• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional

19/08/2026/in Feature /by Ard

Hafiz Ahmad Rumalutur, wisudawan Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan segudang prestasi nasional (Foto. Hafiz)

Langkah Hafiz Ahmad Rumalutur menuju podium wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi penanda tuntasnya satu tahap penting dalam hidupnya. Bagi wisudawan asal Maluku dari Program Studi Hukum, Fakultas Hukum (FH) UAD ini, momen kelulusan tersebut merupakan wujud dari mimpi kecil yang berhasil ia capai lewat proses panjang. Di balik capaian tersebut, Hafiz membawa latar belakang cerita keluarga yang mendalam. Lahir sebagai anak kedua dari saudara kembar, ia diasuh oleh kakeknya sejak berusia satu bulan. Sosok almarhum kakek dan almarhumah neneknya menjadi figur kunci yang membesarkannya dengan kasih sayang. Gemblengan kakeknya itulah yang membentuk karakter dan kemandirian Hafiz hingga saat ini.

“Pertama, saya bersyukur dan senang karena itu juga bagian dari mimpi kecil saya yang terwujud, dan pastinya sangat bangga,” tutur Hafiz saat menceritakan perasaannya dipercaya berdiri di podium pidato mewakili seluruh wisudawan UAD. “saya juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada sosok yang telah membentuk saya, membesarkan dengan penuh kasih sayang dengan sagu yang putih nan murni, yaitu kepada almarhum kakek dan almarhumah nenek saya tercinta.” Imbuhnya.

Meskipun pada prosesi wisuda kehadiran kedua orang tuanya diwakilkan oleh paman dan bibinya karena suatu hal, Hafiz menegaskan bahwa peran paman, bibi, serta doa dari orang tua dan keluarga besarnya tetap menjadi pilar utama dalam perjalanannya di perantauan. Memulai kuliah sebagai mahasiswa angkatan 2022, Hafiz memutuskan bergabung dengan Komunitas Peradilan Semu atau Moot Court FH UAD ‘De Verlichter’. Di organisasi inilah ia ditempa melalui berbagai persiapan lomba, hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua periode 2024 hingga 2025. Proses ini melatihnya membagi waktu antara akademik dan kompetisi, hingga akhirnya lulus dengan predikat wisudawan berprestasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) gemilang.

Rangkaian prestasi tingkat nasional berhasil ia sumbangkan untuk kampus. Pada tahun 2023, ia meraih Juara 1 Kompetisi Nasional Moot Court Peradilan Militer Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung RI dan Piala Tetap Kasad 2023, Juara 2 Tarumanagara Law Fair V Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung, serta Berkas Terbaik Tarumanagara Law Fair V Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung 2023. Berlanjut pada tahun 2024, Hafiz meraih Juara 1 dalam Kompetisi Mediasi ALSA LEX WEEKS 2024 di Universitas Padjadjaran, Berkas Terbaik dalam Kompetisi Mediasi ALSA LEX WEEKS 2024 di Universitas Padjadjaran, serta Best Mediator in the ALSA LEX WEEKS 2024 Mediation Competition di Universitas Padjadjaran. Memasuki tahun 2025, ia kembali mengukir prestasi sebagai Juara 2 dalam Kompetisi Mediasi Nasional Piala Mahkamah Agung RI Ke-VI, Berkas Terbaik dalam Kompetisi Mediasi Nasional Piala Mahkamah Agung RI Ke-VI 2025, Juara 3 Kompetisi Surat Gugatan Legal Manuscript Contest 2025, Juara 1 Berkas Penasihat Hukum Terbaik National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025, serta Penasihat Hukum Terbaik National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025.

Bagi Hafiz, seluruh pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi, ambisi yang kuat, kerja keras, dan doa keluarga.

“Kerja keras tanpa ambisi yang kuat itu biasa-biasa saja, dan ambisi yang kuat tanpa kerja keras hanyalah sebuah mimpi. Akan tetapi, kerja keras ditambah ambisi yang kuat, disisipi doa, sesuatu yang besar menanti di depan sana,” tutur Hafiz mengenai prinsip yang selalu ia pegang.

