IMM FAI UAD Sukses Gelar Darul Arqam Dasar 2026

IMM FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar Darul Arqam Dasar 2026 (Foto. IMM FAI UAD)
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan perkaderan utama Darul Arqam Dasar (DAD). Agenda wajib bagi calon kader baru ini berlangsung selama empat hari, yakni sejak Rabu hingga Sabtu, 24-27 Juni 2026. Rangkaian acara dimulai dengan sesi Stadium General di Ruang Kaca Barat Kampus 4 UAD, kemudian dilanjutkan dengan pemusatan forum di MBS Pleret Unit 2 (Asrama Putra).
Perkaderan formal yang diikuti oleh 36 mahasiswa aktif dari internal FAI UAD ini dibuka secara resmi oleh Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd. Selain prosesi pembukaan, para peserta juga mendapatkan pembekalan awal dalam sesi Stadium General yang diisi langsung oleh akademisi UAD, Sobar M. Johari, S.E.I., M.Sc., Ph.D. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan motivasi bagi para peserta sebelum memasuki fase perkaderan yang intensif.
Dalam sambutannya, Yusuf Hanafiah menekankan pentingnya keseimbangan karakter bagi seorang kader persyarikatan. Ia menegaskan bahwa kader IMM FAI UAD tidak boleh hanya berfokus pada kesalehan individual semata, melainkan harus menyelaraskannya dengan kesalehan sosial. Kader diharapkan tidak hanya rajin beribadah di masjid, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat serta peka membantu lingkungan sekitar yang membutuhkan.
Selama menetap di lokasi perkaderan, para peserta tidak hanya diberikan materi teoretis di dalam kelas. Ruang-ruang dialektika terus dihidupkan melalui sesi Focus Group Discussion (FGD) setelah penyampaian materi untuk menguji daya kritis peserta. Selain itu, aspek spiritualitas dan kedisiplinan juga dipupuk kuat melalui pembiasaan salat tahajud berjamaah yang dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an hingga waktu subuh tiba.
Guna mencairkan suasana dan membangun kedekatan emosional, panitia dan tim instruktur juga menyelipkan berbagai agenda luar ruangan yang interaktif. Pada pagi hari, para peserta diajak menyegarkan pikiran melalui senam bersama dan berbagai outbound games. Tak hanya itu, pada malam terakhir, forum DAD dimeriahkan oleh pentas Kader Show yang mewajibkan setiap peserta menampilkan bakat seni mereka, mulai dari bernyanyi, drama, hingga pembacaan puisi dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia.
Ketua Umum PK IMM FAI UAD, Alfin Syahrin, menyampaikan bahwa tantangan terbesar pasca-DAD adalah bagaimana para kader baru mampu mengimplementasikan Tri Kompetensi Dasar (Trikoda) IMM, yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas secara nyata. Menurutnya, religiusitas harus mewujud dalam aksi nyata membantu sesama, sementara intelektualitas diasah lewat kegemaran membaca buku agar kader selalu haus akan ilmu pengetahuan dan tetap rendah hati.
“Pada aspek humanitas, kami ingin para kader baru ini membumi dengan masyarakat, seperti ikut mengajar TPA, berbaur dengan tukang becak, penjual makanan keliling, hingga kaum dhuafa di jalanan. Harapan besar ini tentu bukan hanya untuk para peserta yang baru lulus, tetapi terlebih sebagai pengingat mendalam bagi draf pribadi saya sendiri agar bisa terus berbenah menjadi contoh teladan yang baik dalam ikatan,” pungkas Alfin di akhir wawancara. (Ana)
