mahasiswa prodi ini memiliki peluang besar untuk lulus tanpa skripsi melalui jalur publikasi artikel ilmiah atau lewat praktik kewirausahaan. Jalur ini terbukti efektif, bahkan beberapa mahasiswa tercatat mampu menyelesaikan masa studi mereka dalam waktu cepat, yakni 3 tahun 2 bulan.
Gelar yang akan diperoleh oleh lulusan adalah Sarjana Akuntansi (S.Ak.). Menariknya, gelar tersebut dapat bertambah menjadi S.Ak., CAP. jika mahasiswa berhasil lulus ujian sertifikasi Certified Accurate Professional (CAP) yang diujikan langsung oleh penyelenggara eksternal. Guna menunjang kompetensi praktis tersebut, UAD telah menyediakan berbagai fasilitas berstandar internasional, mulai dari laboratorium komputer, laboratorium akunpreneur, hingga Mini Bank Syariah Arrahman. (Septia)
