• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 2026

15/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III penulisan naskah lakon Peksimiprov 2026 (Foto. Rizkyana)

Prestasi membanggakan berhasil diukir oleh Rizkyana Iswahyuni, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2022 Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rizkyana sukses menyabet Juara 3 dalam tangkai lomba Penulisan Naskah Lakon pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Provinsi (Peksimiprov) 2026 yang berlangsung dari 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Dalam kompetisi ini, UAD juga bertindak sebagai tuan rumah khusus untuk tangkai lomba kepenulisan yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 lalu.

Melalui karya naskah lakonnya, Rizkyana mengangkat interpretasi mendalam mengenai esensi sebuah “rumah”. Baginya, rumah tidak melulu soal bangunan fisik, melainkan sebuah ruang komunal seperti kampung halaman yang menjadi tempat bernaung bersama. Terinspirasi dari realitas para perantau yang enggan pulang karena daerah asalnya dinilai kurang mendukung keberlangsungan hidup, ia menggambarkan sebuah perkampungan yang perlahan runtuh akibat sang pemimpin kehilangan harapan hingga berdampak pada warga di kampungnya. Bahkan pada bagian akhir naskah, Rizkyana menggambarkan kemungkinan warga berubah menjadi kaum miskin kota yang tidak lagi memiliki kampung untuk kembali.

“Pesan utama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa ketika sebuah rumah tidak lagi mampu memberikan harapan bagi penghuninya, maka yang hilang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga identitas dan masa depan generasi berikutnya,” ungkap Rizkyana.

Keunikan lain dari naskah ini terletak pada representasi karakter “Ibu”. Bukannya menghadirkan sosok ibu biologis, Rizkyana justru memanifestasikan figur keibuan melalui tokoh Bu Guru. Dalam pandangannya, esensi seorang ibu melekat pada siapa saja yang merawat, mendidik, dan menumbuhkan kehidupan tanpa pamrih. Tokoh Bu Guru di naskah karya Rizkyana tidak hanya mengajar baca, tulis, dan hitung, tetapi juga berjuang menjaga martabat, nilai-nilai, dan masa depan kampung yang sedang kehilangan arah.

Perjalanan Rizkyana meraih juara tentu tidak instan dan penuh dengan tantangan emosional. Ia mengaku sempat kesulitan menjaga fokus akibat padatnya jadwal yang bertumpuk antara bimbingan skripsi, bimbingan menulis lakon, hingga latihan teater.

“Tantangan terbesar, jujur saja ada pada diri sendiri yang kerapkali kepusingan dengan jadwal yang bertumpuk, ada bimbingan skripsi, bimbingan menulis lakon, dan latihan teater. Hal-hal itu memicu buyarnya fokus saat latihan sehingga tidak terlalu maksimal,” jelasnya mengenai kendala selama proses persiapan.

Keberhasilan ini juga tidak luput dari dukungan penuh pihak kampus UAD yang memfasilitasi pembinaan intensif bersama mentor kepenulisan. Rizkyana merasa sangat bersyukur dikelilingi oleh support system yang luar biasa, mulai dari rekan-rekan teater hingga dosen pembimbing skripsinya yang sangat pengertian dalam pembagian waktu bimbingan dan latihan. Menutup tahun terakhir kesempatannya berlaga di ajang Peksimiprov, Rizkyana mengaku sangat senang dan tidak menyangka bisa keluar sebagai juara ketiga. Alih-alih cepat puas dan langsung mementaskan karyanya, mahasiswa angkatan 2022 ini justru berencana untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan karyanya ke depan.

“Lebih baik saya rombak ulang menjadi naskah yang lebih baik lagi, karena sewaktu lomba masih ada beberapa celah keburukan, jadi baiknya rombak dulu baru nanti dipentaskan. Atau kayaknya buat naskah baru aja sih, biar makin banyak karya-karya lakon,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-penulisan-naskah-lakon-Peksimiprov-2026-Foto.-Rizkyana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-15 10:00:142026-07-16 09:09:30Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 2026

Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 2026

15/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua gelar pada ajang SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Isfha)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Isfha Aufa Na’imullah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Isfha berhasil meraih Juara III PR Campaign Kategori Best Problem Solving dan Juara II Badminton Ganda Putri yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Bagi Isfha, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengaku bersyukur karena untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi PR Campaign dan mampu meraih prestasi, sekaligus berhasil menjadi juara pada cabang badminton.

