• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Gebyar Anak Sholeh Persada UAD

19/04/2022/in Terkini /by Ard

Persada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan Gebyar Anak Saleh (Foto: Laela)

Minggu, (17-04-2022), Pesantren Mahasiswa Ahmad Dahlan (Persada) mengadakan Gebyar Anak Sholeh dalam rangka semarak bulan suci Ramadan 1443 H. Acara tersebut mengusung tema “Indahnya Ramadan Bersama Persada Raih Keberkahan” dan berlangsung secara luring di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sebanyak 120 partisipan hadir yang terdiri atas peserta Gebyar Anak Sholeh, pendamping, dan orang tua/wali peserta.

Gebyar ini merupakan acara rutin di bulan suci Ramadan yang diagendakan Persada sebagai bentuk follow up dari pengabdian masyarakat santriwan/santriwati yang diterjunkan di setiap Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sejak awal Ramadan.

“Selama pengabdian masyarakat, santriwan/santriwati Persada membimbing adik-adik TPA dalam belajar Al-Qur’an serta ilmu agama lainnya yang bisa bermanfaat di masa depan. Nah, Gebyar Anak Sholeh tersebut diselenggarakan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan kemajuan adik-adik TPA dalam mengikuti pembelajaran,” papar Maulida Rifqi selaku ketua Ikatan Santri Persada Putri (Iksada).

Terdapat delapan cabang lomba dalam acara itu, di antaranya lomba mewarnai, lomba adzan, lomba gerakan dan bacaan salat, lomba hafalan surat pendek, lomba hafalan doa sehari-hari, lomba tartil, lomba cerdas cermat agama (CCA), dan lomba dai. Sebelas TPA mengirimkan perwakilan untuk mengikuti cabang lomba. Acara berlangsung meriah selama empat jam dengan semangat luar biasa, tertuangkan dalam seruan yel-yel dan jargon masing-masing TPA.

“Gebyar Anak Sholeh yang terselenggara ini, semoga memberi manfaat untuk adik-adik TPA, meningkatkan semangat belajar dan ber-fastabiqul khairat. Selamat berlomba, ikuti semaksimal mungkin serta iringi dengan doa di bulan suci Ramadan ini,” tutur Thonthowi, S.Ag., M.Hum. selaku mudir Persada dalam sambutannya.

“Semangat dan usaha belajar adik-adik TPA dalam mengikuti berbagai cabang lomba di Gebyar Anak Sholeh pasti kami apresiasi dan sudah tersedia piala, piagam penghargaan, juga bingkisan yang insyaallah menambah semangat adik-adik TPA sekalian.” tutupnya. (ela)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Persada-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-Gebyar-Anak-Saleh-Foto-Laela.jpg 468 1040 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-19 08:08:482022-04-19 08:09:10Gebyar Anak Sholeh Persada UAD

Strategi Jitu Generasi Z Sukses di Dunia Kerja

19/04/2022/in Terkini /by Ard

Viringga Prasetyaji Kusuma pemateri seminar yang diselenggarakan PVTO Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertajuk ‘Strategi Jitu Generasi Z Mendapatkan dan Sukses di Dunia Kerja’ (Foto: Farida)

Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE) dan Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan seminar dengan tajuk “Strategi Jitu Generasi Z Mendapatkan dan Sukses di Dunia Kerja”.

Program ini dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Universitas Ahmad Dahlan, juga secara luring bertempat di Amphitarium lantai 9 Kampus IV UAD. Acara digelar pada Sabtu, 16 April 2022. Narasumber adalah Muhammad Sayuti, Ph.D. selaku dosen Magister Pendidikan Guru Vokasi (MPGV) UAD sekaligus Sekretaris Majelis Ditlitbang PP Muhammadiyah, dan Viringga Prasetyaji Kusuma yang dikenal sebagai pendiri AMATI Indonesia.

