• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Makna Hijrah Rasulullah saw.

23/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Drs. H. Masykur Azahri, M.A. (Foto. Mawar)

Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengangkat tema “Makna dan Hijrah Rasulullah saw.”. Kajian tersebut menghadirkan Drs. H. Masykur Azahri, M.A., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jemaah menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta meneladani perjuangan Rasulullah saw. dalam berhijrah.

Mengawali kajian, Ustaz Masykur menjelaskan bahwa bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah Swt. Pada bulan tersebut, setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, sementara perbuatan maksiat memiliki konsekuensi dosa yang lebih besar.

“Bulan Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah. Kalau seseorang berbuat maksiat, dosanya lebih besar. Sebaliknya, jika melaksanakan kebaikan dan ketaatan kepada Allah, maka pahalanya akan dilipatgandakan. Karena itu, mari kita manfaatkan hari-hari di bulan Muharam dengan memperbanyak amal saleh,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama bulan Muharam memiliki keutamaan tersendiri. Menurutnya, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah, menghadiri majelis ilmu, memperbanyak sedekah, serta memperkuat hubungan dengan Allah Swt.

Ia turut menjelaskan makna Hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharam, yang memiliki banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi. Ia menyebutkan bahwa pada hari tersebut Allah Swt. menerima tobat Nabi Adam a.s., menyelamatkan Nabi Yunus a.s. dari perut ikan, menyelamatkan Nabi Nuh a.s. dari banjir besar, menyelamatkan Nabi Ibrahim a.s. dari api Raja Namrud, serta menyelamatkan Nabi Musa a.s. dari kejaran Firaun.

Menurutnya, kemuliaan bulan Muharam tidak boleh dipahami sebagai bulan yang membawa kesialan atau pantangan tertentu sebagaimana berkembang dalam sebagian tradisi masyarakat.

“Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah, bukan bulan yang harus ditakuti. Yang perlu kita lakukan adalah memperbanyak amal kebaikan, bukan mempercayai berbagai mitos yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak jemaah untuk membangun “benteng kehidupan” agar senantiasa mendapatkan perlindungan Allah Swt. Benteng tersebut, menurutnya, bukan diwujudkan melalui ritual-ritual tertentu, melainkan melalui akhlak dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Benteng kehidupan itu dibangun dengan menjaga lisan, memperbanyak sedekah, menjaga silaturahmi, memperbanyak doa, dan senantiasa berzikir kepada Allah. Itulah benteng yang akan menjaga kehidupan seorang muslim,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa menjaga lisan menjadi salah satu kunci utama terciptanya kehidupan yang damai. Banyak persoalan, mulai dari pertengkaran hingga perpecahan, berawal dari ucapan yang tidak dijaga dengan baik. Selain itu, sedekah juga disebut sebagai salah satu amalan yang mampu menjadi penolak berbagai musibah.

Memasuki pembahasan utama, Ustaz Masykur mengulas makna hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Ia menegaskan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan titik awal kebangkitan peradaban Islam yang dilandasi perjuangan, kesabaran, dan keimanan.

Selama berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW menghadapi berbagai bentuk penindasan, intimidasi, hingga kekerasan. Meski demikian, beliau tetap menunjukkan akhlak mulia dalam menghadapi setiap perlakuan tersebut.

Sebagai teladan, Ustaz Masykur mengisahkan seorang perempuan yang setiap hari meludahi Rasulullah SAW ketika beliau berangkat menuju masjid. Ketika suatu hari perempuan tersebut tidak terlihat, Rasulullah justru mencari tahu keadaannya dan mendatangi rumahnya karena mengetahui bahwa ia sedang sakit.

“Rasulullah tidak membalas keburukan dengan keburukan. Beliau justru menjenguk orang yang selama ini menyakitinya. Akhlak seperti inilah yang akhirnya mampu melunakkan hati dan menjadi jalan hidayah bagi banyak orang,” paparnya.

Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa hijrah sejati bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah menuju akhlak yang lebih baik, mampu memaafkan, serta membalas keburukan dengan kebaikan.

Di akhir kajian, Ustaz Masykur mengutip hadis Rasulullah SAW tentang tiga golongan yang akan memperoleh derajat tinggi karena rahmat Allah, yaitu orang yang tetap memberi kepada mereka yang tidak pernah memberi, menyambung silaturahmi dengan orang yang memutuskannya, serta memaafkan orang yang pernah menzaliminya.

Ia berharap nilai-nilai hijrah Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan, terutama pada bulan Muharam yang penuh kemuliaan. Dengan memperkuat ibadah, menjaga akhlak, serta memperbanyak amal saleh, setiap muslim diharapkan mampu menjadikan hijrah sebagai proses perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi sesama. (Mawar)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Drs.-H.-Masykur-Azahri-M.A.-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-23 08:18:382026-07-23 08:18:38Makna Hijrah Rasulullah saw.
You might also like
Kemeriahan Closing Ceremony P2K UAD Tahun 2022
Dosen UAD Adakan PKM untuk Atasi Stunting Berbasis Pangan Lokal
KKN Desa Ngereog
Upacara Milad ke-61 dan Laporan Tahunan Rektor UAD
LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 185
UAD Raih Peringkat Terbaik 2 pada Anugerah Program Leapfrogging LLDIKTI Wilayah V 2025

TERKINI

  • PERSADA UAD Salurkan Donasi Air Bersih di Gunungkidul26/10/2026
  • Dari Menjaga ke Memakmurkan, LPSI UAD Perkuat Tata Kelola Takmir Masjid Kampus26/10/2026
  • BEM Farmasi UAD Perluas Wawasan Global Mahasiswa Lewat Short Course 2026 di IKOP Pharma Malaysia26/10/2026
  • FK UAD Lantik 29 Dokter Baru pada Sumpah Dokter Periode V23/10/2026
  • Teknologi untuk Perkuat Ideologi, Rektor UAD Paparkan Kerangka Transformasi Digital ‘Aisyiyah23/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top