• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

KKN UAD Edukasi PHBS Sejak Dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari

08/04/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi PHBS sejak dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode 103 Unit I.A.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan edukasi dan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi murid PAUD Aisyiyah Tegalsari Jomblangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, di Tegalsari Raya, Sorowajan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada anak-anak sejak usia dini, khususnya melalui praktik mencuci tangan yang benar. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pemaparan mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas sebagai upaya menjaga kesehatan.

Mahasiswa KKN menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik seperti presentasi PowerPoint dan video animasi agar anak-anak lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Selain itu, kegiatan diisi dengan gerakan bersama serta praktik langsung enam langkah mencuci tangan yang benar. Dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, para murid terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dan mempraktikkan cara mencuci tangan secara bergantian dengan pendampingan mahasiswa KKN.

Guru PAUD Aisyiyah Tegalsari Jomblangan turut mendukung kegiatan ini sebagai upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih kepada anak-anak sejak dini. Salah satu guru menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. Dengan metode yang menyenangkan, anak-anak jadi lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN Unit I.A.1 Universitas Ahmad Dahlan juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para murid.

“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, terutama kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa KKN berharap anak-anak menjadi lebih sadar akan pentingnya kebersihan diri sehingga kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-PHBS-sejak-dini-di-PAUD-Aisyiyah-Tegalsari-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-08 11:57:412026-04-08 11:57:41KKN UAD Edukasi PHBS Sejak Dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari

Pentingnya Tajdid dalam Beragama

08/04/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I. Penceramah Tarawih RDK Masjid Islami Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ana)

Memasuki malam ke-29 Ramadan 1447 H, suasana Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terasa begitu khidmat sekaligus hangat. Dalam ceramah tarawihnya, Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I. mengajak jemaah membedah empat dimensi ajaran Islam—yakni akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah duniawiyah—sebagai bekal menjadi pribadi bertakwa pasca-Ramadan. Ia menjelaskan bahwa dalam hal akidah dan ibadah mahdhah, prinsip utamanya adalah tajrid atau pemurnian.

Umat Islam harus merujuk sepenuhnya pada wahyu tanpa perlu berimajinasi atau berinovasi secara berlebihan. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan dimensi muamalah duniawiyah. Dalam urusan dunia seperti ekonomi, pendidikan, hingga pengelolaan masjid, umat justru didorong untuk sekreatif mungkin.

“Kalau ibadah mahdhah itu sudah rinci sekali. Salat Subuh dua rakaat, ya ikuti saja, jangan ditanya kenapa tidak ditambah. Itu namanya ta’abbudi,” jelas Dr. Ridwan.

Ada hal yang menarik saat Dr. Ridwan memberikan tamsil mengenai pentingnya inovasi atau tajdid. Melalui analogi kisah jenama Odol dan ponsel Nokia yang ditinggalkan zaman karena gagal melakukan pembaruan, ia menarik benang merah tersebut ke dalam ranah pengelolaan dakwah dan masjid.

Ia mencontohkan sebuah masjid di Jalan Wonosari yang sangat kreatif karena menyediakan jamuan prasmanan saat Jumat Berkah, sehingga jemaah berbondong-bondong datang. Bahkan menurutnya, kreativitas seperti penggunaan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk infak atau pengelolaan kegiatan yang menarik adalah kunci utama agar syiar Islam tetap relevan di zaman sekarang.

“Bapak-Ibu tahu kenapa merek Odol sekarang hampir tidak ada? Atau kenapa HP Nokia yang dulu berjaya sekarang ditinggalkan? Itu karena mereka gagal melakukan tajdid atau pembaruan,” ungkapnya memberikan perumpamaan.

