• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Peraturan Rektor UAD Nomor 14 Tahun 2024

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Klik tautan di bawah ini:

Peraturan Rektor Nomor 14 Tahun 2024 Tentang Tata Tertib Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Peraturan-Rektor-Nomor-14-Tahun-2024-Tentang-Tata-Tertib-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.jpg 447 1558 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 08:13:302026-07-14 08:14:09Peraturan Rektor UAD Nomor 14 Tahun 2024

Peran Media Sosial dan Ketegasan UU TPKS dalam Menghalau Kekerasan Seksual

13/07/2026/in Terkini /by Ard

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional EPIC 2026 (Foto. Himakom UAD)

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional EPIC 2026 bertema “Peran Media Sosial dalam Penyebaran Awareness Kekerasan Seksual di Kalangan Mahasiswa” pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah. Acara ini digelar sebagai upaya nyata untuk membangun kesadaran dan ruang aman di lingkungan akademik kampus dari ancaman kekerasan seksual. Seminar krusial ini menghadirkan tiga pakar lintas disiplin sebagai narasumber utama, yaitu dr. M. Irfan Rizaldy, selaku Dokter Rumah Sakit PKU Sleman yang mengupas tuntas dari sudut pandang medis, Kalis Mardiasih yang merupakan seorang Penulis, Aktivis Perempuan Muslim dan Storyteller Keadilan Gender yang menyoroti relasi kuasa di kampus, serta Dr. Diyah Puspitarini, M.Ag. selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang memaparkan aspek regulasi dan perlindungan hukum bagi korban, dengan Fitrinanda An Nur, S.I.Kom., M.A., selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi UAD sebagai moderator acara.

Sebagai pembuka pembahasan, dr. M. Irfan Rizaldy membedah kekerasan seksual dari segi pelanggaran otonomi tubuh, di mana tindakan tanpa persetujuan sadar baik secara fisik maupun nonfisik terbukti memicu respons trauma hebat pada otak. Trauma psikologis yang tidak tertangani ini berisiko tinggi menyebabkan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang mengganggu regulasi emosi, bahkan bermanifestasi menjadi keluhan fisik kronis atau gangguan psikosomatis seperti migrain akut atau nyeri panggul tanpa penyebab medis patologis. Dalam penjelasannya, dr. Irfan menegaskan, “Kekerasan seksual adalah pelanggaran murni terhadap hak atas tubuh seseorang. Ketika trauma psikologis yang ditimbulkannya diabaikan dan tidak mendapatkan penanganan berbasis trauma yang tepat sejak awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dampaknya akan bermanifestasi menjadi gangguan fisik kronis yang merusak kualitas hidup korban.” Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya alur penanganan yang solid, dimulai dari stabilisasi emosi, pembuatan visum resmi atas persetujuan korban, intervensi psikiatri dini, hingga pelaporan dengan pendampingan mental.

Selanjutnya, Kalis Mardiasih membawa audiens melihat realitas pahit mengenai ketimpangan relasi kuasa yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari ruang kelas, sekretariat organisasi, kantin, hingga area kos-kosan di sepanjang jalan menuju kampus. Kekerasan seksual di ranah akademik marak terjadi karena pelaku memanfaatkan gelar, jabatan, atau wewenangnya untuk memanipulasi korban melalui berbagai modus operandi, seperti berkedok sebagai mentor atau figur orang tua yang terpercaya atau confidante, memanfaatkan pengetahuan akademis atau intellectual seducer, hingga mempraktikkan pertukaran nilai akademis atau rekomendasi proyek demi kepuasan seksual.

Mengenai fenomena ini, Kalis menyatakan, “Kita harus berani membongkar ketimpangan relasi kuasa yang berlapis di kampus, di mana pelaku sering kali memanfaatkan posisi akademis atau kedok sebagai mentor untuk memanipulasi korban yang tidak berdaya.” Di era digital ini, Kalis juga mengingatkan bahaya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), di mana media sosial sering kali disalahgunakan oleh pelaku untuk memfasilitasi kejahatan baru seperti menyebarkan foto atau video intim tanpa izin di grup chat mahasiswa atau melakukan ancaman dalam relasi romantis.

