Teater Pebei Menghibur Masyarakat Keliling DIY

0
182

(Bantul, Kulon Progo, Sleman, Gunung Kidul, Kota Yogyakarta)

Teater Pebei merupakan salah satu dari enam kelompok teater yang ada di UAD. Tetaer ini berdiri di bawah naungan Englis Departement Student Association (EDSA) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UAD. Teater Pebei berdiri tahun 2001 tepatnya pada tanggal 5 Oktober. Hingga saat ini Teater Pebei telah menetaskan banyak karya juga menjuarai beberapa ajang kejuaraan seperti FTJ, Selekda, hingga Peksiminas. Selain itu hingga saat ini telah melakoni sebanyak 26 kali pementasan teater baik di Yogyakarta maupun ke luar kota Yogyakarta.

Di tahun 2012 ini, dalam pentas produksinya yang ke 12, Teater Pebei akan keliling DIY yakni ke Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, Sleman, dan terakhir di kota Yogyakarta. Pada kesempatan kali ini Teater Pebei akan mementaskan lakon Sinyo Semar (Sinden Nyonya Semi ing Marcapada), sebuah adaptasi dari naskah lakon yang berjudul SINDHEN karya Heru Kesawa Murti. Pentas teater keliling DIY ini akan diawali pada hari Senin, 18 Juni 2012 di Tembi Rumah Budaya (Bantul) pukul 19.30 WIB-selesai, pada hari Kamis, 21 Juni 2012 di Gedung Kesenian (Kulon Progo) pukul 19.30 WIB-selesai, pada hari Minggu, 24 Juni 2012 di Pendopo Wonorejo (Sleman) pukul 19.30 WIB-selesai, pada hari Selasa, 26 Juni 2012 Gedung Kesenian (Gunung Kidul) pukul 19.30 WIB-selesai, dan diakhiri pada hari Kamis, 28 Juni 2012 di Amphiteater Taman Budaya Yogyakarta (Kota Yogyakarta) pukul 19.30 WIB-selesai. Pementasan ini disutradarai oleh Erika Nanda Risman, dan yang akan bermain sebagai aktor antara lain Lintang Permana Sari Devi, Tubagus Nikmatuloh, Agus Sandiko, Puji, Umi Rahmawati, Erlin Nurhasanah, Hanik, Syamsul Muarif, Alip Iskandar, Alimah, Abdus Somad, dan Titi Widyayanti. Artistik dan musik Teater Pebei menggandeng Teater JAB dan Teater 42.

Tujuan Teater Pebei memainkan naskah lakon ini adalah untuk memberi hiburan kepada masyarakat. Maka dari itu naskah yang diangkat adalah naskah yang awal mulanya dilakonkan oleh Teater Gandrik yang khas dengan sampaannya yang menghibur dan jenaka. Bertolah dari situlah maka naskah ini dimainkan di kampung-kampung keliling kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Sinyo Semar sendiri berkisah tentang kehidupan di kayangan dan dunia. Kayangan adalah tempat para dewa dengan berbagai jabatannya namun mereka kebanyakan menganggur dan hanya bersantai, sedangkan di dunia manusia melakukan aktivitas sehari-hari dan ada hal-hal seni di dalamnya. Naskah ini menjadi sebuah sindiran politik yang sampai saat ini tetap singkron dengan kehidupan yang terjadi pada pejabat-pejabat wakil rakyat kita yang senantiasa cucu tangan dalam mengurusi nasib rakyatnya dan masyarakat kelas menengah bawah yang selalu dicekoki dengan hiburan-hiburan yang tidak mendidik.

