• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Pelatihan Pembuatan NIB Dorong Legalitas dan Pengembangan UMKM Miedes di Srihardono

01/10/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan pelatihan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) (Foto. Tim MeRAMU UAD)

Pelaku usaha Miedes di Kalurahan Srihardono mengikuti pelatihan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) pada 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas dalam mendukung pengembangan usaha.

Kegiatan diawali dengan pengisian pretest oleh para pelaku UMKM Miedes. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhamad Abi Saputra.

Dalam sambutannya, Abi menyampaikan bahwa legalitas merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan pelaku usaha selain kualitas produk dan pemasaran.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya mendampingi para pelaku usaha Miedes di Kalurahan Srihardono dalam proses pembuatan NIB agar usaha yang mereka jalankan memiliki legalitas. Kami menyadari bahwa produk dan pemasaran merupakan hal yang penting dalam pengembangan usaha, tetapi legalitas juga perlu diperhatikan sebagai salah satu dasar untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha,” kata Abi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Romli Nur Hidayat dan Fitria ASA dari Dinas Koperasi tingkat provinsi. Salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan fasilitas yang dapat diperoleh pelaku UMKM melalui SiBakul setelah memiliki NIB.

Fasilitas tersebut meliputi pelatihan, akses pemasaran, serta layanan akses pengiriman berupa gratis ongkos kirim melalui SiBakul. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai manfaat legalitas usaha dalam membuka akses terhadap berbagai fasilitas pendukung bagi pelaku UMKM.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para pelaku UMKM antusias menyampaikan pertanyaan mengenai NIB dan legalitas usaha yang mereka jalankan. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai proses legalisasi usaha.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan pendampingan dalam pembuatan NIB melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Pendampingan meliputi pembuatan akun OSS RBA, pengisian data usaha, hingga proses penerbitan NIB.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, pelaku UMKM Miedes di Kalurahan Srihardono memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha serta informasi mengenai akses pemasaran dan layanan pengiriman yang dapat mendukung pengembangan usaha.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-pelatihan-pembuatan-Nomor-Induk-Berusaha-NIB-Foto.-Tim-MeRAMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-01 10:32:482026-10-01 10:32:48Pelatihan Pembuatan NIB Dorong Legalitas dan Pengembangan UMKM Miedes di Srihardono

Deru Mesin Kemanusiaan: Saat Komunitas Motor UAD dan LazisMu UAD Antar 100 Tangki Air ke Pelosok Gunungkidul

01/10/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Penyaluran 100 tangki air bersih dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Gunungkidul (Foto. Humas UAD)

Suara deru knalpot motor berpadu dengan kepulan debu jalanan aspal perbukitan karst Saptosari, Gunungkidul. Pagi itu, Sabtu (26/9/2026), rombongan pengendara sepeda motor berjaket jingga tidak sekadar menikmati liukan jalan perbukitan selatan Yogyakarta. Di balik helm dan perlengkapan turing, terselip misi kemanusiaan untuk warga yang tengah dirundung dahaga panjang.

Rombongan tersebut merupakan kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (LazisMu UAD), Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI)  UAD, serta komunitas BikersMu D’Orange UAD. Mengusung tajuk Touring & Sharing, rombongan bertolak dari kampus menuju Bundaran Planjan, Kapanewon Saptosari, guna menyalurkan 100 tangki air bersih bagi masyarakat terdampak kemarau.

Kehadiran Rektor UAD di tengah barisan pemotor menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar agenda komunitas, melainkan wujud tanggung jawab sosial sivitas akademika.

Musim kemarau 2026 kembali menempatkan sejumlah kawasan di Kabupaten Gunungkidul dalam bayang-bayang krisis air. Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul per Agustus 2026, setidaknya 12 kapanewon rentan dilanda kekeringan, termasuk kawasan perbukitan terjal seperti Gedangsari, Nglipar, hingga Tanjungsari. Bagi warga setempat, air tanah sulit dijangkau akibat struktur batuan gamping yang porous, sementara tampungan air hujan perlahan mengering. Membeli air tangki secara mandiri menjadi beban biaya tersendiri bagi dapur keluarga.

Melihat kondisi tersebut, LazisMu UAD bergerak cepat mengerahkan armada logistik air bersih. Sebanyak 100 tangki dialirkan langsung ke penampungan komunal dan tandon-tandon warga. Ketua LazisMu UAD, Sunu Prasetya Adi, S.E.Sy., M.E., menjelaskan, penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk bantuan yang paling relevan untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat selama periode kekeringan.

“Agar bantuan tidak salah alamat, LazisMu UAD menggandeng Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di lima wilayah sasaran, yakni PCM Saptosari, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, dan Tanjungsari. Struktur akar rumput inilah yang memetakan titik-titik tandon warga yang paling kritis dan belum tersentuh pasokan bantuan,” kata Sunu.

