Keluarga Teater PeBei Sukses Gelar Pementasan Fragmen Lama

Keluarga Teater PeBei Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses gelar pementasan “Fragmen Lama” (Foto. Teater PeBei UAD)
Keluarga Teater PeBei Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan pementasan bertajuk Fragmen Lama pada Minggu, 14 Juni 2026. Pementasan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan seni peran sekaligus menyampaikan pesan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Mengangkat tema keluarga, trauma, dan penerimaan terhadap takdir, Fragmen Lama menceritakan sebuah keluarga yang harus menghadapi rahasia masa lalu yang selama bertahun-tahun tersimpan. Berbagai konflik yang muncul dalam cerita menggambarkan perjuangan para tokoh dalam menghadapi luka batin serta upaya untuk menerima kenyataan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Selain mengangkat persoalan keluarga, pementasan ini juga menyoroti isu cinta beda agama yang semakin memperumit alur cerita. Konflik tersebut berpadu dengan trauma yang dialami oleh sosok ibu dalam keluarga yang menjadi pusat persoalan dalam pertunjukan tersebut.
Sutradara Fragmen Lama, Dea Fitri Ananta, mengungkapkan bahwa proses produksi menghadapi sejumlah tantangan karena sebagian besar aktor yang terlibat masih tergolong baru dalam dunia teater. Kondisi tersebut menuntut adanya pendalaman karakter dan latihan yang lebih intensif selama masa persiapan.
“Karena di studi pentas ini aktor-aktornya masih baru, jadi butuh pemahaman dan latihan ekstra. Saya sendiri juga baru menjadi sutradara di studi pentas ini, sehingga masih dalam tahap penyesuaian sebagai penggarap,” ujar Dea.
Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua setengah bulan melalui latihan rutin serta proses pendalaman karakter setiap tokoh. Seluruh tim produksi bekerja sama untuk menghadirkan pertunjukan yang mampu menyampaikan pesan emosional kepada penonton.
Sementara itu, Pimpinan Produksi, Fanny Tamara, menyampaikan bahwa tantangan terbesar selama proses produksi adalah mengubah cara berpikir dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul selama persiapan pementasan.
“Salah satu tantangan yang paling sering saya hadapi adalah bagaimana saya harus mengubah cara berpikir dan melihat suatu masalah,” kata Fanny.
Setelah pementasan Fragmen Lama, Keluarga Teater PeBei akan melanjutkan agenda berikutnya, yakni Pentas Produksi yang merupakan pementasan dengan skala lebih besar. Melalui kegiatan tersebut, Keluarga Teater PeBei berharap dapat terus berkembang, menghasilkan karya-karya yang lebih baik, serta memperkuat kekompakan, komunikasi, dan kedisiplinan tim di masa mendatang. (Dnd)
