• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Prodi BK UAD Gelar Camp Counseling 2026

05/10/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Bimbingan dan Konselin (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Camp Counseling 2026 (Foto. Septia)

Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Camp Counseling 2026. Kegiatan ini diselenggarakan guna membekali serta membangun komitmen mahasiswa baru agar menjadi calon konselor yang unggul dan berkemajuan.

Dalam arahannya, Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menekankan pentingnya membangun jejaring dan hubungan antarsesama sejak awal masa perkuliahan.

“Orang-orang yang bisa melejit posisinya sampai mana pun itu pasti punya koneksi yang lebih banyak,” kata Sayuti.

Sementara itu, Ketua Program Studi BK FKIP UAD, Dr. Irvan Budhi Handaka, S.Pd., M.Pd., mendorong seluruh mahasiswa baru untuk berani keluar dari zona nyaman selama berproses di kampus. “Mari kita tumbuh bersama di Program Studi Bimbingan dan Konseling UAD.”

Rangkaian sesi materi diisi oleh Guru Besar BK UAD, Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan penguatan komitmen, integritas, serta growth mindset calon konselor. Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Dosen BK UAD, Dr. Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd., yang mengulas tantangan, peluang karier, serta penyusunan peta jalan (roadmap) empat tahun perkuliahan.

Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Dosen Pembimbing Akademik (DPA) guna mendiskusikan perencanaan studi dan proses adaptasi kampus. Kegiatan Camp Counseling 2026 kemudian ditutup dengan pementasan seni dari mahasiswa baru yang menampilkan beragam bakat serta kebersamaan antarpeserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan dapat memelihara komitmen profesi secara utuh dan konsisten guna mewujudkan lulusan BK UAD yang unggul serta berkemajuan. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Bimbingan-dan-Konselin-BK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Camp-Counseling-2026-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-05 09:55:022026-10-05 09:55:02Prodi BK UAD Gelar Camp Counseling 2026

Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak

28/09/2026/in Feature /by Ard

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. (Foto. Humas UAD)

Menuntut ilmu hingga ke jenjang perguruan tinggi bukan sekadar rutinitas mengejar gelar. Pesan itulah yang ditekankan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. dalam agenda Good Talk Off Air di Museum Muhammadiyah Kampus IV UAD, Kamis, 24 September 2026. Ia menegaskan bahwa esensi sejati dari belajar adalah kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat (problem solving).

Namun dalam kenyataannya, apa yang dipelajari di kampus sering kali belum terhubung dengan kebutuhan warga di lapangan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang berulang dari tahun ke tahun menjadi salah satu bukti bahwa banyak persoalan mendasar di desa belum terselesaikan secara berkelanjutan.

“Berapa puluh tahun mahasiswa datang silih berganti KKN di sebuah desa, tetapi masalah sampah dan problem mendasar di kampung itu nyatanya tidak pernah benar-benar tuntas. Di satu sisi, riset akademisi sering kali hanya berhenti di atas kertas tanpa menyentuh persoalan riil masyarakat,” ungkapnya.

Ia melihat pangkal masalahnya terletak pada kebiasaan kerja yang masih terkotak-kotak dan berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah daerah berjalan dengan programnya sendiri, kampus sibuk dengan target akademiknya, dan masyarakat bergelut sendirian dengan problem hariannya. Ibarat deretan tiang kabel di pinggir jalan yang saling tumpang tindih tanpa keterpaduan, semua pihak berjalan masing-masing tanpa menyambung ke titik temu yang sama.

Dari kegelisahan itulah, Sayuti menawarkan arah gerak baru melalui tiga pilar kolaborasi konkret. Pertama, menyatukan langkah kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam program multitahun yang berbasis pada misi riil daerah. Kedua, membangun relasi kampus dan industri yang bermakna, bukan sekadar penandatanganan lembaran MoU atau magang formalitas, melainkan perancangan kurikulum bersama yang selaras dengan kebutuhan zaman. Ketiga, meruntuhkan tembok pembatas antarkampus agar perguruan tinggi bisa duduk bersama, saling berjejaring, dan menggagas aksi nyata kolektif seperti KKN bersama demi menyelesaikan persoalan publik.