Muhammad Sayuti menyampaikan materi pertama mengenai keterampilan abad 21 pascapandemi. Perubahan perilaku setelah pandemi Covid-19 di antaranya meningkatnya e–commerce seperti restaurant delivery, online grocery shopping, online education, dan telemedisin. Selain itu perubahan juga terlihat pada otomatisasi dan artifisial intelijen. Otomatisasi dapat berkembang cepat karena dapat mengurangi workplace density, mengatasi permintaan variabilitas, meningkatkan efisiensi dan kecepatan, serta menawarkan layanan kontak gratis. Skill yang harus dimiliki untuk mempersiapkan masa depan yaitu complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, dan coordinating with others.

“Apa yang harus dilakukan oleh calon mahasiswa atau siswa? Menjadi pembelajar sepanjang hayat, belajar apa saja, harus berpikir terbuka, suka membaca, literasi membaca pengetahuan baru, dan bergaul dengan orang dari berbagai daerah atau suku atau negara,” papar Muhammad.

Sementara itu, Viringga menjelaskan mengenai rise of green jobs. Saat ini ekonomi di dunia bergeser pada green economy, lalu menuntut menjadi green jobs, dan menuntut green skills. Green economy merupakan sesuatu yang menghasilkan peningkatan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi. Pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 menurut survei dari berbagai negara, mereka sepakat membangun pemulihan perekonomian dengan prioritas mengatasi climate change atau perubahan iklim. Dari kesepakatan tersebut, muncullah green jobs, International Labour Organization (ILO) mendefinisikan green jobs sebagai pekerjaan yang membantu mengurangi dampak lingkungan negatif yang pada akhirnya mengarah pada perusahaan dan ekonomi yang berkelanjutan secara lingkungan, ekonomi, dan sosial. Sedangkan green skill adalah kemampuan atau pengetahuan yang dapat digunakan pekerja untuk mencegah, memantau, atau membersihkan polusi dan mengoptimalkan pengelolaan serta konservasi sumber daya alam, yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa. Dengan adanya green economy, pekerjaan lebih banyak dibandingkan ekonomi konvensional.

Terakhir ia berpesan, mahasiswa boleh bekerja di kota, sekolah tinggi. Namun ketika berbicara masalah peluang, tidak harus menunggu yang tinggi, sebab potensi peluang di desa sangatlah tinggi. “Jangan tergiur dengan gemerlap kota!” (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Viringga-Prasetyaji-Kusuma-pemateri-seminar-yang-diselenggarakan-PVTO-Universitas-Ahmad-DahlanUAD-bertaju-Strategi-Jitu-Generasi-Z-Mendapatkan-dan-Sukses-di-Dunia-Kerja-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-19 07:51:382022-04-19 07:56:32Strategi Jitu Generasi Z Sukses di Dunia Kerja

Kelas Tahsin sebagai Implementasi dari Nilai Religiusitas IMM UAD

18/04/2022/in Terkini /by Ard

Tahsinul Quran IMM PBII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Widia)

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu amalan yang dapat menjadi syafaat bagi seorang muslim di yaumulakhir nanti. Oleh karena itu, seorang muslim ketika membaca Al-Qur’an hendaknya dilakukan secara tartil dan benar sesuai hukum bacaannya. Sehubungan dengan itu, dalam rangka menyongsong nilai religiusitas yang terkandung dalam gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), pada 14 April 2022 IMM Komisariat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) menggelar kelas tahsin di Masjid Darussalam Kampus II Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

“Tujuan utamanya supaya banyak kader IMM PBII bisa mengaji dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujar Oki Ariyanto yakni ketua bidang Tablig Kajian dan Keislaman (TKK).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan baca Al-Quran diikuti oleh lima belas peserta yang terdiri atas Pimpinan Komisariat IMM PBII beserta kader angkatan 2021. Sebelum memulai kelas tahsin, terlebih dahulu diawali dengan salat tarawih berjamaah. Kelas tahsin ini juga merupakan salah satu program kerja bidang TKK yang bertujuan untuk meningkatkan bacaan Al-Qur’an kader juga pimpinan komisariat.

Kemudian, muatan materi yang diajarkan dalam kelas tahsin ialah ihwal mempraktikkan irama dan seni dalam membaca Al-Qur’an dengan metode irama bayyati, hijaz, rast, jiharkah, dan lainnya. Lebih lagi, di samping mendapatkan ilmu, antusiasme peserta kelas tahsin juga dikarenakan dapat bercengkerama sekaligus menyambung silaturahmi.