Menutup masa studinya, Hafiz menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para dosen, sivitas akademika UAD, masyarakat Yogyakarta, serta organisasi daerah seperti Ikatan Pelajar Mahasiswa Seram Bagian Timur Yogyakarta dan Paguyuban Keluarga Mahasiswa Fakfak Papua se-Yogyakarta yang telah menjadi rumah keduanya. Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya ia tujukan untuk senior dan rekan di Komunitas Peradilan Semu FH UAD. Berbekal pengalaman tersebut, Hafiz kini mantap menatap langkah selanjutnya.

“Insyaallah saya mau berkarir di Jakarta mengejar cita-cita saya yakni menjadi seorang pengacara atau advokat yang menegakkan keadilan, membela yang seharusnya dibela, dan sekaligus melanjutkan studi di sana,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hafiz-Ahmad-Rumalutur-wisudawan-Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-segudang-prestasi-nasional-Foto.-Hafiz.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:50:252026-08-19 08:50:25Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional

Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

08/08/2026/in Terkini /by Ard

BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Nasional (Foto. BEM FH UAD).jpg

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat: Mengawal RUU Perampasan Aset demi Keadilan Hukum, Integritas Politik, dan Kesejahteraan Ekonomi”. Bertempat di Ruang Audio Visual Muhammadiyah UAD pada Selasa, 4 Agustus 2026, kegiatan ini menghadirkan praktisi pemerintahan serta akademisi, yakni Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Hermawan, S.E., M.M. sebagai narasumber pertama dan Dekan FH UAD 2025-2026  Dr. Mufti Khakim, S.H., M.H. sebagai narasumber kedua untuk mengupas urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Indonesia.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FH UAD, Nurul Satria Abdi, S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, Nurul menegaskan bahwa seminar ini merupakan wujud pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang berbasis pada nilai-nilai AIK.

“Motivasi utama kejahatan ekonomi adalah harta. Ketika pelaku menikmati hasil tindak pidana tersebut, penegakan hukum harus hadir untuk memutus akses penikmatan aset hasil kejahatan melalui TPPU hingga digagasnya RUU Perampasan Aset,” ujar Nurul.

Pengawalan terhadap RUU yang masih dalam proses pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi atau masukan naskah akademik guna mempercepat pengesahan undang-undang, dengan catatan bahwa aset yang dirampas kelak adalah milik negara, bukan uang rakyat. Rangkaian pembukaan juga disemarakkan dengan penampilan monolog oleh mahasiswi Program Studi Hukum angkatan 2025, Fasyrasessa Almusa, yang membawakan pesan mendalam mengenai integritas, kekuasaan, dan keadilan bernegara.

Pada sesi pertama, Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Hermawan, S.E., M.M., memaparkan materi bertajuk “Implikasi RUU Perampasan Aset terhadap Perekonomian Nasional – Studi Kebijakan Anti Korupsi di Pemkot Yogyakarta”. Wawan menekankan bahwa RUU ini hadir sebagai instrumen penting untuk melengkapi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan UU TPPU.

Dalam pemaparannya, Wawan menyoroti bahwa pendekatan pemberantasan korupsi di Indonesia selama ini terlalu berorientasi pada pemidanaan badan atau penjara, padahal fokus utama seharusnya diarahkan pada pemulihan kerugian keuangan negara.

“Banyak aset hasil korupsi tidak pernah kembali ke negara karena disembunyikan lintas negara, diatasnamakan pihak lain, atau baru terungkap setelah proses pidana berakhir. Akibatnya, negara sering kali berhasil menghukum pelaku secara fisik, namun belum tentu berhasil mengembalikan kerugian keuangan negara secara optimal,” jelas Wawan.

Ia menjelaskan bahwa kendala ini semakin rumit ketika pelaku meninggal dunia, melarikan diri, atau ketika alat bukti pidana tidak cukup padahal asal-usul aset tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sah.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Dekan FH UAD periode 2025–2026 yang juga seorang Dosen Hukum Pidana FH UAD, Dr. Mufti Khakim, S.H., M.H., yang membawakan materi bertajuk “Urgensi RUU Perampasan Aset bagi Negara Darurat Korupsi”. Mufti memaparkan data lonjakan kasus korupsi yang dibarengi potensi kerugian negara bernilai fantastis, mulai dari puluhan triliun rupiah pada periode 2021 hingga 2023, bahkan melonjak drastis mencapai ratusan triliun rupiah pada tahun 2024.