Dari sisi regulasi, Dr. Diyah Puspitarini, M.Ag. menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki payung hukum yang kuat dan bersifat lex specialis atau hukum yang lebih spesifik yang berpihak pada korban melalui Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Berdasarkan undang-undang tersebut, pelaku pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling atau verbal dapat diancam pidana penjara maksimal 9 bulan dan/atau denda hingga Rp10.000.000, pelecehan fisik diancam pidana maksimal 4 tahun dan/atau denda hingga Rp50.000.000, sedangkan eksploitasi dan perbudakan seksual diancam pidana hingga 15 tahun penjara dan/atau denda Rp1.000.000.000.

Terkait ketegasan hukum ini, Dr. Diyah menggarisbawahi secara tajam, “Lewat UU TPKS, negara memberikan garansi penuh bahwa kasus kekerasan seksual tidak boleh lagi diselesaikan di bawah meja melalui jalur damai atau restorative justice, dan hak korban atas perlindungan identitas serta pemulihan total adalah prioritas utama hukum kita.” Pelaku kekerasan berbasis elektronik juga akan dijerat lewat akumulasi pasal UU TPKS dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta negara menjamin perlindungan korban dari somasi atau tuntutan hukum balik oleh pelaku.

Melalui pemaparan komprehensif dari ketiga narasumber, seminar ini menghasilkan satu pesan kuat bahwa budaya bungkam, stigma negatif, dan victim-blaming di lingkungan akademik harus segera diakhiri. Media sosial harus dialihfungsikan menjadi ruang bersuara dan sarana edukasi massal untuk membangun kesadaran kolektif, terlebih saat ini keterangan korban yang didukung oleh rekam medis serta hasil pemeriksaan psikologis klinis sudah sah menjadi alat bukti hukum yang kuat. Melalui gerakan bersama yang inklusif dan berani, seluruh elemen akademika diharapkan dapat bersinergi untuk mewujudkan lingkungan kampus yang adil, aman, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Himpunan-Mahasiswa-Ilmu-Komunikasi-Himakom-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-Seminar-Nasional-EPIC-2026-Foto.-Himakom-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 13:28:572026-07-13 13:28:57Peran Media Sosial dan Ketegasan UU TPKS dalam Menghalau Kekerasan Seksual

PPK Ormawa IMM FKM UAD Bekali Kader Caturharjo Teknik Komunikasi Kesehatan

13/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali kader Caturharjo teknik komunikasi kesehatan (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melanjutkan rangkaian program HAMEMAYU WARASING DESA. Pada Sabtu, 4 Juli 2026, tim mahasiswa menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 3 yang berlokasi di Balai Desa Kalurahan Caturharjo.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Bapak Agung, jajaran kader kesehatan, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD, serta Supangat, S.K.M. dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul yang hadir sebagai narasumber. Dalam sambutan pembukanya, Bapak Agung mewakili Pemerintah Kalurahan menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program ini yang secara bertahap terus meningkatkan kompetensi para kader. Beliau menaruh harapan besar agar para kader kesehatan mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk memberikan edukasi secara efektif kepada masyarakat.

Fokus utama pada pertemuan ketiga ini adalah penguatan soft skill kader melalui materi Komunikasi Kesehatan Efektif. Sebelum pemaparan materi, peserta diarahkan untuk mengikuti pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal mereka. Setelah itu, Supangat, S.KM. memberikan pemaparan komprehensif yang mencakup konsep dasar komunikasi kesehatan, teknik interpersonal, hingga strategi penyampaian pesan yang mudah dipahami oleh warga.

Selain teori dasar, narasumber juga membekali kader dengan keterampilan membangun hubungan baik dengan sasaran serta metode penyuluhan yang persuasif. Para kader menunjukkan antusiasme yang tinggi, yang terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi dan tanya jawab terkait berbagai tantangan komunikasi di lapangan.

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, disusul dengan penyerahan plakat penghargaan dari Tim PPK Ormawa kepada narasumber. Melalui pelatihan ini, kader kesehatan Caturharjo diharapkan semakin cakap dan percaya diri dalam memotivasi serta mendampingi masyarakat, sehingga kesadaran warga dalam mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) dapat terus meningkat. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-kader-Caturharjo-teknik-komunikasi-kesehatan-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 13:21:212026-07-14 08:39:45PPK Ormawa IMM FKM UAD Bekali Kader Caturharjo Teknik Komunikasi Kesehatan

Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

13/07/2026/in Prestasi /by Ard

Dandi Saputra Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 2 kompetisi esai nasional (Foto. Dandi)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dandi Saputra, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK), angkatan 2024, kembali menorehkan prestasinya dengan berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang Essay Competition Nasional 2026.

Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Perlombaan yang berlangsung maraton sejak 5 Mei hingga 10 Juni tersebut memuncak pada hari pengumuman pemenang, tepatnya pada Selasa, 11 Juni 2026. Dandi sukses mengamankan podium kedua pada kategori Sosial Budaya setelah menyisihkan berbagai karya inovatif dari mahasiswa lintas perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam karya tulisnya, Dandi membidik fenomena sosiokultural yang sangat relevan dengan realitas kontemporer, yakni pergeseran nilai-nilai komunal di tengah masyarakat modern akibat derasnya arus digitalisasi.

“Saya lebih fokus mengambil masalah tentang ‘Pudarnya Budaya Gotong Royong di Era Individualisme’. Karena menurut saya, nilai gotong royong sebagai identitas bangsa mulai bergeser dan masyarakat semakin individualistis akibat perubahan gaya hidup dan digitalisasi. Jika dibiarkan, modal sosial masyarakat dapat melemah sehingga solidaritas dan kepedulian antarsesama berkurang,” ujar Dandi saat diwawancarai.

Ide penulisan ini tidak datang dari ruang hampa. Dandi mengaku tergerak secara personal setelah mengamati langsung lingkungan sekitarnya, di mana tradisi-tradisi guyub khas nusantara kini kian langka ditemui.

“Inspirasi ini muncul ketika saya memang secara langsung melihat kegiatan sosial tersebut sudah jarang sekali ada dan terlihat di era saat ini. Dari situ saya kepikiran untuk mengangkat topik ini sebagai salah satu permasalahan sosial budaya yang cukup berdampak,” imbuhnya.

Sebagai langkah solutif atas permasalahan tersebut, Dandi menawarkan sebuah gagasan segar yang ia beri nama gagasan ‘Gotong Royong Adaptif’. Konsep ini merupakan sebuah upaya pembaruan nilai lokal agar selaras dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Singkatnya, solusi yang diberikan itu membangun model Gotong Royong Adaptif, yaitu pembaruan nilai gotong royong yang memadukan teknologi digital, pendidikan berbasis proyek sosial, serta dukungan kebijakan pemerintah agar gotong royong tetap relevan dengan gaya hidup masyarakat modern,” jelas mahasiswa berprestasi angkatan 2024 tersebut.

Kendati berhasil meraih juara, proses penyusunan esai ini diakui Dandi tidak berjalan tanpa hambatan. Ia membagikan cerita jujur mengenai dinamika internal yang dialaminya selama melakukan riset literatur dan pengumpulan data pendukung.

“Tantangan utama yang pasti melawan rasa malas untuk membaca atau mencari data pendukungnya. Sebenarnya banyak data yang bisa didapat dan data-datanya lumayan konkret serta relevan semua, namun untuk membaca dan menganalisisnya kadang sedikit malas,” akunya jujur seraya tersenyum.

Meski sempat didera kejenuhan, ketekunan Dandi akhirnya membuahkan hasil manis. Gelar juara ini ia persembahkan untuk orang-orang terdekat yang tiada henti memberikan suntikan moral, termasuk dari pihak akademisi kampus UAD.

“Yang pasti alhamdulillah saya bersyukur karena diberikan kepercayaannya untuk menyandang gelar juara tersebut. Dukungan terbesar yang pasti dari ibu saya sendiri, lalu Ibu Tanti selaku dosen yang mengasuh saya, dan teman-teman terdekat saya, karena beliau-beliau ini selalu mendukung setiap langkah yang saya ambil,” ungkap Dandi penuh rasa syukur.

Prestasi ini tidak membuat Dandi lekas berpuas diri. Ia berkomitmen agar konsep esai yang ditulisnya tidak sekadar berakhir sebagai tumpukan kertas, melainkan dapat direalisasikan ke dalam tindakan nyata di masyarakat luas melalui kolaborasi strategis.

“Rencana selanjutnya saya akan mencoba mendiskusikan ini dengan lembaga pemerintahan di tempat saya. Kemudian akan mencoba diimplementasikan dan diimprovisasikan lagi di lingkungan tempat saya tinggal nanti, semoga dengan langkah ini permasalahan tersebut akan tersolusikan,” pungkasnya optimis.

Di akhir sesi wawancara, Dandi juga menitipkan pesan mendalam sekaligus ajakan bagi seluruh rekan-rekan mahasiswa, khususnya di lingkungan UAD, untuk memperkuat kepekaan sosial serta mengambil peran aktif sebagai agen perubahan bagi bangsa.

