Mahasiswa UAD Borong Tiga Penghargaan dalam Lomba National Essay & Business Plan Catalyst Future Competition

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih tiga penghargaan pada lomba bertaraf nasional (Foto. Mawar)
Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang National Essay & Business Plan Catalyst Future Competition yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEKTA) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Andalas (UNAND), tim UAD berhasil meraih Juara I Best Idea, Juara I Business Plan, dan Gold Medal Business Plan.
Kompetisi yang berlangsung di Universitas Andalas, Padang, pada 22-25 Mei 2026 tersebut diikuti oleh berbagai mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia. Tim UAD terdiri atas Rizal Agus Setiawan dari Program Studi Bisnis Jasa Makanan sebagai ketua tim, Farid Bagaskara dari Program Studi Sastra Inggris, serta Muhamad Andika dari Program Studi Teknik Industri.
Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif berjudul “MUSHPATTY: Inovasi Produk Meat Analog dengan Memanfaatkan Ampas Tahu Difortifikasi Edible Mushroom dan Serealia Menggunakan Teknologi Enzimatis Microbial Transglutaminase (MTG)”. Inovasi ini menawarkan alternatif pangan berkelanjutan berupa patty nabati yang memanfaatkan ampas tahu sebagai bahan utama, kemudian diperkaya dengan jamur tiram, jamur kuping, kacang koro benguk, kacang koro padang, dan kacang merah.
Melalui pemanfaatan limbah industri tahu yang selama ini kurang termanfaatkan, MUSHPATTY hadir sebagai produk meat analog yang memiliki nilai gizi tinggi sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan limbah pangan. Penggunaan teknologi enzimatis Microbial Transglutaminase (MTG) juga menjadi nilai tambah karena mampu memperbaiki tekstur dan karakteristik produk sehingga menyerupai produk berbasis daging.
Ketua tim, Rizal Agus Setiawan, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian yang berhasil diraih. “Alhamdulillah, kami sangat senang dan bangga bisa meraih tiga penghargaan sekaligus. Tentunya kami juga terharu karena seluruh usaha dan proses yang telah dilalui akhirnya terbayarkan dengan hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Di balik keberhasilan tersebut, tim menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mengatur waktu persiapan. Beberapa anggota tim diketahui masih mengikuti kompetisi lain sehingga proses penyusunan karya harus dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, pada tahap final hanya satu anggota tim yang dapat hadir secara langsung di Padang untuk melakukan presentasi.
“Tantangan terbesar kami adalah pembagian waktu karena masing-masing anggota memiliki kesibukan dan kompetisi yang berbeda. Selain itu, kami hanya dapat mengirimkan satu perwakilan untuk melakukan presentasi secara langsung yaitu Farid Bagaskara. Namun, alhamdulillah hasil yang diperoleh tetap sesuai harapan meskipun sempat terjadi beberapa kendala komunikasi selama persiapan,” jelas Rizal.
Sementara itu, Farid Bagaskara mengaku kompetisi ini memberikan pengalaman berharga karena menjadi pengalaman pertamanya mengikuti lomba di bidang business plan sekaligus pertama kali bepergian sendiri ke luar Pulau Jawa untuk mengikuti kompetisi. “Awalnya saya cukup ragu dan takut jika hasilnya tidak sesuai harapan. Namun, pengalaman bertemu peserta dari berbagai daerah dan perguruan tinggi lain menjadi hal yang sangat berkesan. Alhamdulillah, hasil yang diperoleh juga sangat memuaskan,” ungkapnya.
Tim berharap inovasi MUSHPATTY dapat terus dikembangkan sebagai alternatif pangan sehat dan berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah pangan.
Kepada mahasiswa lain, Bagas berpesan agar tidak takut mencoba berbagai peluang yang ada. “Jika kalian ragu, coba saja terlebih dahulu. Gagal itu urusan belakangan, tetapi kesempatan tidak selalu datang dua kali. Carilah lingkungan yang positif agar dapat saling memotivasi dan mendorong diri menjadi lebih baik ke depannya,” tuturnya. (Mawar)
