Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster Chem-E-Car Competition di AISC x AI Series 2026

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I poster Chem-E-Car Competition di AISC x AI Series 2026 (Foto. Tim Chem E-Car)
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam tim Superheateam 1.0 berhasil meraih Juara I Poster Kompetisi Chem-E-Car dalam ajang ASEAN Interactive Science Competition (AISC) x AI Series 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh panitia AISC x AI Series Universitas Indonesia di Universitas Indonesia, Depok, pada 4-6 September 2026.
Tim Superheateam 1.0 terdiri atas Mutiara Wilson sebagai ketua tim, bersama Maghfirotun Rizqa, Naeera Zulfa Lazuardi, Sahman Kaimudin, Rafi Athallah, dan Luthfan Aulia sebagai anggota yang tergabung dalam tim mekanik dan riset. Dalam kompetisi tersebut, tim membawa karya berjudul Cylux 4.0 yang mengembangkan inovasi pada sistem mobil Chem-E-Car dengan berfokus pada efisiensi reaksi kimia, stabilitas desain, dan keamanan sistem.
Mutiara Wilson mengungkapkan rasa bangga, syukur, dan haru atas pencapaian yang diraih timnya. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga karena tim Superheateam 1.0 dapat berkompetisi dengan sejumlah perguruan tinggi dari luar negeri dan perguruan tinggi negeri di Indonesia.
“Kami merasa sangat bangga, bersyukur, dan terharu karena dapat bersaing dengan universitas luar negeri dan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Usaha keras, diskusi panjang, serta riset mendalam yang kami lakukan selama persiapan akhirnya terbayar tuntas,” ungkapnya.
Cylux 4.0 mengusung sistem sumber daya berbasis Aluminium-Air Battery. Teknologi tersebut memanfaatkan reaksi redoks antara aluminium dan oksigen dengan elektrolit natrium hidroksida (NaOH) sebagai sumber energi untuk menggerakkan mobil. Selain sistem sumber daya, inovasi juga dikembangkan pada mekanisme penghentian mobil.
Pada mekanisme stopping, tim memanfaatkan reaksi antara natrium tiosulfat dan asam sulfat yang menghasilkan endapan sulfur. Tingkat kekeruhan larutan kemudian dideteksi menggunakan sensor turbidity. Ketika tingkat kekeruhan mencapai batas yang telah ditentukan, sensor secara otomatis memutus arus menuju motor sehingga mobil dapat berhenti.
Dari sisi desain, Cylux 4.0 menggunakan sasis akrilik ringan dengan struktur penyebaran beban berbentuk T atau T-structure load distribution chassis. Sistem tersebut dilengkapi Double Safety Box untuk mengisolasi komponen elektrikal dan bahan kimia sehingga aspek keamanan menjadi bagian dari rancangan mobil.
Mutiara menjelaskan, salah satu tantangan terbesar dalam kompetisi tersebut adalah menyajikan informasi teknis yang kompleks ke dalam satu lembar poster. Tim harus merangkum berbagai aspek, mulai dari reaksi redoks pada baterai, mekanisme penghentian otomatis berbasis kekeruhan, hingga hasil riset agar dapat disampaikan secara ringkas, estetis, dan mudah dipahami.
“Tantangan terbesar kami adalah memadatkan informasi teknis Chem-E-Car yang sangat kompleks menjadi satu lembar poster yang estetis, ringkas, dan mudah dipahami. Kami juga harus menyampaikan seluruh gagasan tersebut secara lugas dalam batasan waktu yang sangat ketat saat sesi tanya jawab dengan dewan juri,” jelasnya.
Salah satu momen yang berkesan bagi tim terjadi saat sesi pameran poster dan penilaian. Tim berkesempatan memaparkan sistem Aluminium-Air Battery serta mekanisme penghentian otomatis berbasis sensor kekeruhan kepada dewan juri dan peserta lainnya. Ketegangan selama menunggu pengumuman kemudian berubah menjadi kegembiraan ketika nama Superheateam 1.0 diumumkan sebagai peraih Juara I Poster Kompetisi Chem-E-Car.
Mutiara berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UAD untuk berani mengikuti berbagai kompetisi. Baginya, kompetisi tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, mengembangkan kemampuan, melatih mental, dan memperluas jejaring.
(Mawar)
