• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Puasa dan Pesan Keseimbangan

23/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Hendra Darmawan*)

Puasa adalah ritual publik umat islam dunia. Surat Al-baqoroh ayat 183-187 adalah satu-satunya ayat yang menerangkan tentang ibadah puasa. Nuansa puasa di Indonesia sungguh sangat berbeda dibandingkan dinegara-negara lain. Seakan ibadah puasa adalah puncak spiritualiatas umat islam Indonesia. Semarak penyambutan romadhon sangat nampak mulai dari pemberitaan media, spanduk dan baliho-baliho ucapan selamat berpuasa, ritual padusan jelang bulan romadhon termasuk tradisi ziarah kubur juga ada dalam rangkaian penyambutan romadhon. Bahkan beberapa acara masjid tertentu menggunakan event organizer untuk memeriahkan semua agenda ramadhan. Mulai dari takjil, kajian jelang maghrib, kajian mingguan, bedah buku, talkshow, seminar dan lomba-lomba untuk anak-anak dan remaja dll.

Kita berharap hiruk pikuk itu semua tidak membuat kita lupa akan esensin pembentukan insan muttaqin yang menjadi tujuan utama berpuasa. Ismail Raj’i Al faruqi (2012) mengatakan bahwasanya puasa memiliki dua dimensi pesan yang pertama adalah pengendalian diri termasuk di dalamnya disiplin pribadi, yang kedua adalah kepedulian sosial, dengan merasakan lapar dan dahaga serta nestapa kemiskinan.

Mahmoud M Ayoub (1970) menyitir Qurtubi yang menegaskan asal muasal kata romadhon, yakni romadho yarmudu artinya membakar dengan suhu panas yang sangat tinggi. Dulu puasa selalu jatuh pada musim kemarau/musim panas (between summer and winter) maka ia dinamakan romadhon. Puasa disyariatkan ke semua umat sejak umat nabi Adam samapi nabi muhamamd. Bahkan kaum kristiani melakukan protes untuk menaqmbah 20 hari puasa di luar bulan romadhon karena bulan romadhon datang pada musim panas. Ini awal kritik dan inovasi keagamaan yang dilakukan kaum kristiani.

Semua kitab suci diturunkan pada bulan romadhon, yakni taurat, zabur, injil, shuhuf nabi Ibrahim dan laquran amsing-masing pada tanggal 3, 5, 15, 18, serta 17 ramadhan. Dengan ini kiranya umat islam dapat lebih mantap menjadikan bulan romadhon sungguh bulan yang suci, upaya untuk tazkiyatunnafs/mensucikan diri seyogyanya menjadi perioritas kegiatan ibadah dibulan romadhon.

Makan dan minum yang Alloh halalkan tetapi saat bulan ramadahn tiba ia menjadi haram sejak terbit fadjar sampai terbenam matahair, hubungan suami istri juga demikian. Nampak bahwa kedua hal itu diposisikan untuk melatih jiwa manusia dalam menahan hawa nafsunya.

Makanan adalah kesenangan individu manusia, segala upaya dilakukan hanya untuk semata-mata mendapatkan kenikmatan makan dan minum. Makanan yang dinikmati juga beragam dari yng sangat murah sampai yang mahal sekalipun. Tidak heran dimana-mana berjamuran pusat-pusat kuliner, sampai yang berbintang lima. Manusia sangat dimanjakan hanya semata-mata karena kenimatan yang sesaat. Kenikmatan indinvidu itu harus dikelola dengan baik tidak lantas menuruti hawa nafsu, jika ia dituruti maka hancurlah kehidupan individu.

