Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam

Tim ORIVAGO Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan suplemen alami untuk kesehatan ayam (Foto. Tim ORIVAGO UAD)
Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) melalui gagasan usaha bernama ORIVAGO. Tim yang terdiri atas lima mahasiswa Program Studi Teknik Industri tersebut mengusulkan produk suplemen untuk ayam berbahan alami yang ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan dan mendukung pertumbuhan ayam.
Tim ORIVAGO terdiri atas Jalaluddin Bima Satria sebagai Chief Executive Officer (CEO), Candra Hermawan sebagai Chief Marketing Officer (CMO), Deva Fecia Emalia sebagai Chief Financial Officer (CFO), Sindi Ameliyanti sebagai Chief Technology Officer (CTO), dan Fiesta Aulia Fatarani sebagai Chief Operating Officer (COO).
Keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh anggota tim. Proses seleksi yang dilalui cukup panjang sehingga kabar kelolosan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk mengembangkan ORIVAGO.
“Kami merasa senang dan bersyukur banget karena usaha yang kami rencanakan akhirnya bisa lolos pendanaan P2MW. Sebelumnya, kami juga sempat merasa deg-degan karena proses seleksinya cukup panjang. Setelah dinyatakan lolos, kami jadi semakin semangat untuk mengembangkan ORIVAGO dan membuktikan kalau ide usaha yang kami ajukan memang bisa dijalankan dan memberikan manfaat,” ujar Bima.
ORIVAGO lahir dari perhatian tim terhadap pentingnya menjaga kesehatan ayam dalam kegiatan peternakan. Kondisi kesehatan ayam dinilai dapat memengaruhi pertumbuhan dan hasil yang diperoleh peternak. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim melihat peluang untuk menghadirkan suplemen berbahan alami sebagai salah satu alternatif dalam membantu menjaga kondisi kesehatan ayam.
“ORIVAGO adalah suplemen untuk hewan ayam. ORIVAGO dibuat dengan tujuan membantu meningkatkan kesehatan ayam dengan menggunakan bahan-bahan alami yang aman. Kami ingin menghadirkan produk yang bisa membantu peternak dalam menjaga kondisi ayam, terutama agar ayam tetap sehat dan bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.
Selain berorientasi pada manfaat produk, tim juga menargetkan ORIVAGO memiliki nilai jual dan mampu dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan. Produk tersebut dirancang agar praktis digunakan oleh peternak serta dapat menjadi alternatif suplemen berbahan alami.
“Keunggulan utama ORIVAGO ada pada bahan yang digunakan, yaitu bahan alami sehingga kami ingin memberikan produk yang aman untuk ayam. Selain itu, ORIVAGO juga dikembangkan dengan tujuan membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan ayam. Kami juga ingin membuat produk yang praktis sehingga bisa lebih mudah digunakan oleh peternak,” tandasnya.
Setelah memperoleh pendanaan, tim menargetkan ORIVAGO dapat berkembang dari sisi kualitas produk, proses produksi, serta pemasaran. “Target utama kami adalah mengembangkan ORIVAGO supaya produknya bisa semakin matang, baik dari segi kualitas maupun produksinya. Kami juga ingin mulai memperkenalkan produk kepada target pasar dan mendapatkan respons langsung dari konsumen. Selain itu, kami ingin meningkatkan penjualan dan membangun ORIVAGO supaya tidak hanya berjalan selama program P2MW, tetapi bisa terus berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” kata tim ORIVAGO.
Lebih dari sekadar program pendanaan, P2MW menjadi ruang bagi tim untuk menguji dan mengembangkan gagasan bisnis secara nyata. “Harapan kami tentunya ORIVAGO bisa tetap berjalan dan berkembang walaupun program P2MW sudah selesai. Kami nggak ingin usaha ini hanya berhenti setelah pendanaan berakhir. Kami ingin terus melakukan pengembangan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas ORIVAGO. Ke depannya, kami berharap ORIVAGO bisa menjadi usaha yang benar-benar menghasilkan dan memberikan manfaat bagi para peternak ayam,” pungkasnya. (Mawar)
