HISKI UAD Gelar Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak di Caturharjo, Bantul

HISKI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar apresiasi penulisan naskah ketoprak di Caturharjo, Bantul (Foto. Hiski UAD)
Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Kalurahan Caturharjo menyelenggarakan Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak bagi Pemuda-Pemudi Karang Taruna Caturharjo pada 10 Juli 2026 di Pendopo Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pendampingan penulisan naskah ketoprak yang bertujuan menumbuhkan kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat upaya pelestarian seni budaya lokal melalui karya sastra.
Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Caturharjo, Wasdiyanto, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada HISKI Komisariat UAD atas kolaborasi yang telah membuka ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, ketoprak tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pewarisan nilai-nilai kehidupan, sejarah, dan karakter masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan oleh Sudiono, penggerak budaya sekaligus tokoh masyarakat Caturharjo. Ia menilai bahwa keterlibatan pemuda dalam proses kreatif penulisan naskah merupakan langkah penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi. Melalui karya yang lahir dari tangan generasi muda, budaya lokal akan terus hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., Ketua HISKI Komisariat UAD sekaligus Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam sambutannya, Yosi menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan menulis, tetapi juga memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai akademik dan budaya sekaligus memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual.
“Kami berharap para pemuda tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi pencipta dan penjaga budaya. Ketika sebuah cerita berhasil ditulis, didokumentasikan, dan dilindungi melalui hak cipta, warisan budaya memiliki peluang lebih besar untuk terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Yosi.
Suasana apresiasi berlangsung hangat ketika para peserta secara bergantian mempresentasikan dan membacakan sinopsis naskah ketoprak yang telah mereka susun. Tiga karya yang dihasilkan dalam program ini, yaitu Labuh Bakti ing Samparan, Babad Korowelang, dan Crahing Ati: Pecahing Desa, memperlihatkan kemampuan para pemuda dalam mengangkat sejarah lokal, nilai pengabdian, dinamika kehidupan masyarakat, hingga konflik sosial yang dikemas dalam bentuk cerita ketoprak yang sarat pesan moral.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas peserta, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan serta sertifikat Hak Cipta kepada para penulis naskah. Penyerahan tersebut menjadi bukti bahwa karya sastra tradisional juga memiliki nilai intelektual yang patut dihargai dan dilindungi secara hukum.
Sebagai tindak lanjut program, ketiga naskah ketoprak beserta dokumen hak ciptanya akan dipublikasikan melalui website resmi Kalurahan Caturharjo. Publikasi ini diharapkan menjadi arsip digital budaya yang dapat diakses masyarakat luas sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mencintai budaya daerah.
Melalui sinergi antara HISKI Komisariat UAD dan Kalurahan Caturharjo, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan literasi budaya. Tidak hanya melahirkan karya sastra baru, program ini juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga warisan budaya bangsa. (Mei)