Hubungan suami istri dilakukan untuk bertujuan melanjutkan kehidupan kelompok, kehidupan bermasyarakat. Maka institusi perkawinan, membuat kehidupan kelompok itu makin mulia, akan jelas siapa bapak dan siapa anaknya. Jangan sampai terjadi seperti akhir-akhir ini ada beberpa bayi yang/ditinggalkan bapak dan  ibunya di dalam kardus ditempatkan di pinggir jalan. Jika itu terjadi sungguh telah menghancurkan kemanusiaan, tidak menghargai kehidupan. Dalam surat Al-baqoroh disebutkan faman ahyannasa, faqod ahyannasa jamian artinya barag siapa yang telah menghidupkan kehidupan seseorang seakan ia telah menghidupkan kemanusiaan semuanya. Begitu juga sebaliknya barang siapa yang membunuh satu jiwa dan alasan yang jelas maka ia telah membunuh kemanusiaan seutuhnya.

Keseimbangan pemenuhan kebutuhan  individu dan kebutuhan syahwati harus dimanaj dengan baik, tidak berlebihan disatu sisi. Sehingga titik kesadaran manusia itu muncul mencerahkan dirinya menjadi manusia yang utuh (insan kamil) tidak split personality.

 

*) Dosen PBI FKIP UAD, Wakil Ketua MPK PWM DIY, Alumni La Trobe University Melbourne.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-23 01:58:212013-07-23 01:58:21Puasa dan Pesan Keseimbangan

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Berpuasa

23/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Rosyidah, M.Kes

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

 

Banyak hikmah di balik bulan ramadhan jika dilihat dari berbagai aspek diantaranya; aspek moral,  kemanusiaan, kesehatan baik jasmani maupun rohani. Aspek moral, dengan berpuasa umat Islam diharapkan mempunyai nilai moral dalam berperilaku yang lebih baik, sehingga makna puasa tidak sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi seharusnya bisa mengendalikan diri sebaik baiknya dari nafsu amarah atau emosional dan nafsu syahwat. Jika dilihat dari aspek kemanusiaan, adanya bulan ramadhan rasa empati umat Islam terhadap sesama akan lebih baik terutama terhadap fakir miskin dan anak yatim.

Ditinjau dari aspek kesehatan sesuai dengan hadits riwayat Thabrani menjelaskan bahwa “Berpuasalah kamu niscaya akan sehat” kutipan hadis tersebut dibuktikan dengan hasil-hasil penelitian bahwa dengan berpuasa akan mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun atau radikal bebas. Radikal bebas oksigen yang berlebihan di dalam tubuh akan mengurangi aktivitas kerja enzim yang akan menyebabkan terjadinya mutasi dan merusak dinding sel. Berakibat pada timbulnya beberapa penyakit degeneratif seperti stroke dan jantung koroner.

Puasa bagi Ibu Hamil

Berpuasa akan mengurangi kadar kolesterol darah yang dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah, mengurangi kadar lemak trigliserit yang membentuk kolesterol jahat atau disebut (LDL) tapi dapat meningkatkan kolesterol baik atau disebut (HDL). Puasa juga dapat menyembuhkan sakit maag (Dispepsia) yang sebenarnya salah satu penyebabnya karena pola makan yang tidak teratur, mendorong terjadinya pergantian sel-sel tubuh dan mengurangi resiko diabetes tipe-2 karena dengan berpuasa pengontrolan gula darah akan lebih baik. Bagi penderita penyakit tertentu seperti hipertensi, jantung, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya, puasa dapat dijalankan dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.

Berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui tidak diwajibkan sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 184 yaitu bagi orang-orang yang berat menjalankan puasa karena suatu hal seperti hamil, menyusui ataupun  sakit, dapat mengganti puasanya dengan membayar fidyah. Diperbolehkan bagi ibu hamil dan menyusui untuk berpuasa dengan anjuran, bagi ibu hamil sebaiknya setelah 3 bulan atau trimester pertama, karena kondisi ibu hamil saat trimester pertama sering mengalami rasa mual dan muntah terutama pada saat pagi hari yang disebut morning sickness dikhawatirkan jika tetap berpuasa lambung akan kosong dan rasa mual akan lebih parah. Bagi Ibu hamil yang berpuasa harus menjaga gizi yang seimbang dan mengingat pentingnya asupan nutrisi bagi janin yang dikandungnya. Jika sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL) sebaiknya puasa dihentikan agar energi untuk persiapan melahirkan dapat terpenuhi. Berpuasa bagi ibu yang menyusui, sebaiknya melaksanakan puasa setelah masa air susu ibu (ASI) eksklusif yang selama 6 bulan sudah berhasil dilakukan sehingga tidak berpengaruh terhadap asupan nutrisi bayi.