“Saran saya mungkin generasi muda harus peka juga terhadap isu sosial budaya. Terlebih kita sebagai generasi muda juga harus menjadi penggerak jika kita menemukan isu sosial yang mungkin masih bisa kita carikan solusi. Untuk mahasiswa yang ingin berprestasi, mungkin tolong lebih peka terhadap isu dan permasalahan lingkungan sekitar kita, karena dengan kesadaran kita, kita bisa merubah,” tutupnya tegas. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dandi-Saputra-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-2-kompetisi-esai-nasional-Foto.-Dandi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 09:10:362026-07-13 13:14:42Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral

12/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 kompetisi oral nasional (Foto. Athaya)

Daftar capaian gemilang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kian bertambah. Kali ini, capaian membanggakan datang dari Athaya Hanun Sasmitha, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2025. Ia sukses meraih predikat Juara 2 dalam ajang bergengsi Kompetisi Oral #3 Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan subtema Sosial, Sastra, dan Budaya yang diadakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD pada 22 Mei hingga 15 Juni 2026 lalu.

Dalam kompetisi presentasi lisan tersebut, Athaya membawakan topik mendalam mengenai fenomena sastra sebagai media perlawanan sosial-budaya dengan judul “Menggunakan Estetika Sastra sebagai Pemantik Empati dan Kesadaran Sosial-Politik Massa”. Gagasan ini didasarkan pada pandangannya bahwa tulisan memiliki kekuatan besar untuk menyuarakan kritik dan melawan ketidakadilan secara tajam.

Agar topik yang berat tersebut mudah dicerna, Athaya mengemas materinya dengan mengaitkan isu-isu hangat yang sedang relevan di masyarakat. Ia juga menggunakan bahasa yang komunikatif dan menyertakan solusi konkret guna menjaga objektivitas presentasi di hadapan dewan juri. Kendati tampil memukau, Athaya mengaku sempat mengalami perang batin sebelum hari perlombaan. Dua hari menjelang tenggat pengumpulan, ia sempat ragu dan berniat mengganti topik karena khawatir gagasannya disalahartikan sebagai bentuk pemberontakan. Namun ia berhasil mengatasinya dengan menggeser strategi penyampaian.

“Yang ingin saya sampaikan bukan tentang ‘pemberontakan’, melainkan tentang mengenalkan sastra sebagai media alternatif untuk menyuarakan pendapat,” jelas Athaya.

Di balik kesuksesan tersebut, Athaya menyebutkan bahwa teman-teman terdekatnya menjadi support system utama yang memberikan validasi dan mendongkrak rasa percaya dirinya selama proses persiapan. Menutup sesi wawancara, mahasiswa angkatan 2025 ini mengajak rekan-rekan mahasiswa UAD lainnya untuk tidak takut mencoba dan berani mengukur potensi diri melalui jalur kompetisi.

“Lakukan persiapan dan usaha sekeras mungkin yang kita bisa, lalu selebihnya serahkan hasil akhir kepada Allah Swt. Tetap semangat untuk mengejar prestasi, karena kita tidak akan pernah tahu potensi terbesar kita sebelum benar-benar berani melangkah!” pungkasnya optimis. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-kompetisi-oral-nasional-Foto.-Athaya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-12 10:00:132026-07-13 12:49:17Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral

Tim Debat UAD Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia di Pontianak

12/07/2026/in Prestasi /by Ard

Tim Debat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 lomba debat bahasa Indonesia di Pontianak (Foto. Tim Debat UAD)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di kancah nasional. Delegasi UAD yang beranggotakan tiga mahasiswa lintas program studi sukses menyabet gelar Juara 2 dalam kompetisi debat bergengsi Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) PRP FKIP UNTAN 2026. Kompetisi tersebut berlangsung pada 2 hingga 6 Mei 2026 di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Tim UAD dengan nama Tim Gacoan Enak Kali Ya ini diperkuat oleh kolaborasi solid mahasiswa angkatan 2024, antara lain Farid Bagaskara dari Program Studi Sastra Inggris, Shania Ayu Salsabila dari Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Muhamad Andika dari Program Studi Teknik Industri. Kombinasi perspektif dari ranah humaniora, komunikasi, dan teknik ini terbukti menjadi senjata ampuh bagi mereka saat harus bertanding sebagai tim pro maupun kontra sesuai hasil undian di setiap ronde.

