Tim PkM Farmasi UAD Beri Penyuluhan Kesehatan Terpadu Lansia di Mergangsan

Tim PkM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beri penyuluhan kesehatan terpadu lansia di Mergangsan (Foto. Tim PKM UAD)
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan program penyuluhan kesehatan terpadu. Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Lansia dengan Senam Brain Gym dan Edukasi Demensia” ini dilaksanakan secara komprehensif pada Sabtu, 18 Juli 2026 di RW 18, Mergangsan, Yogyakarta.
Program pemberdayaan ini diketuai oleh Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., dengan didampingi oleh dua anggota dosen, yakni apt. Prita Anggraini Kartika Sari, M.Farm. dan Dr. apt. Arif Budi Setianto, M.Si. Pelaksanaan di lapangan digerakkan oleh tim kolaborasi mahasiswa lintas keilmuan.
Anggota tim mahasiswa tersebut terdiri dari Fatma Marni Sarkol dan Muhammad Rafli Ichwan Rinaldo dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, serta deretan mahasiswa Program Studi Farmasi yang meliputi Evan Ardi Kusuma, Namira Nur Aufa, Lolita Asyifa, Ilvana Rajabti, Fira Dwi Salshabirah, Alivia Hedy Putri, dan Wahyu Dyah Sarahsvati Kurniawan.
Rangkaian kegiatan pada pagi hari dibuka dengan sesi senam pencegahan demensia atau Brain Gym. Senam ini dirancang khusus dengan gerakan ringan untuk merangsang memori, konsentrasi, dan saraf kognitif lansia. Manfaat positif dari rutinitas senam ini langsung dirasakan oleh peserta.
“Alhamdulillah, badan terasa lebih fresh. Daya ingat juga dirasa lebih meningkat dan tubuh terasa lebih bugar,” ungkap Ibu Putri Wijayanti, salah satu lansia peserta Brain Gym.
Setelah senam, acara dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sediaan jamu kunyit. Tim PkM Farmasi UAD tidak sekadar membuat jamu tradisional biasa, melainkan memberikan inovasi berupa penambahan lada hitam untuk mengoptimalkan penyerapan senyawa aktif yang baik bagi tubuh.
Inovasi dan edukasi takaran bahan ini mendapat apresiasi tinggi dari kader setempat. Novita Wulandari, salah satu anggota Kader Lansia RW 18, menuturkan bahwa ilmu yang diberikan sangat aplikatif bagi warga.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan informasinya sangat lengkap. Ternyata penambahan lada hitam pada kunyit asam biasa bisa memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih optimal. Selain itu, takaran pembuatannya mudah dipraktikkan, serta bahan-bahannya pun murah dan terjangkau,” jelas Novita.
Memasuki sore hari, fokus kegiatan beralih pada pelayanan cek kesehatan komprehensif bagi para lansia. Sesi pemeriksaan ini dipadukan dengan pemaparan materi edukasi mengenai pentingnya kualitas tidur yang baik. Lansia diberikan pemahaman mengenai pola istirahat yang tepat agar tubuh tetap bugar di usia senja.
Didukung penuh oleh pihak Kader Lansia RW 18, seluruh rangkaian kegiatan dari pagi hingga sore ini diharapkan mampu mendorong para lansia di Mergangsan untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan secara holistik, baik melalui aktivitas fisik yang rutin, pola tidur teratur, maupun pemanfaatan sediaan herbal secara tepat dan terstandar. (Mei)