            Manfaat puasa akan lebih optimal bagi kesehatan, jika kita melakukan puasa dengan benar, yaitu; tidak melupakan sahur, memperbanyak minum air 8 sampai 10 gelas setiap hari yang dapat kita lakukan mulai buka puasa sampai sahur. Berbuka puasa dengan minuman manis, buah kurma. Makan sahur dengan menu yang mengandung unsur buah-buahan dan sayur-sayuran agar tubuh tetap bugar saat seharian berpuasa dan mengandung lemak sebagai cadangan energi. Hindari minum kopi saat sahur karena dapat mempercepat rasa lapar dan meningkatkan kadar asam lambung, sehingga perut menjadi kembung dan mual. Berolah raga saat berpuasa dapat dilakukan agar tubuh tetap sehat, pilihlah olah raga yang ringan agar tidak menguras energi berlebihan seperti jalan-jalan pagi. Selain kesehatan jasmani, puasa juga meningkatkan kesehatan rohani, karena membiasakan kita untuk berfikir positif, menjaga ucapan, sikap dan perilaku yang tercela.

Semoga hikmah puasa dapat kita peroleh yaitu; lebih meningkatkan amal dan ibadah kita kepada Allah SWT. Pola hidup yang berkualitas, baik dari segi kesehatan jasmani yang merupakan investasi kesehatan yang sangat penting, kesehatan rohani yang akan membuat hidup lebih berarti dan bahagia. Kesehatan jasmani dan rohani akan berdampak pada etos kerja, sehingga kita lebih menikmati pekerjaan, meningkatkan inovasi, kreativitas  dan hasil kerja yang  bermanfaat untuk masyarakat, lingkungan dan keluarga.

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-23 01:56:232013-07-23 01:56:23Sehat Jasmani dan Rohani dengan Berpuasa

Revisi Jadwal Penerimaan Proposal KJI dan KBGI Tahun 2013 (DIKTI)

23/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Sumber: Web Dikti

 

Revisi Jadwal Penerimaan Proposal KJI dan KBGI Tahun 2013

http://www.dikti.go.id/?p=10735&lang=id



Oleh Rusdan Tafsili – 22 July 2013



Kepada Yth : Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta,



Koordinator Kopertis Wilayah I s.d XII

di seluruh Indonesia.



Dengan hormat, menindaklanjuti surat Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat nomor 1567/E5.3/KPM/2013 tentang pemberitahuan penerimaan proposal dalam pelaksanaan kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) Ke-9 dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) Ke-5 Tahun 2013, diberitahukan bahwa jadwal penerimaan proposal diundur batas waktu penerimaannya hingga tanggal 25 Juli 2013. Revisi jadwal dapat dilihat dan unduh pada laman http://dikti.go.id/ atau http://www.kji-kbg2013.ub.ac.id.



Sehubungan dengan hal tersebut di atas kami berharap kiranya Saudara berkenan menginformasikan revisi jadwal dimaksud kepada mahasiswa di perguruan tinggi Saudara



Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.



Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

ttd

Agus Subekti

NIP. 19600801 198403 1 002



Lampiran:



Surat Revisi Jadwal Penerimaan Proposal KJI dan KBGI Tahun 2013

http://img.dikti.go.id/wp-content/uploads/2013/07/pengunduran-KJI-KBGI-2013.pdf

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-23 00:29:122013-07-23 00:29:12Revisi Jadwal Penerimaan Proposal KJI dan KBGI Tahun 2013 (DIKTI)

Undangan Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian, PPM dan Kreativitas Mahasiswa

22/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Undangan Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kreativitas Mahasiswa yang berpotensi Paten di Yogyakarta

 

Sumber: dikti.go.id

…………….

