Kajian Pemulihan Ekonomi Pascabencana Antarkan Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional

Ari Maskuri mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih prestasi nasional dari teliti pemulihan ekonomi pascabencana (Foto. Ari)
Isu pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana menjadi perhatian yang diangkat oleh Ari Maskuri, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dalam ajang Kompetisi Artikel Ilmiah #2 Tingkat Nasional Tahun 2026. Melalui karya ilmiahnya, Ari berhasil meraih Juara I Artikel Terbaik kategori Ekonomi Kelas B dan Juara III Presenter Terbaik kategori Ekonomi Kelas B.
Pada kompetisi tersebut, Ari mengangkat karya ilmiah berjudul “Pengaruh Bencana Alam terhadap Perekonomian Masyarakat: Analisis Kerentanan Pesisir dan Pemulihan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah”. Penelitian tersebut menganalisis dampak bencana alam terhadap kondisi ekonomi masyarakat di beberapa wilayah Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Semarang, Demak, dan Klaten.
Dalam penelitiannya, Ari menyoroti wilayah pesisir seperti Pekalongan, Semarang, dan Demak yang rentan mengalami bencana banjir rob, sedangkan Kabupaten Klaten menjadi wilayah kajian akibat dampak gempa bumi yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Fokus utama penelitian ini adalah melihat efektivitas upaya pemulihan ekonomi masyarakat setelah terdampak bencana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan finansial dan pembangunan infrastruktur yang diberikan pemerintah cenderung berjalan lebih lambat dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Sebaliknya, masyarakat terdampak yang mendapatkan pendampingan berupa pelatihan keterampilan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dinilai lebih cepat mampu memulihkan aktivitas ekonominya.
Melalui kajian tersebut, Ari menegaskan bahwa proses pemulihan ekonomi pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan materi dan perbaikan fisik semata. Menurutnya, diperlukan pendampingan yang berkelanjutan melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas masyarakat agar proses pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat dan mandiri.
Ari mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang berhasil diraih dalam kompetisi tersebut. “Rasanya sangat senang karena bisa meraih dua juara sekaligus, yaitu juara artikel dan presenter. Dibutuhkan usaha yang besar dalam menyusun artikel maupun presentasi, sehingga pencapaian ini menjadi hasil yang sangat berharga bagi saya,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran penting dalam mengembangkan kemampuan menulis dan komunikasi ilmiah. “Walaupun sudah menjadi juara, saya merasa masih banyak hal yang harus diperbaiki. Saya juga belajar bahwa penyampaian ide dalam presentasi harus lugas dan terarah. Sebab, meskipun tulisan kita bagus, jika penyampaiannya kurang baik maka maknanya tidak akan tersampaikan secara maksimal,” tambahnya.
Ia menambahkan, “Jangan berhenti untuk berkarya, baik secara tulisan maupun lisan. Sebab, kenangan yang akan terus hidup dan membekas adalah tulisan serta ucapan yang dapat diingat oleh banyak orang hingga nanti,” tuturnya. (Mawar)