Di akhir ceramahnya, Dr. Ridwan berpesan agar perbedaan-perbedaan teknis dalam beragama, seperti penentuan awal bulan kamariah, disikapi dengan bijak. Perbedaan tersebut sejatinya hanyalah perbedaan perspektif dalam memahami mana ranah yang murni bersifat ritual (ta’abbudi) dan mana yang bisa dirasionalkan (ta’aqquli). (Anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Ridwan-Furqoni-M.P.I.-Penceramah-Tarawih-RDK-Masjid-Islami-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-08 10:30:022026-04-08 10:30:02Pentingnya Tajdid dalam Beragama

Mahasiswa Internasional UAD Bersinergi Wujudkan SDGs 2030

07/04/2026/in Terkini /by Ard

Webinar mahasiswa internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Anove)

Ruang virtual menjadi saksi bisu berkumpulnya para pemimpin muda dari berbagai belahan dunia pada Senin, 30 Maret 2026. Melalui siaran langsung di saluran YouTube Bimawa UAD Jogja, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan International Student Webinar bertajuk “United Youth in Action: Delivering SDGs Based Solutions to Global Challenges”.

Bukan sekadar diskusi akademik biasa, forum ini menjadi panggung bagi sembilan mahasiswa pembicara dari India, Brasil, Pakistan, El Salvador, dan lima mahasiswa andalan UAD Indonesia. Mereka membawa misi besar: membuktikan bahwa pemuda bukan lagi sekadar pemimpin masa depan, melainkan penggerak perubahan di masa sekarang melalui aksi nyata yang selaras dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Inovasi Hijau: Dari Bioma Caatinga hingga Rantai Pasok

Salah satu sorotan utama datang dari Raissa Alves, mahasiswa asal Brasil. Terinspirasi dari bioma Caatinga di negaranya yang gersang dan sering dilanda kekeringan ekstrem, Haisa memperkenalkan prototipe perangkat lunak bernama Routine.

“Keluarga saya merasakan langsung dampak beban panas (heat stress) di bioma tersebut,” ungkap Raissa. Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memitigasi suhu tinggi di perkotaan melalui implementasi ruang hijau dan kebun vertikal. Sebuah solusi digital cerdas untuk adaptasi iklim yang lahir dari keresahan personal.

Dari sisi industri, Muhammad Talha asal Pakistan membawa perspektif berbeda. Baginya, menyelamatkan bumi bisa dimulai dari manajemen rantai pasok yang efisien. Dengan menerapkan metodologi profesional seperti Lean Six Sigma, Talha menunjukkan bagaimana perbaikan kecil dalam operasional harian dapat mengurangi dampak lingkungan secara signifikan. “Inovasi tidak selalu berarti menciptakan hal baru, tetapi membuat sistem yang ada menjadi lebih pintar dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kemanusiaan dan Kesetaraan: Mengedukasi Hati

Isu sosial juga mendapat porsi mendalam dalam diskusi ini. Christian Alejandro Cuadra dari El Salvador melalui proyek Euphonia menekankan pentingnya kesetaraan gender (SDG 5). Ia berargumen bahwa untuk menghapus diskriminasi, dunia perlu mengedukasi pikiran dan hati guna meruntuhkan stigma peran gender yang telah lama ternormalisasi.

Senada dengan itu, Dimas Ananda, mahasiswa UAD, memberikan perspektif menyentuh tentang inklusi disabilitas. Ia mengajak dunia untuk berhenti berfokus pada keterbatasan dan mulai melihat kemampuan untuk mewujudkan inklusi yang sesungguhnya. Sementara itu, Analta Gibransyah menyoroti hak legal dan akses keadilan sebagai fondasi utama yang harus dikawal oleh kaum muda.

Aksi Nyata: Melawan Stunting dan Limbah Tekstil

Di sektor kesehatan, Faiza Fatih memaparkan peran krusial mahasiswa dalam memerangi stunting di Indonesia. Faiza menekankan bahwa edukasi gizi bisa dilakukan melalui langkah praktis di lapangan.

“Mahasiswa bisa terjun langsung lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau organisasi kampus untuk mengadakan demo masak sehat menggunakan bahan lokal yang terjangkau seperti telur, lele, atau ayam,” jelas Faiza. Ia juga mendorong inisiasi urban farming atau budi daya pangan mandiri sebagai sumber protein keluarga sekaligus memantau data pertumbuhan anak secara digital.