Pada kategori PR Campaign, Isfha bersama tim mengangkat kampanye bertajuk “30 Days, 30 Dreams”. Kampanye tersebut berangkat dari kepedulian terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak jalanan.

Melalui kampanye ini, tim berkolaborasi dengan The Dreamhouse Yogyakarta, sebuah Non-Governmental Organization (NGO) yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pendampingan anak-anak jalanan. Kampanye dirancang melalui platform TikTok dengan menghadirkan konten harian yang menceritakan mimpi, cita-cita, dan kehidupan anak-anak binaan selama 30 hari. Melalui strategi tersebut, tim berharap masyarakat semakin mengenal The Dreamhouse Yogyakarta sekaligus terdorong untuk memberikan perhatian terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak jalanan.

Isfha menjelaskan bahwa materi yang diperoleh selama menempuh perkuliahan di Program Studi Ilmu Komunikasi UAD menjadi bekal penting dalam menyusun strategi kampanye. Pengetahuan dasar mengenai kehumasan, penyusunan kampanye, hingga riset komunikasi membantu tim menentukan isu yang relevan dengan kondisi masyarakat di Yogyakarta. “Untuk PR Campaign, kami sudah mendapatkan dasar-dasar mengenai public relations dan penyusunan kampanye di perkuliahan. Setelah itu kami melakukan riset mengenai permasalahan yang ada di Yogyakarta hingga akhirnya memilih isu pendidikan bagi anak-anak jalanan sebagai fokus kampanye,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menghadapi Kejuaraan Badminton, Isfha melakukan latihan secara intensif. Persiapan tersebut menjadi modal penting untuk tampil maksimal selama pertandingan.

Di balik keberhasilan tersebut, Isfha menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama pada kompetisi PR Campaign. Kelompok peserta baru dibentuk pada hari pelaksanaan sehingga seluruh anggota berasal dari perguruan tinggi yang berbeda dan belum saling mengenal. Kondisi tersebut menuntut kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kerja sama yang cepat agar ide-ide yang dimiliki dapat disatukan menjadi sebuah kampanye yang utuh. “Awalnya kami tidak saling mengenal karena kelompok baru dibentuk saat hari pelaksanaan. Kami harus cepat beradaptasi, saling berdiskusi, dan membangun komunikasi melalui obrolan-obrolan sederhana hingga akhirnya bisa bekerja sama dengan baik,” tuturnya.

Selain membawa pulang prestasi, Isfha juga memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan Silaturahmi APIK PTMA 2026. Ia berkesempatan bertemu dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa serta dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai PTMA di Indonesia. Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti kegiatan study tour ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang memberikan wawasan mengenai keberagaman, toleransi, dan harmoni kehidupan beragama di Indonesia.

Menurut Isfha, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperluas relasi, memperkaya wawasan, serta mempererat silaturahmi antarmahasiswa Ilmu Komunikasi PTMA dari berbagai daerah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-dua-gelar-pada-ajang-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Isfha.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-15 08:00:172026-07-16 08:55:23Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 2026

Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026

14/07/2026/in Prestasi /by Ard

Muh. Taufik Hidayat, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih 2 gelar pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Taufik)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muh. Taufik Hidayat, berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Taufik berhasil meraih Juara II Badminton Ganda Putra dan Juara Umum II Short Semi Documentary.

Bagi Taufik, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia mengaku sangat bersyukur dapat membawa pulang dua penghargaan sekaligus, terlebih setelah pada ajang yang sama tahun sebelumnya belum berhasil meraih prestasi..

Pada kategori Short Semi Documentary, Taufik bersama tim mengangkat karya berjudul “Dingin Yang Membakar”. Film dokumenter tersebut mengangkat isu dampak penggunaan pendingin ruangan (AC) terhadap pemanasan global, khususnya di wilayah Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim ingin mengajak masyarakat melihat sisi lain dari penggunaan AC yang selama ini identik dengan kenyamanan. Di balik manfaatnya dalam menurunkan suhu ruangan, penggunaan AC juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi dan suhu lingkungan. Dampak tersebut kemudian dirasakan oleh masyarakat, terutama para pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan di tengah suhu yang semakin tinggi akibat pemanasan global.