Di tengah dinamika kebijakan yang kerap berubah, Sayuti menaruh harapan besar di pundak generasi muda untuk berani memutus mata rantai budaya jalan sendiri-sendiri tersebut. Baginya, transformasi pendidikan tidak bisa ditunggu dari atas, melainkan harus dimulai dari fondasi yang paling mendasar, yakni membangun budaya mutu dan menjunjung tinggi kehormatan ilmu pengetahuan.

“Kunci terpenting yang perlu kita bawa pulang adalah prinsip 3M: mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini. Bekali anak-anak kita dengan kecakapan learning to learn, kemampuan untuk terus belajar mandiri. Karena hanya dengan menghargai ilmu dan berkolaborasi secara konkret, peradaban bangsa ini dapat benar-benar melangkah maju,” pungkasnya. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dekan-Fakultas-Keguruan-dan-Ilmu-Pendidikan-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Muhammad-Sayuti-M.Pd_.-M.Ed_.-Ph.D.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 08:56:352026-09-28 08:58:02Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak

Dosen UAD Bekali Guru SD Muhammadiyah Bodon Keterampilan Public Speaking

23/09/2026/in Terkini /by Ard

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali guru SD Muhammadiyah Bodon keterampilan public speaking (Foto. Istimewa)

Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Patria Handung Jaya, S.Pd., M.A., memberikan lokakarya public speaking kepada pendidik SD Muhammadiyah Bodon pada 3 September 2026. Kegiatan tersebut membahas keterampilan berkomunikasi di depan publik, penyampaian pesan kepada wali murid, serta pentingnya sikap dan etika dalam berkomunikasi.

Dalam kegiatan tersebut, Handung menjelaskan pentingnya kemampuan komunikasi bagi pendidik, khususnya ketika berinteraksi dengan orang tua siswa dan masyarakat. Menurutnya, kemampuan menyampaikan pesan secara jelas dan persuasif perlu disertai dengan kesantunan agar komunikasi dapat berlangsung secara efektif.

Handung juga membahas peran sikap dan tutur kata pendidik dalam membangun citra sekolah. Cara guru berkomunikasi dengan masyarakat, termasuk wali murid, menjadi bagian dari interaksi yang perlu diperhatikan dalam lingkungan pendidikan.

Diskusi kemudian membahas sejumlah kendala yang dihadapi pendidik dalam berkomunikasi dengan wali murid. Para peserta menyampaikan bahwa komunikasi dengan siswa relatif lebih mudah dilakukan, sedangkan interaksi dengan orang tua siswa terkadang membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Menanggapi hal tersebut, Handung menjelaskan bahwa keterampilan public speaking dapat dikembangkan melalui latihan yang terarah. Ia menekankan pentingnya memperhatikan nada suara, bahasa tubuh, dan gestur ketika memulai komunikasi. Unsur komunikasi verbal dan nonverbal tersebut dapat memengaruhi kesan awal dalam sebuah percakapan.

Selain teknik komunikasi, Handung membagikan strategi untuk menghadapi rasa cemas ketika berbicara di depan umum. Para pendidik diarahkan untuk mengalihkan rasa takut dengan memusatkan perhatian pada solusi dan pesan yang ingin disampaikan. Strategi tersebut dapat membantu pendidik tampil lebih tenang dan percaya diri ketika berinteraksi dengan wali murid maupun masyarakat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan mengaitkan materi pada pengalaman peserta dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan situasi komunikasi yang mereka hadapi di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, para pendidik SD Muhammadiyah Bodon diharapkan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi publik serta menerapkannya secara efektif, santun, dan profesional dalam berinteraksi dengan wali murid dan masyarakat.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-guru-SD-Muhammadiyah-Bodon-keterampilan-public-speaking-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-23 11:54:192026-09-23 11:54:19Dosen UAD Bekali Guru SD Muhammadiyah Bodon Keterampilan Public Speaking

Dosen UAD Raih Pencatatan Hak Cipta melalui Model Pembelajaran ExO-RICH

01/09/2026/in Terkini /by Ard

Dra. Zuchrotus Salamah, M.Si., dosen Prodi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Zuchrotus S.)

