• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Raih Peringkat 35 Nasional UI GreenMetric 2026

21/09/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih peringkat 35 nasional UI GreenMetric 2026 (Foto. Humas UAD) PUTIH

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih peringkat ke-35 nasional dalam UI GreenMetric World University Rankings (UIGM) 2026. Capaian tersebut menunjukkan upaya UAD dalam mengembangkan lingkungan kampus berkelanjutan serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu lingkungan, pendidikan, dan tata kelola berkelanjutan.

Pencapaian tersebut didukung kolaborasi berbagai pihak di lingkungan UAD, mulai dari penyediaan data dan dokumentasi hingga pelaksanaan program yang berkaitan dengan indikator keberlanjutan. Kontribusi lintas unit menjadi bagian penting dalam proses pemeringkatan UIGM 2026.

Bidang Reputasi dan Pemeringkatan BPPU UAD menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pemeringkatan. Kolaborasi antarsatuan kerja dinilai berperan dalam menghadirkan data dan dokumentasi yang merepresentasikan berbagai praktik keberlanjutan di lingkungan UAD.

UI GreenMetric World University Rankings 2026 mengukur keberlanjutan perguruan tinggi melalui tujuh aspek utama, yaitu Setting and Infrastructure (SI), Energy and Climate Change (EC), Waste (WS), Water (WR), Transportation (TR), Education and Research (ED), serta Governance and Digitalization (GD).

Aspek Setting and Infrastructure mencakup pengembangan lingkungan dan infrastruktur kampus yang mendukung keberlanjutan. Energy and Climate Change berkaitan dengan pengelolaan energi dan upaya menghadapi perubahan iklim. Sementara itu, Waste dan Water mencakup pengelolaan limbah serta konservasi sumber daya air.

Pada aspek Transportation, keberlanjutan didukung melalui pengembangan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Education and Research menempatkan pendidikan dan penelitian sebagai bagian dari peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai keberlanjutan. Adapun Governance and Digitalization mencakup tata kelola serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung implementasi keberlanjutan di perguruan tinggi.

Peringkat ke-35 nasional tersebut menjadi momentum bagi UAD untuk terus mengevaluasi dan memperkuat program keberlanjutan. Capaian ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan inovasi dan praktik baik yang memberikan manfaat bagi lingkungan serta sivitas akademika.

Ke depan, UAD akan terus memperkuat sinergi antarpihak, meningkatkan kualitas data dan dokumentasi, serta memperluas implementasi berbagai praktik kampus berkelanjutan.

Capaian UIGM 2026 tersebut menjadi hasil kolaborasi seluruh keluarga besar UAD dalam mengembangkan lingkungan kampus yang berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat terus memperkuat kontribusi UAD terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus mendukung reputasi perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Template-News-UADUniversitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-peringkat-35-nasional-UI-GreenMetric-2026-Foto.-Humas-UAD-PUTIH.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-21 08:58:162026-09-21 08:58:16UAD Raih Peringkat 35 Nasional UI GreenMetric 2026

Kisah Saudara Kembar Asal Lampung di Fakultas Kedokteran UAD

21/09/2026/in Terkini /by Ard

Hernanda dan Herninda, mahasiswa kembar Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Lampung (Foto. Istimewa)

Memiliki saudara kembar yang melangkah di jalan kehidupan yang sama selalu menghadirkan cerita yang unik. Hal itulah yang dirasakan oleh Hernanda Puspita dan Herninda Puspita. Dua mahasiswa baru asal Lampung Tengah ini resmi bergabung sebagai bagian dari Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Keunikan sepasang saudara kembar ini sudah dimulai dari nama panggilan mereka, yakni Nanda dan Ninda. Walau lahir lebih dulu, Nanda justru dipanggil adik, sedangkan Ninda yang lahir beberapa menit setelahnya disapa dengan panggilan ‘mbak’. Tradisi dan kepercayaan adat Jawa di keluarga mereka menjadi latar belakang di balik sapaan unik tersebut.

Menariknya, kebersamaan mereka bukan hal baru. Sejak jenjang TK, SD, hingga SMA, keduanya selalu berada di sekolah yang sama. Kini, takdir kembali memepertemukan Nanda dan Ninda di program studi serta kampus yang sama.

“Menurut saya, perjalanan ini menjadi sesuatu yang istimewa, karena sejak kecil kami tumbuh bersama, belajar bersama, dan saling menemani dalam mengejar cita-cita,” tutur Nanda.

Keduanya Berkomitmen Mewujudkan Cita-Cita di Bidang Kesehatan

Minat terhadap dunia medis sudah tertanam di diri Nanda dan Ninda sejak kecil. Dukungan penuh dari orang tua semakin menguatkan tekad mereka untuk menempuh pendidikan dokter. Pilihan jatuh kepada FK UAD karena keunggulan spesifik yang ditawarkan, yakni integrasi antara kedokteran dan kebencanaan dan nilai-nilai keislaman.

