Anggi Kenalkan Toga lewat KKN

109

Anggi Ayu Pramesti adalah mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Program Studi (Prodi) Farmasi. Lewat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), ia melakukan penyuluhan tentang Tanaman Obat Keluarga (Toga) di dusun Mojosari, Gunungkidul. Tanaman yang dimanfaatkan di antaranya kencur, kunyit, dan temu lawak, untuk menjaga kesehatan.

Toga dikenalkan oleh Anggi supaya warga mengingat kembali keberadaan obat tradisional atau jamu. Gadis asal Riau ini menyampaikan manfaat, pengolahan, dan pembuatan jamu, khususnya temu lawak dan beras kencur. Temu lawak bisa meningkatkan nafsu makan, dapat mengeluarkan racun, menjaga fungsi hati, dan sebagai antibakteri. Sementara beras kencur bisa mengatasi flu, batuk, pegal linu, dan masuk angin.

Sebelum terjun langsung ke masyarakat, Anggi melakukan praktik membuat jamu dengan porsi kecil di posko KKN untuk memperkuat penyuluhannya tentang Toga. Ia menggunakan 50 gram temu lawak dan air 45 mililiter yang kemudian diblender sampai halus. Masak dengan api kecil, masukkan daun pandan supaya aromanya wangi, dan ditambahkan gula pasir sebanyak 100 gram. Aduk terus dengan api kecil sampai menjadi karamel. Setelah menjadi karamel, apinya dimatikan supaya gulanya tidak mencair lagi. Begitu dingin, apinya bisa dihidupkan lagi untuk mengeringkan hingga menjadi serbuk.

Dalam kegiatannya ini, Anggi menuturkan ada beberapa kendala ringan. Ia beberapa kali kewalahan menjaga suhu kompor karena memang harus dijaga kondisi apinya supaya produk gosong. Selain itu juga harus diaduk-aduk terus. Untungnya, semangat Anggi tidak surut. Malah, proses pengeringan yang membutuhkan waktu cukup lama bisa membuatnya belajar tentang kesabaran.

“Sasaran dari program ini adalah ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Mojosari. Tujuannya supaya mereka bisa meramu jamu sendiri, kalau anggota keluarga sakit bisa langsung ditangani sendiri dan tidak langsung menggunakan obat-obat sintetis atau yang dijual di apotek. Temu lawak, kencur, dan kunyit bisa dengan mudah ditanam di sekitar rumah. Bahkan, dengan inovasi bisa bernilai dan dijual serta dipasarkan,” ujar Anggi. (Dew)