Dalam proses produksi, Taufik berperan sebagai pewawancara narasumber. Ia bertugas menggali informasi dan pengalaman secara langsung dari narasumber agar pesan yang disampaikan dalam film terasa lebih kuat, nyata, dan mampu menggugah kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

Taufik mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi dilakukan secara sederhana. Untuk cabang badminton, ia hanya berlatih selama dua hari sebelum keberangkatan ke Jakarta. Sementara itu, pada kompetisi film dokumenter, tim hanya mempersiapkan konsep, ide, dan peralatan produksi sebelum berangkat. Hal tersebut karena seluruh proses pengambilan gambar dilakukan secara on the spot sesuai ketentuan yang baru dijelaskan saat technical meeting.

Menurut Taufik, tantangan terbesar justru muncul saat proses produksi film dokumenter. Seluruh peserta hanya diberi waktu dua hari untuk menyelesaikan proses pengambilan gambar hingga penyuntingan video. Di sisi lain, mereka juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026, seperti kunjungan media ke SCTV, city tour, dan seminar. Bahkan, pada salah satu hari pelaksanaan, Taufik juga harus bertanding pada cabang badminton ganda putra.

“Karena waktu produksi sangat terbatas, kami harus benar-benar pandai memanfaatkan waktu luang untuk mencari footage dan melakukan proses editing. Di saat yang sama saya juga mengikuti pertandingan badminton, sehingga manajemen waktu menjadi tantangan terbesar selama kompetisi,” jelasnya.

Selain membawa pulang prestasi, Taufik juga memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026. Menurutnya, kunjungan media, seminar, dan city tour memberikan wawasan baru mengenai dunia komunikasi. Namun, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Bagi Taufik, mengikuti kompetisi merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia meyakini bahwa kemampuan yang dimiliki tidak akan berkembang apabila tidak pernah diasah melalui berbagai pengalaman dan tantangan. “Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu. Selagi ada kesempatan dan kita merasa mampu, ambillah kesempatan itu. Potensi yang kita miliki harus terus diasah agar tidak berhenti berkembang,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muh.-Taufik-Hidayat-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-2-gelar-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Taufik.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:26:292026-07-14 09:33:04Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 2026

14/07/2026/in Prestasi /by Ard

Izza Nur Qoriroh Umamy mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 1 Kasau Championship 2026 (Foto. Izza)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Izza Nur Qoriroh Umamy, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2024, sukses menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 kategori Solo Kreatif Putri Dewasa dalam ajang nasional bergengsi “Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Kasau Championship 2026”.

Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI AU. Pada tahun ini, gelaran akbar tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 Juni 2026, dan dipusatkan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.

Keberhasilan menyabet podium tertinggi di tingkat nasional tentu menjadi buah manis dari kerja keras yang telah dilakukan. Izza mengungkapkan bahwa dirinya harus melalui proses latihan yang intensif demi memberikan performa terbaik di arena pertandingan. Menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah di Indonesia, Izza mengaku melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari. Kunci utama dari keberhasilannya adalah konsistensi dan kedisiplinan dalam meningkatkan intensitas persiapan fisik maupun mental.

“Persiapan khusus yang saya lakukan yaitu dengan menambah porsi latihan,” ungkap Izza saat menceritakan perjuangannya menghadapi kompetisi tersebut. Kerja keras dan tambahan porsi latihan tersebut akhirnya terbayar tuntas. Saat namanya diumumkan sebagai Juara 1 di Jakarta International Velodrome, rasa bangga dan haru tidak dapat disembunyikan.

“Saat diumumkan sebagai juara 1, tentunya saya bersyukur dan senang karena telah mendapat hasil yang maksimal,” tambahnya.

Pencapaian luar biasa yang diraih oleh Izza Nur Qoriroh Umamy ini tidak hanya mengharumkan namanya sendiri, tetapi juga membawa nama baik program studi, fakultas, dan universitas di kancah nasional. Prestasinya menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UAD, khususnya dari rumpun humaniora seperti Ilmu Komunikasi, mampu bersaing dan unggul dalam bidang non-akademik di tingkat nasional melalui kedisiplinan dan kerja keras.

Izza berharap capaian ini dapat menjadi lecutan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menggali potensi diri, berani berkompetisi, dan konsisten menembus batas kemampuan demi meraih prestasi tertinggi. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Izza-Nur-Qoriroh-Umamy-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-1-Kasau-Championship-2026-Foto.-Izza.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:10:152026-07-14 09:10:15Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 2026

Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

13/07/2026/in Prestasi /by Ard

Dandi Saputra Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 2 kompetisi esai nasional (Foto. Dandi)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dandi Saputra, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK), angkatan 2024, kembali menorehkan prestasinya dengan berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang Essay Competition Nasional 2026.

Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Perlombaan yang berlangsung maraton sejak 5 Mei hingga 10 Juni tersebut memuncak pada hari pengumuman pemenang, tepatnya pada Selasa, 11 Juni 2026. Dandi sukses mengamankan podium kedua pada kategori Sosial Budaya setelah menyisihkan berbagai karya inovatif dari mahasiswa lintas perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam karya tulisnya, Dandi membidik fenomena sosiokultural yang sangat relevan dengan realitas kontemporer, yakni pergeseran nilai-nilai komunal di tengah masyarakat modern akibat derasnya arus digitalisasi.

“Saya lebih fokus mengambil masalah tentang ‘Pudarnya Budaya Gotong Royong di Era Individualisme’. Karena menurut saya, nilai gotong royong sebagai identitas bangsa mulai bergeser dan masyarakat semakin individualistis akibat perubahan gaya hidup dan digitalisasi. Jika dibiarkan, modal sosial masyarakat dapat melemah sehingga solidaritas dan kepedulian antarsesama berkurang,” ujar Dandi saat diwawancarai.

Ide penulisan ini tidak datang dari ruang hampa. Dandi mengaku tergerak secara personal setelah mengamati langsung lingkungan sekitarnya, di mana tradisi-tradisi guyub khas nusantara kini kian langka ditemui.

“Inspirasi ini muncul ketika saya memang secara langsung melihat kegiatan sosial tersebut sudah jarang sekali ada dan terlihat di era saat ini. Dari situ saya kepikiran untuk mengangkat topik ini sebagai salah satu permasalahan sosial budaya yang cukup berdampak,” imbuhnya.

Sebagai langkah solutif atas permasalahan tersebut, Dandi menawarkan sebuah gagasan segar yang ia beri nama gagasan ‘Gotong Royong Adaptif’. Konsep ini merupakan sebuah upaya pembaruan nilai lokal agar selaras dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Singkatnya, solusi yang diberikan itu membangun model Gotong Royong Adaptif, yaitu pembaruan nilai gotong royong yang memadukan teknologi digital, pendidikan berbasis proyek sosial, serta dukungan kebijakan pemerintah agar gotong royong tetap relevan dengan gaya hidup masyarakat modern,” jelas mahasiswa berprestasi angkatan 2024 tersebut.

Kendati berhasil meraih juara, proses penyusunan esai ini diakui Dandi tidak berjalan tanpa hambatan. Ia membagikan cerita jujur mengenai dinamika internal yang dialaminya selama melakukan riset literatur dan pengumpulan data pendukung.

“Tantangan utama yang pasti melawan rasa malas untuk membaca atau mencari data pendukungnya. Sebenarnya banyak data yang bisa didapat dan data-datanya lumayan konkret serta relevan semua, namun untuk membaca dan menganalisisnya kadang sedikit malas,” akunya jujur seraya tersenyum.

Meski sempat didera kejenuhan, ketekunan Dandi akhirnya membuahkan hasil manis. Gelar juara ini ia persembahkan untuk orang-orang terdekat yang tiada henti memberikan suntikan moral, termasuk dari pihak akademisi kampus UAD.

“Yang pasti alhamdulillah saya bersyukur karena diberikan kepercayaannya untuk menyandang gelar juara tersebut. Dukungan terbesar yang pasti dari ibu saya sendiri, lalu Ibu Tanti selaku dosen yang mengasuh saya, dan teman-teman terdekat saya, karena beliau-beliau ini selalu mendukung setiap langkah yang saya ambil,” ungkap Dandi penuh rasa syukur.

Prestasi ini tidak membuat Dandi lekas berpuas diri. Ia berkomitmen agar konsep esai yang ditulisnya tidak sekadar berakhir sebagai tumpukan kertas, melainkan dapat direalisasikan ke dalam tindakan nyata di masyarakat luas melalui kolaborasi strategis.

“Rencana selanjutnya saya akan mencoba mendiskusikan ini dengan lembaga pemerintahan di tempat saya. Kemudian akan mencoba diimplementasikan dan diimprovisasikan lagi di lingkungan tempat saya tinggal nanti, semoga dengan langkah ini permasalahan tersebut akan tersolusikan,” pungkasnya optimis.

Di akhir sesi wawancara, Dandi juga menitipkan pesan mendalam sekaligus ajakan bagi seluruh rekan-rekan mahasiswa, khususnya di lingkungan UAD, untuk memperkuat kepekaan sosial serta mengambil peran aktif sebagai agen perubahan bagi bangsa.