Ia menambahkan, keterlibatan struktur Muhammadiyah di tingkat cabang menjadi bagian penting agar kebutuhan riil dan lokasi penerima terverifikasi langsung oleh pihak yang paling paham kondisi warganya di lapangan.

Langkah ini bukan kali pertama dilakukan. Kiprah sosial lembaga filantropi kampus ini telah bergulir konsisten di Gunungkidul. Pada Oktober 2024, mereka mengirimkan 100 tangki air beserta beras ke Paliyan. Pada Agustus 2026 lalu, pasokan 100 tangki juga sukses didistribusikan ke Pringombo, Rongkop.

Setiap tetes air yang mengalir dari selang truk tangki ke bak penampungan warga berakar dari kontribusi nyata para pegawai dan dosen di lingkungan kampus UAD. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dipotong secara berkala dikonversi menjadi bantuan fisik yang menyentuh urat nadi kebutuhan dasar masyarakat.

Bagi pihak kampus, menggandeng BikersMu D’Orange menjadi cara segar mendefinisikan aksi filantropi. Hobi berkendara tidak lagi berhenti pada kepuasan individu, melainkan berpadu dengan empati kolektif.

Perjalanan kemanusiaan di tanah berbatu ini belum usai. Tim LazisMu UAD memastikan terus memantau asesmen kebutuhan lapangan bersama mitra lokal. Selama kemarau belum beranjak dan tandon warga masih kering, deru mesin kepedulian dari Yogyakarta dipastikan akan terus melaju ke pelosok Gunungkidul. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyaluran-100-tangki-air-bersih-dari-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Gunungkidul-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-01 10:23:562026-10-01 10:23:56Deru Mesin Kemanusiaan: Saat Komunitas Motor UAD dan LazisMu UAD Antar 100 Tangki Air ke Pelosok Gunungkidul

Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 2026

30/09/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tim Al Qorni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua gelar juara di Ajang KMLI 2026 (Foto. Tim Al Qorni)

Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam Tim Al Qorni setelah berhasil menyabet dua juara sekaligus pada ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2026 di kategori percepatan dan slalom. Berdasarkan hasil resmi perlombaan, untuk kategori percepatan UAD sukses menempati posisi ketiga. Sementara itu, untuk kategori slalom UAD kembali mengamankan podium ketiga.

Mewakili tim Al Qorni, Nayoko Hadi Sutandiyo ketua tim mengungkapkan rasa senang dan bangga karena hasil kerja keras tim selama jauh-jauh hari hingga waktunya berlaga di sirkuit dapat membuahkan hasil pada even KMLI 2026.

Ia menjelaskan, untuk meraih podium percepatan dan slalom tersebut, tim riset bekerja dengan benar-benar memperhitungkan setiap perubahan, mulai dari setingan mekanik hingga setingan elektrik. “Keunggulan teknis yang dimiliki Adev 2 Super Nova adalah sudah berbekal mesin yang bagus, dan kami memiliki tim riset yang kompak untuk dapat mencapai target bersama-sama.”

Nayoko mengungkapkan, menjelang perlombaan, seluruh anggota tim berusaha penuh untuk mendapatkan hasil terbaik. “Menjelang perlombaan terjadi crash pada mobil Adev 2 Super Nova sebelum jam keberangkatan. Kerusakan bisa diperbaiki oleh tim sebelum waktu keberangkatan mobil tiba. Kendala lain yang dialami setibanya di sirkuit, terdapat komponen utama yang diganti pada saat hari loading in karena komponen tersebut mengalami masalah. Ditambah lagi aturan di dalam sirkuit yang tidak boleh mencoba atau mengetes mobil lagi.”

Situasi lebih menantang lantaran driver baru berlatih selama dua minggu dan hanya berkesempatan berlatih dengan driver senior selama satu hari saja. Atmosfer perlombaan memberikan momen berkesan sekaligus mendebarkan bagi tim pendukung maupun driver.

Pada kategori slalom, percobaan pertama sempat gagal dikarenakan faktor driver baru, dan juga adanya perbedaan signifikan antara trek lomba dan trek untuk latihan. Pada percobaan kedua mobil berhasil lolos kategori slalom sekaligus mendapat podium III.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada universitas dan dosen pembimbing atas dukungan penuh yang diberikan. Baik dukungan moral, finansial, serta fasilitas berkelanjutan bagi Tim Al Qorni selama mengikuti even demi even,” kata Nayoko.

Ke depan, ia berharap tim bisa menjadi lebih baik dan terus berkembang agar bisa mengikuti berbagai even di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Al-Qorni-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-dua-gelar-juara-di-Ajang-KMLI-2026-Foto.-Tim-Al-Qorni.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-30 10:18:552026-09-30 10:18:55Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 2026

Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

25/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand (Foto. Istimewa)

Ada perjalanan yang tidak selesai ketika seseorang kembali ke tanah air. Ia menetap dalam ingatan, tumbuh menjadi pengalaman, dan terkadang meninggalkan jejak pada tempat yang pernah disinggahi. Begitulah kisah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ketika menempuh PLP-KKN Internasional di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand. Mereka adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terdiri dari  Restu nandayu, Adam Hafidz, dan Nazwa Widhy Azzurha, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Najwa Lelya Mawarda.

