• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan

01/03/2026/in Feature /by Ard

Irfan Amali, M.A., serta H. Budi Setiawan, S.T., dalam Penyampaian Materi II Pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Materi kedua dalam rangkaian Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM DIY) mengangkat tema “Resiliensi Bencana dan Gerakan Ekologi di Lembaga Pendidikan”. Sesi ini menghadirkan Irfan Amali, M.A., Pimpinan Pondok Pesantren Welas Asih sekaligus Direktur Eksekutif Peace Generation Indonesia, serta H. Budi Setiawan, S.T., Ketua Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Irfan Amali menekankan pentingnya welas asih terhadap semesta ekologi yang diwujudkan melalui kebijakan konkret di lingkungan pendidikan. Ia mencontohkan kebijakan di pesantren yang melarang penggunaan minuman kemasan dalam setiap program dan kegiatan.

“Alhamdulillah kami bisa mengurangi sampah anorganik karena membuat kebijakan tidak ada minuman dengan kemasan. Semua program dan acara tidak menggunakan itu. Kebijakan kecil, tetapi dampaknya signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah residu yang sulit diolah, seperti pembalut dan popok. “Yang paling menantang bagi kita itu residu, yang tidak bisa diapakan lagi. Tidak ada cara lain selain mengubah gaya hidup,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan penggunaan insinerator sebagai salah satu solusi teknis. “Ketika kami menggunakan insinerator, pembakaran efektif dilakukan sebelum angin kencang, sekitar pukul 11 siang, dengan suhu 300 derajat Celsius. Itu membuat prosesnya lebih efektif,” jelasnya.

Namun demikian, Irfan menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus diawali dengan kesadaran dan pengukuran. “Kalau kita tidak pernah tahu seberapa banyak sampah yang kita hasilkan, maka kita tidak pernah tahu bagaimana memanajennya. Muhasabah atau pengukuran itu sesuatu yang penting,” katanya.

Ia juga memperkenalkan konsep design for change, termasuk dalam praktik ibadah sehari-hari seperti wudu. Menurutnya, penggunaan air saat wudu perlu menjadi perhatian di tengah krisis air yang melanda sejumlah daerah.

“Wudu ini menjadi sesuatu yang harus kita perhatikan, karena kita perlu melihat seberapa banyak air yang kita gunakan setiap kali berwudu. Tanpa kita sadari, itu menjadi masalah global. Saya sangat senang karena Muhammadiyah mulai membahas fiqih air,” ungkapnya.

Dalam konteks budaya sekolah atau hidden curriculum, ia menyampaikan tiga hal penting, yakni memahami bahwa tidak ada benda mati, memberikan pelatihan teknis sebagai bentuk memuliakan benda, serta membangun budaya dan ekosistem yang konsisten mendukung kepedulian lingkungan.

Ia juga menyoroti pentingnya prinsip 3R bahkan 5R dengan menambahkan rethink. “Kalau rethink digunakan, R setelahnya bisa jadi tidak perlu. Problem kita hari ini adalah ignorance, orang tidak berpikir, ‘ah cuma segini sampahnya’. Padahal Rasulullah hidup sangat minimalis dan memperlakukan benda dengan penuh kasih,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kesadaran efisiensi energi juga perlu diperhatikan, termasuk di tempat ibadah. “Masjid itu nomor tiga paling boros energi setelah hotel dan mal. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, H. Budi Setiawan menekankan pentingnya resiliensi bencana sebagai bagian dari ketangguhan umat. Ia menjelaskan bahwa resiliensi adalah kemampuan untuk segera pulih dari kesulitan atau bencana.

“Ketika kita melihat kejadian bencana, pikiran kita harusnya berpikir kapan kita segera pulih dari kesulitan itu,” katanya.

Menurutnya, membangun ketangguhan harus dilandasi iman serta diwujudkan melalui ikhtiar, kesabaran, dan tawakal. Prinsip resiliensi meliputi persiapan, pengurangan risiko, respons cepat, dan pemulihan.

Ia menekankan pentingnya kesadaran risiko sebelum bencana terjadi. “Kesadaran risiko bencana itu dibangun ketika bencana belum terjadi,” tegasnya.

Ia menyebut tiga urgensi utama resiliensi, yakni mengurangi risiko bencana, meningkatkan keselamatan, dan memperkuat komunitas. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya kesadaran, keterbatasan sumber daya, serta dampak perubahan iklim.

Sebagai langkah konkret, ia mengajak lembaga pendidikan dan masyarakat untuk mengenali ancaman dan risiko bencana, menyusun rencana darurat, menyiapkan emergency kit, serta rutin melakukan latihan dan simulasi.

Melalui materi ini, gerakan ekologi dan resiliensi bencana ditegaskan bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari transformasi budaya dan sistem di lembaga pendidikan demi membangun masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (Dnd)

uad.ac.id

 

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Irfan-Amali-M.A.-serta-H.-Budi-Setiawan-S.T.-dalam-Penyampaian-Materi-II-Pada-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-01 13:22:152026-03-01 13:22:15Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan
You might also like
Tips dan Trik Lolos PKM
Magister BK UAD dan UM Bekerja Sama dalam Pembelajaran dan Riset
Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Edukasi Pencegahan PTM di Wonocatur
UAD Tuan Rumah Gowes Aptisi Wilayah V 2026
IMM Farmasi UAD dan KFP AMERTA Gelar Program SIGAP di Kalurahan Salamrejo
HMPS Ilmu Hadis UAD Gelar ILHA Competition 2026

TERKINI

  • KKN UAD Gelar Workshop Pembuatan Spray Sereh Multifungsi dan Losida Galon09/09/2026
  • KKN Dahlan Muda Salurkan Hibah Buku di Taman Nasional Siberut09/09/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesadaran PHBS di Salamrejo09/09/2026
  • KKN Dahlan Muda Gandeng LazisMu DIY Hibahkan Al-Qur’an di Mentawai08/09/2026
  • Mahasiswa PLP-KKN UAD Kenalkan AI untuk Tingkatkan Kompetensi Guru08/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top