Selain kesehatan, webinar ini juga menyoroti ancaman limbah tekstil yang diprediksi mencapai angka fantastis, yakni 100 juta ton. Solusi yang ditawarkan melibatkan pengelolaan limbah berbasis Internet of Things (IoT) dan model circular fashion, di mana perubahan dimulai dari pilihan konsumsi pribadi yang lebih sadar lingkungan.

Membangun Konektivitas Tanpa Batas

Menutup rangkaian solusi, Rashi Kaushik dari India memperkenalkan Vivovers, sebuah platform pembelajaran bahasa gratis berbasis komunitas. Rashi percaya bahwa konektivitas global dan pencapaian SDGs pada 2030 tidak akan tercapai selama hambatan komunikasi masih ada. Melalui bahasa, ia merajut jejaring pemuda dunia untuk saling berkolaborasi lintas budaya.

Pertemuan internasional ini mengirimkan pesan kuat, yakni tantangan global yang kompleks dapat diurai melalui aksi lokal yang konsisten. Para pembicara sepakat bahwa kunci perubahan terletak pada kolaborasi lintas disiplin dan keberanian pemuda untuk mengambil tanggung jawab sebagai pelaku perubahan hari ini, bukan esok hari.

Ajang ini menjadi bukti nyata upaya UAD dalam mendorong mahasiswa menjadi pemecah masalah di kancah dunia. Dengan menghadirkan solusi yang aplikatif dan berdampak langsung, mahasiswa UAD bersama rekan-rekan globalnya menunjukkan bahwa di tangan pemuda yang peduli, masa depan yang berkelanjutan bukan sekadar mimpi, melainkan target yang sedang diperjuangkan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Webinar-mahasiswa-internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-07 11:48:492026-04-07 11:48:49Mahasiswa Internasional UAD Bersinergi Wujudkan SDGs 2030

Merawat Nilai Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya

07/04/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Shabila Mei)

Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H. mengisi ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Rabu, 18 Maret 2026. Materi ceramah yang dibawakan pada malam tersebut bertema “Aktualisasi Makna Fitrah: Merawat Dampak Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya”.

Dalam ceramahnya, Ustaz Budi menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah pasca-Ramadan. Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 185 yang mengingatkan umat Islam untuk menyempurnakan ibadah puasa serta senantiasa mengagungkan Allah Swt. setelah Ramadan berlalu.

“Apa makna mengagungkan Allah Swt.? Yaitu, bagaimana kita mengaktualisasikan apa yang sudah kita dapatkan di bulan Ramadan bisa kita aplikasikan di bulan-bulan di luar Ramadan, yang itu nantinya akan menyebabkan kita menjadi hamba yang bersyukur,” ujar Ustaz Budi.

Lebih lanjut, ia mengibaratkan Ramadan sebagai sebuah madrasah atau tempat pendidikan spiritual. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya dilihat dari kesungguhan beribadah selama Ramadan saja, tetapi juga sangat ditentukan oleh konsistensi dalam mempertahankan kebiasaan baik di sebelas bulan berikutnya.

Ia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya taat dan mengenal Allah pada bulan puasa saja. Sesuai pesan ulama, seburuk-buruknya kaum adalah mereka yang hanya rajin beribadah di bulan Ramadan, namun kembali lalai di luar bulan suci tersebut.

“Kebiasaan-kebiasaan positif seperti bersedekah, mengendalikan diri, serta menjaga kedekatan spiritual dengan Allah harus terus dijaga. Jangan sampai sajadah dan Al-Qur’an kita berdebu. Sesungguhnya orang yang saleh adalah ia yang beribadah dan bersungguh-sungguh sepanjang hidup atau sepanjang tahunnya. Nah, itulah ciri orang yang sukses di bulan Ramadan,” pesannya mengingatkan.