Selama hampir satu bulan, 10 Agustus hingga 4 September 2026, mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai calon pendidik yang menjalankan praktik kependidikan. Mereka datang membawa pengetahuan dari Indonesia, tetapi pada saat yang sama membuka diri untuk belajar dari lingkungan baru. Di ruang kelas, halaman sekolah, masjid, hingga tengah masyarakat, mereka menemukan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang apa yang diajarkan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hadir, beradaptasi, dan memberi makna bagi orang lain.

Kehadiran mahasiswa UAD di Sangkhom juga bukan cerita yang baru dimulai tahun ini. Hubungan antara UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School telah terjalin sekitar satu dekade. Selama rentang tersebut, mahasiswa dan alumni UAD datang silih berganti untuk belajar, mengajar, berinteraksi, sekaligus meninggalkan pengalaman yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan sekolah.

Tahun ini, cerita itu kembali dilanjutkan.

Mahasiswa ditempatkan pada jenjang Prathom atau sekolah dasar dan Anuban atau taman kanak-kanak. Di sana, mereka mendampingi peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran, termasuk pengajaran Al-Qur’an. Huruf hijaiyah, tanda baca, tartil, hingga hafalan ayat-ayat pilihan menjadi bagian dari proses belajar. Namun, mengajar di negeri lain membuat mahasiswa menyadari bahwa metode yang berhasil di satu tempat belum tentu dapat diterapkan begitu saja di tempat lain.

Perbedaan bahasa, kebiasaan, dan karakter peserta didik menuntut mahasiswa untuk lebih peka. Mereka harus menemukan cara berkomunikasi yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami anak-anak.

Pada titik inilah praktik lapangan menemukan maknanya. Teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah berhadapan langsung dengan situasi nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga membaca keadaan, memahami peserta didik, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran.

Dari sana, ruang kelas tidak lagi sekadar tempat mengajar. Ia menjadi ruang perjumpaan antara pengalaman pendidikan Indonesia dan kehidupan masyarakat Muslim di Thailand. Jika mahasiswa belajar mengenal Thailand, mereka juga membawa Indonesia untuk diperkenalkan kepada warga sekolah. Melalui Indonesia Day, kekayaan Nusantara dihadirkan dalam bentuk yang dekat dengan dunia anak-anak. Nasi pecel menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan kuliner Indonesia. Batik diperkenalkan melalui kegiatan mewarnai. Senjata tradisional, pentas seni, hingga film dokumenter turut menjadi bagian dari cara mahasiswa memperkenalkan Indonesia.

Hal-hal sederhana tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan tidak selalu harus diperkenalkan melalui penjelasan panjang. Sepiring makanan, selembar kain, sebuah pertunjukan, atau sebuah cerita dapat menjadi jembatan untuk memahami masyarakat yang berbeda.

Menariknya, proses itu berlangsung dua arah. Ketika mahasiswa memperkenalkan Indonesia kepada siswa Thailand, mereka juga belajar bagaimana budaya Indonesia diterima, ditafsirkan, dan dipahami dari sudut pandang masyarakat di negara lain. Pengabdian mahasiswa kemudian berkembang ke berbagai aspek kehidupan siswa. Nilai-nilai keislaman diperkenalkan melalui lomba adzan, tartil Al-Qur’an, dan nasyid Asmaul Husna.

Lomba tidak sekadar menghadirkan suasana kompetitif. Di dalamnya terdapat kesempatan bagi siswa untuk melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan kemampuan mereka. Begitu pula dengan Gerakan Anti Bullying. Mahasiswa menggunakan materi edukatif, film, dan permainan inovatif untuk membantu siswa memahami pentingnya menghargai teman serta menciptakan lingkungan yang aman.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir dalam banyak bentuk. Nilai tentang keberanian, kepedulian, dan saling menghargai tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah. Anak-anak dapat belajar melalui pengalaman yang mereka jalani sendiri.

Di bidang kesehatan dan lingkungan, mahasiswa memperkenalkan pemilahan sampah, piket, Kamis Bersih, program gizi “Ini Piringku”, serta praktik menyikat gigi bagi anak-anak TK. Sementara itu, pelatihan pemadaman kebakaran menjadi salah satu cara mengenalkan keselamatan dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Berbagai kegiatan tersebut mungkin tampak sederhana. Namun, pendidikan memang kerap bekerja melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang hingga menjadi bagian dari kehidupan.

