Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

Tempura kocek, inovasi camilan khas Jawa Timur karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim HuHaHinn)
Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi kuliner bertajuk Tempura Kocek pada ajang UAD FAIR #5. Produk tersebut berhasil meraih Juara II Kategori Poster Digital Usaha, sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan makanan tradisional dengan sentuhan inovasi dan konsep ramah lingkungan.
Tim yang mengusung nama HuHaHinn ini diketuai oleh Triamanda Fauzia dengan anggota Nanda Khulukil Khusna dan Anisa Nur Amanah, seluruhnya berasal dari Program Studi Teknologi Pangan UAD.
Produk yang dikembangkan tim bernama Tempura Kocek, camilan khas Jawa Timur yang memadukan tempura, kol, dan sambal menjadi satu sajian dengan cita rasa khas. Pada UAD FAIR #5, tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu Tempura Kocek Sambal Bawang, Tempura Kocek Barbecue, dan Tempura Kocek Balado. Dari ketiga varian tersebut, Tempura Kocek Sambal Bawang menjadi menu yang paling diminati pengunjung.
Keunikan produk ini tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga pada konsep yang diusung. Tim mengangkat tema go green dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik dan menggantinya menggunakan daun pisang sebagai kemasan utama. Konsep tersebut diharapkan dapat mengurangi limbah plastik sekaligus menghadirkan kesan tradisional yang lebih dekat dengan budaya lokal.
Menurut Nanda, keikutsertaan dalam UAD FAIR dilandasi keinginan untuk menambah pengalaman sekaligus memperkenalkan produk inovatif kepada masyarakat. Selain menjadi ajang kewirausahaan terbesar di UAD, kompetisi ini juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sehingga menjadi kesempatan untuk memperluas relasi dan menguji potensi produk yang dikembangkan.
Tim mempersiapkan kompetisi tersebut sejak jauh hari dengan melakukan riset mengenai produk yang sesuai dengan selera mahasiswa dan dosen, memiliki harga yang terjangkau, serta menawarkan nilai keunikan yang mampu menarik perhatian pengunjung. Selain mengikuti pameran produk, peserta juga berkesempatan mengikuti berbagai kompetisi lain, seperti video kreatif, poster digital usaha, dan sejumlah kategori perlombaan lainnya.
Dalam proses persiapan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah manajemen waktu. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan yang memiliki jadwal praktikum cukup padat sehingga harus mampu membagi waktu antara perkuliahan, praktikum, dan persiapan kompetisi.
Triamanda menambahkan, “Walaupun proses persiapannya cukup melelahkan karena harus membagi waktu dengan praktikum, kami sangat bersyukur seluruh perjuangan tim terbayar. Produk kami habis terjual dan kami juga berhasil membawa pulang Juara II Poster Digital Usaha. Pengalaman ini benar-benar menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.
Tim berharap UAD FAIR dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Mereka juga berharap waktu persiapan dan pengumpulan karya pada penyelenggaraan berikutnya dapat diperpanjang sehingga peserta dapat mempersiapkan inovasi secara lebih optimal di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. (Mawar)