Menjelang berakhirnya bulan suci ini, Ustaz Budi mengajak seluruh jemaah untuk memaksimalkan sisa waktu yang ada dengan terus meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah, seperti menyelesaikan tadarus Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak istigfar. Ia berharap ibadah puasa tahun ini menjadi momen yang berkesan bagi seluruh umat Islam, sehingga mampu mencapai tujuan utamanya, yakni menjadi pribadi yang bertakwa secara paripurna. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Shabila-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-07 11:28:172026-04-07 11:28:17Merawat Nilai Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya

Sarasehan Kebijakan Pendidikan: Guru Wali dan Penguatan Kompetensi BK di Sekolah

06/04/2026/in Terkini /by Ard

Sarasehan kebijakan pendidikan guru wali dan penguatan kompetensi bimbingan konseling di sekolah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar acara sarasehan pada Selasa, 31 Maret 2026. Bertempat di Amphitarium Kampus IV UAD, kegiatan strategis ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai kebijakan baru terkait peran krusial guru wali dalam penyesuaian beban kerja guru.

Kepala PSKP UAD, Dr. Azaki Khoirudin, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir untuk merefleksikan kebijakan pemerintah tersebut. Ia menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini sangatlah serius, terutama pada aspek kesehatan mental peserta didik.

“Isu kesehatan mental ini akan terus relevan hingga beberapa puluh tahun ke depan, sehingga sangat penting untuk kita bahas secara serius hari ini,” ujar Dr. Azaki.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Standar Pendidikan dan Kurikulum Asesmen Pendidikan, Irsyad Zamjani, Ph.D., menjelaskan bahwa penguatan guru wali adalah esensi dari pendidikan agar bangsa ini tidak meninggalkan generasi yang lemah. Ia menyebutkan bahwa guru wali memiliki peran yang sangat penting dalam memantau perkembangan akademik, memperkuat karakter, serta membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Dalam sesi pemaparan materi, dibahas secara komprehensif mengenai urgensi konsep guru wali sebagai konselor bagi siswa guna menghadapi fenomena krisis kesehatan mental yang kini juga telah menjadi tren global di berbagai negara. Guru wali diharapkan mampu menjalankan fungsi holistik sebagai pendukung emosional, fasilitator belajar, hingga pembina karakter melalui proses pendidikan yang lebih terstruktur. Layanan bimbingan dan konseling ini mencakup empat ranah utama, yang meliputi ranah pribadi, belajar, sosial, dan karier.

“Penguatan generasi yang kompetitif dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan merupakan tanggung jawab yang akan dijalankan oleh para guru kita,” tegas Irsyad Zamjani.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sarasehan tersebut dapat memberikan manfaat nyata sebagai bahan refleksi serta kajian evaluasi terhadap berbagai tantangan yang ada di sekolah-sekolah. Sebagai kesimpulan, kehadiran guru wali yang kompeten merupakan investasi terbaik bagi bangsa, karena ia tidak hanya bertugas untuk mengajar, tetapi juga dituntut untuk hadir dan peduli bagi setiap anak yang sedang tumbuh kembang. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sarasehan-kebijakan-pendidikan-guru-wali-dan-penguatan-kompetensi-bimbingan-konseling-di-sekolah-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-06 10:55:402026-04-06 10:55:40Sarasehan Kebijakan Pendidikan: Guru Wali dan Penguatan Kompetensi BK di Sekolah

Upayakan Air Bersih, KKN Anak Bangsa UAD Kenalkan Filter Air di Dusun Lemes, NTT

06/04/2026/in Terkini /by Ard

KKN Anak Bangsa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan filter air di Dusun Lemes, NTT (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Anak Bangsa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program pengadaan filter air bersih di Dusun Lemes, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 3 Maret 2026, sebagai upaya meningkatkan kualitas air yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Biologi berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat terhadap akses air bersih. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses air bersih, di mana sebagian masyarakat masih mengandalkan air sumur gali dan air hujan. Sementara itu, pada musim kemarau, masyarakat cenderung menggunakan air embung yang memiliki kualitas kurang layak.

Pelaksanaan kegiatan tidak hanya berfokus pada pengadaan sarana, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembuatan, serta memberikan edukasi terkait penggunaan dan perawatan filter air agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk kelompok ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan pemuda setempat. “Pengadaan filter air di Dusun Lemes sangat dibutuhkan karena keterbatasan akses air bersih serta minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan air yang layak digunakan,” ujar Mama Uzli, salah satu anggota PKK.