“Tingkat pemulihan kerugian negara melalui pidana uang pengganti sejauh ini masih sangat minim dan berada di bawah delapan persen. Pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi sangat mendesak demi mematahkan tulang punggung finansial sindikat kejahatan serta memulihkan aset negara,” ungkap Mufti.

Dari tinjauan hukum, Mufti menjelaskan bahwa RUU Perampasan Aset mengimplementasikan konsep unexplained wealth melalui pendekatan in rem dan model civil forfeiture atau gugatan keperdataan. Pendekatan ini berfokus langsung pada objek aset yang diduga berasal dari tindak pidana, bukan pada dimensi orang atau pelakunya. Mekanisme perampasan aset tanpa pemidanaan atau non-conviction based asset forfeiture ini memungkinkan negara melakukan penyitaan secara cepat atau immediate confiscation dan menerapkan prosedur pembalikan beban pembuktian atau reversal of burden of proof, di mana pemilik aset wajib membuktikan bahwa hartanya diperoleh secara sah. Dengan begitu, penyitaan dan perampasan aset tetap dapat dilakukan meskipun tersangka meninggal dunia, melarikan diri, terganggu jiwanya dalam proses pembuktian, atau tidak ditemukannya ahli waris.

Ia juga memaparkan beberapa pasal kunci dalam draf RUU tersebut, seperti Pasal 5 ayat (2) poin a mengenai perampasan aset yang tidak seimbang dengan penghasilan atau sumber penambahan kekayaan, serta Pasal 6 ayat (1) yang merinci bahwa aset yang dapat dirampas bernilai paling sedikit seratus juta rupiah atau terkait ancaman pidana penjara empat tahun atau lebih. Seluruh proses perampasan aset nantinya wajib berjalan melalui empat tahapan sistematis, mulai dari penelusuran aset, pemblokiran oleh penyidik melalui perintah tertulis ke lembaga keuangan dengan batas waktu maksimal 30 hari dan dapat diperpanjang satu kali atas izin pengadilan negeri, penyitaan, hingga diakhiri dengan permohonan serta putusan perampasan resmi di pengadilan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Fakultas-Hukum-FH-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-Seminar-Nasional-Foto.-BEM-FH-UAD.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-08 09:00:162026-08-10 11:05:14Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

Mahasiswa Hukum UAD Raih Juara III Civil Debate Competition Tingkat Nasional

30/05/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Prodi Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara III Civil Debate Competition Tingkat Nasional (Foto. Niati)

Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim delegasi UAD berhasil meraih Juara III dalam ajang Civil Debate Competition yang diselenggarakan oleh USHP Universitas Janabadra Yogyakarta pada 27-29 April 2026.

Tim debat tersebut diketuai oleh Niati Wulandari bersama dua anggota lainnya, yakni Rizkha Dhea Anandha dan Tya Permatasari. Dalam kompetisi tersebut, para peserta dituntut untuk menguasai isu-isu hukum yang kompleks dan aktual, khususnya terkait negara, korporasi, dan kedaulatan dalam perspektif hukum perdata.

Atas pencapaian tersebut, tim mengaku merasa sangat bersyukur dan bangga karena berhasil membawa nama baik UAD di tengah persaingan ketat antarperguruan tinggi di Indonesia. “Perasaan kami tentu sangat bersyukur, bangga, dan lega. Perjalanan  untuk mencapai posisi Juara III di tingkat nasional ini tidak mudah karena kami harus bersaing dengan talenta-talenta hebat dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Rizkha.

Mereka menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan persiapan intensif yang dilakukan menjelang perlombaan. Meskipun mendaftar pada hari terakhir penutupan pendaftaran, tim tetap memaksimalkan persiapan melalui penguatan riset literatur, simulasi debat internal, serta pembahasan berbagai isu kontemporer yang berkaitan dengan mosi debat.