Keberhasilan ini diraih melalui proses persiapan yang sangat intensif demi menghadapi kompetisi yang ketat. “Persiapan yang saya lakukan dimulai dengan memperbanyak membaca isu-isu aktual, latihan menyusun argumentasi, memperdalam teknik rebuttal, serta melakukan simulasi debat bersama tim,” ungkap Shania.

Selain itu, mereka juga fokus mengasah kemampuan public speaking, manajemen waktu berbicara, dan memperkuat kerja sama tim. Tantangan terbesar yang mereka hadapi di arena lomba adalah keragaman karakter lawan dari berbagai universitas di Indonesia yang memiliki gaya debat unik dan berbeda.

Di antara banyaknya perdebatan, mosi mengenai isu sosial dan kebijakan publik diakui menjadi tantangan terberat karena memerlukan pemahaman yang luas serta basis data yang kuat. Shania menjelaskan bahwa strateginya adalah mengidentifikasi inti masalah, membangun argumen yang logis berbasis fakta, contoh kasus, dan teori yang relevan, serta mencari kelemahan argumen lawan untuk menyusun rebuttal yang efektif. Menariknya, bekal akademis dari bangku kuliah Ilmu Komunikasi UAD, seperti teori komunikasi, public speaking, komunikasi persuasif, dan critical thinking, memegang peran krusial dalam membangun penyampaian argumen yang jelas, terstruktur, dan meyakinkan di hadapan juri.

Pencapaian Juara 2 ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi mereka untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa mahasiswa UAD mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari dukungan penuh pihak program studi dan universitas yang memberikan fasilitas serta motivasi, serta dukungan moral dari teman-teman dan keluarga selama proses persiapan hingga kompetisi selesai. Mengakhiri sesi wawancara, Shania memberikan motivasi kepada mahasiswa lain untuk tidak ragu dalam menantang diri. “Jangan takut mencoba mengikuti kompetisi. Perbanyak membaca, latih kemampuan berpikir kritis dan public speaking, serta konsisten berlatih. Jadikan setiap kompetisi sebagai proses belajar, karena pengalaman dan evaluasi akan membantu kita terus berkembang,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Debat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-lomba-debat-bahasa-Indonesia-di-Pontianak-Foto.-Tim-Debat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-12 08:00:232026-07-13 12:35:45Tim Debat UAD Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia di Pontianak

Mahasiswa KKN Alternatif UAD Kenalkan Minuman Tepache dari Kulit Nanas

11/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kenalkan Minuman Tepache dari Kulit Nanas (Foto. KKN UAD)

Limbah buah, seperti kulit nanas, sering kali berakhir sebagai sampah meskipun masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Padahal, jika ditinjau dari perspektif optimalisasi dan produktivitas lingkungan, limbah organik seperti kulit nanas masih memiliki nilai guna yang sangat tinggi jika diproses dengan tepat. Upaya pemanfaatan kembali (reuse) material sisa ini menjadi langkah krusial untuk menekan volume sampah domestik sekaligus menciptakan produk baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Berangkat dari urgensi pengurangan limbah organik tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.A.3 menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Pembuatan Minuman dari Limbah Kulit Nanas” di RW 03 Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Program kerja tematik ini diikuti oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan penuh antusias.

Program ini bertujuan mengurangi limbah organik di lingkungan permukiman, meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil sampingan pertanian, serta membuka peluang usaha baru yang berbasis pada pemanfaatan produk lokal.

Sebelum pelatihan dimulai, tim mahasiswa KKN Unit I.A.3 melakukan pengamatan sederhana mengenai kebiasaan warga dalam memperlakukan sampah dapur non-sayuran. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas warga masih menganggap kulit nanas sebagai sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan sering memicu bau asam jika dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan.

Kurangnya literasi mengenai pemanfaatan limbah buah menjadi alasan utama mengapa potensi ekonomi dan kesehatan dari bahan ini terlewatkan begitu saja. Kondisi lapangan ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif berupa pelatihan praktis yang mudah diterapkan di skala rumah tangga.

Dalam pelatihan ini, warga diajak untuk mengenal tepache, yaitu minuman fermentasi tradisional yang sehat, menyegarkan, dan terbukti tinggi kandungan vitamin C yang dibuat dengan memanfaatkan kulit nanas. Mahasiswa mendemonstrasikan secara langsung seluruh proses pembuatan, mulai dari teknik pencucian kulit nanas agar higienis, pencampuran dengan air dan gula merah, hingga proses fermentasi singkat selama beberapa hari. Suasana di Balai RW menjadi semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi interaktif dan mencicipi tepache yang telah difermentasi.