“Harapan dari adanya kelas tahsin ini banyak kader dan pimpinan komisariat bisa membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya,” tutup Oki Ariyanto. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tahsinul-Quran-IMM-PBII-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Widia.jpg 573 713 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-18 08:29:332022-04-18 08:29:33Kelas Tahsin sebagai Implementasi dari Nilai Religiusitas IMM UAD

Buku ‘Bahan Ajar’ Harus Miliki ISBN

18/04/2022/in Terkini /by Ard

Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pelatihan penyusunan bahan ajar atau buku ajar ber-ISBN (Foto: Farida)

Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pelatihan penyusunan bahan ajar atau buku ajar berstandar International Standard Book Number (ISBN). Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pendidikan Matematika UAD pada Sabtu, 16 April 2022. Hadir sebagai pemateri adalah Kepala UAD Press, Hatib Rahmawan, S.Pd., Th.I., M.Ag., yang juga dikenal sebagai penulis buku nasional.

Uswatun Khasanah. S.Si., M.Sc. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Matematika dalam sambutannya menyampaikan, bahan ajar yang ber-ISBN sangat menunjang akreditasi untuk luaran standar pendidikan. Harapannya bahan ajar ber-ISBN ini nantinya tidak hanya digunakan oleh mahasiswa internal saja tetapi juga dimanfaatkan untuk pihak luar.

Lebih lanjut, Hatib menjelaskan buku dibagi menjadi dua yaitu buku pendidikan dan nonpendidikan. Sedangkan buku pendidikan dibagi lagi menjadi buku teks pelajaran dan nonteks pelajaran. Buku teks pelajaran sering disebut juga sebagai buku ajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa buku ajar merupakan buku pendidikan (teks pelajaran) yang ditulis oleh pakar di bidang tertentu berisi mengenai satu topik tertentu untuk memudahkan seseorang memahami mata kuliah. Buku ajar ditulis sesuai dengan kurikulum tertentu.

“Benefit dosen menulis buku ajar yaitu untuk memenuhi borang Beban Kerja Dosen (BKD), mendapatkan insentif buku ajar dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), mendapatkan royalti penjualan dari UAD Press apabila diterbitkan di UAD Press, dapat diikutsertakan dalam hibah penulisan buku ajar, serta dapat dikaryakan kembali di LIPPI,” papar Hatib.

Adapun sistematika penulisan buku ajar adalah ditulis berdasarkan sub-Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) atau turunannya lagi, awali dengan menjelaskan capaian pembelajaran di setiap bab, berilah uraian teori yang sederhana dan mudah dipahami, serta akhiri di setiap bab (pembahasan) dengan sebuah evaluasi. Jenis dan bentuk evaluasi sangat bervariasi dengan catatan untuk mengukur capaian pembelajaran. Kemudian satu bab, bagian, dan topik terkadang dibahas dua hingga tiga kali pertemuan. Struktur buku terdiri atas preliminary, isi, dan postliminary.

Di akhir penyampaian, Hatib memberikan tips untuk memparafrase. Parafrase adalah membahasakan kembali pendapat orang lain. Tips parafrase yaitu carilah substansi dan ide dasar pendapat orang lain, tulis kembali tanpa harus melihat buku aslinya, gunakanlah sinonim dan padanan kata lainnya, ubahlah pola kalimatnya (misal dari aktif ke pasif), cek ulang kesamaan dengan aslinya dan agar tidak terkena Turnitin (program cek plagiasi dengan sistem algoritma yang sistematis, runtut dan kompleks) kata, rumus, dan kalimat yang sudah umum dapat dibuat image. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pendidikan-Matematika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-mengadakan-pelatihan-penyusunan-bahan-ajar-atau-buku-ajar-berstandar-ISBNFoto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-18 08:14:022022-04-18 08:14:02Buku 'Bahan Ajar' Harus Miliki ISBN

