• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

UAD Kembangkan Living Lab CO₂ Merapi untuk Pemantauan Aktivitas Vulkanik

07/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan living Lab CO₂ Merapi untuk pemantauan aktivitas vulkanik (Foto. Tim Bestari)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus mendorong pengembangan riset dan teknologi untuk mendukung upaya mitigasi bencana melalui Living Lab CO₂ Merapi. Ekosistem riset tersebut dikembangkan sebagai ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memahami aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Kegiatan Living Lab CO₂ Merapi berlangsung di Merapi Valley, Nganggring, Girikerto, Sleman, pada 22 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Bestari Saintek Living Lab CO₂ Merapi UAD bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Tim Bestari Saintek Living Lab CO₂ Merapi UAD diketuai oleh Dr. Umi Salamah, S.Si., M.Sc. dari Program Studi Fisika UAD. Tim tersebut juga terdiri atas Qonitatul Hidayah, S.Si., M.Sc., Dr. Arif Rahman, S.Kom., M.Si., Apik Rusdiarna I.P., S.Si., M.T., Dr. Margi Sasono, S.Si., M.Si., dan Galih Prakoso, S.Si.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan berbagai unsur yang memiliki peran dalam pemantauan serta mitigasi kebencanaan di kawasan Merapi. Selain BPPTKG, kegiatan turut melibatkan Pemerintah Kalurahan Girikerto, Babin Kamtibmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Relawan Lingkar Merapi, Relawan Kompas Merapi, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Girikerto.

Ketua Tim Bestari Saintek Living Lab CO₂ Merapi, Dr. Umi Salamah, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa pendekatan living lab memungkinkan kawasan Merapi menjadi ruang penelitian yang berhubungan langsung dengan kondisi nyata di lapangan. “Melalui pendekatan living lab, penelitian tidak hanya dilakukan di laboratorium, tetapi juga dikembangkan dan diuji dalam konteks lingkungan nyata dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” jelas Umi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendiskusikan kondisi terkini Gunung Merapi serta pengembangan pemanfaatan data dan teknologi untuk mendukung pemahaman terhadap aktivitas vulkanik. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan hasil riset agar semakin relevan dengan kebutuhan pemantauan dan mitigasi bencana.

Living Lab CO₂ Merapi merupakan bagian dari pengembangan ekosistem hidup berbasis sains dan teknologi (Bestari Saintek) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kawasan Merapi ditempatkan sebagai ruang pembelajaran dan penelitian lapangan yang memungkinkan akademisi mengembangkan serta menguji teknologi secara langsung.

Salah satu fokus pengembangan dalam Living Lab CO₂ Merapi adalah pemantauan karbon dioksida (CO₂). Gas tersebut memiliki karakteristik penting dalam sistem vulkanik karena dapat terlepas dari magma pada kondisi tekanan yang relatif lebih tinggi atau kedalaman yang lebih besar dibandingkan sejumlah gas vulkanik lainnya.

Perubahan konsentrasi maupun laju emisi CO₂ dapat memberikan informasi mengenai perubahan proses pelepasan gas atau degassing serta dinamika sistem vulkanik. Oleh karena itu, pemantauan CO₂ menjadi salah satu aspek yang berpotensi mendukung pemahaman terhadap perubahan aktivitas gunung api.

“Pemantauan CO₂ menjadi salah satu bagian penting dalam melihat perubahan kondisi vulkanik. Karena itu, kami mencoba mengembangkan teknologi yang dapat membantu proses pengamatan secara lebih aman dan berbasis data,” tandasnya.

Berangkat dari karakteristik tersebut, Living Lab CO₂ Merapi membuka peluang pengembangan sistem pemantauan aktivitas vulkanik berbasis pencitraan optik. Teknologi ini memungkinkan proses identifikasi dan pengamatan gas dikembangkan secara nonkontak sehingga berpotensi digunakan dari lokasi yang relatif lebih aman tanpa harus selalu mendekati sumber emisi. “Ke depan, kami berharap pengembangan pencitraan optik CO₂ ini dapat mendukung proses deteksi, pemetaan, kuantifikasi, dan pemantauan perubahan CO₂ secara berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Umi, kolaborasi menjadi bagian penting dalam pengembangan Living Lab CO₂ Merapi. Keterlibatan akademisi, pemerintah, masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya memungkinkan pengembangan riset dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. “Living Lab CO₂ Merapi bukan hanya menjadi tempat untuk melakukan penelitian, tetapi juga ruang untuk membangun kolaborasi dan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat di kawasan Merapi,” ungkapnya.

Tidak hanya untuk kepentingan penelitian, kawasan Living Lab CO₂ Merapi juga dikembangkan sebagai ruang edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Salah satu fasilitas yang telah dikembangkan adalah Simulator Merapi di Merapi Valley. Fasilitas tersebut menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal kondisi dan aktivitas Gunung Merapi secara lebih interaktif.

Sejumlah kelompok yang telah mengunjungi Simulator Merapi di antaranya Relawan Merapi Girikerto, komunitas kepala sekolah dan guru SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah di sekitar kawasan Merapi, siswa SD Muhammadiyah Girikerto, anak-anak Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Pakem, serta Komunitas Pemuda Sidorejo, Girikerto.

Pemanfaatan Simulator Merapi oleh berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa Living Lab dapat menjadi ruang belajar bersama yang menghubungkan hasil pengembangan sains dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran fasilitas edukasi tersebut juga membuka kesempatan bagi pelajar, relawan, dan komunitas untuk memperoleh pemahaman mengenai kebencanaan melalui pengalaman belajar yang lebih nyata. (Mawar)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-living-Lab-CO₂-Merapi-untuk-pemantauan-aktivitas-vulkanik-Foto.-Tim-Bestari.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 11:17:052026-09-08 13:05:38UAD Kembangkan Living Lab CO₂ Merapi untuk Pemantauan Aktivitas Vulkanik
You might also like
KKN UAD Kenalkan Metode Takakura untuk Mengolah Sampah Organik
UAD Gelar Sumpah Apoteker Periode September 2026
Ember Tumpuk, Solusi Praktis Olah Sampah organik
Tim DMM DPM Farmasi Tanam 120 TOGA Bersama Masyarakat Padukuhan Nogosaren
Oatera Cookies, Camilan Sehat dari UMPO yang Berhasil Raih Empat Penghargaan di UAD FAIR 2025
Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top