Dra. Zuchrotus Salamah, M.Si., dosen tetap Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berhasil meraih pencatatan Hak Cipta atas karya inovasi pembelajaran yang dikembangkannya. Karya tersebut berupa buku model pembelajaran berjudul Model Pembelajaran ExO-RICH (Experiential Outdoor Learning Berbasis Reflection, Innovation, Collaboration, Holistic).

Surat Pencatatan Ciptaan tersebut diterima Salamah pada puncak peringatan Hari Pengayoman ke-81 di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta. Pencatatan ini menjadi bentuk perlindungan hukum sekaligus pengakuan terhadap inovasi pembelajaran yang dikembangkan untuk mendukung proses belajar mahasiswa.

Gagasan pengembangan ExO-RICH berawal dari keprihatinan Salamah terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang dinilai masih belum berkembang secara optimal. “Karya ini berawal dari keprihatinan saya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang masih belum berkembang secara optimal. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa masih cenderung pasif, kurang terbiasa menyusun argumen secara logis, dan belum banyak melakukan refleksi secara mendalam terhadap proses maupun hasil belajarnya,” jelas Salamah.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri mahasiswa maupun lingkungan pembelajaran. Faktor internal meliputi motivasi, sikap belajar, dan kemandirian, sedangkan faktor eksternal mencakup strategi pembelajaran, lingkungan belajar, serta peran dosen dalam memfasilitasi proses belajar.

Selain itu, materi Morfologi Tumbuhan memiliki karakteristik yang akan lebih mudah dipahami apabila mahasiswa dapat mengamati objek secara langsung dan visual. Kondisi tersebut mendorong Salamah mengembangkan model pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan luar kelas.

“ExO-RICH kemudian saya kembangkan sebagai upaya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif bagi mahasiswa,” tuturnya.

ExO-RICH memiliki keunggulan pada kebaruan konsep, tahapan pembelajaran, serta penerapannya. Model tersebut mengintegrasikan experiential learning dan outdoor learning dalam satu kerangka pembelajaran. Selain itu, sintaks atau tahapan pembelajarannya dirancang untuk mendukung pengalaman belajar, refleksi, kolaborasi, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Model pembelajaran tersebut telah diterapkan dalam pembelajaran Morfologi Tumbuhan. Melalui ExO-RICH, mahasiswa tidak hanya mempelajari materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan objek yang dipelajari.

Salamah berharap model pembelajaran tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif. Dengan demikian, ExO-RICH dapat mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia nyata.

Ke depan, ExO-RICH juga dapat dikembangkan dan diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan maupun mata kuliah lainnya. Bagi perguruan tinggi, model tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap inovasi pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan calon guru dan calon peneliti yang adaptif serta mampu berpikir kritis dalam menghadapi persoalan.

Dalam proses memperoleh perlindungan Hak Cipta, Salamah mendaftarkan karyanya melalui Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UAD dengan melengkapi sejumlah dokumen yang dipersyaratkan. Bagi dosen UAD, proses pengurusan HKI dapat dilakukan secara terpadu melalui Sentra HKI sehingga tidak perlu melakukan pendaftaran secara langsung ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Salamah menyampaikan bahwa Sentra HKI UAD memiliki peran besar dalam membantu proses pengajuan Hak Cipta. Pendampingan tersebut membuat proses administrasi menjadi lebih mudah dan terarah. “Peran Sentra HKI UAD sangat besar. Saya tidak perlu mengurus proses pendaftaran secara langsung karena Sentra HKI telah membantu menyiapkan berbagai perangkat administrasi yang diperlukan. Saya cukup melengkapi data dan dokumen yang diminta,” ungkapnya.

Apabila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam dokumen, pihak Sentra HKI turut memberikan informasi dan mendampingi proses perbaikannya. Hal tersebut dinilai sangat membantu Salamah hingga proses pengajuan HKI dapat diselesaikan dengan baik.