Anggy Aulia, Mahasiswa UAD yang Berprestasi dengan Kaligrafi

16/04/2022/in Terkini /by Ard

Karya lukisan kaligrafi Anggy Aulia mahasiswa FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

“Kaligrafi tidak terlepas dari keindahan, tetapi ada satu hal yang ditinggalkan oleh umat Islam yakni hasil karya kaligrafi bisa ditampilkan di dalam rumah dan menjaga rumah tersebut dengan ayat suci Al-Qur’an,” ucap Anggy Aulia, mahasiswa Ilmu Hadis Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat menjadi narasumber dalam acara FAI Talk, Kamis, 14 April 2022. Selain kesibukan sebagai mahasiswa, Anggy, begitu ia kerap disapa, juga mengajar kaligrafi di beberapa pondok pesantren. Dengan latar belakang ketertarikan terhadap kaligrafi, ia mulai mempelajari ilmu kaligrafi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

Ia menjelaskan, dari pendapat mayoritas guru kaligrafi, seorang yang menekuni kaligrafi disebut juga sebagai hafiz Qur’an yang tidak terlihat. Hafiz Qur’an bukan hanya untuk orang yang menghafal, karena sejatinya arti dari istilah tersebut adalah para penulis-penulis Qur’an. Bahkan pada masa Rasulullah, para hafiz Qur’an dijaga dengan ketat tetapi akhirnya penjaga mengalami kepunahan atau wafat.

“Bagaimana ayat suci Al-Qur’an itu sampai kepada kita? Jika tidak ada hafiz Qur’an maka ayat suci Al-Qur’an itu tidak mampu terbaca sampai saat ini,” ucap Anggy.

Begitulah ketertarikan Anggy terhadap kaligrafi. Mengawali kemampuannya sebagai kaligrafer, ia mengikuti lomba kaligrafi tingkat provinsi yang diadakan UAD. Saat itu ia masih menjadi mahasiswa baru. Sayangnya ia gagal percobaan pertama itu. Di kesempatan lain, Anggy tidak putus harapan, Bimawa UAD menggelar perlombaan Musabaqah Tilawati Qur’an (MTQ) tingkat kampus yang berhasil membawanya mendapatkan gelar juara kaligrafi.

Lebih lanjut ia memaparkan, ilmu kaligrafi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari ketelitian secara detail. Sebagai contoh huruf alif memiliki cara penulisan yang sangat detail. Ukuran dalam huruf alif harus lima titik dalam khat notasi ilmu kaligrafi. Dengan pemahaman yang singkat, menulis kaligrafi merupakan bentuk literatur sedangkan membaca kaligrafi merupakan bentuk irama lagu yang elok didengar.

“Mempelajari ilmu kaligrafi membutuhkan waktu yang cukup lama. Ini disebabkan bahasa Arab merupakan bahasa terindah yang bisa ditampilkan dengan berbagai macam versi. Ilmu kaligrafi tidak hanya tentang menulis ayat Al-Qur’an  yang dibuat dengan menampilkan unsur keindahan tetapi juga mencakup bacaan ayat suci Al-Qur’an yang juga dibuat dengan suara yang indah didengar,” jelasnya.

Dalam menulis kaligrafi terdapat cara membuat ornamen-ornamen yang digunakan untuk memperindah karya, salah satunya dengan melakukan kunjungan ke daerah-daerah yang memiliki banyak hiasan di rumah seperti rumah adat yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Di Indonesia, kaligrafi memiliki empat golongan yakni dekorasi, mushaf, kontemporer, dan naskah.

“Empat golongan dalam melukis kaligrafi memiliki fungsi dalam menyusun tema kaligrafi. Di Indonesia, hiasan mushaf merupakan hiasan yang digunakan dalam Al-Qur’an yakni terletak di antara surah Al-Faatihah dan surah Al-Baqarah. Melukis kaligrafi juga tidak hanya sekadar melukis saja tetapi memiliki mazhab yang harus dipahami bagi kaligrafer yakni Mazhab Hasyim dan Mazhab Syauqi,” tambahnya.