Selain itu, tim juga mempersiapkan strategi argumentasi dengan menggunakan metode AREL (Assertion, Reasoning, Evidence, Link-back) secara disiplin. Metode tersebut membantu tim dalam menyusun argumen yang sistematis, logis, serta didukung data dan dasar hukum yang kuat.

“Kami memastikan setiap argumen memiliki analisis yang jelas, didukung bukti konkret, dan tetap relevan dengan amanat mosi,” tandas Tya.

Selama perlombaan berlangsung, tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah ketika harus menghadapi interupsi atau Point of Information (POI) dari lawan debat secara tiba-tiba. Situasi tersebut menuntut peserta untuk tetap tenang, berpikir cepat, serta mampu memberikan sanggahan tanpa merusak struktur argumentasi yang telah dibangun.

Meski demikian, pengalaman paling berkesan justru terjadi pada babak penentuan juara. Saat itu, tim mendapatkan posisi pro pada mosi yang bukan menjadi zona nyaman mereka sehingga harus menyusun strategi dan sudut pandang baru dalam waktu singkat.

“Momen itu sangat menegangkan sekaligus seru karena kami harus benar-benar saling mendukung satu sama lain. Yang paling membuat kami terkejut adalah saat pengumuman perebutan Juara III,” ungkap Niati.

Keberhasilan tersebut tidak membuat tim cepat berpuas diri. Mereka berharap prestasi ini dapat menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, public speaking, serta analisis hukum dalam menghadapi kompetisi berikutnya.

“Kami ingin terus berkembang dan semoga pada kompetisi berikutnya bisa membawa pulang juara pertama serta terus mengharumkan nama almamater Universitas Ahmad Dahlan,” tambahnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Juara-III-Civil-Debate-Competition-Tingkat-Nasional-Foto.-Niati.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-30 08:00:392026-06-02 09:42:07Mahasiswa Hukum UAD Raih Juara III Civil Debate Competition Tingkat Nasional

Mahasiswa Hukum UAD Raih Juara II dalam Kejuaraan National Abstract Competition 2025

17/12/2025/in Prestasi /by Ard

Muh. Syah Quddus, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD)(Foto. salsya)

Muh. Syah Quddus, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menorehkan prestasi dalam bidang kepenulisan dengan meraih Juara II National Abstract Competition.

Acara ini diadakan dalam rangkaian kegiatan Seridikum & Jurisinvest yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Asian Law Student Association (ALSA) Observer Universitas Lampung. Kejuaraan tersebut diadakan pada 6–8 Desember 2025 dan kemenangan diumumkan pada 10 Desember 2025.

Lomba yang diikuti oleh Quddus memiliki korelasi yang kuat dengan latar belakangnya sebagai mahasiswa hukum. Hal ini dapat dilihat dari judul yang diusung, yakni “Pertanggungjawaban Hukum Pelaku Tindak Pidana Perbankan yang Menyebabkan Bank Gagal”.

Pengangkatan judul tersebut bertujuan untuk menerapkan pengetahuan hukum dalam menganalisis kasus-kasus nyata, serta mengembangkan kemampuan analitis dan pemikiran kritis dalam menghadapi isu-isu hukum yang kompleks, khususnya dalam bidang hukum perbankan dan hukum ekonomi.

Ia mempersiapkan lomba dalam kurun waktu yang sangat singkat, hanya sekitar dua hari sejak lomba tersebut disosialisasikan.

“Saya mempersiapkan lomba tersebut kurang lebih sekitar dua hari dengan mulai membaca literatur sebanyak-banyaknya untuk menemukan ide dan gagasan yang sesuai dengan tema besar lomba. Termasuk data awal yang relevan serta kredibel untuk mendukung karya (abstrak),” ujar Quddus.

Quddus aktif mengikuti beberapa ajang kejuaraan dalam bidang kepenulisan untuk mengembangkan potensi dalam dirinya. Ia berharap kemenangan ini mampu menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang memiliki pemikiran konstruktif dan berbasis problem solving.