Menerima sertifikat pencatatan ciptaan secara langsung pada puncak peringatan Hari Pengayoman ke-81 menjadi pengalaman yang membahagiakan bagi Salamah. Ia mengaku senang sekaligus bersyukur karena karya yang dikembangkan memperoleh perlindungan hukum.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur mendapatkan kesempatan untuk hadir di Kementerian Hukum dan menerima secara langsung sertifikat pencatatan HKI. Bagi saya, penerimaan sertifikat tersebut bukan hanya menjadi bentuk penghargaan terhadap karya yang telah dihasilkan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasi pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa dan pendidikan,” ujarnya.

Atas capaian tersebut, Salamah mengajak dosen dan mahasiswa UAD untuk terus menghasilkan karya dan tidak ragu menuangkan ide kreatif dalam berbagai bentuk. Menurutnya, setiap gagasan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat sekaligus memperoleh perlindungan hukum. “Jangan ragu untuk menuangkan ide dan kreativitas dalam bentuk karya, kemudian memberikan perlindungan hukum terhadap karya tersebut melalui pendaftaran Hak Cipta,” pesannya.

Menurut Salamah, perlindungan Hak Cipta penting agar karya yang telah dihasilkan memiliki kepastian hukum dan dapat terus dikembangkan. Ia menilai, menghasilkan karya tidak semata-mata untuk memperoleh pengakuan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi bagi pendidikan dan masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dra.-Zuchrotus-Salamah-M.Si_.-dosen-Prodi-Pendidikan-Biologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Zuchrotus-S.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-01 09:34:112026-09-01 09:34:11Dosen UAD Raih Pencatatan Hak Cipta melalui Model Pembelajaran ExO-RICH

UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire

20/08/2026/in Terkini /by Ard

Peresmian gym Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar acara Doa Bersama dalam rangka Pembukaan Gym UAD yang berlangsung di Kampus V UAD pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., tersebut menjadi bagian dari upaya UAD dalam mendukung kesehatan fisik sivitas akademika, khususnya dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

Gym UAD didukung oleh Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UAD dan dikelola oleh FKIP di bawah koordinasi Universitas Ahmad Dahlan. Fasilitas tersebut hadir sebagai ruang kebugaran yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan tendik UAD untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental.

Dalam sambutannya, Muhammad Sayuti menyampaikan bahwa keberadaan Gym UAD merupakan bagian dari program tim kerja wellbeing yang telah dikembangkan FKIP. Program tersebut mencakup berbagai aktivitas kebugaran yang telah terlaksana, seperti yoga, senam, dan badminton.

“Tim wellbeing ini sudah beberapa tahun kita hadirkan untuk memberi ruang dan fasilitas agar dosen dan tenaga kependidikan itu sehat lahir batin. Jadi, kita berkewajiban mendukung agar pegawai UAD itu badannya sehat,” ungkapnya.

Muhammad Sayuti juga menyampaikan apresiasi kepada PPG UAD dan universitas atas dukungan yang diberikan sehingga Gym UAD dapat diwujudkan. Menurutnya, respons terhadap fasilitas tersebut cukup positif. Hal ini terlihat dari jumlah anggota bulanan yang telah mencapai sekitar 35 orang serta tingkat kunjungan yang cukup tinggi meskipun gym belum secara resmi dibuka.

Ia berharap keberadaan Gym UAD dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Beliau berharap fasilitas baru ini dapat menjadi ruang bagi pegawai UAD untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD, Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia. Hal ini sesuai dengan tagline yang diusung Gym UAD.

“Gym ini memiliki tiga semboyan, yaitu move, grow, dan inspire. Move berarti kita harus bergerak, bukan hanya pikirannya, tetapi juga badannya. Grow berarti pikiran harus tumbuh, begitu pula dengan kesehatan. Inspire artinya kita harus bisa menginspirasi orang lain agar turut berupaya menjaga kesehatan,” ujarnya.