“Alasan utama saya memilih Fakultas Kedokteran di Universitas Ahmad Dahlan adalah karena institusi ini menawarkan keunggulan spesifik di bidang kedokteran kebencanaan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman. Hal ini menjadikan lulusannya tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga siap terjun dalam situasi darurat dan memiliki karakter akhlak yang kuat,” jelas Ninda.

Bagi mereka, fokus tersebut menjadi nilai tambah yang sangat krusial. Keduanya berharap dapat menjadi tenaga medis yang tidak hanya kompeten dan amanah, tetapi juga tanggap dalam situasi tanggap bencana serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Pilihan mereka untuk berkuliah di tempat yang sama juga menyulut rasa sukacita dari pihak keluarga dan teman-teman. Banyak yang menilai kehadiran saudara kembar dalam satu ruang kuliah akan memudahkan proses adaptasi.

Dinamika Masa Orientasi P2K dan Pengalaman Menggelitik

Selama mengikuti rangkaian Program Pengelanan Kampus (P2K) UAD, kehadiran Nanda dan Ninda kerap mencuri perhatian. Pertanyaan seperti, “Kalian kembar ya?” atau “Apa bedanya kalian?” sudah menjadi santapan sehari-hari dari teman-teman baru maupun panitia P2K yang penasaran. Tak jarang, kemiripan paras mereka memicu momen salah panggil yang menggelitik. Salah satu kejadian berkesan terjadi saat berada di Masjid Islamic Center (IC) UAD. Seorang panitia pendamping P2K sempat menarik Ninda karena mengira dirinya adalah Nanda dari kelompok Cardiovascular.

“Waktu itu, seorang kakak pendamping memanggil dan menarik saya karena mengira saya adalah Nanda dari kelompok Cardiovascular. Saya sempat bingung karena merasa bukan berasal dari kelompok tersebut. Akhirnya saya menjelaskan kepada kakak pendamping bahwa saya bukan Nanda, melainkan Ninda dari kelompok 7 Integumen,” kenang Ninda. “Setelah menyadari kesalahannya, kami pun tertawa bersama. Kejadian seperti itu menjadi salah satu pengalaman yang berkesan dan membuat masa orientasi terasa lebih seru bagi kami sebagai saudara kembar.” Tutup Ninda sembari mengingat-ingat kejadian menggelitik tersebut.

Menjalani perkuliahan kedokteran yang padat, kebersamaan menjadi benteng saling dukung bagi Nanda dan Ninda. Mereka aktif bertukar informasi tugas, mendiskusikan materi yang rumit, hingga saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan di tengah kesibukan harian.

Kendati demikian, keduanya berkomitmen untuk tidak saling bergantung secara berlebihan. Nanda dan Ninda tetap membuka diri untuk berinteraksi luas dengan teman-teman baru serta mengeksplorasi minat pribadi masing-masing agar dapat berkembang sebagai individu yang mandiri.

Menatap perjalanan kuliah ke depan, pasangan kembar ini menetapkan target untuk meraih prestasi terbaik, memperoleh ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin, aktif berorganisasi, dan lulus tepat waktu. Selain itu, mereka juga bertekad untuk menjadi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.

“Tetap semangat dalam setiap proses, jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan selalu ingat bahwa perjuangan hari ini adalah langkah untuk meraih cita-cita di masa depan,” pungkas mereka kompak. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hernanda-dan-Herninda-mahasiswa-kembar-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dari-Lampung-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-21 08:45:122026-09-21 08:45:12Kisah Saudara Kembar Asal Lampung di Fakultas Kedokteran UAD

Permudah Akses Informasi Wilayah, Mahasiswa KKN UAD Pasang Papan Denah di Dusun Blok Solo

19/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pasang papan denah di dusun blok solo (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi untuk memudahkan mobilitas serta akses informasi warga maupun pendatang. Melalui program kerja tematik, mahasiswa merealisasikan pembuatan dan pemasangan papan denah wilayah di Dusun Blok Solo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya ketersediaan media informasi visual yang jelas mengenai kondisi geografis dusun. Papan denah tersebut dirancang secara informatif dengan memuat berbagai detail penting, mulai dari gambaran wilayah, batas-batas dusun, jalan utama, hingga fasilitas umum dan titik lokasi penting lainnya di Dusun Blok Solo.

Pengerjaan program ini melibatkan beberapa tahapan sistematis, mulai dari koordinasi bersama perangkat desa, survei dan pendataan wilayah, pengumpulan data tata ruang, perancangan desain, proses pencetakan, hingga tahap akhir berupa pemasangan papan denah di lokasi strategis yang telah disepakati bersama perangkat desa.

