Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional, Teliti Duolingo dalam Meningkatkan Self-Directed Learning

Isna Rodiana Binti Munawaroh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara nasional dari teliti Duolingo (Foto. Mawar)
Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa menjadi topik yang mengantarkan Isna Rodiana Binti Munawaroh meraih prestasi pada Kompetisi Artikel Ilmiah #2 Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kompetisi yang diikuti oleh 557 peserta dari 43 perguruan tinggi di seluruh Indonesia tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting. Isna berhasil meraih Juara II Artikel Terbaik kategori Pendidikan Kelas A dan Juara I Presenter Terbaik kategori Pendidikan Kelas A.
Dalam ajang tersebut, Isna mengangkat artikel ilmiah berjudul “Hubungan Intensitas Penggunaan Duolingo dengan Kemandirian Belajar (Self-Directed Learning) Bahasa Inggris Mahasiswa Non-PBI”. Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara intensitas penggunaan aplikasi pembelajaran bahasa Duolingo dengan tingkat kemandirian belajar mahasiswa yang tidak berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan micro-learning yang diterapkan Duolingo, yaitu pembelajaran singkat kurang dari 10 menit setiap hari, mampu membantu mahasiswa membangun kebiasaan belajar secara konsisten. Melalui sistem gamifikasi seperti daily streak, poin penghargaan, dan target harian, mahasiswa terdorong untuk belajar secara mandiri tanpa merasa terbebani.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kemandirian belajar yang terbentuk tidak berhenti pada penggunaan aplikasi semata. Mahasiswa yang aktif menggunakan Duolingo cenderung lebih percaya diri untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris melalui aktivitas lain, seperti menonton film tanpa instruksi khusus, mendengarkan lagu berbahasa Inggris, mencari kosakata baru secara mandiri, hingga mengeksplorasi berbagai sumber belajar digital seperti podcast. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi pembelajaran berbasis gamifikasi dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan budaya belajar mandiri yang berkelanjutan.
Isna mengaku proses mengikuti kompetisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena harus membagi waktu dengan berbagai aktivitas akademik pada semester empat. “Tidak semulus biasanya karena di semester empat saya berada pada fase baru yang menuntut banyak hal untuk dikerjakan secara bersamaan. Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menyelesaikan kompetisi dalam waktu yang cukup singkat menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi saya, setiap hal yang sudah dimulai harus diselesaikan dengan usaha terbaik yang bisa diberikan,” ungkapnya.
Menurutnya, kompetisi ini menjadi sarana belajar yang berharga untuk meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah dan mempersiapkan diri menghadapi tugas akademik di masa mendatang. “Harapan saya, kompetisi ini dapat menjadi langkah untuk terus berkembang dalam bidang penulisan karya ilmiah, khususnya dalam mempelajari publikasi ilmiah sebagai bekal menghadapi tugas akhir nanti,” tambahnya.
Melalui penelitian tersebut, Isna berharap pemanfaatan platform pembelajaran digital seperti Duolingo dapat semakin mendorong mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan memanfaatkan teknologi secara optimal dalam mendukung proses pembelajaran. (Mawar)