Dr. Norma juga mengingatkan agar pemanfaatan Gym UAD tetap dilakukan secara seimbang dengan tanggung jawab pekerjaan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu sivitas akademika mengelola prioritas sehingga kewajiban pekerjaan tetap berjalan, sementara kesehatan juga tetap terjaga.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta pengangkatan barbel secara simbolis oleh jajaran pimpinan UAD. Prosesi tersebut menjadi penanda dibukanya Gym UAD secara resmi dan sekaligus menggambarkan semangat menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi berkeliling dan melihat secara langsung fasilitas Gym UAD. Melalui hadirnya fasilitas ini, UAD berharap dosen dan tendik dapat memanfaatkannya sebagai ruang untuk menjaga kebugaran dan kesehatan dalam mendukung aktivitas di lingkungan kampus. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Peresmian-gym-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-20 11:58:472026-08-20 11:58:47UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire

Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional

20/08/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Hana Lin Zakiyah Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) peraih tiga kejuaraan nasional (Foto. Hana)

Prestasi membanggakan diraih Hana Lin Zakiyah mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan meraih tiga penghargaan dalam Lomba Video Kreatif, Presentasi Oral, dan Poster Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD. Hana meraih Juara II Short Video Kelas A, Juara I Poster Subtema Pendidikan Berkemajuan Kelas A, serta Juara Harapan I Presentasi Oral Subtema Sosial, Sastra, dan Budaya Kelas B. Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti mahasiswa S1 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rangkaian kompetisi berlangsung pada 22 Mei hingga 15 Juni 2026. Kegiatan diawali dengan pendaftaran pada 22–30 Mei, pelatihan pada 31 Mei, dan technical meeting pada 1 Juni. Peserta kemudian mengumpulkan karya pada 2–8 Juni yang diperpanjang hingga 10 Juni, sebelum memasuki tahap kurasi dan penilaian pada 10–13 Juni. Seluruh rangkaian ditutup dengan pengumuman pemenang pada 15 Juni 2026.

Dalam mempersiapkan karya, Hana melalui berbagai tahapan, mulai dari menentukan isu, melakukan brainstorming, mencari referensi, menyebarkan kuesioner untuk kebutuhan presentasi oral, mengolah data, membuat karya, hingga melakukan revisi. “Prosesnya cukup panjang karena kami tidak hanya membuat karya, tetapi juga harus memastikan isu yang diangkat memiliki dasar yang kuat dan bisa memberikan pesan yang jelas kepada audiens,” ungkap Hana.

Ketiga karya yang dihasilkan mengangkat tema berbeda tetapi sama-sama berkaitan dengan pengembangan mahasiswa dan masa depan. Pada kategori poster, Hana mengangkat “Flashcard: Inovasi Belajar Mahasiswa untuk Pendidikan Berkemajuan” sebagai media belajar yang sederhana dan kreatif. Sementara itu, presentasi oral bertajuk “Literasi Produktif: Transformasi Mahasiswa dari Pembaca Pasif Menjadi Penulis Solutif Masa Depan” mendorong mahasiswa untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menghasilkan gagasan dan solusi melalui tulisan.

Adapun karya Short Video berjudul “Aku di Masa Depan” yang mengajak mahasiswa merefleksikan diri dan membayangkan kehidupan di masa mendatang. Bagi Hana, ketiga karya tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan gagasan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. “Saya berharap pengalaman ini tidak berhenti pada pencapaian lomba saja, tetapi bisa membantu saya lebih kritis dalam melihat persoalan sosial, lebih kreatif dalam menghasilkan ide, dan mampu menciptakan inovasi yang benar-benar memberikan dampak,” pungkasnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hana-Lin-Zakiyah-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-peraih-tiga-kejuaraan-nasional-Foto.-Hana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-20 11:49:392026-09-08 13:00:02Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional

Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 2026

19/08/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih gold dan silver medal pada essay national competition 2026 (Foto. PBI UAD)

Kolaborasi lintas perguruan tinggi membawa tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menorehkan prestasi dalam Essay National Competition 2026. Tim yang terdiri atas Zahra Qurratu Ainii, Chantika Nurul Af’idah, dan Nazhiifa Hanun Nirwasita (UAD) bersama dua mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil meraih Gold Medal pada kategori Essay Presentation Subtema Pariwisata dan Budaya serta Silver Medal pada kategori Poster Presentation Subtema Hukum, Sosial, dan Ekonomi. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Bogor Science Club.