Adapun tips yang diberikan Anggy terkait menjadi mahasiswa yang dapat membagi waktu antara kuliah dengan mengikuti perlombaan, yakni mampu memimpin diri sendiri dengan bijak. Memanajemen waktu dengan baik dan memilah waktu kegiatan merupakan cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas diri secara mendalam. Ingat selalu tujuan dan misi dalam melakukan perkuliahan, mengetahui kelemahan dan antisipasi yang harus dilakukan terhadap diri sendiri, serta menyadari kemampuan dan kapasitas diri sendiri terhadap kegiatan yang dijalani.

“Kuliah merupakan salah satu momen bagi mahasiswa untuk berkembang sebagaimana mestinya. Namun dalam memanfaatkan momen untuk berkembang, mahasiswa dituntut untuk bisa mengetahui kegiatan yang dapat memaksimalkan waktu untuk bisa berkembang atau tidak. Setiap mahasiswa harus bisa memilih terhadap salah satu bidang tertentu untuk kehidupan di dunia ini tidak hanya secara kuantitas tetapi secara kualitas yang banyak dicari oleh orang lain.” (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Karya-lukisan-kaligrafi-Anggy-Aulia-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-saat-menjuarai-perlombaan-kaligrafi-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-16 09:14:192022-04-16 09:14:19Anggy Aulia, Mahasiswa UAD yang Berprestasi dengan Kaligrafi

ADEV 01 ‘Monalisa’ Mobil Listrik Kebanggaan UAD

16/04/2022/in Terkini /by Ard

Rektor Dr. Muchlas, M.T. dan Tim Mobil Listrik Al Qorni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas UAD)

Ahmad Dahlan Electric Vehicle Generasi 1 (ADEV 01) ‘Monalisa’ merupakan mobil listrik yang dibuat oleh tim Al Qorni Automotive Electrical Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pada ajang kompetisi Formula Electric Student Championship (FEMS) Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 di Jakarta, mobil ini mengantarkan tim Al Qorni meraih juara umum II.

Ilham Eko Prakoso sebagai ketua tim menjelaskan, juara umum II diraih dari hasil peringkat kelima kategori akselerasi, peringkat ketiga kategori skidpad, serta peringkat ketiga kategori endurance dan efficiency.

ADEV 01 ‘Monalisa’ memiliki tegangan 48-volt yang disuplai baterai aki kering 12-volt 4 buah dengan daya 40AH yang mampu berjalan sampai jarak 20km dengan kecepatan maksimal 40km/jam.

Sistem steering bersudut yang dirancang untuk dapat berbelok sekaligus berakselerasi. Mobil listrik didukung dengan mesin motor listrik 3KW dan pengendali 6KW. “Ke depannya, Al Qorni berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam berbagai ajang bergengsi untuk terus meningkatkan prestasi,” jelas Ilham.

Sementara Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan kegembiraannya atas kemenangan Tim Al Qorni pada acara jumpa pers yang digelar pada Rabu, 13 April 2022 di Gedung Utama Kampus IV UAD.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya patut saya berikan kepada segenap tim yang telah bekerja keras dalam memenangkan lomba ini. Prestasi ini tidak akan dapat diraih tanpa dukungan dari seluruh pihak termasuk program studi, fakultas, dan universitas,” terangnya.

Muchlas juga menekankan bahwa prestasi tersebut harus terus ditingkatkan dan diimbangi dengan akademik yang bagus.

Tim mobil listrik terdiri atas mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO), Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, dan Pendidikan Matematika dengan dosen pembimbing Alfian Ma’arif, M. Eng. dari Teknik Elektro dan Dr. Budi Santosa dari PVTO.