 

Hari/Tanggal           : Kamis-Sabtu 25-27 Juli 2013

Pembukaan              : Kamis, 25 Juli 2013, Pk. 13.00 WIB

Tempat                     : Hotel  @HOM Premiere

                                    Jl. Laksda Adi Sucipto 157 A, Janti, Yogyakarta 55281

                                    Telp. (0274) 555181, Fax. (0274) 547249

Check-in                   : Mulai pukul 13.00 WIB, Kamis, 25 Juli 2013

Check-out                 :  Pukul 11.00 WIB, Sabtu, 27 Juli 2013

 

info lengkap dapat disimak di: dikti.go.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-22 06:56:562013-07-22 06:56:56Undangan Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian, PPM dan Kreativitas Mahasiswa

Puasa dan Testosteron

22/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Dr. Ahmad Muhammad Diponegoro

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

 

Puasa, menurut Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah merupakan perintah Allah yang diwajibkan terhadap ummat Islam baik yang ada saat ini maupun sebelum nabi Muhammad diutus. Perintah puasa ini sebagaimana perintah-perintah Allah yang lain manfaatnya tentu akan kembali kepada pelaku. Salah satu keutamaan dan hikmah puasa sebagaimana pernah diucapkan nabi Muhammad, adalah  lebih menjaga pandangan dan lebih menjaga kemaluan atau perbuatan zina.

Membicarakan kemaluan atau dorongan untuk melakukan hubungan suami isteri tentu saja saat ini tidak dapat dipisahkan dengan hormone yang mendorong perilaku tersebut. Salah satunya adalah testosteron.( Hormon seksual utama pada laki-laki adalah testosteron; pada perempuan estrogen dan progesterone).

Bila ditinjau secara lebih khusus terutama kaitannya dengan hormone seksual yaitu testosterone atau hormone sekual pada pria, maka puasa akan membuat testosterone menurun pada waktu tertentu. Tetapi kemudian akan kembali normal dan lebih sehat kadarnya.

Beberapa saat setelah lahir, bayi laki-laki dan perempuan amatlah mirip. Tetapi, setelah beberapa tahun, perbedaan mulai tampak di tubuh masing-masing. Janggut mulai tumbuh pada laki-laki, suara lebih dalam, pundak melebar, dan mereka mulai memiliki sifat-sifat tubuh laki-laki. Kedua tubuh yang awalnya sangat mirip, kecuali organ seksualnya, menjadi amat berbeda setelah pelepasan hormon seksual di masa remaja.

Perubahan ini terjadi karena adalah hormon seksual yang telah Allah ciptakan dengan cara yang  teratur. Hormon seksual pria atau testosteron dilepaskan di dalam buah dzakar atau testis laki-laki Beberapa tahun setelah bayi keluar dari rahim, pada saat yang tepat yaitu ketika seorang anak mencapai usia remaja, hipotalamus mengirim perintah (hormon GnRH) ke kelenjar pituitari. Kenyataan bahwa hipotalamus tidak membuat kesalahan waktu (kecuali jika ada kerusakan) sangat meyakinkan manusia tentang sunnatullah atau keteraturan yang ada dalam tubuh manusia. Hipotalamus merupakan bagian kecil dengan berat sekitar 4 gram dan terletak paling depan dari diencephalon dan di bawah thalamus mulai dari daerah kiasma optic sampai ke lamina terminal dan kommisura anterior sehingga daerah yang ditempati oleh hipotalamus tersebut disebut juga sebagai area preoptikum. Hipotalamus mengandung sejumlah nucleus neuron yang berguna untuk pengaturan sekresi hormon hipofisis.