“Saran saya mungkin generasi muda harus peka juga terhadap isu sosial budaya. Terlebih kita sebagai generasi muda juga harus menjadi penggerak jika kita menemukan isu sosial yang mungkin masih bisa kita carikan solusi. Untuk mahasiswa yang ingin berprestasi, mungkin tolong lebih peka terhadap isu dan permasalahan lingkungan sekitar kita, karena dengan kesadaran kita, kita bisa merubah,” tutupnya tegas. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dandi-Saputra-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-2-kompetisi-esai-nasional-Foto.-Dandi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 09:10:362026-07-13 13:14:42Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral

12/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 kompetisi oral nasional (Foto. Athaya)

Daftar capaian gemilang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kian bertambah. Kali ini, capaian membanggakan datang dari Athaya Hanun Sasmitha, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2025. Ia sukses meraih predikat Juara 2 dalam ajang bergengsi Kompetisi Oral #3 Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan subtema Sosial, Sastra, dan Budaya yang diadakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD pada 22 Mei hingga 15 Juni 2026 lalu.

Dalam kompetisi presentasi lisan tersebut, Athaya membawakan topik mendalam mengenai fenomena sastra sebagai media perlawanan sosial-budaya dengan judul “Menggunakan Estetika Sastra sebagai Pemantik Empati dan Kesadaran Sosial-Politik Massa”. Gagasan ini didasarkan pada pandangannya bahwa tulisan memiliki kekuatan besar untuk menyuarakan kritik dan melawan ketidakadilan secara tajam.

Agar topik yang berat tersebut mudah dicerna, Athaya mengemas materinya dengan mengaitkan isu-isu hangat yang sedang relevan di masyarakat. Ia juga menggunakan bahasa yang komunikatif dan menyertakan solusi konkret guna menjaga objektivitas presentasi di hadapan dewan juri. Kendati tampil memukau, Athaya mengaku sempat mengalami perang batin sebelum hari perlombaan. Dua hari menjelang tenggat pengumpulan, ia sempat ragu dan berniat mengganti topik karena khawatir gagasannya disalahartikan sebagai bentuk pemberontakan. Namun ia berhasil mengatasinya dengan menggeser strategi penyampaian.

“Yang ingin saya sampaikan bukan tentang ‘pemberontakan’, melainkan tentang mengenalkan sastra sebagai media alternatif untuk menyuarakan pendapat,” jelas Athaya.

Di balik kesuksesan tersebut, Athaya menyebutkan bahwa teman-teman terdekatnya menjadi support system utama yang memberikan validasi dan mendongkrak rasa percaya dirinya selama proses persiapan. Menutup sesi wawancara, mahasiswa angkatan 2025 ini mengajak rekan-rekan mahasiswa UAD lainnya untuk tidak takut mencoba dan berani mengukur potensi diri melalui jalur kompetisi.

“Lakukan persiapan dan usaha sekeras mungkin yang kita bisa, lalu selebihnya serahkan hasil akhir kepada Allah Swt. Tetap semangat untuk mengejar prestasi, karena kita tidak akan pernah tahu potensi terbesar kita sebelum benar-benar berani melangkah!” pungkasnya optimis. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-kompetisi-oral-nasional-Foto.-Athaya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-12 10:00:132026-07-13 12:49:17Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral

Tim Debat UAD Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia di Pontianak

12/07/2026/in Prestasi /by Ard

Tim Debat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 lomba debat bahasa Indonesia di Pontianak (Foto. Tim Debat UAD)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di kancah nasional. Delegasi UAD yang beranggotakan tiga mahasiswa lintas program studi sukses menyabet gelar Juara 2 dalam kompetisi debat bergengsi Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) PRP FKIP UNTAN 2026. Kompetisi tersebut berlangsung pada 2 hingga 6 Mei 2026 di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Tim UAD dengan nama Tim Gacoan Enak Kali Ya ini diperkuat oleh kolaborasi solid mahasiswa angkatan 2024, antara lain Farid Bagaskara dari Program Studi Sastra Inggris, Shania Ayu Salsabila dari Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Muhamad Andika dari Program Studi Teknik Industri. Kombinasi perspektif dari ranah humaniora, komunikasi, dan teknik ini terbukti menjadi senjata ampuh bagi mereka saat harus bertanding sebagai tim pro maupun kontra sesuai hasil undian di setiap ronde.