Jejak pengabdian mahasiswa tidak berhenti di lingkungan sekolah. Mereka turut melakukan revitalisasi masjid, jalan sehat dan pungut sampah, serta senam sehat bersama masyarakat sekitar. Perjumpaan dengan masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda. Mahasiswa tidak lagi berhadapan dengan peserta didik sebagai objek pembelajaran, melainkan hadir sebagai bagian dari lingkungan sosial yang mereka datangi.

Di sanalah KKN Internasional memperoleh makna yang lebih luas. Pengabdian bukan semata tentang seberapa banyak program yang dapat dilaksanakan, tetapi juga tentang kesediaan untuk hadir, mendengar, berinteraksi, dan memahami kehidupan masyarakat dari dekat. Mahasiswa belajar bahwa memberi tidak selalu berarti datang dengan membawa sesuatu. Terkadang, memberi berarti bersedia menjadi bagian dari kehidupan orang lain, meski hanya dalam waktu yang terbatas.

Selain pembelajaran dan pengabdian sosial, mahasiswa juga berkontribusi dalam pengembangan literasi dan media sekolah. Mereka membuat majalah dinding berbahasa Thailand, menyumbangkan buku cerita berbahasa Indonesia, serta membantu menata ruang baca. Buku-buku tersebut menjadi lebih dari sekadar bahan bacaan. Ia menjadi medium kecil yang mempertemukan bahasa dan budaya Indonesia dengan anak-anak Thailand.

Di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa juga membantu mendokumentasikan aktivitas sekolah melalui media sosial dan video kegiatan. Dengan begitu, cerita tentang Sangkhom Islam Wittaya School tidak hanya tersimpan dalam ingatan orang-orang yang terlibat, tetapi juga dapat terus dikenang melalui dokumentasi digital.

Di balik seluruh kegiatan tersebut, ada satu hal yang membuat perjalanan ini memiliki arti lebih panjang: hubungan UAD dengan Sangkhom Islam Wittaya School yang telah berlangsung sekitar sepuluh tahun. Satu dekade berarti ada banyak generasi mahasiswa yang pernah datang. Ada yang mengajar, ada yang belajar, ada yang mengenal bahasa dan budaya Thailand, dan ada pula yang kemudian kembali sebagai alumni dengan cerita masing-masing.

Jejak generasi sebelumnya membuat mahasiswa yang datang hari ini tidak benar-benar memulai dari awal. Mereka melanjutkan hubungan yang telah dibangun oleh mahasiswa dan alumni terdahulu. Kedekatan itu juga tercermin dari perhatian keluarga besar Sangkhom kepada mahasiswa UAD. Thalib Kayem, Direktur Sangkhom Islam Wittaya School, secara konsisten memperhatikan kondisi mahasiswa selama menjalankan program dan memastikan mereka merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Preecha Roeng Samut, Kepala Prathom Sangkhom Islam Wittaya School, mengingatkan mahasiswa bahwa perbedaan negara tidak seharusnya menjadi batas bagi persaudaraan. “Kita adalah saudara. Walaupun kita berasal dari negara yang berbeda, kita tetap satu sebagai sesama Muslim. Silaturahmi harus terus dijaga.”

Pesan tersebut menjadi lebih dari sekadar ucapan penutup. Ia menjadi pengingat bahwa kerja sama pendidikan dapat berkembang menjadi hubungan kemanusiaan yang jauh lebih panjang. Program mungkin memiliki tanggal mulai dan tanggal selesai. Mahasiswa mungkin harus kembali ke Indonesia. Namun, hubungan yang telah tumbuh tidak harus berakhir bersamaan dengan selesainya program.

Hampir satu bulan di Thailand akhirnya memberikan mahasiswa UAD sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pengalaman praktik lapangan. Mereka belajar mengajarkan Al-Qur’an sekaligus belajar memahami peserta didik. Mereka mengenalkan Indonesia sekaligus belajar melihat budaya sendiri dari perspektif masyarakat lain. Mereka berbicara tentang kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan anti-bullying, sekaligus belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Mereka hadir di sekolah, masjid, dan tengah masyarakat. Mereka meninggalkan buku, dokumentasi, pengalaman, serta berbagai program. Namun, pada saat yang sama, mereka membawa pulang pemahaman baru tentang pendidikan, kebudayaan, masyarakat, dan persaudaraan. Sebab, pendidikan sejatinya tidak mengenal batas geografis. Seorang calon pendidik tidak hanya dituntut mampu berdiri di depan kelas, tetapi juga harus mampu hadir di tengah keberagaman dengan pikiran terbuka, sikap adaptif, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Sepuluh tahun telah berlalu sejak hubungan UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School mulai terjalin. Mahasiswa datang silih berganti, program terus berkembang, dan setiap generasi meninggalkan ceritanya sendiri. Kini, mereka menjadi bagian dari cerita tersebut.