Hal senada juga disampaikan oleh Yusran, pemuda Dusun Lemes yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini bersama Junaidi. “Program pengadaan filter air ini merupakan salah satu program yang sangat fungsional dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap ke depan mahasiswa KKN Anak Bangsa dapat terus menghadirkan program-program yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sabrina, selaku penanggung jawab program, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Masih banyak daerah di Nusa Tenggara Timur yang belum memiliki akses air bersih seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Oleh karena itu, peran mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi alternatif terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Anak Bangsa UAD berharap dapat mendorong peningkatan kualitas kesehatan lingkungan serta menjadi langkah awal dalam mewujudkan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan air bersih di Dusun Lemes. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Anak-Bangsa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-filter-air-di-Dusun-Lemes-NTT-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-06 10:38:022026-04-06 10:38:02Upayakan Air Bersih, KKN Anak Bangsa UAD Kenalkan Filter Air di Dusun Lemes, NTT

Alumni UAD Ceritakan Pengalaman Studi di Amerika Serikat

05/04/2026/in Terkini /by Ard

Career Talk Show Ramadan bersama Alumni PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Amerika Serikat (Foto. PBI UAD)

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar acara Career Talk Show: Ramadan di Amerika Serikat pada Kamis, 12 Maret 2026. Acara inspiratif ini menghadirkan Andri Fernanda, alumni PBI UAD yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di University of Washington, Amerika Serikat.

Dalam acara tersebut, Andri membagikan perjalanan akademiknya yang penuh tantangan. Berasal dari sebuah daerah di Kepulauan Riau, ia memutuskan merantau ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sebuah keputusan yang menjadi langkah awal dalam membuka peluang akademik yang lebih luas.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, ia melanjutkan studi ke jenjang magister di Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui proses panjang dan persiapan yang matang, ia akhirnya berhasil meraih beasiswa bergengsi Fulbright untuk melanjutkan studi doktoral di Amerika Serikat. Andri menekankan bahwa pencapaian tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui usaha yang konsisten dan tekad yang kuat.

Selain berbagi pengalaman akademik, ia juga menjelaskan perbedaan sistem pendidikan di Amerika Serikat jika dibandingkan dengan di Indonesia. Menurutnya, sistem pembelajaran di negeri Paman Sam tersebut lebih menekankan pada diskusi aktif dan kebebasan berpendapat di dalam kelas, sehingga mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis dan mandiri dalam menghadapi beban akademik yang terbilang cukup tinggi.

Di luar urusan akademik, Andri juga menceritakan pengalaman spiritualnya menjalani ibadah puasa Ramadan di Amerika Serikat. Ia mempersiapkan momen tersebut dengan mencari komunitas muslim, seperti Islamic House, guna merasakan kebersamaan dengan sesama muslim dari berbagai penjuru dunia.

”Setiap harinya menunya berbeda, mulai dari makanan India, Meksiko, hingga Timur Tengah. Itu merupakan pengalaman yang berkesan,” kenang Andri.

Melalui gelar wicara (talk show) ini, Andri memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk berani bermimpi besar dan mempersiapkan diri sejak dini jika ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Ia berpesan bahwa penguasaan kemampuan bahasa Inggris, keaktifan dalam berbagai kegiatan positif, serta pembangunan relasi yang luas merupakan modal penting yang wajib disiapkan demi menyongsong masa depan yang gemilang. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Career-Talk-Show-Ramadan-bersama-Alumni-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Amerika-Serikat-Foto.-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-05 12:08:442026-04-06 10:35:05Alumni UAD Ceritakan Pengalaman Studi di Amerika Serikat

Mengapa Integritas Lebih Utama dari Sekadar Kecanggihan?

04/04/2026/in Terkini /by Ard

Prof. Dr. Sunardi, M.T. penceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H di Masjid Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Rabu, 11 Maret 2026 menghadirkan perspektif menarik mengenai integrasi teknologi dan nilai-nilai keislaman. Wakil Rektor Bidang Akademik UAD sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu Sistem Telekomunikasi, Prof. Dr. Sunardi, M.T., dalam ceramah tarawihnya memaparkan materi bertajuk “Teknologi untuk Dakwah: Memanfaatkan Artificial Intelligence dan IoT demi Kemaslahatan Umat”.

