Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional

Rio Ahmad Ghofarudin mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I esai ilmiah nasional (Foto. Rio Ahmad)
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rio Ahmad Ghofarudin, berhasil meraih Juara 1 dalam Kompetisi Esai “Empowering Youth for Public Health Innovation and Sustainable Development” tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Kompetisi tersebut diikuti peserta dari 29 perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam kompetisi yang berlangsung secara individu, Rio mengusung esai berjudul “CARE-NET: Sistem Deteksi Dini Stunting Berbasis Artificial Intelligence dan IoT Guna Akselerasi Pelayanan Kesehatan di Posyandu”. Melalui karya tersebut, ia mengangkat isu stunting dengan menawarkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Kompetisi dilaksanakan secara daring pada 2–19 September 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pendaftaran pada 2–8 September, dilanjutkan penilaian juri pada 9–11 September. Pengumuman finalis dilakukan pada 12 September, kemudian presentasi final pada 16 September. Rangkaian kompetisi ditutup dengan pengumuman pemenang melalui webinar pada 19 September yang dihadiri lebih dari 500 peserta.
Dalam esainya, Rio mengembangkan CARE-NET sebagai gagasan sistem deteksi dini stunting berbasis AI dan IoT. Sistem tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan di Posyandu melalui pemanfaatan teknologi dalam proses deteksi dini serta pengelolaan informasi.
Rio mengatakan, keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan problem solving sebagai mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu mampu mengidentifikasi permasalahan sekaligus menawarkan solusi yang logis dan dapat diterapkan.
“Ya, tentu sebagai mahasiswa kita harus mampu problem solving. Minimal kita punya gagasan yang bisa ditawarkan. Ketika ada masalah, kita harus bisa memberikan solusi, dan tentu solusinya juga harus logis,” ujar Rio.
Proses penyusunan esai dilakukan Rio di tengah kesibukannya menjalani kerja praktik, mempersiapkan presentasi tugas khusus kepada pimpinan perusahaan, serta terlibat sebagai panitia MASTA. Kondisi tersebut membuat proses pengerjaan esai berlangsung di sela-sela berbagai aktivitasnya.
“Sebenarnya saya sendiri enggak yakin menang karena menyusun esai ini dikerjakan di sela-sela kerja praktik. Saya juga masih harus mempresentasikan tugas khusus kepada pimpinan perusahaan, belum lagi menjadi panitia MASTA. Jadi, prosesnya memang cukup padat,” ungkapnya.
Melalui karya CARE-NET, Rio berharap gagasan yang dikembangkan dapat terus disempurnakan dan menjadi salah satu referensi dalam melihat peluang pemanfaatan AI dan IoT untuk mendukung deteksi dini stunting serta pelayanan kesehatan di masyarakat.