Evi Sofia, selaku perwakilan anggota kelompok mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa pemasangan papan denah ini bertujuan untuk membantu masyarakat luar atau pendatang agar lebih mudah mengenali lingkungan sekitar Dusun Blok Solo.

“Kami berharap papan denah wilayah ini dapat menjadi media informasi yang mudah dilihat, sehingga tidak hanya mempermudah warga atau pendatang dalam mengetahui letak fasilitas penting dan batas dusun, tetapi juga membantu meningkatkan keteraturan informasi wilayah Dusun Blok Solo secara berkelanjutan,” ujar Evi Sofia.

Melalui pemasangan papan denah ini, mahasiswa KKN UAD berharap keteraturan informasi wilayah dapat semakin meningkat serta mendukung pembangunan infrastruktur informasi dusun secara optimal. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pasang-papan-denah-di-dusun-blok-solo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 16:46:212026-09-19 16:46:21Permudah Akses Informasi Wilayah, Mahasiswa KKN UAD Pasang Papan Denah di Dusun Blok Solo

Cerita Annisa, Mahasiswa Tuli dari Wonosobo yang Diterima Kuliah di UAD

19/09/2026/in Terkini /by Ard

Foto ilustrasi Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2026 (Foto. Humas UAD)

Diterima di perguruan tinggi favorit adalah impian setiap lulusan sekolah menengah. Bagi Annisa, mahasiswi baru Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), momen ini terasa makin istimewa. Diterimanya mahasiswi asal Wonosobo yang akrab dipanggil Annisa ini menjadi bukti nyata hadirnya ruang pendidikan tinggi yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja.

Sebagai seorang mahasiswi Tuli, Annisa memandang kesempatannya berkuliah di UAD bukan sekadar pencapaian akademis biasa, melainkan panggung untuk membuktikan bahwa keterbatasan akses komunikasi tak akan menyurutkan langkahnya menaklukkan dunia teknologi.

“Saya merasa sangat senang, bersyukur, dan bangga ketika mengetahui saya resmi diterima di jurusan Informatika UAD. Sebagai mahasiswa Tuli, saya juga merasa ini menjadi kesempatan bagi saya untuk membuktikan bahwa keterbatasan pendengaran bukan menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita. Saya ingin belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, dan mendapatkan pengalaman baru selama kuliah.” ungkap Annisa penuh optimisme.

Kehangatan ekosistem kampus yang inklusif mulai dirasakan Annisa sejak mengikuti rangkaian Program Pengenalan Kampus (P2K). Panitia pendamping hingga rekan sesama mahasiswa baru menyambut kehadirannya dengan penuh kesiapan dan rasa saling menghargai. Meski begitu, dinamika acara yang padat menjadi ruang adaptasi tersendiri. Ketika pembicara menyampaikan materi dengan tempo cepat atau dari jarak jauh, Annisa membutuhkan strategi ekstra untuk menyerap informasi. Tanpa canggung, ia memanfaatkan berbagai media visual, seperti membaca gerak bibir hingga memanfaatkan aplikasi catatan pada ponselnya.

“Selama mengikuti P2K, saya merasa cukup diterima dan disambut dengan baik oleh teman-teman maupun panitia. Teman-teman dan pendamping juga mau membantu ketika ada informasi atau komunikasi yang kurang saya pahami. Saya memang terkadang mengalami kesulitan mengikuti komunikasi secara langsung karena saya Tuli, terutama jika pembicara berbicara terlalu cepat atau dari jarak jauh,” jelasnya. “Namun, saya berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru dan berkomunikasi dengan cara yang paling nyaman, seperti membaca gerak bibir atau menggunakan gawai untuk mengetik dan menulis di buku jika gawai dikumpulkan,” lanjut mahasiswi prodi Informatika tersebut.

Mendorong Kampus Ramah Disabilitas yang Berkelanjutan

Melihat semangat kesetaraan yang sudah berjalan di UAD, Annisa mengapresiasi tinggi budaya saling menghargai yang ditunjukkan sivitas akademika. Namun, ia juga memberikan pandangan konstruktif agar aksesibilitas pembelajaran bagi penyandang disabilitas dapat terus diperkuat. Menurutnya, penyampaian instruksi akademik secara tertulis atau visual akan sangat memudahkan mahasiswa dengan hambatan pendengaran. Selain itu, gestur pembicara yang menghadap langsung ke arah audiens saat menyampaikan materi lisan akan sangat membantu proses membaca gerak bibir.