Ia menjelaskan bahwa dalam operasional Internet of Things (IoT), terdapat tiga prasyarat utama agar teknologi dapat dikendalikan dan bermanfaat secara optimal, yakni integritas data, integritas pengiriman (delivery), serta integritas lini masa (timeline). Ketiga unsur teknis ini menjadi fondasi penting agar sistem teknologi dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Prof. Sunardi menekankan bahwa keberhasilan teknologi sangat bergantung pada integritas manusia sebagai penggunanya. “Bagi seorang muslim, integritas diartikan sebagai keselarasan antara niat dalam pikiran, ucapan, dan tindakan nyata, terutama saat melakukan hal yang benar di saat tidak ada orang lain yang menyaksikan,” jelasnya.

Ia merinci tiga ciri utama manusia berintegritas, yaitu memiliki sifat jujur, bertanggung jawab sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Muddatstsir ayat 38, serta konsisten dalam setiap langkahnya. Melalui analogi kisah penggembala kambing yang kehilangan kepercayaan akibat kebohongan, ia mengingatkan bahwa integritas adalah cermin diri yang sangat rapuh.

Sekali seseorang berucap atau berlaku negatif, maka reputasi dan integritas tersebut akan runtuh, sehingga menjaga sikap positif di mana pun berada menjadi kewajiban mutlak bagi setiap individu. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Sunardi-M.T.-penceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-04 08:51:552026-04-06 08:56:58Mengapa Integritas Lebih Utama dari Sekadar Kecanggihan?

Menggali Makna Wakaf dari Kisah Khaibar dan Sahabat Umar

03/04/2026/in Terkini /by Ard

Akhmad Arif Rifan S.H.I., M.S.I. penceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Jumat, 13 Maret 2026. Pada agenda salat tarawih berjemaah tersebut, Ustaz Akhmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I. dari Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah hadir sebagai penceramah untuk menyampaikan tausiah mengenai “Spirit Wakaf dan Teladan Rasulullah: Transformasi Kesalehan Pribadi Menjadi Aset Peradaban”.

Dalam pemaparannya, ia menceritakan latar belakang sejarah wakaf yang berakar dari peristiwa pascaperang Khaibar. Khaibar pada masa itu dikenal sebagai kota berbenteng yang sangat subur dan kaya akan hasil kebun kurma yang melimpah. Setelah kaum muslimin memenangkan pertempuran tersebut, sahabat Umar bin Khattab r.a. mendapatkan bagian sebidang tanah di Khaibar, yang merupakan harta benda paling berharga dan tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Mendapati rezeki berupa aset yang bernilai tinggi, Umar bin Khattab langsung mengonsultasikannya kepada Rasulullah saw. mengenai apa yang harus ia perbuat terhadap tanah tersebut. Rasulullah saw. kemudian memerintahkan Umar untuk menahan pokok hartanya dan menyedekahkan hasilnya. Tanah milik Umar tersebut pada akhirnya tidak boleh dijual, tidak dihibahkan, serta tidak diwariskan. Pokok hartanya dipertahankan, sedangkan hasilnya terus disalurkan untuk kaum fakir, fi sabilillah, ibnu sabil, serta orang-orang yang terlilit utang.

Istilah menahan pokok harta atau al-habsu inilah yang kemudian dalam ilmu fikih dikenal luas sebagai wakaf. Mengambil pelajaran berharga dari generasi terbaik umat Islam tersebut, Ustaz Arif mengingatkan jemaah mengenai esensi sesungguhnya dari ibadah wakaf.

“Kalau kita melakukan wakaf, maka yang kita wakafkan itu adalah aset yang produktif, bukan aset yang membebani nazir,” ujar Ustaz Arif.