Kompetisi tingkat nasional tersebut dilaksanakan secara luring di IPB pada 6–7 Juni 2026. Rangkaian kegiatan meliputi babak semifinal essay presentation dan poster presentation, dilanjutkan dengan presentasi delapan besar atau grand final. Peserta juga mengikuti mini seminar mengenai publikasi ilmiah yang diisi oleh dosen IPB sebelum acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan.

Pada kategori Essay Presentation, tim mengangkat inovasi untuk memperkenalkan seni budaya ketoprak melalui pendekatan Pentahelix, yaitu kolaborasi lima unsur penting dalam pengembangan dan pelestarian budaya. Sementara itu, pada kategori Poster Presentation, tim menghadirkan gagasan “Why-Invest Shield”, berupa konsep mata kuliah investasi bagi mahasiswa di lingkungan pendidikan. Kedua gagasan tersebut menjadi upaya tim untuk mengubah ide sederhana menjadi solusi yang dapat dikembangkan dan memberikan manfaat lebih luas.

Persiapan tim telah dilakukan sejak Desember melalui proses penyusunan paper. Menjelang kompetisi, tim juga melakukan latihan presentasi secara intensif untuk mematangkan penyampaian gagasan. Zahra sebagai perwakilan tim mengungkapkan “Kolaborasi lintas universitas menjadi salah satu pengalaman menarik bagi kami karena harus menyatukan ide, membagi tugas, dan membangun komunikasi dengan anggota yang berasal dari latar belakang kampus berbeda.”

Keikutsertaan dalam kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi tim untuk mengembangkan keterampilan menulis, memperluas relasi, dan belajar bekerja sama dengan mahasiswa dari universitas lain. “Kami ingin mengembangkan dan menyalurkan ide yang kami miliki agar bisa memberikan dampak nyata di masa depan,” tutupnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-gold-dan-silver-medal-pada-essay-national-competition-2026-Foto.-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:34:382026-08-19 08:34:38Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 2026

HISKI UAD Masuk Sekolah: Perkuat Literasi Sastra dalam Penyusunan Soal TKA

14/08/2026/in Terkini /by Ard

HISKI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkuat literasi sastra dalam penyusunan soal TKA di Sekolah (Foto. Yosi)

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan “HISKI UAD Masuk Sekolah” di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan yang bertajuk “Workshop dan Diseminasi Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam Terintegrasi Kisi-Kisi TKA dan Penguatan Literasi Sastra dalam Penyusunan Soal TKA” ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru Bahasa Indonesia dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, ketua panitia, serta Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., selaku Ketua HISKI Komisariat UAD. Dalam sambutannya, Yosi menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, MGMP, dan sekolah untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang semakin adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan tanpa meninggalkan kekuatan literasi dan apresiasi sastra.

Pada kegiatan tersebut, HISKI UAD secara khusus memberikan materi tentang penguatan literasi sastra dalam penyusunan soal TKA. Materi membahas bagaimana teks sastra dapat dipilih, diolah, dan dikembangkan menjadi stimulus soal yang tidak sekadar mengukur kemampuan mengingat unsur-unsur karya sastra, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami, menafsirkan, mengevaluasi, serta merefleksikan makna teks secara lebih mendalam.

Penguatan tersebut menjadi penting karena pembelajaran sastra memiliki potensi besar untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui pembacaan terhadap tokoh, konflik, latar, sudut pandang, gaya bahasa, nilai, serta berbagai kemungkinan interpretasi dalam teks. Oleh karena itu, penyusunan soal TKA berbasis teks sastra diharapkan mampu mengarahkan peserta didik pada proses membaca yang analitis dan kritis.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para guru Bahasa Indonesia yang hadir. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman mengenai pembelajaran dan penyusunan soal yang selama ini diterapkan di sekolah masing-masing. Diskusi juga berkembang pada persoalan pemilihan teks sastra yang layak, pengembangan stimulus, penyusunan distraktor, hingga strategi membiasakan peserta didik menghadapi soal berbasis penalaran.