Mereka adalah Ilham Eko Prakoso (PVTO) sebagai ketua tim, Aji Apri Setiawan (PVTO) sebagai general manajer, Kurnia Rega Nugraha (PVTO) sebagai ketua mekanik, Muh. Damar Wibisono (T. Elektro) ketua elektrik, Muh. Zada Fikri (PVTO) sebagai driver mobil listrik dan Fajar Fahmi Aziz (PVTO) sebagai anggota mekanik. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rektor-Dr.-Muchlas-M.T.-dan-Tim-Mobil-Listrik-Al-Qorni-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-UAD.jpg 1666 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-16 08:18:072022-04-16 08:18:07ADEV 01 ‘Monalisa’ Mobil Listrik Kebanggaan UAD

Membangun Religiusitas yang Mencerahkan di Era Disrupsi

16/04/2022/in Terkini /by Ard

LPSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pengajian bertajuk “Membangun Religiusitas yang Mencerahkan di Era Disrupsi” (Foto: Yosita)

Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan pengajian dengan tajuk “Membangun Religiusitas yang Mencerahkan di Era Disrupsi”. Acara digelar pada Rabu, 13 April 2022 secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube LPSI UAD juga secara luring bertempat di Aula Masjid Islamic Center UAD.

Hadir sebagai pemateri adalah Prof. K.H. M. Sirajuddin Syamsuddin, M.A., Ph.D. selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015. Dengan jumlah keseluruhan peserta kurang lebih 635 orang, talkshow dipandu oleh H. Hendra Darmawan, S.Pd., M.A. selaku moderator yang juga sebagai Kabid. Pengkaderan LPSI UAD.

Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. dalam sambutannya mengungkapkan, adanya kajian yang sangat bermanfaat ini semoga dapat menjadi satu wahana atau sarana untuk meningkatkan pengawalan penghayatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Sementara itu, sesuai dengan tajuk kajian, kata disrupsi bermakna tercabut dari akarnya, yakni situasi ketika pergerakan peradaban penuh dengan ketidakpastian dan tidak lagi linear. Transformasinya sangat cepat, fundamental, dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru.

Kaitannya dengan itu, Sirajuddin mengatakan, di dunia ini telah terjadi kerusakan yang bersifat akumulatif yang berakar dari sistem dunia itu sendiri. Apa yang terjadi adalah sebuah arus liberalisasi atau arus kebebasan manusia yang sangat menikmati kebebasan. Bersama dengan hal itu, terjadilah kehilangan kemanusiaan.

“Yang ingin saya tekankan adalah tentang adanya gejala dehumanisasi, yaitu manusia yang kehilangan kemanusiaannya, terjebak pada titik nadir dari kemanusiaannya, juga kehilangan fitrah kemanusiaan baik dimensi kesucian maupun kekuatan. Oleh karena itu mutiara yang hilang ini yang harus di hidupkan,” tandasnya.

Terakhir Sirajuddin menyampaikan harapannya, “Saya berharap UAD akan makin menangguhkan diri sebagai salah satu center academic excellence di lingkungan Muhammadiyah di Indonesia. Saya kira dunia Islam memiliki momentum untuk bangkit asalkan harus ada pekerja-pekerja serius secara intelektual,” pungkasnya. (Yos)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/LPSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-pengajian-bertajuk-Membangun-Religiusitas-yang-Mencerahkan-di-Era-Disrupsi-Foto-Yosita.jpg 540 960 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-16 07:50:052022-04-16 08:18:33Membangun Religiusitas yang Mencerahkan di Era Disrupsi

Nurlailah Hikmah Afina: Story Telling dan Segudang Prestasi

14/04/2022/in Terkini /by Ard

Talkshow Mawapres Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan narasumber Nurlailah Hikmah Afina (Foto: Eka Marcella)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar talkshow Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) dengan menghadirkan Nurlailah Hikmah Afina, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang Memiliki segudang prestasi di bidang dongeng dan story telling sekaligus peraih penghargaan pemuda berprestasi Provinsi Sumatra Selatan tahun 2021. Acara ini berlangsung pada Rabu, 13 April 2022, dan ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi UAD.

Melalui acara yang digelar pada pukul 09.45 tersebut, Nurlailah atau yang akrab disapa Lailah, menceritakan pengalaman dari awal mula tertarik untuk berkecimpung di bidang dongeng dan story telling hingga akhirnya meraih banyak prestasi di bidang tersebut.

Beralih dari itu, Lailah kemudian membagikan beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengikuti lomba dongeng, salah satunya adalah persiapan yang matang.