Pelatihan ini meningkatkan pemahaman warga secara signifikan mengenai konsep produk bernilai tambah (value-added product). Warga tidak hanya memahami teori penanganan sampah, tetapi juga terinspirasi melihat bagaimana limbah yang awalnya tidak berharga dapat diubah menjadi produk yang memiliki daya jual dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Harapan kami ingin menunjukkan bahwa penerapan sistem industri hijau dan konsep zero waste tidak harus muluk-muluk, melainkan bisa dimulai dari pemanfaatan limbah dapur kita sendiri. Kulit nanas yang tadinya dibuang, dengan sedikit kreativitas fermentasi, bisa menjadi minuman sehat yang bernilai ekonomi. Jika ini konsisten dikembangkan, lingkungan Sorosutan akan semakin bersih dan peluang usaha mikro warga bisa ikut tumbuh.”

Melalui program ini, warga Kelurahan Sorosutan tidak sekadar memperoleh pengetahuan tentang kelestarian lingkungan, melainkan mendapatkan keterampilan praktis untuk mandiri secara ekonomi. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan berbagai inovasi produk lokal yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi pemantik gerakan pemilahan dan pemanfaatan limbah organik yang lebih luas di tengah masyarakat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Alternatif-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Kenalkan-Minuman-Tepache-dari-Kulit-Nanas-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-11 09:05:582026-07-13 10:10:18Mahasiswa KKN Alternatif UAD Kenalkan Minuman Tepache dari Kulit Nanas

Mawapres I Program Diploma UAD Ikuti Global and Culture Exposure 2026 di Malaysia

11/07/2026/in Terkini /by Ard

Mawapres I Program Diploma Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ikuti Global and Culture Exposure 2026 di Malaysia (Foto. Rizal)

Mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan (Bisma) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rizal Agus Setiawan, yang juga merupakan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Program Diploma UAD, mengikuti Global and Culture Exposure (GCE) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (Puspresma PTMA) di Penang, Malaysia, pada 15-18 April 2026.

Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa PTMA untuk memperluas wawasan internasional melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu rangkaian kegiatan yang paling berkesan bagi Rizal adalah Community Service yang dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Permai Kulim dan Sanggar Bimbingan Anak Malaysia Indonesia (SAMI).

Pada kegiatan tersebut, Rizal bersama peserta lainnya berinteraksi langsung dengan anak-anak imigran Indonesia melalui berbagai aktivitas edukatif, pemberian motivasi belajar, serta penguatan karakter. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan makna yang mendalam sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga identitas kebangsaan di mana pun berada.

“Saya merasa sangat senang dan terharu dapat bertemu dengan adik-adik imigran Indonesia di Malaysia. Meskipun mereka tinggal jauh dari tanah air, semangat mereka untuk belajar, mengenal budaya Indonesia, dan meraih cita-cita tetap sangat tinggi. Pengalaman ini menjadi pengingat bagi saya bahwa rasa cinta terhadap Indonesia dapat terus tumbuh di mana pun kita berada,” ungkap Rizal.

Ia menuturkan bahwa antusiasme dan semangat yang ditunjukkan anak-anak selama kegiatan berlangsung memberikan inspirasi tersendiri baginya. Senyum dan semangat belajar yang mereka tunjukkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Rizal, kegiatan pengabdian tersebut tidak hanya memperluas pemahamannya mengenai tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak Indonesia di luar negeri, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur, empati, serta tanggung jawab sebagai generasi muda.

“Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa sekecil apa pun kontribusi yang kita berikan dapat menjadi penyemangat bagi orang lain. Pengalaman ini juga menumbuhkan rasa syukur dan tanggung jawab untuk terus mengabdi serta membawa nama baik Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

Keikutsertaan Rizal dalam Global and Culture Exposure 2026 menjadi salah satu wujud komitmen mahasiswa UAD untuk terus mengembangkan kompetensi global sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat kolaborasi, dan komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mawapres-I-Program-Diploma-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ikuti-Global-and-Culture-Exposure-2026-di-Malaysia-Foto.-Rizal.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-11 08:02:292026-07-13 10:05:25Mawapres I Program Diploma UAD Ikuti Global and Culture Exposure 2026 di Malaysia