Melalui kegiatan ini, para guru berharap memperoleh pemahaman dan strategi yang semakin kuat untuk mengintegrasikan literasi sastra dalam pembelajaran sekaligus dalam penyusunan soal TKA. Penguatan kapasitas guru tersebut diharapkan bermuara pada meningkatnya kemampuan literasi dan penalaran peserta didik sehingga capaian TKA peserta didik di sekolah masing-masing dapat terus meningkat.

Program HISKI UAD Masuk Sekolah juga menjadi bagian dari komitmen HISKI Komisariat UAD untuk mendekatkan kajian dan pengembangan sastra dengan kebutuhan nyata di sekolah. Melalui kolaborasi bersama MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Yogyakarta, HISKI UAD berharap ruang berbagi praktik baik seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia dan sastra. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-perkuat-literasi-sastra-dalam-penyusunan-soal-TKA-di-Sekolah-Foto.-Yosi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-14 10:00:452026-08-18 11:26:44HISKI UAD Masuk Sekolah: Perkuat Literasi Sastra dalam Penyusunan Soal TKA

Mahasiswa MPBI UAD Ajak Santri TPA Sidikan Belajar Bahasa Inggris

03/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa MPBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi santri TPA Sidikan bahasa Inggris (Foto. Tim Prodamat MPBI UAD)

Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) melalui kegiatan bertema “Let’s Speak English! Belajar Bahasa Inggris Praktis dan Menyenangkan untuk Santri TPA Sidikan” pada Selasa dan Rabu, 28–29 Juli 2026. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris santri melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut melibatkan lima mahasiswa MPBI UAD, yakni Revi Ardita, Rinda Nastopiya, Khairun Nisa, Mochammad Abrorrudin, dan Muhammad Taufiq Ulinuha. Selama dua hari, mereka mendampingi puluhan santri TPA Sidikan dalam mengenal kosakata dan ungkapan dasar bahasa Inggris yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Acara dibuka oleh dosen pembimbing PRODAMAT, Akmal, bersama Direktur TPA Sidikan, Santi. Dalam sambutannya, Akmal mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, PRODAMAT tidak hanya menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi para santri sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan kompetensi akademiknya di tengah masyarakat,” ujar Akmal.

Sementara itu, Santi menyambut baik pelaksanaan PRODAMAT di TPA Sidikan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena materi disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa MPBI UAD yang telah memilih TPA Sidikan sebagai lokasi kegiatan. Semoga anak-anak semakin percaya diri untuk mengenal dan belajar bahasa Inggris sejak dini,” kata Santi.

Selama pelaksanaan kegiatan, para santri mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran secara aktif dan antusias. Mahasiswa MPBI UAD menerapkan metode belajar yang komunikatif, praktis, dan menyenangkan sehingga peserta lebih mudah memahami materi sekaligus berani mempraktikkan kosakata dan ungkapan dasar bahasa Inggris.

Melalui PRODAMAT, mahasiswa MPBI UAD kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri santri dalam belajar bahasa Inggris sejak dini sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pendekatan yang interaktif.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-MPBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-santri-TPA-Sidikan-bahasa-Inggris-Foto.-Tim-Prodamat-MPBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:58:482026-08-10 10:39:59Mahasiswa MPBI UAD Ajak Santri TPA Sidikan Belajar Bahasa Inggris

Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition

31/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 3 Cakrawala National Essay Competition (Foto. Andri)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mengharumkan nama institusi dengan meraih Juara 3 Tingkat Nasional pada Cakrawala National Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh HIMEPA Kabinet Arcadia, Universitas Tidar, Magelang. Kompetisi tersebut berlangsung pada 15 Juni hingga 20 Juli 2026 dan diikuti oleh 64 tim dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia.

