Penerjunan KKN ADI di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara

Penerjunan KKN ADI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara (Foto. KKN UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerjunkan 18 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata Ahmad Dahlan Mengabdi (KKN ADI) periode ke-160 di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Program tersebut resmi dimulai pada 15 Agustus 2026 dan akan berlangsung selama 30 hari.
Penerimaan mahasiswa KKN ADI dilakukan oleh Rektor Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) Muna Barat, Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Rektor dan jajaran pemerintah daerah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Muna Barat La Ode Darwin, S.P., beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat.
KKN ADI merupakan program yang dirancang UAD melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa), seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, untuk terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2023, KKN ADI telah menyasar sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara, mulai dari Buton Selatan, Wakatobi pada 2024, Kendari pada 2025, hingga Muna Barat pada 2026.
Pelaksanaan KKN ADI periode ke-160 tahun ini melibatkan kolaborasi lima perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi, yakni UAD, ITBKM Muna Barat, Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari), Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton), dan ITBKM Wakatobi. Total peserta yang terlibat mencapai 82 mahasiswa, terdiri atas 18 mahasiswa UAD, 32 mahasiswa ITBKM Muna Barat, 9 mahasiswa UM Kendari, 13 mahasiswa UM Buton, dan 10 mahasiswa ITBKM Wakatobi.
Sebanyak 82 peserta tersebut disebarkan ke 11 desa di Kabupaten Muna Barat, yakni Desa Sukadamai, Waturempe, Marobea, Guali, Lahaji, Waulai, Lapolea, Walelei, Latugho, Lombu Jaya, dan Wamelai. Setiap unit KKN ditempati tujuh hingga delapan mahasiswa yang berasal dari lima perguruan tinggi Muhammadiyah untuk menjalankan program kerja bersama masyarakat.
Pada pelaksanaan tahun ini, ITBKM Muna Barat bertindak sebagai panitia KKN ADI. Tim ITBKM Muna Barat bersama Rektor ITBKM Muna Barat menyiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan, termasuk pemeriksaan kondisi lokasi KKN serta koordinasi dengan pemilik rumah, kepala desa, aparat desa, dan masyarakat untuk memastikan kesiapan tempat tinggal dan kelancaran kegiatan mahasiswa.
Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyambut dan mendukung pelaksanaan KKN ADI di wilayahnya. Ia berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai program yang dilaksanakan selama KKN.
Menurutnya, pelaksanaan KKN ADI juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Muna Barat.
Kegiatan penerimaan mahasiswa KKN ADI turut dihadiri Rektor ITBKM Muna Barat Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd.; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin; Rektor UM Kendari Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., bersama Tim Humas dan LPM; perwakilan UM Buton Dr. Rasman Wijaya, M.Pd.; perwakilan ITBKM Wakatobi Yamin, S.Kom., M.Kom.; perwakilan Kapolres Muna Raya melalui Kapolsek Tiworo Kepulauan; Kepala Dinas Infokom; Sekretaris BAPPEDA Muna Barat; Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Muna Barat; unsur organisasi perangkat daerah; Ketua Badan Pembina Harian ITBKM Muna Barat; para camat dan kepala desa/lurah di wilayah KKN ADI ke-160; serta Wakil Rektor, dosen, mahasiswa ITBKM Muna Barat, dan masyarakat sekitar kampus. (Dnd)