“Saya berharap, semoga prestasi ini menjadi motivasi saya untuk terus belajar dan berani bersaing dalam mengikuti setiap ajang kejuaraan. Saya juga tidak berhenti di sini. Saya akan terus berjuang dan menjadi pribadi yang memiliki pemikiran konstruktif dan berbasis problem solving,” tutup Quddus. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muh.-Syah-Quddus-mahasiswa-Fakultas-Hukum-FH-Universitas-Ahmad-Dahlan-UADFoto.-salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-17 09:55:362025-12-17 09:55:36Mahasiswa Hukum UAD Raih Juara II dalam Kejuaraan National Abstract Competition 2025

Ganda Putra Badminton UAD Tembus Tiga Besar pada Kompetisi BCC Tingkat DIY–Jateng

24/11/2025/in Prestasi /by Ard

Irfan Setiawan dan Bagus Nugroho, UKM Badminton Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. UKM Badminton UAD)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Badminton Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pasangan ganda putra Irfan Setiawan (Prodi Manajemen) dan Bagus Nugroho (Prodi Hukum) berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Badminton Chemical Competition (BCC) tingkat DIY–Jateng yang diselenggarakan pada 18–19 Oktober 2025 di GOR Sadewa.

Prestasi ini tidak lepas dari persiapan intensif yang dilakukan keduanya. Selain mengikuti latihan rutin UKM, Irfan dan Bagus juga melakukan latihan tambahan di luar jadwal resmi, dibantu oleh tim coaching staff UKM Badminton yang turut terlibat dalam peningkatan strategi dan teknik permainan.

Motivasi mereka mengikuti kompetisi ini cukup kuat. Selain karena kelas perlombaannya yang bergengsi di tingkat DIY–Jateng, keduanya juga ingin memperoleh pengalaman baru dan menantang diri melalui pertandingan yang kompetitif. Turnamen ini sendiri menjadi ajang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik, terutama dalam mengatur strategi permainan, kecepatan, dan ketepatan pukulan. Para pemain saling beradu teknik dan fokus untuk meraih poin serta memenangkan pertandingan.

Usai meraih Juara 3, Irfan menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. “Saya senang dan bersyukur. Usaha dan latihan yang saya lakukan akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya. Sementara itu, Bagus menuturkan bahwa mengikuti kompetisi ini memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus menantang. Ia merasa banyak belajar mengenai disiplin, fokus, dan kerja sama, yang membuatnya semakin percaya diri dan termotivasi untuk terus berkembang.

Sebagai pesan penutup, para peraih juara ini berharap pengalaman mereka dapat menginspirasi mahasiswa lain agar berani mencoba hal-hal baru, aktif mengikuti kompetisi, serta turut mengharumkan nama kampus melalui prestasi. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Irfan-Setiawan-dan-Bagus-Nugroho-UKM-Badminton-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-UKM-Badminton-UAD-.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-24 10:08:412025-11-24 10:08:41Ganda Putra Badminton UAD Tembus Tiga Besar pada Kompetisi BCC Tingkat DIY–Jateng

Mahasiswa FH UAD Raih 2 Prestasi dalam Kompetisi Pugnator Yogyakarta Sport Tourism Taekwondo International Championship 2025

10/11/2025/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa FH Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih 2 Prestasi dalam Kompetisi Pugnator Yogyakarta Sport Tourism Taekwondo International Championship 2025 (Foto. Salsya)

Raden Roro Dinda Florensia Kusuma Salindra, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), meraih 2 prestasi, di antaranya: Juara Umum III Professional Class Category dan Gold Medal U-53 kg Senior Putri, dalam Kompetisi Pugnator Yogyakarta Sport Tourism Taekwondo International Championship 2025 yang dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Pugnator Sport Event pada 3–5 Oktober 2025, yang bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan Pengurus Daerah Taekwondo Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Pengda TI DIY). Dinda mendapat kesempatan mengikuti kompetisi tersebut untuk mewakili universitas di event internasional dengan harapan mampu mencetak lebih banyak prestasi untuk mengharumkan nama baik UAD, terkhusus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo.

Dinda saat ini dipercaya menjadi sekretaris yang merupakan bagian dari pengurus inti dari UKM Taekwondo, sehingga ia merasa cukup sulit untuk membagi waktu antara akademik maupun nonakademik serta harus mampu menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama rangkaian persiapan hingga pertandingan dimulai.