“Sejauh ini, saya merasa lingkungan kampus cukup ramah dan mendukung. Namun, masih ada beberapa hal yang menurut saya dapat terus ditingkatkan agar mahasiswa Tuli lebih mudah mengikuti kegiatan akademik. Misalnya, informasi penting sebaiknya disampaikan juga dalam bentuk tulisan, materi atau instruksi diberikan secara jelas, dan ketika ada penyampaian secara lisan sebaiknya pembicara menghadap mahasiswa agar saya lebih mudah membaca gerak bibir atau mengetik di gawai atau media visual,” ungkap Annisa.

Harapan Annisa sederhana, ia ingin UAD terus memperkokoh komitmennya sebagai kampus yang inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.

“Harapan saya, semoga UAD terus menjadi lingkungan pendidikan yang terbuka, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas. Saya berharap akses informasi dan komunikasi dapat semakin mudah, misalnya dengan menyediakan informasi dalam bentuk tulisan atau media visual yang jelas,” tutur mahasiswi asal Wonosobo tersebut. “Untuk teman-teman seangkatan, saya berharap kita bisa saling memahami, menghargai perbedaan, dan saling membantu dalam proses perkuliahan. Saya juga ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Tuli tetap bisa belajar, berkembang, berprestasi, dan berkontribusi bersama mahasiswa lainnya.” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-ilustrasi-Program-Pengenalan-Kampus-P2K-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-2026-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:55:532026-09-19 09:55:53Cerita Annisa, Mahasiswa Tuli dari Wonosobo yang Diterima Kuliah di UAD

KKN UAD Kembangkan Olahan Singkong Menjadi Getuk Puspita Daleman

19/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Unievrsitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan olahan singkong menjadi getuk puspita daleman (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit V.D.3 menggelar pelatihan pengolahan singkong menjadi produk pangan inovatif bertajuk “Getuk Puspita Daleman” bersama ibu-ibu PKK Dusun Daleman RT 3 RW 22. Kegiatan yang berlangsung pada 2 September 2026 di Posko KKN UAD, rumah Dukuh Daleman, tersebut diikuti sekitar 15 peserta.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi bernilai jual. Singkong dipilih karena menjadi salah satu hasil pertanian yang cukup banyak ditemukan di Dusun Daleman. Selama ini, singkong umumnya dijual dalam bentuk bahan mentah kepada pengulak atau diolah secara sederhana untuk konsumsi sehari-hari.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit V.D.3 mengembangkan singkong menjadi olahan getuk yang diberi nama Getuk Puspita Daleman. Kegiatan diawali dengan pengenalan potensi singkong sebagai bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pengolahan yang meliputi persiapan bahan, pengukusan, penghalusan, pencampuran bahan, hingga pembentukan dan penyajian getuk.

Dalam praktik tersebut, ibu-ibu PKK terlibat langsung dalam setiap tahapan pengolahan. Selain proses produksi, mahasiswa KKN UAD juga mengenalkan teknik pengemasan dan pelabelan agar produk memiliki tampilan yang lebih menarik serta identitas yang jelas. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman mengolah singkong, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai pengembangan produk pangan lokal.

Salah satu peserta, Ibu Farida, mengaku mendapatkan inspirasi baru dari pelatihan tersebut. Menurutnya, singkong dapat diolah menjadi beragam produk dengan bentuk dan cita rasa yang berbeda.

“Pelatihan ini sangat menarik dan menginspirasi untuk membuat olahan singkong lainnya. Jadi, singkong tidak hanya digoreng, tetapi bisa dibuat dengan rasa, bentuk, dan penampilan yang berbeda,” ujar Ibu Farida.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta bersama mahasiswa KKN UAD berhasil menghasilkan Getuk Puspita Daleman yang kemudian dinikmati bersama dan dibawa pulang oleh sebagian peserta untuk keluarga. Mahasiswa KKN UAD berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga potensi singkong di Dusun Daleman memiliki nilai tambah dan dapat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Unievrsitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-olahan-singkong-menjadi-getuk-puspita-daleman-Foto.-KKN-UAD.jpeg 960 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:42:232026-09-19 09:42:23KKN UAD Kembangkan Olahan Singkong Menjadi Getuk Puspita Daleman

Mahasiswa KKN UAD Hadirkan Peta Wilayah untuk Permudah Informasi Publik di Banaran Lor

19/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan peta wilayah untuk permudah informasi publik di Banaran Lor (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 159 Unit II.B.2 menghadirkan Peta Wilayah Padukuhan Banaran Lor, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peta tersebut disahkan pada Kamis, 10 September 2026 dan menjadi salah satu program kerja mahasiswa untuk membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai wilayah administratif dan sejumlah lokasi penting di Padukuhan Banaran Lor.

Program tersebut dilaksanakan karena sebelumnya belum tersedia peta wilayah yang dapat menjadi media informasi bagi masyarakat. Peta dirancang untuk membantu warga, pendatang, maupun pihak terkait dalam mengenali batas wilayah sekaligus menemukan berbagai fasilitas publik dan lokasi kediaman pengurus wilayah.

