UAD Bantu Mahasiswa yang Tidak Mudik

237

Pandemik korona (Covid-19) membuat banyak sistem terganggu, tidak terkecuali aktivitas di perguruan tinggi. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberlakukan lockdown sampai akhir Mei 2020. Lockdown berimbas terhentinya segala aktivitas di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) ini.

Selain itu, UAD juga memberikan imbauan untuk tidak mudik bagi seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa. “Atas dasar tersebut, UAD bertanggung jawab memberikan hak-hak bagi mahasiswa yang tidak mudik. Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan pokoknya,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Gatot Sugiharto, S.H., M.H. ketika ditemui di Kampus Utama UAD, Minggu (5/4/2020).

UAD memberikan bantuan kepada sekitar 2.000 mahasiswa yang tetap tinggal di Yogyakarta. Bantuan kebutuhan pokok diberikan kepada mahasiswa yang telah mengisi data di Google Form.

“Pemberian diutamakan bagi mahasiswa luar daerah, dan terutama yang benar-benar membutuhkan. Akan tetapi, ada juga beberapa yang tidak mengisi data di Google Form dan tetap kami layani. Pemberian bantuan kepada mahasiswa yang tidak mudik ini berdasarkan dari data kebutuhan yang telah diisikan para mahasiswa,” jelasnya.

Beberapa mahasiswa saat mengambil sembako bantuan dari UAD. Pengambilan sembako dilakukan secara mandiri untuk meminimalisir interaksi.

Pemberian bantuan tersebut berlangsung dari 4-8 April 2020 dan tersebar di seluruh kampus UAD. Selain itu, UAD juga akan memberikan potongan SPP sebesar 200 ribu rupiah per mahasiswa pada semester gasal 2020/2021

Muhammad Irfan, mahasiswa Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) yang berasal dari Sulawesi Selatan, merasa sangat terbantu dengan pemberian sembako dari UAD. “Alhamdulillah pemberian bantuan ini cukup meringankan saya sebagai mahasiswa yang masih tinggal di Yogyakarta. Apalagi banyak warung yang tutup di tengah keadaan pandemik corona,” katanya.

Di sisi lain, Vena Anisa dari Program Studi Ilmu Komunikasi menuturkan hal yang sama. Ia sangat terbantu dengan bantuan tersebut. “Terima kasih atas bantuan dan kepedulian dari UAD. Semoga bantuannya tidak sekali ini saja dan bisa ditambah lagi,” ujar perempuan yang berasal dari Kalimantan Barat ini. (ard)