“Dalam mengikuti lomba kali ini, tantangan terbesar saya adalah membagi waktu antara latihan, kuliah, dan tanggung jawab organisasi. Selain itu, menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama rangkaian persiapan hingga pertandingan menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan dukungan dari keluarga, pelatih, teman, dan tekad saya untuk memberikan hasil yang terbaik, tantangan tersebut mampu saya hadapi dengan baik,” ungkap Dinda.

Kemenangan ini menjadi motivasi bagi Dinda untuk terus berkembang, bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai mahasiswa yang membawa nama baik universitas. “Saya berharap prestasi ini dapat membuka peluang lebih besar untuk bertanding di tingkat nasional maupun internasional lainnya, sehingga dapat terus mencetak prestasi yang membanggakan,” tutupnya. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-FH-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Raih-2-Prestasi-dalam-Kompetisi-Pugnator-Yogyakarta-Sport-Tourism-Taekwondo-International-Championship-2025-Foto.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-10 11:37:072025-11-10 11:37:07Mahasiswa FH UAD Raih 2 Prestasi dalam Kompetisi Pugnator Yogyakarta Sport Tourism Taekwondo International Championship 2025

KPS FH UAD Raih Juara II dalam Kompetisi Surat Gugatan Lokajaya Law Fair 2025

07/11/2025/in Prestasi /by Ard

KPS FH Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih Juara II dalam Kompetisi Surat Gugatan Lokajaya Law Fair 2025 (Foto. Salsya)

Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara II dalam Kompetisi Surat Gugatan Lokajaya Law Fair 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada bulan April–Juli 2025. Tema yang diusung dalam kompetisi tersebut, yakni “Menghadapi Degradasi Lingkungan melalui Hukum: Regulasi dan Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Lingkungan”.

Anggota yang tergabung dalam kompetisi Lokajaya Law Fair 2025 di antaranya, Daffa Aryan Saputra, Firstyna Nur Sarah, Ilham Burhanuddin, Kusni Rati, dan Aulia Zahra Ananta. Kompetisi ini merupakan rangkaian acara untuk menunjukkan skill dalam menyusun surat gugatan perdata secara sistematis, tersusun, dan sesuai dengan kaidah hukum acara perdata.

“Kami mengikuti kejuaraan ini guna melatih kemampuan dalam merancang surat gugatan perdata secara terstruktur, dengan capaian untuk mengukur seberapa jauh skill kami dalam membuat surat gugatan,” ujar Ika selaku ketua KPS FH UAD.

Persiapan yang dibutuhkan oleh tim KPS FH UAD dalam menyusun surat gugatan kurang lebih berkisar satu setengah bulan. Waktu yang terhitung singkat, namun tidak membuat semangat tim KPS FH UAD surut. “Kami mempersiapkan kompetisi ini dalam waktu satu setengah bulan, waktu yang terbilang singkat, namun tidak membuat kami patah semangat,” tambah Ika.

“Harapannya, semoga kejuaraan yang kami raih mampu mengharumkan nama baik UAD, khususnya KPS FH UAD. Kami juga berharap agar dapat terus memberikan segudang prestasi baik di kancah nasional maupun internasional, untuk meningkatkan intelektualitas secara totalitas,” tutup Ika. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KPS-FH-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meraih-Juara-II-dalam-Kompetisi-Surat-Gugatan-Lokajaya-Law-Fair-2025-Foto.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-07 11:40:242025-11-07 11:40:24KPS FH UAD Raih Juara II dalam Kompetisi Surat Gugatan Lokajaya Law Fair 2025

KPS FH UAD Raih 6 Prestasi dalam Kompetisi NMCC AHT 2025

30/10/2025/in Prestasi /by Ard

KPS FH UAD Cetak Kejuaraan Raih 6 Prestasi dalam Kompetisi NMCC AHT 2025 (Foto.salsya)

Delegasi Harayap dari Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memberikan prestasi dalam ajang kejuaraan National Moot Court Competition Anti Human Trafficking (NMCC AHT) Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025 yang dilaksanakan pada bulan Maret–Oktober 2025, dengan meraih 6 prestasi sekaligus.