Keberhasilan ini diraih melalui proses persiapan yang sangat intensif demi menghadapi kompetisi yang ketat. “Persiapan yang saya lakukan dimulai dengan memperbanyak membaca isu-isu aktual, latihan menyusun argumentasi, memperdalam teknik rebuttal, serta melakukan simulasi debat bersama tim,” ungkap Shania.

Selain itu, mereka juga fokus mengasah kemampuan public speaking, manajemen waktu berbicara, dan memperkuat kerja sama tim. Tantangan terbesar yang mereka hadapi di arena lomba adalah keragaman karakter lawan dari berbagai universitas di Indonesia yang memiliki gaya debat unik dan berbeda.

Di antara banyaknya perdebatan, mosi mengenai isu sosial dan kebijakan publik diakui menjadi tantangan terberat karena memerlukan pemahaman yang luas serta basis data yang kuat. Shania menjelaskan bahwa strateginya adalah mengidentifikasi inti masalah, membangun argumen yang logis berbasis fakta, contoh kasus, dan teori yang relevan, serta mencari kelemahan argumen lawan untuk menyusun rebuttal yang efektif. Menariknya, bekal akademis dari bangku kuliah Ilmu Komunikasi UAD, seperti teori komunikasi, public speaking, komunikasi persuasif, dan critical thinking, memegang peran krusial dalam membangun penyampaian argumen yang jelas, terstruktur, dan meyakinkan di hadapan juri.

Pencapaian Juara 2 ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi mereka untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa mahasiswa UAD mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari dukungan penuh pihak program studi dan universitas yang memberikan fasilitas serta motivasi, serta dukungan moral dari teman-teman dan keluarga selama proses persiapan hingga kompetisi selesai. Mengakhiri sesi wawancara, Shania memberikan motivasi kepada mahasiswa lain untuk tidak ragu dalam menantang diri. “Jangan takut mencoba mengikuti kompetisi. Perbanyak membaca, latih kemampuan berpikir kritis dan public speaking, serta konsisten berlatih. Jadikan setiap kompetisi sebagai proses belajar, karena pengalaman dan evaluasi akan membantu kita terus berkembang,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Debat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-lomba-debat-bahasa-Indonesia-di-Pontianak-Foto.-Tim-Debat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-12 08:00:232026-07-13 12:35:45Tim Debat UAD Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia di Pontianak

Mahasiswa Ilmu Hadis UAD Juara 2 Pencak Silat di Piala KASAU Championship 2026

10/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 pencak silat di Piala KASAU Championship 2026 (Foto. Nasrulloh)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang nonakademik melalui torehan prestasi mahasiswanya di arena bela diri. Prestasi membanggakan ini dipersembahkan oleh Nasrulloh Maulana Abdillah, mahasiswa program studi Ilmu Hadis, Fakultas Agama Islam (FAI) angkatan 2025. Nasrulloh sukses menyabet Juara 2 kategori Kelas C Dewasa Putra dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Piala KASAU Championship yang diselenggarakan di Jakarta International Velodrome pada tanggal 20 hingga 21 Juni 2026 lalu.

Kompetisi ini menjadi momentum yang sangat spesial karena merupakan kejuaraan pencak silat pertama yang digelar oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU). Meski harus puas menempati posisi kedua, Nasrulloh mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini dan menjadikannya sebagai motivasi besar untuk terus berusaha lebih keras agar bisa meraih podium utama pada perlombaan selanjutnya.

Keberhasilan Nasrulloh di gelanggang tentu tidak datang secara instan, melainkan buah dari persiapan matang yang dilakukan sejak jauh-jauh hari. Selama masa persiapan, ia selalu disiplin mengikuti porsi latihan dan patuh terhadap segala nasihat serta arahan dari pelatih agar dapat berlaga dengan performa maksimal.

“Untuk persiapan tentunya latihan dari jauh-jauh hari dan tetap mengikuti nasihat dari pelatih agar ketika lomba dapat berlaga dengan maksimal,” jelasnya. Di samping persiapan fisik, tantangan terbesar yang dirasakannya justru datang dari faktor psikologis. Bagi Nasrulloh, lawan terberat yang harus ditaklukkan adalah mentalnya sendiri. Ia mengakui, “Tantangan terbesar saya ialah mental saya sendiri, bagaimana harus melawan nervous, takut, dan grogi.”

Sebagai mahasiswa aktif, Nasrulloh juga dituntut untuk cerdas dalam membagi waktu antara kewajiban akademik dan hobi bela dirinya. Keputusannya bergabung dengan Organisasi Otonom (Ortom) Tapak Suci UAD sangat membantu proses ini karena jadwal latihan yang sudah terstruktur dengan jelas.