Tim yang mengusung nama Team Mas Bahlil Ganteng tersebut beranggotakan Andri Tri Cahyono, Alridho Akmal Adisurya, dan Shavila Adistyan, yang seluruhnya merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Ahmad Dahlan.

Andri Tri Cahyono menjelaskan bahwa keikutsertaan tim dalam kompetisi tersebut berawal dari keinginan untuk mengembangkan sekaligus menyempurnakan gagasan inovatif yang telah dirancang sebelumnya. Selama lebih dari satu bulan proses kompetisi berlangsung, tim harus membagi waktu antara aktivitas perkuliahan, penyusunan serta penyempurnaan naskah esai, hingga mempersiapkan presentasi pada setiap tahapan perlombaan.

“Setiap tahapan menjadi tantangan tersendiri yang menguji kekompakan, komitmen, dan kemampuan kami dalam bekerja sama sebagai sebuah tim,” ujar Andri.

Persaingan yang melibatkan puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memberikan hasil terbaik. Melalui diskusi yang intensif, pembagian tugas yang terstruktur, serta kesediaan menerima berbagai masukan, tim berhasil melewati setiap tahapan kompetisi hingga meraih posisi tiga besar.

Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena tim UAD merupakan satu-satunya finalis dari rumpun ilmu pendidikan yang berhasil menempati posisi tiga besar. Sementara itu, finalis lainnya berasal dari rumpun sains dan teknologi. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa bidang pendidikan juga mampu menghadirkan inovasi yang kompetitif, aplikatif, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengembangkan inovasi bertajuk C-FLOAT, yaitu teknologi pemfilter sampah sungai pasif berbentuk cakram apung adaptif yang memanfaatkan energi kinetik arus sungai dengan dukungan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Sistem ini dilengkapi sensor pintar yang mampu memantau penumpukan sampah dan kondisi perairan secara real-time, sekaligus memiliki kemampuan membantu memecah mikroplastik sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

Selain itu, perangkat C-FLOAT dirancang menggunakan material High-Density Polyethylene (HDPE) yang ramah lingkungan dan memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi perairan. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi pencemaran sungai sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem perairan.

Bagi Andri dan tim, keberhasilan meraih Juara 3 Nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga sekaligus hasil dari proses panjang yang dipenuhi kerja keras, kolaborasi, dan komitmen untuk terus menyempurnakan inovasi yang dikembangkan.

“Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa setiap disiplin ilmu memiliki peluang yang sama untuk berinovasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-3-Cakrawala-National-Essay-Competition-Foto.-Andri.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-31 09:29:512026-07-31 09:29:51Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition
Page 2 of 32‹1234›»

TERKINI

  • Koordinator Kewirausahaan UAD Ajak Mahasiswa Temukan Ide Bisnis Lewat Teknologi Digital06/11/2026
  • UAD Resmi Luncurkan Dahlan Muda Expo #6, Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Mahasiswa06/11/2026
  • Rajut Harmoni Budaya Nusantara, Staff Muda BEM FKM UAD Gelar AMARTA06/11/2026
  • UAD Jadi Tuan Rumah LSF Goes to Campus, Kenalkan Budaya Sensor Mandiri 05/11/2026
  • Angkat Etnomedisin Suku Osing, Mahasiswa PSDIF UAD Raih Gelar Doktor dengan IPK Sempurna05/11/2026

PRESTASI

  • Tim Debat UAD Raih Juara Harapan I pada Kompetisi Debat Tingkat Nasional04/11/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Debat Nasional VERDE 202604/11/2026
  • Mahasiswa UAD Juara III Lomba Poster Kesehatan Mental Tingkat Nasional04/11/2026
  • Tim Futsal FKIP UAD Raih Juara 1 Ahmad Dahlan Sport Competition 202603/11/2026
  • Futsal UAD Raih Juara 1 Liga Futsal Kampus Yogyakarta 202602/11/2026

FEATURE

  • Kesehatan Jiwa untuk Masa Depan yang Indah03/11/2026
  • Menanggapi Musibah dari Perspektif Islam30/10/2026
  • Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian27/10/2026
  • Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir26/10/2026
  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top