Prestasi yang diraih di antaranya, majelis hakim terbaik, penasihat hukum terbaik, penuntut umum terbaik, saksi, ahli, dan terdakwa terbaik. Kemudian, berkas hakim terbaik, serta berkas penasihat hukum terbaik.

Delegasi Harayap beranggotakan 21 orang, yakni Ilham Burhanuddin, Ika Arifatun, Hafiz Ahmad Rumalutur, Shofi Aulia, Nickyta Nova Riana, Gilang Pandya Adhiyatma, Shandy Kurnia, Salsabila Bilqiesh, Kusni Rati, Yulia Putri, Fitri Putri, Fristyna Nur, Daffa Aryan, Ananda Putri, Muhammad Naufal, Nesya Putri, Naila Hasnal, Juwita Silva, Ferliantika Chusnul, Bunga Amalia, dan Muhammad Zainul Fikri.

Persiapan yang dilaksanakan oleh Delegasi Harayap kurang lebih 7 bulan dengan riset mendalam di kalangan praktisi maupun akademisi. “Persiapan yang kami lakukan, kurang lebih selama 7 bulan dengan harapan mampu membawa nama baik UAD, khususnya KPS FH UAD. Waktu tersebut bisa dikatakan tidak cepat, karena proses dalam perlombaan dimulai dari pemberkasan hingga simulasi pelaksanaan sidang memerlukan banyak waktu,” ujar Ika selaku Ketua KPS FH UAD.

Prestasi yang didapatkan dari KPS FH UAD diharapkan mampu menjadi batu loncatan untuk berkembang menjadi lebih baik dan mampu meraih penghargaan di setiap kompetisi. “Harapan kami, semoga setiap kejuaraan yang kami ikuti, bisa menambah banyak pengalaman dan menjadi lebih sigap dalam mempersiapkan secara matang terhadap kompetisi yang akan kita ikuti selanjutnya, dengan tujuan meraih prestasi dan membanggakan nama baik UAD maupun KPS FH UAD,” tutup Ika. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KPS-FH-UAD-Cetak-Kejuaraan-Raih-6-Prestasi-dalam-Kompetisi-NMCC-AHT-2025-Foto.salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-10-30 10:27:192025-10-30 10:27:19KPS FH UAD Raih 6 Prestasi dalam Kompetisi NMCC AHT 2025

Tim LLC FH UAD Raih Juara I dalam Ajang National Call for Paper & Conference 2025

29/10/2025/in Prestasi /by Ard

Tim LLC FH Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peraih Juara 1 dalam Ajang National Call for Paper & Conference 2025 (Foto. Salsya)

Fiqhnomics Group yang beranggotakan Muh. Syah Quddus, Ahmad Nur Juniyanto, dan Raja Rasih Harianty Andina dari Lantern Law Community (LLC) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), meraih Juara I dalam ajang National Call for Paper & Conference 2025. Lomba tersebut diadakan oleh Fakultas Keislaman, Universitas Trunojoyo Madura pada 24–27 Oktober 2025.

Judul paper yang diusung pun menarik banyak perhatian dari para audiens, yakni “Fiqhnomics.id: Platform Digital Edukasi Hukum dan Ekonomi Syariah Berbasis AI untuk Generasi Muda Muslim sebagai Agen Ekonomi Halal Masa Depan”. Pasalnya, judul tersebut sangat relevan dengan kebutuhan zaman saat ini untuk menunjukkan inovasi dalam pengembangan sumber daya edukasi yang sesuai dengan karakteristik generasi muda Muslim, sekaligus memanfaatkan teknologi AI.

Persiapan yang dilakukan oleh Fiqhnomics Group dalam mengikuti ajang kejuaraan ini terbilang singkat, terlebih tema utama kompetisi ini mengenai bidang ekonomi Islam/syariah, sedangkan Fiqhnomics Group berfokus terhadap bidang hukum. Sehingga dengan adanya kesenjangan background dalam perkuliahan, akan menambah biaya kecemasan Fiqhnomics Group dalam menulis paper.

“Waktu persiapan kami terbilang sangat singkat, ditambah tema utama dalam lomba tersebut memiliki perbedaan fokus dalam kuliah yang kami tempuh, sehingga seharusnya memerlukan waktu yang cukup lama untuk membuat paper tersebut,” ungkap Quddus.