Mahasiswa Ilmu Hadis UAD Juara 2 Pencak Silat di Piala KASAU Championship 2026

10/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 pencak silat di Piala KASAU Championship 2026 (Foto. Nasrulloh)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang nonakademik melalui torehan prestasi mahasiswanya di arena bela diri. Prestasi membanggakan ini dipersembahkan oleh Nasrulloh Maulana Abdillah, mahasiswa program studi Ilmu Hadis, Fakultas Agama Islam (FAI) angkatan 2025. Nasrulloh sukses menyabet Juara 2 kategori Kelas C Dewasa Putra dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Piala KASAU Championship yang diselenggarakan di Jakarta International Velodrome pada tanggal 20 hingga 21 Juni 2026 lalu.

Kompetisi ini menjadi momentum yang sangat spesial karena merupakan kejuaraan pencak silat pertama yang digelar oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU). Meski harus puas menempati posisi kedua, Nasrulloh mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini dan menjadikannya sebagai motivasi besar untuk terus berusaha lebih keras agar bisa meraih podium utama pada perlombaan selanjutnya.

Keberhasilan Nasrulloh di gelanggang tentu tidak datang secara instan, melainkan buah dari persiapan matang yang dilakukan sejak jauh-jauh hari. Selama masa persiapan, ia selalu disiplin mengikuti porsi latihan dan patuh terhadap segala nasihat serta arahan dari pelatih agar dapat berlaga dengan performa maksimal.

“Untuk persiapan tentunya latihan dari jauh-jauh hari dan tetap mengikuti nasihat dari pelatih agar ketika lomba dapat berlaga dengan maksimal,” jelasnya. Di samping persiapan fisik, tantangan terbesar yang dirasakannya justru datang dari faktor psikologis. Bagi Nasrulloh, lawan terberat yang harus ditaklukkan adalah mentalnya sendiri. Ia mengakui, “Tantangan terbesar saya ialah mental saya sendiri, bagaimana harus melawan nervous, takut, dan grogi.”

Sebagai mahasiswa aktif, Nasrulloh juga dituntut untuk cerdas dalam membagi waktu antara kewajiban akademik dan hobi bela dirinya. Keputusannya bergabung dengan Organisasi Otonom (Ortom) Tapak Suci UAD sangat membantu proses ini karena jadwal latihan yang sudah terstruktur dengan jelas.

“Untuk mengatur waktu kita dapat menentukan kapan harus latihan dan kapan harus kuliah, berhubung saya mengikuti dan bergabung ortom Tapak Suci UAD jadi untuk latihan sudah ada jadwalnya, tinggal saya harus tahu waktu latihan untuk latihan dan waktu tidak latihan saya harus mengerjakan tugas atau kuliah,” tuturnya mengenai manajemen waktu.

Prestasi yang diraihnya ini diakui Nasrulloh sebagai hasil dari dukungan besar berbagai pihak yang terus mengalir untuknya. Peran utama datang dari orang tua yang selalu memberikan restu dan dukungan moral agar ia tetap konsisten di jalur prestasi. Selain itu, bimbingan dari dewan pelatih yang tidak pernah lelah memberikan pengingat serta evaluasi, bersama dengan semangat solidaritas dari teman-teman sejawat, menjadi dorongan kuat bagi Nasrulloh untuk memberikan yang terbaik. Setelah mengevaluasi hasil dari kompetisi ini, Nasrulloh kini mantap membidik target Juara 1 untuk kejuaraan berikutnya.

Nasrulloh membagikan pesan motivasi yang mendalam bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya. Ia mengingatkan agar jangan pernah merendahkan diri sendiri atau merasa iri terhadap pencapaian yang diraih oleh orang lain, karena setiap individu sejatinya memiliki potensi uniknya masing-masing. Menurutnya, kunci utama kesuksesan adalah tetap konsisten dengan apa yang sedang diusahakan dan fokus pada proses diri sendiri tanpa perlu menghiraukan omongan negatif dari orang lain. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Ilmu-Hadis-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-pencak-silat-di-Piala-KASAU-Championship-2026-Foto.-Nasrulloh.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-10 10:00:132026-07-13 09:20:41Mahasiswa Ilmu Hadis UAD Juara 2 Pencak Silat di Piala KASAU Championship 2026

Mahasiswa Teknik Industri UAD Raih Juara I Lomba Desain Produk Tingkat Nasional

10/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I lomba desain produk tingkat nasional (Foto. Tim Incluvia)

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengharumkan nama kampus di kancah nasional. Tim yang diketuai Muhammad Panca Nugraha, bersama Lydia Ayu Azzahrani dan M. Aditya Yakub Kuswara, berhasil meraih Juara I pada Lomba Desain Produk Ergonomis ERGOVATE DINASTI 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram.

Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Mataram, Lombok, pada 28 Juni-2 Juli 2026. Sebelum melaju ke babak final, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti tahap seleksi mini proposal yang dimulai sejak Mei 2026. Pada babak final, penilaian dilakukan berdasarkan presentasi, video inovasi, serta prototipe produk yang dikembangkan oleh masing-masing tim.

Keberhasilan tim UAD menjadi juara pertama tidak diraih dengan mudah. Muhammad Panca Nugraha mengungkapkan bahwa keberangkatan menuju babak final sempat diwarnai keraguan. Bahkan, tim hampir memutuskan untuk mengundurkan diri karena minimnya persiapan. Namun, mereka akhirnya saling menguatkan untuk tetap mengikuti kompetisi.

“Alhamdulillah kami berhasil meraih Juara I. Awalnya kami berangkat ke final hanya bermodal nekat tanpa persiapan yang benar-benar matang. Kami bahkan sempat ingin mundur, tetapi akhirnya saling meyakinkan untuk tetap berangkat. Syukur kepada Allah Swt., hasilnya di luar dugaan karena kami berhasil menjadi juara dengan selisih nilai yang cukup jauh dari juara kedua,” ujar Panca.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “INCLUVIA (Inclusive Mobility for Active Tourism): Inovasi Kursi Roda Olahraga Multifungsi Berbasis Sustainable Design untuk Mewujudkan Sport Tourism Tanpa Batas.” Inovasi ini lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses wisata alam bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Menurut Panca, Indonesia terus mengembangkan sektor pariwisata, khususnya wisata alam. Namun, banyak lokasi wisata seperti perbukitan, pantai, maupun jalur dengan permukaan yang tidak rata masih sulit diakses menggunakan kursi roda konvensional. Berangkat dari kondisi tersebut, tim mengembangkan INCLUVIA sebagai kursi roda multifungsi yang dirancang agar mampu beradaptasi dengan berbagai jenis medan sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya.

Produk tersebut dilengkapi dengan sejumlah fitur inovatif, di antaranya pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi dan teknologi Adaptive Stability System yang memungkinkan kursi roda menyesuaikan keseimbangan saat melintasi berbagai kondisi permukaan. Melalui inovasi ini, tim berharap dapat mendukung terwujudnya sektor sport tourism yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain menawarkan solusi bagi mobilitas penyandang disabilitas dan lansia, INCLUVIA juga dirancang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Inovasi ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas hidup dengan desain yang lebih ergonomis, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendorong kesetaraan akses terhadap wisata aktif, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengembangan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Panca mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti ERGOVATE DINASTI 2026. Menurutnya, panitia memberikan suasana yang hangat dan bersahabat sehingga para peserta merasa nyaman selama mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat presentasi final. Ketika hendak menyampaikan slogan penutup secara serempak, masing-masing anggota justru mengucapkannya dengan cara yang berbeda sehingga mengundang gelak tawa seluruh peserta dan dewan juri.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan tidak hanya mampu menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional melalui kreativitas, kolaborasi, serta semangat pantang menyerah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-I-lomba-desain-produk-tingkat-nasional-Foto.-Tim-Incluvia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-10 09:00:102026-07-13 09:41:17Mahasiswa Teknik Industri UAD Raih Juara I Lomba Desain Produk Tingkat Nasional
Page 4 of 614«‹23456›»

TERKINI

  • PPK Ormawa RDC UAD Bekali Karang Taruna Karangtengah Dasar-Dasar Robotika untuk Dukung Pertanian Cerdas21/07/2026
  • Peserta Leadership Training PTMA Kunjungi UAD, Bahas Sinergi dan Tata Kelola Perguruan Tinggi21/07/2026
  • Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA18/07/2026
  • Himakom UAD Selenggarakan Pelatihan Public Speaking dan Content Creator17/07/2026
  • UAD dan Pemkab Blora Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman17/07/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha21/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 202620/07/2026
  • Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD20/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 202620/07/2026
  • Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD19/07/2026

FEATURE

  • Shaldan dan Tantangannya di ONMIPA Perguruan Tinggi 202621/07/2026
  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top