Di Thailand, mahasiswa UAD belajar untuk memberi. Namun, dalam proses memberi itu pula, mereka menemukan bahwa setiap perjumpaan selalu memiliki sesuatu untuk diajarkan. Dan mungkin, di situlah makna perjalanan ini: datang untuk mengabdi, pulang dengan pemahaman yang lebih luas, dan meninggalkan persaudaraan yang tetap hidup meski jarak kembali terbentang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Sangkhom-Islam-Wittaya-School-Songkhla-Thailand-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:17:262026-09-30 11:00:19Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

P2K UAD 2026 Dorong Budaya Pemilahan Sampah dan Green Campus

22/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Salah satu tempat pembuangan sampah yang ada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus mendorong penerapan budaya ramah lingkungan dalam pelaksanaan Program Pengenalan Kampus (P2K) 2026. Salah satunya melalui pengelolaan sampah yang melibatkan Biro Sarana dan Prasarana (BSP) UAD bersama panitia serta mahasiswa baru. Upaya tersebut dilakukan mulai dari pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemilahan, hingga pengolahan sampah.

Kepala BSP UAD, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan selama P2K pada dasarnya tetap mengacu pada rutinitas pengelolaan lingkungan kampus yang diperkuat melalui kolaborasi dengan panitia P2K. Menurutnya, peningkatan volume sampah selama kegiatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Salah satu upaya yang diterapkan ialah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan mewajibkan mahasiswa baru dan panitia membawa tumbler pribadi serta memanfaatkan water station yang tersedia di sejumlah titik kegiatan.

Selain itu, panitia P2K turut mendampingi mahasiswa baru dalam melakukan pemilahan sampah setelah makan. Setiap panitia fakultas juga diwajibkan mengikuti lomba inovasi pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian P2K, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya pengelolaan sampah sekaligus mendorong setiap fakultas mengurangi timbulan sampah selama kegiatan berlangsung.

“Pada prinsipnya, pengelolaan lingkungan tetap mengacu pada rutinitas harian kampus yang diperkuat melalui kolaborasi antara BSP dan panitia P2K UAD. Peningkatan jumlah sampah selama P2K menjadi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan,” jelasnya.

Berdasarkan data P2K tahun sebelumnya, sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan berupa kertas dan duplex, sedangkan 40 persen lainnya terdiri atas sampah organik dan plastik. Adapun jumlah timbulan sampah P2K 2026 belum dapat dipastikan karena rangkaian kegiatan masih berlangsung. Sampah yang dihasilkan selama kegiatan tetap diarahkan untuk dikelola. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan residu plastik diolah menggunakan alat pirolisis.

Keterlibatan mahasiswa baru juga diperkuat melalui berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas dalam pengelolaan sampah. Lomba inovasi, misalnya, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya bernilai guna atau estetis dari sampah seperti kardus, duplex, dan kemasan. Selain itu, terdapat kampanye kreatif mengenai pemilahan sampah dan gaya hidup zero waste. Pembiasaan juga dilakukan melalui kegiatan clean-up bersama sebelum peserta meninggalkan lokasi kegiatan.

Pengelolaan lingkungan dalam P2K 2026 tidak hanya berfokus pada sampah. Mahasiswa baru juga dikenalkan dengan budaya kelestarian lingkungan di lingkungan UAD, termasuk efisiensi energi dan pelestarian ruang hijau. Pembiasaan hemat energi dilakukan melalui pemanfaatan sirkulasi udara alami pada pagi hari serta penggunaan pendingin ruangan secara bijak. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan ruang terbuka hijau dan hutan kampus yang perlu dijaga kebersihan dan kelestariannya.

Melalui P2K 2026, UAD berharap budaya green campus tidak berhenti setelah rangkaian orientasi selesai. Mahasiswa baru diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. “Kami berharap P2K dapat mengenalkan budaya pengelolaan sampah dan green campus di UAD, sehingga mahasiswa dapat berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan serta membantu mengendalikan dan menata pemilahan sampah selama kegiatan,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Salah-satu-tempat-pembuangan-sampah-yang-ada-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-22 10:17:592026-09-30 11:00:13P2K UAD 2026 Dorong Budaya Pemilahan Sampah dan Green Campus

Atasi Masalah Sampah, KKN UAD Latih Warga Sumberasri Olah Plastik Jadi Paving Block

19/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih warga Sumberasri olah plastik jadi paving block (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 161 Unit II.B.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi kreatif dalam mengatasi persoalan lingkungan. Melalui program kerja pemberdayaan masyarakat, mahasiswa menggelar pelatihan pengolahan sampah plastik anorganik menjadi paving block bagi warga Dusun Sumberejeki, Desa Sumberasri, Banyuwangi, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Posko Unit II.B.3 ini dilatarbelakangi oleh keresahan mahasiswa terhadap tingginya volume sampah anorganik yang sulit terurai dan berpotensi menumpuk di lingkungan warga. Selama ini, sampah plastik cenderung hanya dikumpulkan lalu dibuang tanpa pengolahan lanjutan. Melalui program ini, mahasiswa berupaya memperkenalkan alternatif pengelolaan yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk fungsional.

