Angkat Etnomedisin Suku Osing, Mahasiswa PSDIF UAD Raih Gelar Doktor dengan IPK Sempurna

Khrisna Agung Cendekiawan (kanan) mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) usai sidang promosi doktor (Foto. HUMAS UAD)
Program Studi Doktor Ilmu Farmasi (PSDIF) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali meluluskan doktor baru. Ia adalah apt. Khrisna Agung Cendekiawan, S.Farm., M.Farm., M.Kes., mahasiswa angkatan 2024 yang menuntaskan sidang promosi doktor pada Selasa, 3 November 2026, di Ruang Auditorium A Lantai 3 Kampus III UAD.
Sidang dipimpin Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si., dengan Dr. apt. Kintoko, M.Sc., dan Dr. drh. Sapto Yuliani, M.P., sebagai pembimbing. Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, M.Si., dari Universitas Gadjah Mada serta Prof. Dr. apt. Nanik Sulistyani, M.Si., menjadi penguji.
Dalam sidang tersebut, Khrisna mempertahankan disertasi berjudul “Integrasi Studi Etnomedisin Suku Osing Banyuwangi dalam Pengembangan Tisane Poliherbal Antidiare secara In Silico dan In Vivo”. Penelitian ini berangkat dari pengetahuan pengobatan tradisional masyarakat Suku Osing di Desa Banjar dan Desa Licin, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, yang digali melalui wawancara dengan 34 informan.
Studi tersebut mengidentifikasi sembilan tanaman yang digunakan untuk mengatasi diare. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun sirih (Piper betle L.) dipilih sebagai bahan utama karena memiliki nilai Use Value tertinggi, yakni 2,44 dan 1,11. Formula optimum tisane terdiri atas 84,23 persen daun jambu biji dan 15,77 persen daun sirih. Pengujian pada tikus menunjukkan formula ini menghambat motilitas usus, sementara uji toksisitas akut tidak menemukan tanda toksisitas klinis.
Khrisna lulus dengan indeks prestasi kumulatif 4,00 dalam masa studi 2 tahun 2 bulan 3 hari dan menempuh 48 SKS. Selama kuliah, ia menerbitkan 12 jurnal serta memperoleh sertifikat hak cipta dan sertifikat merek.
Sementara itu, perwakilan Universitas dr. Soebandi Jember menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing, penguji, dan keluarga. Menurutnya, capaian akademik Khrisna menjadi motivasi bagi sivitas akademika. Ia pun berharap Khrisna segera kembali berkontribusi di kampus asalnya.
Dalam kesan dan pesannya, pembimbing utama, Dr. apt. Kintoko, M.Sc., mengisahkan bahwa Khrisna sempat menanyakan apakah studinya bisa selesai dalam dua tahun. Padahal, target yang ditetapkan hanya satu publikasi per semester, sedangkan Khrisna menghasilkan 12 publikasi. Dengan 1.065 etnis di Indonesia, Kintoko berharap penelitian ini menjadi role model bagi etnis lain. “Ini satu capaian yang luar biasa dan patut menjadi kebanggaan kita,” katanya.
Di akhir sesi, Khrisna menyampaikan terima kasih kepada para pembimbing, penguji, kampus tempatnya bekerja, serta istri dan anak-anaknya. Ia mengakui penelitiannya masih memiliki kekurangan dan siap menindaklanjuti setiap masukan. Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen PSDIF UAD dalam melahirkan ilmuwan farmasi bahan alam yang berdaya saing. (Ito)