Tim KKN UAD Unit II.B.2 yang terdiri atas Agy Najma Cahyani, Najmina Nurul Azkiya, Andreansyah Dion Adi R, Najwa Athiyya Nareswari, Khusnan Nadhori, Reina Dian Nabilla Saputri, Dian Yusria, Naro Aufnuha Ikhsan, dan Rania Mufida Yahya melaksanakan program tersebut bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fatma Nuraisyah. Pelaksanaannya juga melibatkan Kepala Padukuhan Banaran Lor, Ns. Andhi Priharmanto, S.Kep., pengurus RT/RW, serta masyarakat setempat.

Dalam peta tersebut, mahasiswa mencantumkan batas wilayah Padukuhan Banaran Lor serta sejumlah titik penting, seperti sarana ibadah dan lokasi kediaman pengurus wilayah. Beberapa titik yang ditampilkan meliputi Masjid Al-Muttaqin serta kediaman Ketua RW 11 dan RW 12, serta Ketua RT 21, RT 22, RT 23, dan RT 24. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pendatang dalam memperoleh informasi kewilayahan dan mengakses pelayanan dari pengurus setempat.

Ketua KKN UAD Unit II.B.2, Agy Najma Cahyani, menjelaskan, “Pembuatan Peta Dukuh Banaran Lor merupakan bentuk kontribusi kami dalam membantu masyarakat menyediakan informasi mengenai wilayah dan batas-batas dukuh. Kami berharap peta ini dapat menjadi media informasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun pihak terkait,” ujar Agy.

Setelah proses perancangan selesai, mahasiswa melakukan validasi data bersama perangkat padukuhan untuk menyesuaikan informasi yang tercantum dengan kondisi wilayah. Peta selanjutnya disahkan oleh Kepala Padukuhan Banaran Lor sebelum dipasang di samping Masjid Al-Muttaqin. Lokasi tersebut dipilih karena berada di titik yang mudah terlihat dan sering dilalui masyarakat maupun pengunjung dari luar padukuhan.

Kepala Padukuhan Banaran Lor, Ns. Andhi Priharmanto, S.Kep., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKN UAD Periode 159 di wilayahnya. Ia menilai kehadiran mahasiswa mendapat dukungan dari masyarakat selama pelaksanaan program. “Alhamdulillah, kami menerima dengan baik kegiatan KKN UAD Periode 159 dan warga juga mendukung kegiatan yang ada di Banaran Lor. Untuk seluruh anggota KKN, kesannya baik, ramah, sopan, santun, serta menjunjung tinggi nilai akhlak dan budi mulia,” ungkap Andhi.

Menurut Andhi, keberadaan mahasiswa KKN juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Ia berharap mahasiswa dapat membawa pengalaman selama berada di Banaran Lor sebagai pembelajaran untuk kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Agy berharap Peta Wilayah Padukuhan Banaran Lor dapat terus dimanfaatkan setelah program KKN berakhir. “Kami mengucapkan terima kasih kepada perangkat padukuhan, pengurus RT/RW, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan serta informasi selama proses pembuatan peta. Semoga hasil dari program kerja ini dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Dukuh Banaran Lor,” tuturnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit II.B.2 tidak hanya menghadirkan media informasi kewilayahan, tetapi juga mendorong dokumentasi wilayah yang lebih terstruktur.  (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-hadirkan-peta-wilayah-untuk-permudah-informasi-publik-di-Banaran-Lor-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:34:182026-09-19 09:34:18Mahasiswa KKN UAD Hadirkan Peta Wilayah untuk Permudah Informasi Publik di Banaran Lor

KKN UAD Buat Inovasi Program Administrasi di Padukuhan Candi Wetan

19/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat inovasi program administrasi di Padukuhan Candi Wetan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.B.2 melaksanakan sejumlah program penataan administrasi di Padukuhan Candi Wetan, Kalurahan Karangwuluh, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut meliputi pembuatan papan penanda rumah perangkat dusun, peta administrasi wilayah, dan pengembangan situs web resmi padukuhan.

Ketiga program tersebut adalah bentuk paling dasar dari transparansi dan tata kelola, sesuatu yang selama ini kerap dianggap urusan kota besar, padahal justru sama pentingnya, bahkan mungkin lebih mendesak, di tingkat dusun. Ketiga program ini menjadi fokus utama pengabdian KKN VII.B.2 selama berada di Padukuhan Candi Wetan.

Papan penanda arah rumah perangkat dusun sangat penting diketahui oleh warga baru, tamu, atau bahkan petugas dari luar dusun yang perlu berurusan dengan RT maupun kepala dukuh. Ketiadaan penanda semacam ini dapat membuang waktu mereka ketika mencari alamat. Persoalan ini justru sering tidak disadari oleh warga lama karena mereka sudah hafal tata letak dusun.

