UAD Kembali Memperoleh Hibah Erasmus+ dari Uni Eropa

186

Erasmus+ dari Uni Eropa kembali memberikan hibah kepada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk kedua kalinya melalui program Capacity Building of Higher Education (CBHE) dalam program disaster management. Sebelumnya, UAD telah mendapatkan hibah dengan tema Growing Indonesia: a Triangular Approach (GITA) yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi dengan dana 1,2 miliar rupiah selama 3 tahun (20170–2020).

Hibah Erasmus+ kali kedua mempunyai tema Building Universities in Leading Disaster Resilience (BUiLD) dengan dana sebesar 1,1 miliar rupiah selama 3 tahun (2019–2022). Hibah ini berfokus pada pembangunan kapasitas universitas supaya memiliki disaster awareness dan memiliki kemampuan menangani bencana (red: masa mitigasi dan masa pemulihan).

Seperti hibah sebelumnya, UAD juga akan bergabung dengan konsorsium yang terdiri atas beberapa universitas di Indonesia dan Eropa. Koordinator dari project Erasmus GITA dan BUiLD adalah University of Gloucestershire UK. Universitas Eropa yang bergabung dengan konsorsium ini di antaranya University of Gloucestershire dari Inggris, University College Copenhagen dari Denmark, Polytechnic Institute of Porto dari Portugal, dan Hafelakar Innsbruck dari Austria.

Sementara universitas dari Indonesia dalam konsorsium ini adalah UAD, UII, President University, Universitas Andalas, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Surabaya, Universitas Khairun Ternate, dan Universitas Muhammadiyah Palu. Project BUiLD akan mencakup peninjauan kurikulum kebencanaan dalam beberapa program studi terkait sehingga akan bekerja sama dengan Kemenritekdikti. Hibah ini juga akan memberikan peralatan yang terkait pada upaya membangun disaster awareness bagi masyarakat.

Tujuan dari hibah Erasmus+ membangun kapasitas universitas yang termasuk di dalam konsorsium untuk menjadi Center of Excellence dalam hal penanganan bencana. Mitra yang akan dilibatkan di antaranya dari Kemenristekdikti, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, Basarnas, BMKG, ACT, dan lain-lain.

UAD saat ini telah memiliki Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PSPMB) sejak tahun 2012. Unit inilah yang akan terlibat aktif dalam project BUiLD bersama beberapa program studi yang relevan seperti Kedokteran, Psikologi, Kesehatan Masyarakat, sebagian prodi di FKIP, dan Farmasi.

Ida Puspita, M.A. Res., Koordinator Project dari UAD mengatakan, hibah ini dimulai dengan kick-off meeting yang diselenggarakan di UII pada hari pertama sekaligus pembukaan. Pada hari kedua diadakan di UAD (3-12-2019) sekaligus menutup acara kick-off meeting ini. Acara di UAD disambut langsung oleh Rektor UAD, Dr. Muchlas, M.T. dan kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi serta diskusi.

“UAD telah berkoordinasi secara internal dan juga telah melibatkan pihak-pihak terkait sebagai mitra seperti MDMC untuk merealisasikan hibah tersebut,” jelasnya.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UAD ini menambahkan, kepercayaan pemberi dana dari luar negeri kepada UAD semakin lama semakin besar. Belum ada satu bulan UAD menyelenggarakan workshop manajemen internasionalisasi perguruan tinggi dengan dibiayai oleh DAAD Jerman, sudah mendapatkan kepercayaan lagi melalui hibah Erasmus+ yang kedua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di sisi lain, Nadine Sulkowski, Koordinator BUiLD dari Universitas Gloucestershire UK mengatakan, kick-off meeting BUiLD di UII dan UAD, membahas pengalaman universitas yang tergabung dalam konsorsium Indonesia dan Eropa terkait kebencanaan. Pada sesi ini, ada pertukaran pengalaman penanganan bencana yang dapat dijadikan materi untuk penyusunan kurikulum, riset, dan pengabdian masyarakat.

“Konsorsium Eropa tidak hanya memberi pengalaman penanganan bencana, tetapi juga menyerap pengalaman dari perguruan tinggi Indonesia,” kata Nadine. (doc/ard)