Terselenggaranya acara ini berkat kerjasama dan dukungan dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, EDSA, Biskom UAD, Kedaulatan Rakyat, Koran Minggu Pagi, Koran Merapi Pembaharuan, Jawa Pos, Harian Jogja, Tribun Jogja, Bernas, Suara Merdeka, duniajogja.com, dan rrijogja.com. (FM/LSN)

(Bantul, Kulon Progo, Sleman, Gunung Kidul, Kota Yogyakarta)

Teater Pebei merupakan salah satu dari enam kelompok teater yang ada di UAD. Tetaer ini berdiri di bawah naungan Englis Departement Student Association (EDSA) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UAD. Teater Pebei berdiri tahun 2001 tepatnya pada tanggal 5 Oktober. Hingga saat ini Teater Pebei telah menetaskan banyak karya juga menjuarai beberapa ajang kejuaraan seperti FTJ, Selekda, hingga Peksiminas. Selain itu hingga saat ini telah melakoni sebanyak 26 kali pementasan teater baik di Yogyakarta maupun ke luar kota Yogyakarta.

Di tahun 2012 ini, dalam pentas produksinya yang ke 12, Teater Pebei akan keliling DIY yakni ke Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, Sleman, dan terakhir di kota Yogyakarta. Pada kesempatan kali ini Teater Pebei akan mementaskan lakon Sinyo Semar (Sinden Nyonya Semi ing Marcapada), sebuah adaptasi dari naskah lakon yang berjudul SINDHEN karya Heru Kesawa Murti. Pentas teater keliling DIY ini akan diawali pada hari Senin, 18 Juni 2012 di Tembi Rumah Budaya (Bantul) pukul 19.30 WIB-selesai, pada hari Kamis, 21 Juni 2012 di Gedung Kesenian (Kulon Progo) pukul 19.30 WIB-selesai, pada hari Minggu, 24 Juni 2012 di Pendopo Wonorejo (Sleman) pukul 19.30 WIB-selesai, pada hari Selasa, 26 Juni 2012 Gedung Kesenian (Gunung Kidul) pukul 19.30 WIB-selesai, dan diakhiri pada hari Kamis, 28 Juni 2012 di Amphiteater Taman Budaya Yogyakarta (Kota Yogyakarta) pukul 19.30 WIB-selesai. Pementasan ini disutradarai oleh Erika Nanda Risman, dan yang akan bermain sebagai aktor antara lain Lintang Permana Sari Devi, Tubagus Nikmatuloh, Agus Sandiko, Puji, Umi Rahmawati, Erlin Nurhasanah, Hanik, Syamsul Muarif, Alip Iskandar, Alimah, Abdus Somad, dan Titi Widyayanti. Artistik dan musik Teater Pebei menggandeng Teater JAB dan Teater 42.

Tujuan Teater Pebei memainkan naskah lakon ini adalah untuk memberi hiburan kepada masyarakat. Maka dari itu naskah yang diangkat adalah naskah yang awal mulanya dilakonkan oleh Teater Gandrik yang khas dengan sampaannya yang menghibur dan jenaka. Bertolah dari situlah maka naskah ini dimainkan di kampung-kampung keliling kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Sinyo Semar sendiri berkisah tentang kehidupan di kayangan dan dunia. Kayangan adalah tempat para dewa dengan berbagai jabatannya namun mereka kebanyakan menganggur dan hanya bersantai, sedangkan di dunia manusia melakukan aktivitas sehari-hari dan ada hal-hal seni di dalamnya. Naskah ini menjadi sebuah sindiran politik yang sampai saat ini tetap singkron dengan kehidupan yang terjadi pada pejabat-pejabat wakil rakyat kita yang senantiasa cucu tangan dalam mengurusi nasib rakyatnya dan masyarakat kelas menengah bawah yang selalu dicekoki dengan hiburan-hiburan yang tidak mendidik.

Terselenggaranya acara ini berkat kerjasama dan dukungan dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, EDSA, Biskom UAD, Kedaulatan Rakyat, Koran Minggu Pagi, Koran Merapi Pembaharuan, Jawa Pos, Harian Jogja, Tribun Jogja, Bernas, Suara Merdeka, duniajogja.com, dan rrijogja.com. (FM/LSN)