• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan

11/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan (Foto. KKN)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit IV.D.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Dusun Mertelu Wetan, Kalurahan Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sekaligus mendorong kemandirian kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal.

Program penanaman TOGA dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa terhadap potensi lahan pekarangan warga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui penanaman berbagai tanaman obat, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.

Perwakilan mahasiswa KKN UAD, Ridwan, menjelaskan bahwa pemilihan program TOGA tidak terlepas dari potensi lingkungan sekaligus kebutuhan masyarakat terhadap pengetahuan mengenai tanaman obat. “KKN memilih program TOGA karena melihat adanya potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman obat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga mengenai pemanfaatan tanaman obat yang mudah ditemukan di sekitar rumah,” ujar Ridwan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan mahasiswa dan warga secara langsung dalam proses penanaman. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi ruang bertukar pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat mengenai jenis serta pemanfaatan tanaman herbal.

Ridwan menuturkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut mendapat respons positif. Warga turut berpartisipasi dalam proses penanaman dan mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan antusias. “Warga ternyata tidak mengalami kesulitan dalam proses pembuatan TOGA karena kegiatan dilakukan secara bersama-sama dan langkah-langkahnya mudah dipahami. Selain itu, warga juga terlihat antusias untuk mengenal dan menanam tanaman obat,” tambahnya.

Program penanaman TOGA tidak hanya dipandang sebagai upaya pemanfaatan lahan pekarangan, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga pengetahuan mengenai tanaman herbal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Salah seorang warga Dusun Mertelu Wetan, Aris, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan kembali tanaman herbal kepada generasi muda menjadi penting di tengah semakin berkurangnya pemahaman mengenai tanaman obat tradisional.

Aris menilai, pengetahuan mengenai tanaman herbal merupakan bagian dari kearifan lokal yang perlu dipertahankan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dan masyarakat juga dinilainya dapat menjadi ruang pembelajaran bersama. “Program yang seperti itu sangat baik. Harapannya tidak berhenti di situ, tetapi memang harus kita lestarikan,” tutur Aris.

Selain memiliki nilai edukatif, keberadaan TOGA memberikan manfaat praktis bagi masyarakat. Sejumlah tanaman yang ditanam, seperti jahe, kunyit, dan kencur, dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, baik sebagai bahan herbal maupun bumbu masakan.

Salah seorang warga, Yatno, mengungkapkan bahwa keberadaan tanaman obat di lingkungan rumah dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Menurutnya, tanaman tersebut memiliki fungsi yang beragam dan mudah dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. “Alhamdulillah, bisa membantu kita, bisa buat obat. Bisa untuk bumbu masak, bisa sangat-sangat berguna bagi masyarakat sini,” ungkap Yatno.

Hal senada disampaikan Tugiman. Ia memandang TOGA sebagai salah satu alternatif pemanfaatan bahan alami yang dapat mendukung kesehatan keluarga. Pengetahuan mengenai tanaman herbal, menurutnya, merupakan warisan yang telah lama dikenal masyarakat dan perlu terus dipelihara. “Obat tradisional itu, dikatakan kalau orang Jawa itu obatnya orang tua, ya, begitu. Obatnya semujarab,” ujar Tugiman.

Keberhasilan program TOGA tidak berhenti pada proses penanaman. Perawatan dan pemanfaatan tanaman secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar program tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.

Tugiman berharap masyarakat dapat menjaga dan mengembangkan tanaman yang telah ditanam sehingga keberadaan TOGA tidak hanya menjadi program sementara selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi keluarga di Dusun Mertelu Wetan. “Harapan saya, itu bisa diupayakan. Semoga tanaman itu bisa lebih banyak dan lebih baik. Soalnya, itu bermanfaat sekali bagi keluarga kita semua,” pungkasnya.

Melalui program penanaman TOGA, KKN Reguler 159 Unit IV.D.3 UAD berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang bertumpu pada potensi lokal. Pemanfaatan lahan pekarangan, penguatan pengetahuan mengenai tanaman herbal, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi langkah sederhana yang diharapkan dapat membangun kesadaran dan kemandirian warga dalam memanfaatkan sumber daya di lingkungan sekitar. (Mawar)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, KKN, KKN UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Hidupkan-Kembali-Pemanfaatan-Tanaman-Herbal-melalui-Program-TOGA-di-Mertelu-Wetan-Foto.-KKN-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-11 09:25:322026-09-11 09:25:32KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan
You might also like
Mahasiswa Internasional Pilih UAD, Tumbuh dalam Pengalaman Lintas Budaya
Pesan Inspiratif Bayu Aji untuk Dahlan Muda
Muchlas: Guru Muhammadiyah Harus Tangguh, Adaptif, Kreatif, Inovatif dan Solutif
Gandeng Warga Ngreyung, Mahasiswa UAD Olah Limbah Sekam Padi dengan Alat Cetak Briket Bioarang
Hal-hal yang Perlu Diajarkan kepada Generasi Penerus Bangsa
Mahasiswa KKN UAD Gelar Cek Gula Darah dan Tekanan Darah Gratis bagi Lansia di Tegalrejo

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top