Program tersebut disusun berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKN Unit VII.B.2 terhadap kebutuhan informasi dan aksesibilitas wilayah bagi masyarakat, termasuk warga dari luar Padukuhan Candi Wetan.

Peta administrasi bukan sekadar gambar batas wilayah di atas kertas, melainkan alat bantu perencanaan yang nyata mengenai batas satu RT dengan RT lain, keberadaan fasilitas umum, hingga bagaimana pola permukiman warga tersebar. Tanpa peta yang jelas dan terpasang di tempat yang mudah dilihat, banyak keputusan sehari-hari seperti pembagian bantuan sosial hingga perencanaan jalan berjalan berdasarkan ingatan dan kebiasaan, bukan data yang bisa diverifikasi.

Memasang peta administrasi di ruang publik dusun adalah langkah kecil untuk membiasakan warga dan perangkat bekerja dengan acuan yang sama, dan menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Unit VII.B.2 di Candi Wetan.

Program lainnya berupa pengembangan situs web resmi Padukuhan Candi Wetan. Situs tersebut dirancang sebagai media informasi digital yang memuat profil padukuhan, pemerintahan, statistik, kegiatan, dan potensi wilayah. Dengan adanya situs web, warga setempat, peneliti, maupun calon investor yang tertarik dengan potensi desa dapat mengakses informasi profil, pemerintahan, statistik, hingga potensi dusun kapan saja tanpa harus datang langsung atau menghubungi perangkat dusun satu per satu.

Pembangunan desa tidak selalu harus berupa proyek fisik besar seperti jalan atau jembatan. Kadang, yang paling dibutuhkan justru hal-hal yang bersifat administratif dan informatif, yang membuat sebuah wilayah lebih mudah dipahami, baik oleh warganya sendiri maupun oleh dunia luar.

Ketika sebuah dusun memiliki penanda yang jelas, peta yang terbuka untuk publik, dan kehadiran digital yang bisa diakses siapa saja, dusun tersebut sesungguhnya sedang membangun fondasi kepercayaan, fondasi yang jauh lebih tahan lama dibanding sekadar bangunan fisik. Inilah kontribusi nyata yang ingin diberikan oleh KKN Unit VII.B.2 bagi Padukuhan Candi Wetan.

Keberlanjutan program menjadi tanggung jawab perangkat dusun setelah masa KKN berakhir. Papan penanda perlu dirawat agar tidak lapuk, peta perlu diperbarui seiring perubahan wilayah, dan situs web perlu terus dikelola dan diperbarui dengan informasi terbaru oleh perangkat dusun. Namun setidaknya, melalui program kerja KKN Unit VII.B.2, Candi Wetan telah mengambil langkah awal yang penting yaitu mengubah informasi yang dulunya hanya ada di kepala warga, menjadi sesuatu yang tercatat, terpampang, dan dapat diakses oleh siapa saja. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-inovasi-program-administrasi-di-Padukuhan-Candi-Wetan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:20:492026-09-19 09:20:49KKN UAD Buat Inovasi Program Administrasi di Padukuhan Candi Wetan

KKN UAD Manfaatkan Daun Kering untuk Pupuk Kompos

19/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-159 Unit V.A.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan dasar daun kering bersama masyarakat RW 10 Guyangan Lor, Gunungkidul. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, di rumah Dukuh Guyangan Lor.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan pemanfaatan limbah organik yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Daun kering yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi limbah organik.

Salah satu anggota KKN UAD Unit V.A.1, Helsania Ganesa, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan meliputi pengertian pupuk kompos, manfaat kompos, serta tahapan pembuatan kompos berbahan dasar daun kering. Penyampaian materi dilanjutkan dengan praktik agar masyarakat dapat memahami proses pengolahan secara langsung.

Masyarakat mengikuti setiap tahapan pembuatan kompos dan berdiskusi mengenai pemanfaatannya untuk tanaman di lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengenal pengelolaan limbah organik menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Ketua KKN UAD Unit V.A.1, Andika Yoga Putra Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan daun kering yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Selain mengurangi limbah, pupuk kompos yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian dan perawatan tanaman,” ujar Yoga.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti penyampaian materi, praktik pembuatan kompos, serta diskusi bersama mahasiswa KKN mengenai proses pengolahan dan pemanfaatan pupuk kompos.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD Unit V.A.1 berharap pengetahuan mengenai pembuatan pupuk kompos dapat terus diterapkan masyarakat. Pemanfaatan daun kering diharapkan tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber daya yang mendukung kegiatan pertanian dan perawatan tanaman di Guyangan Lor.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-manfaat-kompos-dari-limbah-daun-kering-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:13:542026-09-19 09:13:54KKN UAD Manfaatkan Daun Kering untuk Pupuk Kompos

KKN UAD Inisiasi Penghijauan melalui Penanaman Pohon di Soka

18/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi penghijauan melalui penanaman pohon di Soka (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit V.C.I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program penanaman pohon sirsak dan nangka di Dusun Soka, Desa Mertelu, pada 5 September 2026. Kegiatan ini diikuti mahasiswa KKN bersama warga setempat sebagai upaya penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bibit tanaman yang digunakan merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Bantuan tersebut diperoleh melalui koordinasi mahasiswa dengan instansi terkait sebelum pelaksanaan kegiatan.

