Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional

Hafiz Ahmad Rumalutur, wisudawan Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan segudang prestasi nasional (Foto. Hafiz)
Langkah Hafiz Ahmad Rumalutur menuju podium wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi penanda tuntasnya satu tahap penting dalam hidupnya. Bagi wisudawan asal Maluku dari Program Studi Hukum, Fakultas Hukum (FH) UAD ini, momen kelulusan tersebut merupakan wujud dari mimpi kecil yang berhasil ia capai lewat proses panjang. Di balik capaian tersebut, Hafiz membawa latar belakang cerita keluarga yang mendalam. Lahir sebagai anak kedua dari saudara kembar, ia diasuh oleh kakeknya sejak berusia satu bulan. Sosok almarhum kakek dan almarhumah neneknya menjadi figur kunci yang membesarkannya dengan kasih sayang. Gemblengan kakeknya itulah yang membentuk karakter dan kemandirian Hafiz hingga saat ini.
“Pertama, saya bersyukur dan senang karena itu juga bagian dari mimpi kecil saya yang terwujud, dan pastinya sangat bangga,” tutur Hafiz saat menceritakan perasaannya dipercaya berdiri di podium pidato mewakili seluruh wisudawan UAD. “saya juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada sosok yang telah membentuk saya, membesarkan dengan penuh kasih sayang dengan sagu yang putih nan murni, yaitu kepada almarhum kakek dan almarhumah nenek saya tercinta.” Imbuhnya.
Meskipun pada prosesi wisuda kehadiran kedua orang tuanya diwakilkan oleh paman dan bibinya karena suatu hal, Hafiz menegaskan bahwa peran paman, bibi, serta doa dari orang tua dan keluarga besarnya tetap menjadi pilar utama dalam perjalanannya di perantauan. Memulai kuliah sebagai mahasiswa angkatan 2022, Hafiz memutuskan bergabung dengan Komunitas Peradilan Semu atau Moot Court FH UAD ‘De Verlichter’. Di organisasi inilah ia ditempa melalui berbagai persiapan lomba, hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua periode 2024 hingga 2025. Proses ini melatihnya membagi waktu antara akademik dan kompetisi, hingga akhirnya lulus dengan predikat wisudawan berprestasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) gemilang.
Rangkaian prestasi tingkat nasional berhasil ia sumbangkan untuk kampus. Pada tahun 2023, ia meraih Juara 1 Kompetisi Nasional Moot Court Peradilan Militer Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung RI dan Piala Tetap Kasad 2023, Juara 2 Tarumanagara Law Fair V Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung, serta Berkas Terbaik Tarumanagara Law Fair V Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung 2023. Berlanjut pada tahun 2024, Hafiz meraih Juara 1 dalam Kompetisi Mediasi ALSA LEX WEEKS 2024 di Universitas Padjadjaran, Berkas Terbaik dalam Kompetisi Mediasi ALSA LEX WEEKS 2024 di Universitas Padjadjaran, serta Best Mediator in the ALSA LEX WEEKS 2024 Mediation Competition di Universitas Padjadjaran. Memasuki tahun 2025, ia kembali mengukir prestasi sebagai Juara 2 dalam Kompetisi Mediasi Nasional Piala Mahkamah Agung RI Ke-VI, Berkas Terbaik dalam Kompetisi Mediasi Nasional Piala Mahkamah Agung RI Ke-VI 2025, Juara 3 Kompetisi Surat Gugatan Legal Manuscript Contest 2025, Juara 1 Berkas Penasihat Hukum Terbaik National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025, serta Penasihat Hukum Terbaik National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025.
Bagi Hafiz, seluruh pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi, ambisi yang kuat, kerja keras, dan doa keluarga.
“Kerja keras tanpa ambisi yang kuat itu biasa-biasa saja, dan ambisi yang kuat tanpa kerja keras hanyalah sebuah mimpi. Akan tetapi, kerja keras ditambah ambisi yang kuat, disisipi doa, sesuatu yang besar menanti di depan sana,” tutur Hafiz mengenai prinsip yang selalu ia pegang.
Menutup masa studinya, Hafiz menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para dosen, sivitas akademika UAD, masyarakat Yogyakarta, serta organisasi daerah seperti Ikatan Pelajar Mahasiswa Seram Bagian Timur Yogyakarta dan Paguyuban Keluarga Mahasiswa Fakfak Papua se-Yogyakarta yang telah menjadi rumah keduanya. Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya ia tujukan untuk senior dan rekan di Komunitas Peradilan Semu FH UAD. Berbekal pengalaman tersebut, Hafiz kini mantap menatap langkah selanjutnya.
“Insyaallah saya mau berkarir di Jakarta mengejar cita-cita saya yakni menjadi seorang pengacara atau advokat yang menegakkan keadilan, membela yang seharusnya dibela, dan sekaligus melanjutkan studi di sana,” pungkasnya. (Anove)