“Persiapannya itu apa saja? Jika naskah cerita ditentukan langsung oleh panitia maka ikuti aturan dengan benar, tetapi jika panitia hanya menentukan tema cerita, maka tipsnya adalah dengan mencari inspirasi terlebih dahulu untuk membuat cerita yang pastinya tidak plagiat. Kita bisa bikin cerita versi kita sendiri, rangkum sendiri, kemudian baru mulai memahami keseluruhan isi cerita,” paparnya.

Lebih lanjut, Lailah menyarankan untuk memperbanyak praktik dan latihan di depan kamera, “Makin banyak latihan, makin kita menguasai materi, makin tampil yang terbaik. Selain itu, penting untuk mempersiapkan kostum dengan sebaik mungkin karena akan termasuk ke dalam penilaian.”

Tidak kelewatan, ia juga membocorkan cara membuat dongeng yang baik dan benar, cara membangun antusias penonton saat mendongeng, hingga cara membangun rasa percaya diri dan motivasi untuk mengikuti perlombaan.

Pesannya adalah, “Jangan pernah ragu, jangan pernah takut, dan tetap optimis. Kalau kamu banyak latihan dan banyak pengalaman, kamu pasti bisa menjadi yang terbaik.” (eka)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Talkshow-Mawapres-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-narasumber-Nurlailah-Hikmah-Afina-Foto-Eka-Marcella.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-14 08:39:402022-04-14 08:39:53Nurlailah Hikmah Afina: Story Telling dan Segudang Prestasi

Empat Karakter Penting untuk Keseimbangan Dunia dan Akhirat

14/04/2022/in Terkini /by Ard

Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah H. Aly Aulia, Lc., M.Hum., penceramah Kajian Tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Didi)

“Menjawab panggilan Allah Swt. dalam rangka menjalankan perintah-Nya dan mengisi bulan suci Ramadan dengan serangkaian ibadah. Tentu di bulan inilah, Allah Swt. memberikan kemuliaan, manfaat, dan kebaikan yang berlimpah.”

Ungkapan tersebut disampaikan, H. Aly Aulia, Lc., M.Hum., yang merupakan Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah memberikan nasihatnya di depan para jamaah Masjid Islamic Center, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menjelang salat tarawih terlaksana. Hadir sebagai pemateri di kajian tarawih berjamaah, Aly juga berkesempatan menyapa para hadirin daring melalui siaran langsung pada Senin, 11 April 2022, di kanal YouTube Masjid Islamic Center UAD.

Dalam penuturannya, Aly mengatakan bahwa Allah Swt. memerintahkan manusia untuk mempersiapkan kehidupannya di akhirat kelak, dengan tanpa mengabaikan kehidupan di dunia.

“Utamakan akhirat tapi tidak boleh mengesampingkan kehidupan dunia!” ujarnya.

Aly mengingatkan agar manusia berusaha semaksimal mungkin untuk mengimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Sebab, dikatakan di dalam Al-Qur’an dan hadis, sosok yang benar-benar selamat dan mendapatkan berbagai karunia nantinya adalah ia yang mampu menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat.

“Harus ada empat karakter penting yang ada di dalam diri manusia, agar segala aktivitas di dunia bisa berpengaruh baik untuk kehidupan di akhiratnya kelak. Empat karakter tersebut di antaranya, pemahaman, semangat ketaatan, ikhlas, dan pendirian yang kokoh.

Paham yang dimaksudkan di sini ialah memahami ilmu agama sebagai penunjang dalam melakukan ibadah, dan segala aktivitas yang kita lakukan haruslah dipahami terlebih dahulu, agar mendapatkan tuntunan dan arah tujuan yang jelas. Semangat ketaatan ialah motivasi diri yang bertujuan untuk mencapai rida Allah Swt., kepatuhan kepada-Nya, dan segala apa pun yang dilakukan adalah dalam rangka wujud ketaatan kepada Allah Swt.