Di akhir ceramahnya, ia turut membagikan kisah inspiratif masa kini mengenai seorang perempuan yang dengan ikhlas mewakafkan uang tunai sebesar 300 juta rupiah. Tidak berhenti di situ, karena merasakan kebahagiaan spiritual yang sulit digambarkan dengan kata-kata, perempuan tersebut kembali mewakafkan asetnya yang bernilai 7 miliar rupiah.

Hal ini menjadi pengingat bahwa potensi wakaf tunai di Indonesia sesungguhnya sangat besar, yakni berkisar antara 100 hingga 400 triliun rupiah per tahun. Ustaz Arif berharap agar umat Islam masa kini mampu meneladani kedermawanan sahabat Umar bin Khattab sebagai salah satu contoh lulusan terbaik “Madrasah Ramadan” pada masa kehidupan Rasulullah saw. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Akhmad-Arif-Rifan-S.H.I.-M.S.I.-penceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-03 08:00:252026-04-06 08:41:52Menggali Makna Wakaf dari Kisah Khaibar dan Sahabat Umar

Mahasiswa UAD Lolos Seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 Cabang Bola Voli Pantai

02/04/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) lolos seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 cabang bola voli pantai (Foto. Lifcophotography)

Ferza Mulyo Prasetyo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2025, resmi dinyatakan lolos seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk memperkuat tim bola voli pantai Indonesia pada ajang Asian Games XX. Gelaran olahraga bergengsi tingkat Asia yang diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia (OCA) ini akan dilaksanakan di Jepang pada September 2026 mendatang.

Pencapaian ini tidak didapatkan dengan instan. Ferza mengungkapkan bahwa perjalanannya menjadi atlet berprestasi merupakan proses yang berat dan penuh kerja keras. Ia disiplin menjalani latihan rutin dua kali sehari demi memastikan adanya perkembangan di setiap sesi.

“Menjadi atlet yang benar-benar berprestasi itu berat. Saya sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah. Saya harus bekerja keras dan berkembang di setiap sesi latihan.” ungkap Ferza.

Meskipun memiliki jadwal latihan yang padat, Ferza tetap memprioritaskan kewajibannya sebagai mahasiswa UAD. Ia memanfaatkan waktu untuk tetap fokus mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Baginya, manajemen waktu yang ketat adalah kunci agar tanggung jawab akademik tetap terpenuhi.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran program studi tempatnya menimba ilmu. Ferza mengaku sangat terbantu dengan dukungan moral maupun bantuan yang diberikan oleh pihak kampus. “Bentuk dukungan dari prodi PGSD yaitu doa, support serta dukungan yang diberikan Saya sangat merasa terbantu atas dukungannya,” tambahnya.

Menatap ajang Asian Games 2026 di Jepang, Ferza memasang target yang sangat tinggi. Ia bertekad untuk membawa pulang medali emas bagi Indonesia. Baginya, mentalitas juara hanya mengenal satu posisi tertinggi.

Ferza menekankan bahwa prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari lapangan, panggung, dan pengalaman hidup.Menurutnya, kunci utama dalam meraih kesuksesan adalah disiplin, konsistensi, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Selama mampu mengatur waktu dan bertanggung jawab, maka akademik dan bakat bisa berjalan berdampingan secara harmonis. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PGSD-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Lolos-Seleksi-Pelatnas-Asian-Games-XX-2026-Foto.-Lifcophotohrapgy.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-02 08:47:492026-04-02 08:47:49Mahasiswa UAD Lolos Seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 Cabang Bola Voli Pantai
Page 2 of 548‹1234›»

TERKINI

  • Menangkal Bahaya “Dumb Scroll” Era Digital: Ustadz Fadhlurrahman Bagikan 3 Fase Mendidik Anak15/04/2026
  • Mahasiswa UAD Terpilih Jadi Google Student Ambassador 202615/04/2026
  • PWI DIY Canangkan Grha Pers Pancasila dan Perkuat Sinergi dengan UAD14/04/2026
  • Alumni PBI UAD Bagikan Kisah Inspiratif Karier Akademik di Negeri Sakura14/04/2026
  • Mubaligh Hijrah UAD 2026: Menghidupkan Kegiatan di Masjid Al-Falah Kandri Girisubo13/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top