Bagian tubuh yang sangat kecil ini ternyata memiliki intstrumen yang dengan tepat dapat menghitung jumlah hari, dan penghitungan yang tepat dalam menghitung siklus tubuh. Kenyataan inilah bukti bahwa hipotalamus telah dirancang oleh Allah untuk mempengaruhi penghitungan waktu dengan tepat.

Setelah menerima perintah, kelenjar pituitari melepaskan dua hormon, LH dan FSH. Daerah tujuan hormon-hormon ini adalah indung telur perempuan dan testes laki-laki. Kedua hormon ini memberikan perintah ke organ-organ itu untuk "bertindak" setelah bertahun-tahun berdiam diri.

Puasa dan Testosteron

Dalam sebuah jurnal ilmiah dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH atau follicle stimulating hormones) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya.

Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Kesimpulan penelitian tersebut menunjukkan puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh ke dua testis. Ini masih baru sebagian manfaat yang diketahui manusia. Masih banyak manfaat-manfaat lain yang belum dapat diungkap walaupun dapat dirasakan oleh pelaku.

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-22 03:20:202013-07-22 03:20:20Puasa dan Testosteron

Masjid yang DikunciI

22/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Oleh Rendra Widyatama, SIP., M.Si

Dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi, UAD

 

Suatu ketika dalam perjalanan pulang dari berbelanja, saya dan anak istri mampir di sebuah masjid untuk shalat Ashar. Waktu shalat memang sudah tidak menunjuk waktu utama shalat. Tapi kalau kami paksakan shalat di rumah, niscaya akan kehabisan waktu. Masjid yang kami pilih berada di kompleks perumahan kelas menengah yang cukup megah dengan warna putih bersih di seluruh temboknya. Saya tidak sempat melihat nama masjid, namun ukuran baitulloh itu cukup besar. Di halaman samping, ada bangunan khusus untuk takmir, mengindikasikan masjid tersebut tampaknya dikelola dengan baik. Arsitektur masjid juga indah, dengan pilar dan kubah anggun serta teras yang luas, membangkitkan niat berjamaah dekat mimbar makin kuat.

Namun setelah berwudlhu, betapa kecewanya kami. Ruangan dalam masjid terkunci rapat. Demikian pula pintu di sisi kanan dan kiri. Pikiran saya langsung terusik, mengapa pintu harus dikunci? Bukankah hal itu membatasi ummat untuk beribadah? Apakah masjid itu dikhususkan bagi warga seputar masjid? Apakah ia hanya dibuka waktu utama salat saja? Apakah karena alasan keamanan dan adanya benda-benda berharga, lalu ia dikunci? Bukankah ada takmir yang menjaganya?

Fungsi Masjid

Fenomena masjid dikunci di luar waktu utama shalat tidak sekali dua saya alami. Tidak hanya masjid berukuran besar dan ‘mewah’, tapi juga terjadi pada masjid-masjid sederhana, di kampung-kampung kecil. Terakhir dalam perjalanan pulang dari luar kota awal Ramadhan ini, saya juga mengalami hal yang sama. Di pinggiran kota Purworejo saya mampir di sebuah masjid sederhana bernama Al Hikmah. Ukuran masjid itu kecil, jauh dari mewah. Saat saya mengintip dari jendela kaca, tidak ada barang berharga yang ada di sana. Akhirnya saya tidak bisa sholat di dalam, kecuali di emperannya yang berdebu. 

Gejala dikuncinya pintu masjid cukup mengkhawatirkan. Masjid tidak lagi menjadi tempat terbuka bagi seluruh ummat muslim tapi seolah khusus diperuntukkan bagi masyarakat seputar masjid saja. Ditutupnya pintu masjid hanya pada waktu-waktu utama shalat, juga mengurangi peran dan fungsi masjid.