“Untuk mengatur waktu kita dapat menentukan kapan harus latihan dan kapan harus kuliah, berhubung saya mengikuti dan bergabung ortom Tapak Suci UAD jadi untuk latihan sudah ada jadwalnya, tinggal saya harus tahu waktu latihan untuk latihan dan waktu tidak latihan saya harus mengerjakan tugas atau kuliah,” tuturnya mengenai manajemen waktu.

Prestasi yang diraihnya ini diakui Nasrulloh sebagai hasil dari dukungan besar berbagai pihak yang terus mengalir untuknya. Peran utama datang dari orang tua yang selalu memberikan restu dan dukungan moral agar ia tetap konsisten di jalur prestasi. Selain itu, bimbingan dari dewan pelatih yang tidak pernah lelah memberikan pengingat serta evaluasi, bersama dengan semangat solidaritas dari teman-teman sejawat, menjadi dorongan kuat bagi Nasrulloh untuk memberikan yang terbaik. Setelah mengevaluasi hasil dari kompetisi ini, Nasrulloh kini mantap membidik target Juara 1 untuk kejuaraan berikutnya.

Nasrulloh membagikan pesan motivasi yang mendalam bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya. Ia mengingatkan agar jangan pernah merendahkan diri sendiri atau merasa iri terhadap pencapaian yang diraih oleh orang lain, karena setiap individu sejatinya memiliki potensi uniknya masing-masing. Menurutnya, kunci utama kesuksesan adalah tetap konsisten dengan apa yang sedang diusahakan dan fokus pada proses diri sendiri tanpa perlu menghiraukan omongan negatif dari orang lain. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Ilmu-Hadis-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-pencak-silat-di-Piala-KASAU-Championship-2026-Foto.-Nasrulloh.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-10 10:00:132026-07-13 09:20:41Mahasiswa Ilmu Hadis UAD Juara 2 Pencak Silat di Piala KASAU Championship 2026

Mahasiswa Teknik Industri UAD Raih Juara I Lomba Desain Produk Tingkat Nasional

10/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I lomba desain produk tingkat nasional (Foto. Tim Incluvia)

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengharumkan nama kampus di kancah nasional. Tim yang diketuai Muhammad Panca Nugraha, bersama Lydia Ayu Azzahrani dan M. Aditya Yakub Kuswara, berhasil meraih Juara I pada Lomba Desain Produk Ergonomis ERGOVATE DINASTI 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram.

Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Mataram, Lombok, pada 28 Juni-2 Juli 2026. Sebelum melaju ke babak final, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti tahap seleksi mini proposal yang dimulai sejak Mei 2026. Pada babak final, penilaian dilakukan berdasarkan presentasi, video inovasi, serta prototipe produk yang dikembangkan oleh masing-masing tim.

Keberhasilan tim UAD menjadi juara pertama tidak diraih dengan mudah. Muhammad Panca Nugraha mengungkapkan bahwa keberangkatan menuju babak final sempat diwarnai keraguan. Bahkan, tim hampir memutuskan untuk mengundurkan diri karena minimnya persiapan. Namun, mereka akhirnya saling menguatkan untuk tetap mengikuti kompetisi.

“Alhamdulillah kami berhasil meraih Juara I. Awalnya kami berangkat ke final hanya bermodal nekat tanpa persiapan yang benar-benar matang. Kami bahkan sempat ingin mundur, tetapi akhirnya saling meyakinkan untuk tetap berangkat. Syukur kepada Allah Swt., hasilnya di luar dugaan karena kami berhasil menjadi juara dengan selisih nilai yang cukup jauh dari juara kedua,” ujar Panca.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “INCLUVIA (Inclusive Mobility for Active Tourism): Inovasi Kursi Roda Olahraga Multifungsi Berbasis Sustainable Design untuk Mewujudkan Sport Tourism Tanpa Batas.” Inovasi ini lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses wisata alam bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Menurut Panca, Indonesia terus mengembangkan sektor pariwisata, khususnya wisata alam. Namun, banyak lokasi wisata seperti perbukitan, pantai, maupun jalur dengan permukaan yang tidak rata masih sulit diakses menggunakan kursi roda konvensional. Berangkat dari kondisi tersebut, tim mengembangkan INCLUVIA sebagai kursi roda multifungsi yang dirancang agar mampu beradaptasi dengan berbagai jenis medan sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya.

