Gelar Two Thousand Show Vol. 2, Mahasiswa Ilkom UAD Hidupkan Memori Era 2000-an

Program Two Thousand Show Vol. 2 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ilkom UAD)
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menghidupkan kembali memori kolektif masa lalu melalui gelaran festival “Two Thousand Show (TTS) Vol. 2: Bring Back 2005s”. Acara yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 6 hingga 8 Juli 2026 ini memadati Hall Gedung Utama Kampus 4 UAD dengan beragam aktivitas lawas. Bukan sekadar hiburan musiman, festival ini merupakan bentuk implementasi nyata dan ujian praktik dari mata kuliah Event Management yang diampu oleh Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., M.A., guna membekali mahasiswa dengan kemampuan manajerial secara nyata di lapangan.
Rijal Ahsan Wijaya, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023 yang dipercaya sebagai Ketua Pelaksana, mengungkapkan bahwa esensi utama dari TTS Vol. 2 adalah menghadirkan mesin waktu visual bagi para pengunjung.
“Kami ingin mengajak seluruh partisipan bernostalgia dan merasakan kembali suasana tahun 2005 yang hangat dan seru melalui mainan, makanan, serta seluruh keseruannya,” ujar Rijal. Target audiens yang disasar pun sangat luas, mulai dari sivitas akademika UAD, anak-anak, hingga masyarakat umum generasi 2005 hingga 2015-an yang ingin bernostalgia dengan aneka mainan ikonik dan jajanan jadul tanpa ketergantungan pada gawai.
Kemeriahan festival ini dibagi menjadi tiga hari. Hari pertama dibuka dengan peresmian acara yang langsung disusul oleh perlombaan mewarnai untuk anak-anak, kompetisi teka-teki silang, serta pembukaan stan bazar mainan gratis dan jajanan pasar tempo dulu. Memasuki hari kedua, atmosfer berubah menjadi ruang rekreasi remaja dengan adanya kompetisi PlayStation (PS), panggung akustik, sesi karaoke bebas, hingga program “Tiba-Tiba Podcast”. Sebagai puncak acara pada hari ketiga, kompetisi balap Tamiya digelar dengan antusiasme tinggi bersamaan dengan Y2K Show yang menonjolkan estetika mode awal milenium, sebelum akhirnya resmi ditutup dalam sesi upacara penutupan.
Di balik kelancaran rangkaian agenda yang kompleks tersebut, terdapat proses panjang yang menguji komitmen seluruh tim penyelenggara melalui persiapan rapat berkala sejak tahap penentuan konsep hingga hari-H. Rijal menambahkan bahwa dinamika yang mereka lalui di balik layar justru memberikan pelajaran emosional yang sangat berharga bagi seluruh tim. Melalui tantangan manajemen tersebut, TTS Vol. 2 tidak hanya berhasil menyuguhkan ruang bercerita yang berkesan bagi publik, tetapi juga sukses menjadi laboratorium bagi mahasiswa dalam mengasah solidaritas kelompok. (Anove)