Ketua Unit II.B.3, Hilman Rosyadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat agar memahami bahwa limbah plastik masih memiliki nilai guna yang tinggi jika diolah dengan tepat.

“Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melakukan demonstrasi dan praktik pembuatan paving block bersama masyarakat,” ujar Hilman.

Proses pembuatan paving block ini melalui beberapa tahapan sistematis. Dimulai dari pengumpulan dan pemilahan jenis sampah plastik yang sulit terurai, pembersihan bahan, hingga tahap pelarutan plastik. Plastik yang telah dilarutkan kemudian dicampurkan dengan pasir sesuai komposisi tertentu, dicetak, dipadatkan, dan dikeringkan hingga siap digunakan.

Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota mahasiswa Unit II.B.3 mengambil peran aktif, mulai dari koordinasi dengan warga, penyiapan alat dan bahan, demonstrasi pembuatan, hingga pendokumentasian acara. Warga yang hadir tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi praktik dan aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan tersebut.

Melalui pelatihan ini, Hilman berharap keterampilan yang dibagikan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi warga. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-warga-Sumberasri-olah-plastik-jadi-paving-block-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 16:56:242026-09-30 11:00:07Atasi Masalah Sampah, KKN UAD Latih Warga Sumberasri Olah Plastik Jadi Paving Block

KKN UAD Buat Inovasi Program Administrasi di Padukuhan Candi Wetan

19/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat inovasi program administrasi di Padukuhan Candi Wetan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.B.2 melaksanakan sejumlah program penataan administrasi di Padukuhan Candi Wetan, Kalurahan Karangwuluh, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut meliputi pembuatan papan penanda rumah perangkat dusun, peta administrasi wilayah, dan pengembangan situs web resmi padukuhan.

Ketiga program tersebut adalah bentuk paling dasar dari transparansi dan tata kelola, sesuatu yang selama ini kerap dianggap urusan kota besar, padahal justru sama pentingnya, bahkan mungkin lebih mendesak, di tingkat dusun. Ketiga program ini menjadi fokus utama pengabdian KKN VII.B.2 selama berada di Padukuhan Candi Wetan.

Papan penanda arah rumah perangkat dusun sangat penting diketahui oleh warga baru, tamu, atau bahkan petugas dari luar dusun yang perlu berurusan dengan RT maupun kepala dukuh. Ketiadaan penanda semacam ini dapat membuang waktu mereka ketika mencari alamat. Persoalan ini justru sering tidak disadari oleh warga lama karena mereka sudah hafal tata letak dusun.

Program tersebut disusun berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKN Unit VII.B.2 terhadap kebutuhan informasi dan aksesibilitas wilayah bagi masyarakat, termasuk warga dari luar Padukuhan Candi Wetan.

Peta administrasi bukan sekadar gambar batas wilayah di atas kertas, melainkan alat bantu perencanaan yang nyata mengenai batas satu RT dengan RT lain, keberadaan fasilitas umum, hingga bagaimana pola permukiman warga tersebar. Tanpa peta yang jelas dan terpasang di tempat yang mudah dilihat, banyak keputusan sehari-hari seperti pembagian bantuan sosial hingga perencanaan jalan berjalan berdasarkan ingatan dan kebiasaan, bukan data yang bisa diverifikasi.

Memasang peta administrasi di ruang publik dusun adalah langkah kecil untuk membiasakan warga dan perangkat bekerja dengan acuan yang sama, dan menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Unit VII.B.2 di Candi Wetan.

Program lainnya berupa pengembangan situs web resmi Padukuhan Candi Wetan. Situs tersebut dirancang sebagai media informasi digital yang memuat profil padukuhan, pemerintahan, statistik, kegiatan, dan potensi wilayah. Dengan adanya situs web, warga setempat, peneliti, maupun calon investor yang tertarik dengan potensi desa dapat mengakses informasi profil, pemerintahan, statistik, hingga potensi dusun kapan saja tanpa harus datang langsung atau menghubungi perangkat dusun satu per satu.

Pembangunan desa tidak selalu harus berupa proyek fisik besar seperti jalan atau jembatan. Kadang, yang paling dibutuhkan justru hal-hal yang bersifat administratif dan informatif, yang membuat sebuah wilayah lebih mudah dipahami, baik oleh warganya sendiri maupun oleh dunia luar.

Ketika sebuah dusun memiliki penanda yang jelas, peta yang terbuka untuk publik, dan kehadiran digital yang bisa diakses siapa saja, dusun tersebut sesungguhnya sedang membangun fondasi kepercayaan, fondasi yang jauh lebih tahan lama dibanding sekadar bangunan fisik. Inilah kontribusi nyata yang ingin diberikan oleh KKN Unit VII.B.2 bagi Padukuhan Candi Wetan.

