Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 2026

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua gelar pada ajang SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Isfha)
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Isfha Aufa Na’imullah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Isfha berhasil meraih Juara III PR Campaign Kategori Best Problem Solving dan Juara II Badminton Ganda Putri yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.
Bagi Isfha, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengaku bersyukur karena untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi PR Campaign dan mampu meraih prestasi, sekaligus berhasil menjadi juara pada cabang badminton.
Pada kategori PR Campaign, Isfha bersama tim mengangkat kampanye bertajuk “30 Days, 30 Dreams”. Kampanye tersebut berangkat dari kepedulian terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak jalanan.
Melalui kampanye ini, tim berkolaborasi dengan The Dreamhouse Yogyakarta, sebuah Non-Governmental Organization (NGO) yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pendampingan anak-anak jalanan. Kampanye dirancang melalui platform TikTok dengan menghadirkan konten harian yang menceritakan mimpi, cita-cita, dan kehidupan anak-anak binaan selama 30 hari. Melalui strategi tersebut, tim berharap masyarakat semakin mengenal The Dreamhouse Yogyakarta sekaligus terdorong untuk memberikan perhatian terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak jalanan.
Isfha menjelaskan bahwa materi yang diperoleh selama menempuh perkuliahan di Program Studi Ilmu Komunikasi UAD menjadi bekal penting dalam menyusun strategi kampanye. Pengetahuan dasar mengenai kehumasan, penyusunan kampanye, hingga riset komunikasi membantu tim menentukan isu yang relevan dengan kondisi masyarakat di Yogyakarta. “Untuk PR Campaign, kami sudah mendapatkan dasar-dasar mengenai public relations dan penyusunan kampanye di perkuliahan. Setelah itu kami melakukan riset mengenai permasalahan yang ada di Yogyakarta hingga akhirnya memilih isu pendidikan bagi anak-anak jalanan sebagai fokus kampanye,” jelasnya.
Sementara itu, untuk menghadapi Kejuaraan Badminton, Isfha melakukan latihan secara intensif. Persiapan tersebut menjadi modal penting untuk tampil maksimal selama pertandingan.
Di balik keberhasilan tersebut, Isfha menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama pada kompetisi PR Campaign. Kelompok peserta baru dibentuk pada hari pelaksanaan sehingga seluruh anggota berasal dari perguruan tinggi yang berbeda dan belum saling mengenal. Kondisi tersebut menuntut kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kerja sama yang cepat agar ide-ide yang dimiliki dapat disatukan menjadi sebuah kampanye yang utuh. “Awalnya kami tidak saling mengenal karena kelompok baru dibentuk saat hari pelaksanaan. Kami harus cepat beradaptasi, saling berdiskusi, dan membangun komunikasi melalui obrolan-obrolan sederhana hingga akhirnya bisa bekerja sama dengan baik,” tuturnya.
Selain membawa pulang prestasi, Isfha juga memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan Silaturahmi APIK PTMA 2026. Ia berkesempatan bertemu dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa serta dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai PTMA di Indonesia. Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti kegiatan study tour ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang memberikan wawasan mengenai keberagaman, toleransi, dan harmoni kehidupan beragama di Indonesia.
Menurut Isfha, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperluas relasi, memperkaya wawasan, serta mempererat silaturahmi antarmahasiswa Ilmu Komunikasi PTMA dari berbagai daerah. (Mawar)