Sementara itu, ikhlas merupakan wujud dari melakukan segala sesuatu dengan semata-mata karena Allah Swt., baik itu dari melakukan amal saleh maupun lain sebagainya. Wujud keikhlasan tidak ada kaitannya dengan imbalan. Perlu ditekankan juga pada pendirian yang kokoh untuk menjalankan aktivitas dan ibadah, menahan seluruh godaan, dan menerjang tantangan maupun rintangan. Keteguhan hati dan kesabaran mempunyai keterkaitan kuat atas terciptanya pendirian yang kokoh tersebut.

“Dengan izin Allah Swt. segala aktivitas yang dilakukan jika dibarengi dengan empat karakter itu, ia akan bernilai dan menjadi bekal di akhirat kelak,” tutup Aly. (didi)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Direktur-Madrasah-Muallimin-Muhammadiyah-H.-Aly-Aulia-Lc.-M.Hum_.-memberikan-nasihat-di-depan-para-jamaah-Masjid-Islamic-Center-UAD-menjelang-salat-tarawih.-SS-YouTube-terkait.jpg 750 1334 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-14 07:52:142022-04-14 07:52:14Empat Karakter Penting untuk Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Momen Mahasiswa Menguatkan Akidah di Bulan Ramadan

13/04/2022/in Terkini /by Ard

IMM PBII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Adakan Kegiatan Ruang Bincang Komisariat (Foto: Istimewa)

Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang penuh ampunan. Hal ini sesuai dengan Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim yang menegaskan bahwa “Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, diampuni baginya dosa-dosa masa lalu”.

Sebagai seorang muslim, tentunya kesempatan ini harus dimanfaatkan secara betul untuk meraih rida Ilahi. Itu pula yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia (PBSI), dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dengan menggelar majelis ilmu yang membahas mengenai “Akidah Kader dalam Menyambut Bulan Suci Ramadan”, dengan mengundang narasumber Muhammad Saeful Effendi, S.Pd., M.Pd.B.I.

Saeful menjelaskan bahwa di zaman yang serba paradoks seperti saat ini, antara apa yang ada di pikiran dengan apa yang ada di hati kita saling bertentangan, sehingga sangat diperlukan kekuatan akidah dalam menjalani kehidupan. Akidah di mana pun kita berada harus benar-benar disesuaikan. Jika merujuk pada pengertiannya akidah merupakan suatu hal yang sangat mendasar serta mempunyai konsekuensi.

Seorang individu harus mempunyai pengalaman spiritual untuk dapat menguatkan iman dan akidah. Misalnya seperti cobaan. Manusia dalam menjalani hidupnya pasti tidak akan pernah lepas dari yang namanya cobaan. Namun, itu tidak bisa diartikan secara sempit sebagai sesuatu hal yang menyedihkan atau yang menyengsarakan. Cobaan dapat juga berupa sesuatu hal yang menyenangkan, seperti kekayaan, harta, anak, dan sebagainya. Ini pula yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 214 dan surat Al-Anfal ayat 28. Dalam surat Al-Anfal dijelaskan bahwa harta, kekayaan, dan anak merupakan salah satu wujud dari sebuah cobaan yang membahagiakan.

“Apakah dengan adanya anugerah berupa harta benda, anak-anak, dan kekayaan ini menambah ketakwaan kepada Allah, dengan mensyukuri nikmat-Nya serta melaksanakan hak dan kewajiban seperti yang telah di tentukan oleh Allah? Atau justru malah melalaikan kita terhadap perintah-perintah Allah?” tutur Saeful Effendi. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-PBII-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Adakan-Kegiatan-Ruang-Bincang-Komisariat-Foto-Istimewa-1.jpeg 900 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-13 10:16:592022-04-13 10:17:22Momen Mahasiswa Menguatkan Akidah di Bulan Ramadan
Page 407 of 751«‹405406407408409›»

TERKINI

  • UAD Gelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 202610/04/2026
  • Bedah Strategi 7 Jurus BK Hebat untuk Guru Wali10/04/2026
  • UAD Terima Kunjungan Dubes Inggris Bahas Isu Energi dan Iklim09/04/2026
  • Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Mental Guru Wali09/04/2026
  • KKN UAD Edukasi PHBS Sejak Dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari08/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top