RE-VIBES IMM Farmasi UAD Kembangkan Literasi Kritis melalui Diskusi Buku

Program RE-VIBES Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM Farmasi UAD)
Program RE-VIBES Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan ruang belajar literasi yang mendorong peserta untuk membangun budaya membaca kritis melalui kegiatan refleksi dan retelling story. Kegiatan ini dikemas dalam dua chapter dengan pendekatan yang berbeda, mulai dari penguatan teknik membaca hingga praktik menyampaikan kembali isi bacaan berdasarkan pemahaman masing-masing peserta.
Pada RE-VIBES Chapter 1, peserta mengikuti pemaparan materi yang merujuk pada buku How to Read a Book karya Mortimer J. Adler dan Charles Van Doren. Materi tersebut menekankan bahwa membaca merupakan proses aktif untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta menginterpretasikan gagasan penulis, bukan sekadar menyelesaikan sebuah buku.
Peserta juga diajak memahami pentingnya menyesuaikan strategi membaca dengan tujuan dan jenis bacaan. Dalam membaca buku ilmiah, misalnya, pembaca dituntut mampu mengidentifikasi argumen utama, menilai kekuatan bukti yang disampaikan, serta menghubungkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.
Selain itu, kegiatan ini menyoroti pentingnya dialog antara pembaca dan buku melalui pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai gagasan penulis, validitas argumen, hingga relevansi isi bacaan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan tersebut dinilai penting dalam mendukung aktivitas akademik maupun pengambilan keputusan berbasis informasi yang kredibel.
Suasana semakin interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan dalam membangun kebiasaan membaca di tengah aktivitas perkuliahan serta strategi memahami bacaan yang kompleks. Diskusi tersebut memperkuat pemahaman peserta bahwa membaca dapat melatih kemampuan berpikir analitis, reflektif, dan terbuka terhadap berbagai perspektif.
Berbeda dengan chapter pertama, RE-VIBES Chapter 2 menghadirkan pendekatan yang lebih aplikatif melalui sesi membaca mandiri dan retelling story. Peserta diberikan waktu untuk membaca buku pilihan masing-masing sebelum mempresentasikan kembali isi buku menggunakan bahasa dan pemahaman sendiri.
Salah satu buku yang dipresentasikan adalah When You’re Ready, This Is How You Heal karya Brianna Wiest. Buku bergenre self-improvement tersebut mengangkat tema proses penyembuhan diri yang memerlukan waktu, penerimaan, dan keberanian untuk menghadapi pengalaman hidup yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Melalui sesi retelling story, peserta tidak hanya berlatih menyampaikan kembali isi bacaan, tetapi juga memahami bahwa setiap buku dapat menghadirkan perspektif baru yang berbeda bagi setiap pembaca. Kegiatan ini menjadi upaya untuk menumbuhkan budaya membaca yang lebih kritis, reflektif, dan bermakna di kalangan mahasiswa. (doc/dnd)
