Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Lomba Literature Review Tingkat Nasional

Mahasiswa Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara II lomba literature review tingkat nasional (Foto. Shaldhan)
Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim yang terdiri atas Shaldhan Bayu Yuska sebagai ketua, serta Salsabiila Nurul Adzkia dan Joecy Rubina Aurora S. sebagai anggota, berhasil meraih Juara II pada cabang lomba Literature Review yang diselenggarakan oleh Baiturrahmah Medical Science Club (BMSC) Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah.
Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring, mulai dari babak penyisihan pada 17 Juni 2026 hingga babak final pada 28 Juni 2026. Meskipun baru pertama kali mengikuti kompetisi literature review, tim mahasiswa UAD berhasil menunjukkan kemampuan akademik yang unggul hingga meraih posisi kedua.
Ketua tim, Shaldhan Bayu Yuska, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus tidak pernah mereka duga sebelumnya. “Kami merasa sangat bersyukur sekali karena di percobaan pertama kami mengikuti lomba literature review, alhamdulillah Allah langsung memberi kami rezeki untuk meraih juara,” ungkap Shaldhan.
Dalam kompetisi ini, tim mengangkat karya berjudul “Intervensi Bystander Berbasis Digital sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual: Sebuah Scoping Review.” Melalui kajian tersebut, mereka menelaah efektivitas pemanfaatan media digital sebagai sarana intervensi bystander dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual.
Menurut Shaldhan, isu yang mereka angkat memiliki relevansi yang sangat tinggi dengan kondisi di masyarakat saat ini. Selama proses penyusunan karya, mereka semakin menyadari pentingnya peran masyarakat, khususnya para saksi atau bystander, dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual melalui pendekatan berbasis teknologi digital.
Di balik keberhasilan tersebut, tim juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu serta minimnya pengalaman karena baru pertama kali mengikuti lomba pada bidang literature review. Kondisi tersebut membuat mereka harus banyak mempelajari alur penyusunan karya ilmiah sekaligus beradaptasi selama proses kompetisi berlangsung.
Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Mereka mengaku momen yang paling berkesan adalah ketika menyadari bahwa topik yang mereka teliti sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari sehingga memiliki potensi memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Shaldhan menambahkan, “Buat teman-teman yang masih takut mencoba, lomba yang sifatnya tim dan dilaksanakan secara penuh daring bisa menjadi pilihan karena lebih fleksibel dan seluruh proses pengerjaannya dapat dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing, dr. Tira Alfiyani Laariya, MPH, yang secara intensif memberikan arahan, masukan, serta melakukan telaah terhadap karya ilmiah dan presentasi tim. Bimbingan tersebut membantu tim menyempurnakan penelitian sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum tampil pada babak final. (Mawar)
