Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Gelar Dahlan Culture Run 2026

Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Dahlan Culture Run 2026 (Foto. Anove)
Tren olahraga lari yang sedang marak di tengah masyarakat kini bersanding dengan misi pelestarian budaya. Melalui konsep unik tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar ajang Dahlan Culture Run: Fun Run 5K untuk pertama kalinya pada Minggu, 12 Juli 2026 dengan mengusung tema “Mlayu Bareng, Budaya Kenceng”. Mengambil titik start dan finish di Gedung 1B Kampus 1 UAD, kegiatan olahraga rekreatif ini berhasil menyedot antusiasme tinggi dengan diikuti oleh sedikitnya 250 peserta yang memadati rute pelarian sejak pagi hari.
Ketua Pelaksana Dahlan Culture Run, Salwa Aqiila Syahsari, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai bentuk implementasi nyata atau luaran dari mata kuliah Event Management yang diampu oleh Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., M.A. Mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 yang akrab disapa Salwa ini mengungkapkan bahwa ide dasar Dahlan Culture Run lahir dari meningkatnya tren gaya hidup sehat terkini yang kemudian dipadukan dengan identitas fakultas mereka.
“Alasan utamanya karena di era sekarang itu lagi ramai budaya lari. Berhubung kami dari Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi, kami menyatukan budaya dengan lari, jadi muncullah Dahlan Culture Run ini,” ujar Salwa.
Sebagai acara yang baru pertama kali diinisiasi, panitia membuka pintu selebar-lebarnya bagi publik tanpa membatasi usia peserta. Target sasaran dari Dahlan Culture Run mencakup seluruh elemen masyarakat yang ada di Yogyakarta, tanpa membedakan status antara masyarakat umum, mahasiswa UAD, maupun sivitas akademika lainnya. Guna menambah keseruan dan memotivasi para pelari sepanjang rute, pihak penyelenggara menyediakan berbagai kategori apresiasi yang kompetitif, mulai dari penghargaan untuk pendaftar pertama, finisher pertama, hingga kategori kostum terbaik kategori laki-laki dan perempuan yang menantang kreativitas peserta dalam memadukan pakaian olahraga dengan unsur budaya, dilanjut dengan sesi senam zumba bersama, pembagian mini doorprize dan hadiah utama.
Suksesnya pelaksanaan kegiatan yang perdana diselenggarakan ini menumbuhkan optimisme di pihak panitia agar kegiatan serupa tidak berhenti sebagai pemenuhan tugas perkuliahan satu semester saja, melainkan dapat bertransformasi menjadi agenda olahraga tahunan yang ikonik di Yogyakarta. Keberhasilan mengumpulkan 250 pelari dari berbagai kalangan menjadi modal sosial yang kuat bagi kelanjutan acara ke depan.
“Sebelumnya belum pernah ada Dahlan Culture Run, pastinya dari kami selaku panitia sangat berharap kegiatan ini akan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” pungkas Salwa optimis menutup penjelasannya. (Anove)