Keberlanjutan program menjadi tanggung jawab perangkat dusun setelah masa KKN berakhir. Papan penanda perlu dirawat agar tidak lapuk, peta perlu diperbarui seiring perubahan wilayah, dan situs web perlu terus dikelola dan diperbarui dengan informasi terbaru oleh perangkat dusun. Namun setidaknya, melalui program kerja KKN Unit VII.B.2, Candi Wetan telah mengambil langkah awal yang penting yaitu mengubah informasi yang dulunya hanya ada di kepala warga, menjadi sesuatu yang tercatat, terpampang, dan dapat diakses oleh siapa saja. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-inovasi-program-administrasi-di-Padukuhan-Candi-Wetan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:20:492026-09-30 11:00:01KKN UAD Buat Inovasi Program Administrasi di Padukuhan Candi Wetan

KKN UAD Inisiasi Penghijauan melalui Penanaman Pohon di Soka

18/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi penghijauan melalui penanaman pohon di Soka (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit V.C.I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program penanaman pohon sirsak dan nangka di Dusun Soka, Desa Mertelu, pada 5 September 2026. Kegiatan ini diikuti mahasiswa KKN bersama warga setempat sebagai upaya penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bibit tanaman yang digunakan merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Bantuan tersebut diperoleh melalui koordinasi mahasiswa dengan instansi terkait sebelum pelaksanaan kegiatan.

Ketua KKN Reguler 159 Unit V.C.I, Haryo Wibisono, menjelaskan bahwa program penanaman pohon dilatarbelakangi kondisi lingkungan Dusun Soka yang membutuhkan upaya penghijauan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rencana kerja kelompok dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami memilih sirsak dan nangka karena kedua tanaman ini cocok dengan kondisi tanah di Soka dan memiliki nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan warga di kemudian hari,” jelasnya.

Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN melakukan survei lokasi, mendata lahan warga yang bersedia menjadi lokasi penanaman, serta mengajukan permohonan bantuan bibit kepada DLHK. Setelah bibit diterima, mahasiswa bersama warga menentukan titik penanaman yang tersebar di pekarangan rumah warga dan lahan kosong milik dusun.

Dukuh Soka, Samta, turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program penanaman pohon seperti ini sangat bermanfaat bagi warga Dusun Soka, terutama untuk menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah erosi di wilayah kami. Semoga bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat untuk generasi selanjutnya,” tuturnya.

Warga turut berpartisipasi dalam proses penggalian lubang tanam, penanaman bibit, hingga penyiraman. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Dusun Soka melalui kerja sama dan gotong royong.

“Kami berharap pohon-pohon yang telah ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan oleh warga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk kelestarian lingkungan maupun tambahan penghasilan dari hasil panen buahnya,” tandas Haryo.

Melalui program penanaman pohon sirsak dan nangka ini, mahasiswa KKN Reguler 159 Unit V.C.I berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Dusun Soka, Desa Mertelu, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pelestarian lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-penghijauan-melalui-penanaman-pohon-di-Soka-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:49:202026-09-30 10:59:56KKN UAD Inisiasi Penghijauan melalui Penanaman Pohon di Soka

Ubah Sampah Jadi Rupiah, KKN UAD Inisiasi Bank Sampah di Padukuhan Bugel

17/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Inisiasi bank sampah di Dukuh Bugel (Foto. KKN UAD)

Persoalan sampah rumah tangga yang menumpuk dan sebagian masih dibakar menjadi masalah yang cukup lama muncul di tengah warga Dukuh Bugel, Desa Tambaharjo, Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-159 Unit I.B.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi program Bank Sampah di RW 02 Padukuhan Bugel pada Jumat, 4 September 2026. Program ini menjadi wadah pengelolaan sampah anorganik yang lebih tertata sekaligus wujud nyata dari tema KKN “Sinergi Membangun Desa Sehat, Cerdas, dan Sejahtera”.

Sebelum inisiasi bank sampah dilaksanakan, sebagian besar sampah rumah tangga belum dipilah berdasarkan jenisnya dan sering kali dibakar sebagai cara mengurangi timbunan sampah. Program ini dinilai dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi permasalahan utama, yaitu belum adanya wadah dan mekanisme yang jelas bagi warga untuk menyalurkan sampah anorganik secara berkelanjutan.

Ketua Unit I.B.1, Akmal Azis MHS, menjelaskan bahwa permasalahan sampah sangat terasa di Dukuh Bugel, sehingga program bank sampah memiliki potensi yang besar untuk dilaksanakan.

Kegiatan diawali dengan tahap persiapan, mulai dari penyediaan bahan bangunan untuk kerangka Bank Sampah hingga karung penampung. Setelah perlengkapan siap, mahasiswa dibantu beberapa warga membangun sarana Bank Sampah secara gotong royong, menyusun kerangka, dan menutupnya dengan jaring pengaman agar sampah yang ditampung tidak berserakan. Selain pembangunan fisik, mahasiswa Unit I.B.1 juga memberikan pemahaman kepada warga mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik yang langsung dipraktikkan bersama.