Menurut Ustadz Abdul Somad. LC, MA, masjid bukan sekedar tempat ibadah mahdah berupa sholat, dzikir, dan membaca AlQur’an. Masjid juga berfungsi sebagai tempat ibadah sosial (ghayr mahdloh), misalnya klinik; tempat membuat perdamaian atau penyelesaian sengketa; tempat belajar mengajar Alqur’an, hadits, dan ilmu-ilmu  lain; serta tempat konsultasi masalah agama, ekonomi, dan budaya. Di jaman Rasulullah, selain fungsi-fungsi tersebut, masjid juga digunakan sebagai pusat pemerintahan negara dan mengatur strategi perang dan menahan tawanan; tempat menyambut tamu; dan persinggahan musafir.

Dalam Al-Quran, kata ‘masjid’ disebut sebanyak 28 kali. Masjid adalah rumah Allah untuk beribadat sehingga kesucian dan kemuliaannya harus dipelihara. Namun, bukan berarti masjid harus dikunci selain waktu utama shalat. Dalam surat Al-Jin, Allah berfirman bahwa sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Ayat itu semestinya ditafsirkan tidak boleh ada satu kaum yang mengklaim sebagai pemilik masjid, kecuali milik Allah semata. Oleh karana itu, siapapun yang akan bertamu dan beribadah di baitullah tidak boleh dipersulit. Mungkin ummat ingin bersujud dan mengadahkan tangan di dekat mimbar dengan khusyu, memohon ridlo Allah, tapi karena pintu ditutup, ia tidak bisa melakukannya dengan khusyu. Mungkin ia malah membatalkan diri bermunajat pada Allah di dekat mimbar yang hening dan bisa membangkitkan kekhusukan. Bisa jadi ada musyafir yang tak punya lagi uang untuk membayar penginapan, tidak bisa berteduh karena pintu masjid ditutup.

Alasan keamanan tidak sepenuhnya dapat terima. Sebagaimana ditulis di atas, Allah adalah pemilik masjid. Berarti semua benda yang dibeli untuk keperluan masjid, harus diiklaskan bagi Allah. Dalam surat At-Taubah, Allah berfirman bahwa landasan pendirian masjid (semestinya) didirikan berdasar ketakwaan kepada Allah. “Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih." Oleh karena itu, munafik rasanya bila secara lisan mengatakan ikhlas, tapi di sisi lain masih ada rasa memiliki di sana. Biarkan Allah yang membalas pencurian maupun perbuatan tercela lainnya di dalam masjid. Upaya preventif pencurian di dalam masjid cukup menyimpan benda-benda berharga di tempat yang lebih aman, bukan menutup seluruh ruangan masjid.

Circuit closed television (CCTV) dapat dipasang di dalam masjid. Bila dirasa mahal, pengurus masjid bisa membuat peringatan tulis yang “powerfull.” Misalnya “Masjid ini terdapat benda-benda berharga untuk keperluan ummat untuk memuliakan Allah. Allah melihat setiap perbuatan jahat dan tidak terpuji dimanapun Anda berada, termasuk di dalam masjid ini. Allah akan membalas setiap perbuatan jahat tersebut dengan hukuman yang berat.”

 

Memakmurkan Masjid

Allah memerintahkan kita agar makmurkan masjid. Kata memakmurkan di sini semestinya memfungsikan masjid tidak sebatas tempat shalat, berdzikir, dan membaca Al-Quran. Dalam surat An Nur (36-37) Allah telah menyebut fungsi masjid secara luas baik sebagai tempat ibadah mahdah maupun ghayr mahdloh.

Membangun dan memakmurkan masjid sehingga orang lain berkesempatan beribadah memuliakan Allah adalah amalan utama. Jadi, tindakan mengunci pintu masjid sehingga orang lain tak dapat leluasa memuliakan Allah perlu membaca kembali surat At-taubah: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Bila berniat memakmurkan masjid, tidak sepantasnya mengunci pintu masjid. Sesungguhnya barangsiapa ikut membantu orang lain mengerjakan kebaikan dan ketakwaan, Allah akan memberikan pahala yang besar. Semestinya masjid perlu terus dibuka sepanjang waktu, tidak hanya sebatas pada waktu-waktu utama shalat dan pada saat bulan Ramadhan.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-22 03:18:452013-07-22 03:18:45Masjid yang DikunciI

UAD dalam Social Media (Facebook.com)

21/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-21 00:20:042013-07-21 00:20:04UAD dalam Social Media (Facebook.com)

Mahasiswa UAD Lepas Tukik di Pantai Goa Cemara

20/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Sebanyak 50 ekor tukik (anak penyu) dilepas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Pantai Goa Cemara Sanden Bantul Rabu (17/7/2013).