“Persiapan kami terhitung dua bulan dari bulan September sampai Oktober. Bulan pertama kami gunakan untuk menulis paper, dan bulan kedua untuk mempresentasikan paper kami. Dua bulan bukan merupakan waktu yang lama, tetapi kami bisa membuktikan bahwa kami tetap mampu bersaing dengan tema yang memiliki perbedaan fokus pada bidang kami,” tambah Quddus.

Kejuaraan yang didapatkan oleh Fiqhnomics Group bukan menjadi akhir dari perjalanan, justru itu adalah tahap awal untuk terus meng-upgrade diri dan kemampuan agar mampu menciptakan prestasi dengan skala lebih besar. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-LLC-FH-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Peraih-Juara-1-dalam-Ajang-National-Call-for-Paper-Conference-2025-Foto.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-10-29 13:21:472025-10-29 13:21:47Tim LLC FH UAD Raih Juara I dalam Ajang National Call for Paper & Conference 2025

Alumni FH UAD Ciptakan Karya Tulis dalam Bentuk Buku

29/10/2025/in Terkini /by Ard

2 Alumni FH Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Ciptakan Karya Tulis dalam Bentuk Buku dengan Pembahasan yang Ciamik (Foto. Salsya)

Dua alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Khotibul Umam dan Mohd. Ikbal Efer, menciptakan karya tulis dalam bentuk buku berjudul “Catatan-Catatan Pembaruan Hukum Pidana Formil” yang diterbitkan oleh Pustaka Hukum pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Buku tersebut disusun sebagai bentuk partisipatif terhadap jalannya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Selain itu, buku tersebut disusun sebagai bentuk perayaan akan lahirnya hukum acara pidana yang baru. Perayaan ini menegaskan kembali bahwa hukum acara pidana secara filosofis bertujuan untuk mencegah dan membatasi kesewenang-wenangan penegakan hukum serta untuk melindungi hak-hak setiap orang.

Mau tidak mau, suka tidak suka, KUHAP haruslah selesai dibuat dan disahkan sebelum UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) berlaku. Berdasarkan Pasal 624 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP berbunyi, “Undang-Undang ini mulai berlaku setelah 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal diundangkan.”

Dengan demikian, pemberlakuan KUHP Nasional (hukum pidana materiil) pada tahun 2026 tidak dapat dilaksanakan apabila tidak ada KUHAP (hukum pidana formil) yang telah menyesuaikan diri terhadap KUHP, karena hukum pidana formil merupakan hukum untuk melaksanakan hukum pidana materiil.

“Kami berharap, seluruh mahasiswa maupun dosen UAD untuk terus mengkaji pembaruan hukum pidana, baik terhadap KUHP Nasional maupun terhadap KUHAP. Hal ini sebagai penegasan kembali bahwa UAD turut andil dalam memformulasikan pembaruan hukum dan selalu menciptakan insan akademis yang bermanfaat bagi bangsa dan masa depan hukum Indonesia,” ungkap Ikbal.

Pembaruan hukum tidak hanya sebatas memperbarui kata-kata ataupun konsep semata, melainkan harus mengubah ke arah yang lebih baik dan konkret. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/2-Alumni-FH-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Ciptakan-Karya-Tulis-dalam-Bentuk-Buku-dengan-Pembahasan-yang-Ciamik-Foto.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-10-29 13:09:112025-10-29 13:09:11Alumni FH UAD Ciptakan Karya Tulis dalam Bentuk Buku
Page 1 of 11123›»

TERKINI

  • KKN Dahlan Muda Gandeng LazisMu DIY Hibahkan Al-Qur’an di Mentawai08/09/2026
  • Mahasiswa PLP-KKN UAD Kenalkan AI untuk Tingkatkan Kompetensi Guru08/09/2026
  • Ekspedisi Dahlan Muda: Ikhtiar BEM UAD Menyalakan Asa Pendidikan di Mentawai08/09/2026
  • Mahasiswa PPG PPKn UAD Hadirkan “Bhinneka Ria” di TPA An-Noer08/09/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal di Salamrejo08/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026
  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026
  • Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat27/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top