Produk tersebut dilengkapi dengan sejumlah fitur inovatif, di antaranya pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi dan teknologi Adaptive Stability System yang memungkinkan kursi roda menyesuaikan keseimbangan saat melintasi berbagai kondisi permukaan. Melalui inovasi ini, tim berharap dapat mendukung terwujudnya sektor sport tourism yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain menawarkan solusi bagi mobilitas penyandang disabilitas dan lansia, INCLUVIA juga dirancang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Inovasi ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas hidup dengan desain yang lebih ergonomis, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendorong kesetaraan akses terhadap wisata aktif, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengembangan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Panca mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti ERGOVATE DINASTI 2026. Menurutnya, panitia memberikan suasana yang hangat dan bersahabat sehingga para peserta merasa nyaman selama mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat presentasi final. Ketika hendak menyampaikan slogan penutup secara serempak, masing-masing anggota justru mengucapkannya dengan cara yang berbeda sehingga mengundang gelak tawa seluruh peserta dan dewan juri.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan tidak hanya mampu menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional melalui kreativitas, kolaborasi, serta semangat pantang menyerah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-I-lomba-desain-produk-tingkat-nasional-Foto.-Tim-Incluvia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-10 09:00:102026-07-13 09:41:17Mahasiswa Teknik Industri UAD Raih Juara I Lomba Desain Produk Tingkat Nasional

Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Lomba Literature Review Tingkat Nasional

09/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara II lomba literature review tingkat nasional (Foto. Shaldhan)

Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim yang terdiri atas Shaldhan Bayu Yuska sebagai ketua, serta Salsabiila Nurul Adzkia dan Joecy Rubina Aurora S. sebagai anggota, berhasil meraih Juara II pada cabang lomba Literature Review yang diselenggarakan oleh Baiturrahmah Medical Science Club (BMSC) Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah.

Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring, mulai dari babak penyisihan pada 17 Juni 2026 hingga babak final pada 28 Juni 2026. Meskipun baru pertama kali mengikuti kompetisi literature review, tim mahasiswa UAD berhasil menunjukkan kemampuan akademik yang unggul hingga meraih posisi kedua.

Ketua tim, Shaldhan Bayu Yuska, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus tidak pernah mereka duga sebelumnya. “Kami merasa sangat bersyukur sekali karena di percobaan pertama kami mengikuti lomba literature review, alhamdulillah Allah langsung memberi kami rezeki untuk meraih juara,” ungkap Shaldhan.

Dalam kompetisi ini, tim mengangkat karya berjudul “Intervensi Bystander Berbasis Digital sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual: Sebuah Scoping Review.” Melalui kajian tersebut, mereka menelaah efektivitas pemanfaatan media digital sebagai sarana intervensi bystander dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual.

Menurut Shaldhan, isu yang mereka angkat memiliki relevansi yang sangat tinggi dengan kondisi di masyarakat saat ini. Selama proses penyusunan karya, mereka semakin menyadari pentingnya peran masyarakat, khususnya para saksi atau bystander, dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual melalui pendekatan berbasis teknologi digital.

Di balik keberhasilan tersebut, tim juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu serta minimnya pengalaman karena baru pertama kali mengikuti lomba pada bidang literature review. Kondisi tersebut membuat mereka harus banyak mempelajari alur penyusunan karya ilmiah sekaligus beradaptasi selama proses kompetisi berlangsung.

Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Mereka mengaku momen yang paling berkesan adalah ketika menyadari bahwa topik yang mereka teliti sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari sehingga memiliki potensi memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Shaldhan menambahkan, “Buat teman-teman yang masih takut mencoba, lomba yang sifatnya tim dan dilaksanakan secara penuh daring bisa menjadi pilihan karena lebih fleksibel dan seluruh proses pengerjaannya dapat dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Keberhasilan tim ini tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing, dr. Tira Alfiyani Laariya, MPH, yang secara intensif memberikan arahan, masukan, serta melakukan telaah terhadap karya ilmiah dan presentasi tim. Bimbingan tersebut membantu tim menyempurnakan penelitian sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum tampil pada babak final. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-II-lomba-literature-review-tingkat-nasional-Foto.-Shaldhan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-09 08:03:192026-07-09 08:03:19Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Lomba Literature Review Tingkat Nasional
Page 3 of 77‹12345›»

TERKINI

  • Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa11/09/2026
  • KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan11/09/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Perkuat Syiar Keagamaan melalui Pengajian10/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026
  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top