Ketua KKN Reguler 159 Unit V.C.I, Haryo Wibisono, menjelaskan bahwa program penanaman pohon dilatarbelakangi kondisi lingkungan Dusun Soka yang membutuhkan upaya penghijauan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rencana kerja kelompok dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami memilih sirsak dan nangka karena kedua tanaman ini cocok dengan kondisi tanah di Soka dan memiliki nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan warga di kemudian hari,” jelasnya.

Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN melakukan survei lokasi, mendata lahan warga yang bersedia menjadi lokasi penanaman, serta mengajukan permohonan bantuan bibit kepada DLHK. Setelah bibit diterima, mahasiswa bersama warga menentukan titik penanaman yang tersebar di pekarangan rumah warga dan lahan kosong milik dusun.

Dukuh Soka, Samta, turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program penanaman pohon seperti ini sangat bermanfaat bagi warga Dusun Soka, terutama untuk menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah erosi di wilayah kami. Semoga bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat untuk generasi selanjutnya,” tuturnya.

Warga turut berpartisipasi dalam proses penggalian lubang tanam, penanaman bibit, hingga penyiraman. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Dusun Soka melalui kerja sama dan gotong royong.

“Kami berharap pohon-pohon yang telah ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan oleh warga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk kelestarian lingkungan maupun tambahan penghasilan dari hasil panen buahnya,” tandas Haryo.

Melalui program penanaman pohon sirsak dan nangka ini, mahasiswa KKN Reguler 159 Unit V.C.I berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Dusun Soka, Desa Mertelu, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pelestarian lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-penghijauan-melalui-penanaman-pohon-di-Soka-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:49:202026-09-18 09:49:20KKN UAD Inisiasi Penghijauan melalui Penanaman Pohon di Soka

KKN UAD Buat Inovasi Penataan Identitas Alamat Rumah di Padukuhan Glaheng, Kulon Progo

18/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat inovasi penataan identitas alamat rumah di Padukuhan Glaheng, Kulon Progo (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-159 Unit VI.D.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program “Penempelan Nomor Rumah bagi Masyarakat Padukuhan Glaheng, Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo” pada Minggu, 10 September 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang berangkat dari kebutuhan sederhana di lingkungan masyarakat, tetapi memiliki keterkaitan dengan aspek penataan wilayah dan kemudahan identifikasi alamat.

Identitas rumah merupakan bagian penting dari sistem alamat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi titik tujuan dalam berbagai aktivitas, mulai dari kunjungan masyarakat, pengiriman barang, pendataan warga, hingga akses terhadap pelayanan tertentu. Ketika identitas rumah tidak terlihat secara jelas, proses menemukan alamat dapat menjadi kurang efisien, terutama bagi pihak yang belum mengenal kondisi lingkungan Padukuhan Glaheng.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa KKN Unit VI.D.2 dalam menyusun program penempelan nomor rumah. Program tidak diarahkan semata-mata untuk memasang tanda pada bagian depan rumah, tetapi juga sebagai langkah sederhana untuk mendukung keteraturan identitas alamat di tingkat lingkungan. Penomoran yang jelas dapat menjadi penanda fisik yang membantu menghubungkan data alamat dengan lokasi rumah secara lebih mudah.

Sebelum pelaksanaan, mahasiswa melakukan koordinasi dan pendataan rumah yang menjadi sasaran program. Tahap ini diperlukan agar pemasangan tidak dilakukan secara sembarangan dan setiap nomor dapat disesuaikan dengan data yang telah tersedia. Pendataan juga menjadi bagian penting karena ketepatan nomor merupakan hal utama dalam program ini. Nomor yang salah atau tidak sesuai justru dapat menimbulkan kebingungan baru bagi masyarakat maupun pihak yang membutuhkan informasi alamat.

Setelah proses pendataan, mahasiswa melakukan penempelan nomor secara langsung pada rumah masyarakat. Posisi pemasangan dipilih dengan mempertimbangkan keterlihatan dari arah jalan serta kondisi bagian depan rumah. Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya berfokus pada jumlah rumah yang dapat diselesaikan, tetapi juga memastikan nomor terpasang dengan baik sehingga dapat berfungsi sebagai identitas yang mudah dikenali.

