UAD Gelar Seminar Nasional Green Muhammadiyah

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar seminar nasional green Muhammadiyah (Foto. BSP UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu keberlanjutan lingkungan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertajuk “Mewujudkan Green Muhammadiyah: Transformasi Budaya Minim Plastik untuk Masa Depan Berkelanjutan”. Kegiatan yang berlangsung pada 20 Mei 2026 di Amphiteater Gedung A.R. Fachruddin Kampus IV UAD tersebut menjadi ruang kolaboratif antara akademisi, pemerintah, dan komunitas pegiat lingkungan dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengurangan sampah plastik demi masa depan berkelanjutan.
Seminar nasional ini merupakan hasil sinergi antara Biro Sarana dan Prasarana (BSP) UAD, Pusat Studi Energi dan Lingkungan (PSEL) UAD, Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY, serta World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia yang berfokus pada pengembangan solusi sirkular berkelanjutan dalam penanganan sampah plastik.
Ketua penyelenggara, Ahmad Ahid Mudayana, S.KM., M.PH., menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan membangun paradigma baru masyarakat terkait pengelolaan sampah, khususnya plastik, sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengolahan limbah plastik secara berkelanjutan. “Melalui seminar ini, kami ingin mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi teknologi yang dapat mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” ujarnya. Kegiatan tersebut dihadiri sivitas akademika UAD, tenaga kependidikan, pimpinan Muhammadiyah tingkat ranting dan cabang, Majelis Lingkungan Hidup, serta perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari sektor pendidikan dan kesehatan.
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga memerlukan kesadaran dan komitmen sosial yang kuat. “Pengelolaan sampah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kesadaran bersama dan dukungan regulasi yang kuat. Teknologi dapat menjadi solusi strategis, tetapi perubahan perilaku masyarakat tetap menjadi kunci utama,” tuturnya.
Seminar menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang, yakni pemerintah, komunitas lingkungan, dan akademisi. Dari unsur pemerintah hadir Triening Ani Asmarawati, S.T., Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi (Bapperida) DIY yang memaparkan kebijakan serta peta jalan pengelolaan sampah di DIY. Ia menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun budaya sadar lingkungan melalui pendidikan, riset, dan inovasi pengurangan sampah plastik. “Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang peduli lingkungan sekaligus menghasilkan inovasi yang dapat mendukung pelestarian alam,” jelasnya.
Sementara itu, Maryono membagikan pengalaman mengenai praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas. “Sampah sebenarnya dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” ungkapnya.
Dari perspektif akademik, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, ST., MT., IPM., Kepala BSP UAD, memaparkan hasil riset terkait pengembangan biodegradable plastic serta inovasi teknologi pirolisis yang mampu mengonversi sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar. Namun demikian, ia menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak akan memberikan dampak optimal tanpa diiringi perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan dan mengelola plastik secara bijak. “Teknologi dapat membantu mengurangi persoalan sampah plastik, tetapi kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik tetap menjadi faktor yang paling menentukan,” katanya.
Melalui seminar ini, UAD berharap lahir komitmen bersama untuk memperkuat budaya minim plastik dan memperluas gerakan peduli lingkungan di berbagai sektor kehidupan. Transformasi tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga menjangkau sekolah, kantor, hingga masyarakat luas sebagai bagian dari upaya mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan. (Mawar)
