KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan kampung hijau di Timuran, Yogyakarta (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 168 Unit II.C.1 Tahun 2026 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan program Kampung Hijau di Kampung Timuran, Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Program ini berfokus pada penghidupan kembali Gemati atau lorong sayur melalui penanaman sayuran, pemanfaatan barang bekas, dan pelibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Berbagai program pendukung juga dilaksanakan untuk memperkuat pengelolaan sampah, kesehatan lingkungan, serta kebersamaan warga.
Program Kampung Hijau diwujudkan dengan memanfaatkan galon bekas air mineral berukuran besar sebagai wadah tanam. Tanaman sayuran ditempatkan di sepanjang gang dan di depan rumah warga agar ruang terbatas di lingkungan permukiman menjadi lebih hijau sekaligus produktif. Warga dilibatkan untuk menyiram tanaman setiap sore, sedangkan mahasiswa melakukan monitoring dan evaluasi setiap tiga hari. Perawatan juga didukung dengan pemberian pupuk NPK dan penyemprotan antihama masing-masing satu kali dalam sebulan.
Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si., M.P.H., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan bidang kesehatan masyarakat karena mengoptimalkan ruang di sekitar rumah, pekarangan, dan jalan menjadi ruang hijau yang produktif.
“Lorong sayur ini tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga memanfaatkan ruang yang tersedia agar dapat menghasilkan sayuran untuk konsumsi keluarga. Pemanfaatan barang bekas sebagai pot juga menjadi upaya mendukung penghijauan di lahan sempit sekaligus memberikan nilai guna baru bagi barang yang sudah tidak terpakai,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang diusung oleh Prof. Sulistyawati, S.Si., M.P.H., Ph.D., Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si., M.P.H., dan Rokhmayanti, S.K.M., M..PH. Melalui program tersebut, mahasiswa menerapkan keilmuan kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan dengan mendorong pemanfaatan ruang serta sumber daya yang tersedia di lingkungan warga.
Ketua KKN Unit II.C.1, David Septian, menyampaikan bahwa Kampung Hijau tidak sekadar menjadi kegiatan penanaman sayuran, tetapi juga menjadi upaya untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penghijauan, pemanfaatan galon bekas, pengelolaan lingkungan, dan menghidupkan kembali Gemati.
“Warga RW 3 Kampung Timuran memiliki nilai kekeluargaan yang sangat erat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga semakin memperkuat ikatan persaudaraan antara mahasiswa dan masyarakat,” katanya.
Edukasi Lingkungan dan Pemanfaatan Sampah
Selain Kampung Hijau, mahasiswa menjalankan sejumlah program keilmuan yang mendukung pengelolaan lingkungan. Pada 5 September 2026, David Septian mengadakan edukasi pembuatan ember tumpuk bersama pengurus Gemati dan warga sekitar. Program ini memperkenalkan pemanfaatan hasil pengolahan sampah organik sebagai alternatif penyubur tanaman untuk mendukung efisiensi biaya perawatan lorong sayur.
Selanjutnya, pada 20 September 2026, Kikan Meylani dan Dian Revizani melaksanakan edukasi dan sosialisasi Gerakan Rumah Tangga Peduli Lingkungan (Gertaling) di Gemati dengan melibatkan ibu-ibu Kampung Timuran. Kegiatan tersebut mencakup edukasi rumah sehat, pentingnya kebersihan dan sirkulasi udara, serta praktik pembuatan kompos dari sampah organik dapur rumah tangga.
Upaya pengelolaan sampah juga diperkuat melalui pembuatan tempat sampah khusus plastik oleh Fernandika Pratama pada 5 Oktober 2026. Tempat sampah dibuat dari tutup ember dan kawat berbentuk kotak-kotak, kemudian ditempatkan di sejumlah titik kampung untuk mempermudah pengumpulan sampah plastik sebelum diserahkan kepada pengepul.
Sementara itu, Leo Adi Saputra mengembangkan website Kampung Timuran untuk mempermudah akses informasi kegiatan kampung dan CCTV. Pengelolaan website direncanakan untuk diserahkan kepada pemuda setempat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Bangun Kebersamaan Melalui Kegiatan Sosial dan Keagamaan
Mahasiswa KKN juga berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan masyarakat melalui tahsin bapak-bapak, tadarus ibu-ibu, pembersihan Masjid Timuran dua kali dalam sebulan, serta kegiatan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) tiga kali seminggu. Di bidang seni dan olahraga, mahasiswa bersama warga RW 3 menyelenggarakan perlombaan berupa pingpong menggunakan alat dapur, futsal menggunakan sarung, dan PlayStation (PS), dengan penghargaan bagi juara pertama, kedua, dan ketiga.
Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa KKN Unit II.C.1 menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD atas dukungan dalam pelaksanaan KKN. Apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat Kampung Timuran yang telah menerima kehadiran mahasiswa dengan baik, serta organisasi Gemati yang telah mendampingi dan membimbing mahasiswa selama menjalankan program. Keterbukaan dan kerja sama berbagai pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan dan upaya menjaga keberlanjutan program Kampung Hijau.
Rangkaian program KKN Reguler 168 Unit II.C.1 UAD ini menghubungkan penghijauan, pengelolaan sampah, edukasi kesehatan lingkungan, dan partisipasi sosial dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Melalui penghidupan kembali lorong sayur dan penguatan keterlibatan warga, mahasiswa berharap Kampung Timuran dapat menjadi lingkungan yang lebih hijau, sehat, produktif, dan memiliki semangat gotong royong yang berkelanjutan. (Mei)
