Tim Debat UAD Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia di Pontianak

Tim Debat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 lomba debat bahasa Indonesia di Pontianak (Foto. Tim Debat UAD)
Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di kancah nasional. Delegasi UAD yang beranggotakan tiga mahasiswa lintas program studi sukses menyabet gelar Juara 2 dalam kompetisi debat bergengsi Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) PRP FKIP UNTAN 2026. Kompetisi tersebut berlangsung pada 2 hingga 6 Mei 2026 di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Tim UAD dengan nama Tim Gacoan Enak Kali Ya ini diperkuat oleh kolaborasi solid mahasiswa angkatan 2024, antara lain Farid Bagaskara dari Program Studi Sastra Inggris, Shania Ayu Salsabila dari Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Muhamad Andika dari Program Studi Teknik Industri. Kombinasi perspektif dari ranah humaniora, komunikasi, dan teknik ini terbukti menjadi senjata ampuh bagi mereka saat harus bertanding sebagai tim pro maupun kontra sesuai hasil undian di setiap ronde.
Keberhasilan ini diraih melalui proses persiapan yang sangat intensif demi menghadapi kompetisi yang ketat. “Persiapan yang saya lakukan dimulai dengan memperbanyak membaca isu-isu aktual, latihan menyusun argumentasi, memperdalam teknik rebuttal, serta melakukan simulasi debat bersama tim,” ungkap Shania.
Selain itu, mereka juga fokus mengasah kemampuan public speaking, manajemen waktu berbicara, dan memperkuat kerja sama tim. Tantangan terbesar yang mereka hadapi di arena lomba adalah keragaman karakter lawan dari berbagai universitas di Indonesia yang memiliki gaya debat unik dan berbeda.
Di antara banyaknya perdebatan, mosi mengenai isu sosial dan kebijakan publik diakui menjadi tantangan terberat karena memerlukan pemahaman yang luas serta basis data yang kuat. Shania menjelaskan bahwa strateginya adalah mengidentifikasi inti masalah, membangun argumen yang logis berbasis fakta, contoh kasus, dan teori yang relevan, serta mencari kelemahan argumen lawan untuk menyusun rebuttal yang efektif. Menariknya, bekal akademis dari bangku kuliah Ilmu Komunikasi UAD, seperti teori komunikasi, public speaking, komunikasi persuasif, dan critical thinking, memegang peran krusial dalam membangun penyampaian argumen yang jelas, terstruktur, dan meyakinkan di hadapan juri.
Pencapaian Juara 2 ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi mereka untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa mahasiswa UAD mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari dukungan penuh pihak program studi dan universitas yang memberikan fasilitas serta motivasi, serta dukungan moral dari teman-teman dan keluarga selama proses persiapan hingga kompetisi selesai. Mengakhiri sesi wawancara, Shania memberikan motivasi kepada mahasiswa lain untuk tidak ragu dalam menantang diri. “Jangan takut mencoba mengikuti kompetisi. Perbanyak membaca, latih kemampuan berpikir kritis dan public speaking, serta konsisten berlatih. Jadikan setiap kompetisi sebagai proses belajar, karena pengalaman dan evaluasi akan membantu kita terus berkembang,” pungkasnya. (Anove)