Pelaksanaan program dilakukan dengan mendatangi rumah masyarakat secara langsung. Pola tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan warga dan memahami kondisi lingkungan secara lebih dekat. Interaksi di lapangan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN karena program yang dirancang mahasiswa perlu menyesuaikan diri dengan kondisi nyata masyarakat, bukan hanya berdasarkan perencanaan di atas kertas.

Kegiatan penempelan nomor rumah menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan di masyarakat tidak selalu membutuhkan program dengan skala besar. Hal yang sederhana dapat memiliki fungsi praktis apabila dirancang berdasarkan kebutuhan yang nyata. Dalam konteks Padukuhan Glaheng, keberadaan nomor rumah yang mudah terlihat dapat membantu mengurangi ketergantungan pada petunjuk lisan ketika seseorang mencari alamat tertentu.

Manfaat tersebut menjadi semakin relevan dalam aktivitas yang membutuhkan ketepatan lokasi. Pengantar barang, tamu, maupun pihak lain yang datang ke wilayah Padukuhan Glaheng dapat menggunakan nomor rumah sebagai salah satu petunjuk untuk menentukan lokasi yang dituju. Dengan demikian, nomor rumah berfungsi sebagai informasi visual yang melengkapi informasi alamat yang sudah dimiliki masyarakat.

Di sisi lain, penempelan nomor rumah juga memperlihatkan bahwa penataan lingkungan dapat dimulai dari elemen yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Identitas rumah yang seragam dan mudah ditemukan dapat membentuk keteraturan visual di lingkungan. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh terpasangnya nomor, melainkan juga oleh keberlanjutan penggunaannya dan kesesuaian nomor tersebut dengan sistem alamat yang berlaku di wilayah setempat.

Karena itu, mahasiswa KKN memandang bahwa program ini tidak berhenti pada kegiatan pemasangan. Nomor rumah yang telah diberikan perlu dijaga agar tetap terpasang dan terbaca. Masyarakat juga memiliki peran dalam mempertahankan identitas tersebut apabila terjadi perubahan kondisi rumah, renovasi, atau keadaan lain yang menyebabkan nomor perlu dipindahkan. Keberlanjutan sederhana semacam ini menjadi faktor yang menentukan apakah hasil program dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Bagi mahasiswa, pelaksanaan program juga memberikan pengalaman mengenai pentingnya ketelitian dalam menjalankan kegiatan berbasis masyarakat. Kesalahan kecil dalam pendataan maupun pemasangan dapat berdampak langsung pada fungsi program. Oleh karena itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memikirkan bagaimana sebuah program dapat dilaksanakan, tetapi juga mempertimbangkan ketepatan proses, penerimaan masyarakat, dan manfaat setelah program selesai.

Program penempelan nomor rumah juga menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa dalam membantu kebutuhan administratif dan sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Meskipun mahasiswa KKN hanya berada dalam periode tertentu, program yang dirancang diharapkan dapat meninggalkan manfaat yang dapat digunakan setelah masa KKN berakhir. Hal tersebut sejalan dengan prinsip pengabdian yang tidak hanya menekankan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat.

Pelaksanaan program di Padukuhan Glaheng menjadi salah satu pengalaman bagi Unit VI.D.2 untuk melihat secara langsung bahwa kebutuhan masyarakat dapat ditemukan melalui pengamatan terhadap persoalan sehari-hari. Permasalahan yang terlihat sederhana sering kali berkaitan dengan kebutuhan yang lebih luas, termasuk keteraturan lingkungan, kemudahan akses informasi, dan efektivitas aktivitas masyarakat. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-inovasi-penataan-identitas-alamat-rumah-di-Padukuhan-Glaheng-Kulon-Progo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:39:592026-09-18 09:39:59KKN UAD Buat Inovasi Penataan Identitas Alamat Rumah di Padukuhan Glaheng, Kulon Progo
Page 2 of 469‹1234›»

TERKINI

  • Debut di KRTI 2026, Tim Dahlan Bamantara UAD Lolos ke Final Nasional23/09/2026
  • UAD Perkuat Kepemimpinan Fakultas melalui Program Leadership Retreat for Deans23/09/2026
  • Dosen UAD Bekali Guru SD Muhammadiyah Bodon Keterampilan Public Speaking23/09/2026
  • UAD Dampingi Pengembangan Mahasiswa Baru Sejak Awal Kuliah22/09/2026
  • Dosen UAD Bekali Siswa SMK Negeri 6 Yogyakarta Keterampilan Public Speaking22/09/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional23/09/2026
  • Tim Debat UAD Raih Juara I Liga Debat Wilayah Yogyakarta21/09/2026
  • Kembangkan CIRCULAI, Mahasiswa UAD Raih Juara III Nasional IT FEST 202621/09/2026
  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026

FEATURE

  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top