Mahasiswa Teknik Industri UAD Raih Juara I Lomba Desain Produk Tingkat Nasional

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I lomba desain produk tingkat nasional (Foto. Tim Incluvia)
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengharumkan nama kampus di kancah nasional. Tim yang diketuai Muhammad Panca Nugraha, bersama Lydia Ayu Azzahrani dan M. Aditya Yakub Kuswara, berhasil meraih Juara I pada Lomba Desain Produk Ergonomis ERGOVATE DINASTI 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram.
Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Mataram, Lombok, pada 28 Juni-2 Juli 2026. Sebelum melaju ke babak final, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti tahap seleksi mini proposal yang dimulai sejak Mei 2026. Pada babak final, penilaian dilakukan berdasarkan presentasi, video inovasi, serta prototipe produk yang dikembangkan oleh masing-masing tim.
Keberhasilan tim UAD menjadi juara pertama tidak diraih dengan mudah. Muhammad Panca Nugraha mengungkapkan bahwa keberangkatan menuju babak final sempat diwarnai keraguan. Bahkan, tim hampir memutuskan untuk mengundurkan diri karena minimnya persiapan. Namun, mereka akhirnya saling menguatkan untuk tetap mengikuti kompetisi.
“Alhamdulillah kami berhasil meraih Juara I. Awalnya kami berangkat ke final hanya bermodal nekat tanpa persiapan yang benar-benar matang. Kami bahkan sempat ingin mundur, tetapi akhirnya saling meyakinkan untuk tetap berangkat. Syukur kepada Allah Swt., hasilnya di luar dugaan karena kami berhasil menjadi juara dengan selisih nilai yang cukup jauh dari juara kedua,” ujar Panca.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “INCLUVIA (Inclusive Mobility for Active Tourism): Inovasi Kursi Roda Olahraga Multifungsi Berbasis Sustainable Design untuk Mewujudkan Sport Tourism Tanpa Batas.” Inovasi ini lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses wisata alam bagi penyandang disabilitas dan lansia.
Menurut Panca, Indonesia terus mengembangkan sektor pariwisata, khususnya wisata alam. Namun, banyak lokasi wisata seperti perbukitan, pantai, maupun jalur dengan permukaan yang tidak rata masih sulit diakses menggunakan kursi roda konvensional. Berangkat dari kondisi tersebut, tim mengembangkan INCLUVIA sebagai kursi roda multifungsi yang dirancang agar mampu beradaptasi dengan berbagai jenis medan sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya.
Produk tersebut dilengkapi dengan sejumlah fitur inovatif, di antaranya pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi dan teknologi Adaptive Stability System yang memungkinkan kursi roda menyesuaikan keseimbangan saat melintasi berbagai kondisi permukaan. Melalui inovasi ini, tim berharap dapat mendukung terwujudnya sektor sport tourism yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain menawarkan solusi bagi mobilitas penyandang disabilitas dan lansia, INCLUVIA juga dirancang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Inovasi ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas hidup dengan desain yang lebih ergonomis, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendorong kesetaraan akses terhadap wisata aktif, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengembangan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Panca mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti ERGOVATE DINASTI 2026. Menurutnya, panitia memberikan suasana yang hangat dan bersahabat sehingga para peserta merasa nyaman selama mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat presentasi final. Ketika hendak menyampaikan slogan penutup secara serempak, masing-masing anggota justru mengucapkannya dengan cara yang berbeda sehingga mengundang gelak tawa seluruh peserta dan dewan juri.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan tidak hanya mampu menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional melalui kreativitas, kolaborasi, serta semangat pantang menyerah. (Mawar)
