UAD Adakan Syawwalan 1432 H Bersama Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A.

0
218

UAD_Adakan_Syawwalan_1432_H_Bersama_Prof._Dr._H.M._Amien_Rais_M.ASabtu (17/8/2011) di Auditorium Kampus I seluruh dosen dan karyawana yang ada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadiri acara syawwalan yang juga dihadiri oleh Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A. sekaligus sebagai penceramah.

“Sebagai manusia yang beragama hendaknya kita mengembalikan segala sesuatu pada pedoman kita yang diturunkan oleh Alloh sebagai petunjuk, yaitu Al-Qur’an. Pada masa kini banyak manusia yang menganggap bahwa dirinya lebih baik dari pada yang lain atau golongan satu dianggap lebih baik daripada golongan yang lain. Kita memerangi bid’ah tetapi terkadang kita tidak paham dengan makna bid’ah itu sendiri. Orang lain yang berlebihan dianggap bid’ah padahal kita bisa saja termasuk melakukan bid’ah juga dengan hanya mengkaji sebagian kecil dari panduan hidup tersebut yaitu dengan mengurangi. Bid’ah itu bermakna menambah atau mengurangi segala yang sudah ditetapkan Allah dan Rasululullah. Jadi, jika kita hanya diam saja bisa jadi kita sedang mengurangi dan hal tersebut sama dengan bid’ah. Jadi marilah kita berinstropeksi diri”, papar Prof. Amien Rais dengan santai tetapi tetap serius.

Syawwalan yang sekaligus pelepasan calon jama’ah haji UAD 2010 tersebut berlangsung dengan meriah. “Harapannya rekan-rekan yang berangkat haji dapat menjadi haji makbul dan mabrur serta lebih baik ke depannya,” ungkap Drs. Kasiyarno, M.Hum. dalam sambutannya.

Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A. selaku Majlis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan bahwa dalam haji juga ada golongan-golongannya. Jika setelah haji kita menjadi lebih baik dari sebelumnya insya Alloh haji kita diterima atau mabrur. Jika kita tetap saja seperti sebelum haji maka haji kita adalah haji statis, sementara jika setelah haji menjadi lebih buruk dari sebelum haji maka haji kita tidak diterima. Tinggal bagaimana kita.”

Syawwalan dilaksanakan untuk lebih mengeratkan silaturahim keluarga besar UAD. Syawwalan tersebut terasa hangat dengan sentuhan rohani yang disampaiakan oleh Prof. Dr. H Amien Rais, M.A. wejangan yang disampaikan adalah energi bagi seluruh warga UAD. Syawwalan diakhiri dengan jabat tangan dan ramah tamah hingga waktu sholat dhuhur tiba. (Sbwh/FM)

UAD_Adakan_Syawwalan_1432_H_Bersama_Prof._Dr._H.M._Amien_Rais_M.ASabtu (17/8/2011) di Auditorium Kampus I seluruh dosen dan karyawana yang ada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadiri acara syawwalan yang juga dihadiri oleh Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A. sekaligus sebagai penceramah.

“Sebagai manusia yang beragama hendaknya kita mengembalikan segala sesuatu pada pedoman kita yang diturunkan oleh Alloh sebagai petunjuk, yaitu Al-Qur’an. Pada masa kini banyak manusia yang menganggap bahwa dirinya lebih baik dari pada yang lain atau golongan satu dianggap lebih baik daripada golongan yang lain. Kita memerangi bid’ah tetapi terkadang kita tidak paham dengan makna bid’ah itu sendiri. Orang lain yang berlebihan dianggap bid’ah padahal kita bisa saja termasuk melakukan bid’ah juga dengan hanya mengkaji sebagian kecil dari panduan hidup tersebut yaitu dengan mengurangi. Bid’ah itu bermakna menambah atau mengurangi segala yang sudah ditetapkan Allah dan Rasululullah. Jadi, jika kita hanya diam saja bisa jadi kita sedang mengurangi dan hal tersebut sama dengan bid’ah. Jadi marilah kita berinstropeksi diri”, papar Prof. Amien Rais dengan santai tetapi tetap serius.

Syawwalan yang sekaligus pelepasan calon jama’ah haji UAD 2010 tersebut berlangsung dengan meriah. “Harapannya rekan-rekan yang berangkat haji dapat menjadi haji makbul dan mabrur serta lebih baik ke depannya,” ungkap Drs. Kasiyarno, M.Hum. dalam sambutannya.

Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A. selaku Majlis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan bahwa dalam haji juga ada golongan-golongannya. Jika setelah haji kita menjadi lebih baik dari sebelumnya insya Alloh haji kita diterima atau mabrur. Jika kita tetap saja seperti sebelum haji maka haji kita adalah haji statis, sementara jika setelah haji menjadi lebih buruk dari sebelum haji maka haji kita tidak diterima. Tinggal bagaimana kita.”

Syawwalan dilaksanakan untuk lebih mengeratkan silaturahim keluarga besar UAD. Syawwalan tersebut terasa hangat dengan sentuhan rohani yang disampaiakan oleh Prof. Dr. H Amien Rais, M.A. wejangan yang disampaikan adalah energi bagi seluruh warga UAD. Syawwalan diakhiri dengan jabat tangan dan ramah tamah hingga waktu sholat dhuhur tiba. (Sbwh/FM)