Sarana Bank Sampah ini dibangun dan tersebar di tiga wilayah RW 02, yaitu Bugel Wetan, Bugel Kidul, dan Bugel Kulon. Mahasiswa turut membagikan karung sampah ke setiap rumah untuk menampung sampah anorganik seperti botol plastik, wadah kaca, dan kaleng bekas guna mempermudah warga dalam memilah sampah.

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, mahasiswa KKN menjalin kerja sama dengan pengepul yang secara rutin mengambil sampah terkumpul setiap minggunya. Hasil penimbangan sampah tersebut dikonversi menjadi nilai ekonomis dan disetorkan langsung ke kas RT sehingga memberi manfaat kolektif bagi warga.

Eko Suryono, salah satu warga RW 02 Dukuh Bugel, merespons positif kehadiran inovasi ini. Ia menyebutkan bahwa bank sampah sangat bagus untuk mengurangi timbunan barang berserakan, terutama plastik yang membutuhkan waktu hingga seratus tahun untuk terurai, sekaligus menjadi penghasilan tambahan bagi RT untuk memajukan warga setempat.

Dengan hadirnya bank sampah, mekanisme kerja sama dengan pengepul yang jelas, serta pendampingan langsung dari tim mahasiswa, warga RW 02 Dukuh Bugel kini memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melanjutkan pengelolaan sampah secara mandiri. Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi anggota KKN UAD Unit I.B.1 bersama pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat Dusun Bugel. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Inisiasi-bank-sampah-di-Dukuh-Bugel-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-17 10:32:172026-09-30 10:57:32Ubah Sampah Jadi Rupiah, KKN UAD Inisiasi Bank Sampah di Padukuhan Bugel

Tim MeRAMU IMM FEB Dorong Digitalisasi Pelaku Usaha Miedes di Srihardono

17/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong digitalisasi pelaku usaha Miedes di Srihardono (Foto. Tim MeRAMU)

Tim MeRAMU IMM FEB mendorong digitalisasi pelaku usaha Miedes di Kalurahan Srihardono melalui kegiatan penandaan lokasi usaha pada platform Google Maps. Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 September 2026 tersebut menjadi upaya untuk membantu pelaku usaha lokal beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Pendampingan dilakukan secara langsung dengan mengunjungi tempat tinggal para pelaku usaha Miedes. Tim mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk membuat profil usaha di Google Maps, meliputi identitas usaha, alamat, kontak, waktu operasional, serta lokasi geografis.

Selain itu, tim mendokumentasikan lokasi dan aktivitas usaha melalui foto untuk melengkapi informasi yang ditampilkan pada profil Google Maps. Penandaan lokasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat menemukan usaha Miedes sekaligus membantu memperkenalkan produk lokal kepada calon konsumen.

Dalam kegiatan tersebut, Tim MeRAMU IMM FEB juga memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pemanfaatan platform digital sebagai media promosi. Google Maps dapat digunakan untuk membantu konsumen menemukan lokasi usaha serta memperoleh informasi mengenai jam operasional, foto, dan ulasan pelanggan.

Edukasi tersebut diberikan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya transformasi digital dalam mendukung pemasaran. Kehadiran usaha pada platform digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen secara lebih luas.

Kegiatan digitalisasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Miedes sebagai salah satu makanan olahan khas Pundong kepada masyarakat. Dengan semakin mudahnya informasi mengenai lokasi dan keberadaan pelaku usaha diakses secara digital, produk Miedes diharapkan dapat dikenal oleh lebih banyak masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Tim MeRAMU IMM FEB berharap digitalisasi dapat membantu pelaku usaha Miedes meningkatkan akses pemasaran sekaligus mendukung penguatan Kalurahan Srihardono sebagai Kampung Kuliner Miedes.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-digitalisasi-pelaku-usaha-Miedes-di-Srihardono-Foto.-Tim-MeRAMU.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-17 10:04:422026-09-30 10:57:26Tim MeRAMU IMM FEB Dorong Digitalisasi Pelaku Usaha Miedes di Srihardono
Page 1 of 34123›»

TERKINI

  • Perkuat Jejaring Internasional, Lima Dosen UAD Ikuti Academic Visit ke Beijing dan Chongqing, Tiongkok12/10/2026
  • UAD Resmi Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 202712/10/2026
  • KKN UAD Gelar Pelatihan Pengelolaan Website Kampung Brontokusuman12/10/2026
  • Mahasiswa Gizi UAD Gandeng Puskesmas Kotagede II Edukasi Gizi Seimbang di SDN Rejowinangun 1 12/10/2026
  • Mahasiswa UAD Beri Edukasi Tentang Gizi Seimbang di SPS PAUD Larashati08/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top