KKN yang bertempat di kelurahan Gadingsari Sanden mengambil tema Pemberdayaan Masyarakat menuju Ekowisata Konservasi Penyu di Pantai Goa Cemara Patihan Gadingsari Sanden Bantul tersebut, didampingi oleh tim pengusung proposal Agung Budiantoro, M. Si., dan Dedi Wijayanti, M. Hum.

Dedi Wijayanti menyampaikan, acara pelepasan tukik ini merupakan salah satu agenda awal program KKN PPM yaitu adopsi penyu dan pemeliharaan penyu yang terdampar.

“Pagi hari sebelumnya, mahasiswa bersama kelompok konservasi penyu telah menemukan 2 sarang penyu dan satu ekor penyu indukan yang mempunyai panjang sekitar 70 cm. Mahasiswa melakukan pemeliharaan dengan memindahkannya ke kandang konservasi dan mengambil air laut untuk habitat indukan penyu serta memberi makan dengan ikan” terang Ibu Dedi

Lebih lanjut Dose Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Ibu Dedi mengatakan, agenda lain dari program KKN PPM ini adalah dalam akhir minggu ini adalah, membuat dua baliho konservasi yang akan dipasang di kawasan pantai goa cemara.

“Agenda lain setelah lebaran adalah pelatihan pembesaran tukik dan pemeliharaan tukik kepada kelompok konservasi penyu serta pelatihan SDM kelompok konservasi untuk aplikasi barcode yang akan dipasang di badan penyu” ungkap Ibu Dedi.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program KKN PPM-LPM UAD yang didanai Dikti ini, bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten. Bantul, dan Pusat Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP).

Turut hadir dalam acara pelepasan penyu tersebut, Istiwanto, S.P., (Kepala Seksi Pem

berdayaan Masyarakat Pesisir) mewakili DKP bantul dan juga P3MP. Dra. Sudarmini mewakili LPM UAD, dan Dr. Rina Ratih, S.S., M. Hum (kepala Pusat KKN UAD) serta beberapa masyarakat sekitar.(Sbwh)

 

 

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/penyu_di_goa_cemara.jpg 299 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-20 01:31:012013-07-20 01:31:01Mahasiswa UAD Lepas Tukik di Pantai Goa Cemara

PENANAMAN KARAKTER ANAK MELALUI PUASA RAMADHAN

19/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Dholina Inang Pambudi, M. Pd

Dosen PGSD Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

 

Sebentar lagi akan masuk pada bulan ramadhan, sebuah momen yang sangat baik bagi para orang tua untuk menanamkan karakter positif bagi anak. Setiap orang tua tentunya ingin agar anaknya kelak menjadi menjadi insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual saja. Namun, juga cerdas secara emosional, dan spiritual. Seperti yang kita lihat sekarang banyak sekali muncul permasalahan kenakalan remaja, free sex, tawuran, narkoba itu adalah salah satu akibat dari kurangnya penanaman karakter sejak usia dini. Membangun karakter idealnya dimulai sejak dini, karena pada usia tersebut pemahaman konsep dan penanaman nilai mudah diberikan pada anak melalui pembiasaan maupun keteladanan. Pada usia tersebut, anak juga belum begitu banyak terpengaruh polusi oleh lingkungan sekitar. Karena sesungguhnya dalam puasa ramadhan terkandung  banyak sekali hikmah  antara lain dapat menanamkan karakter positif pada anak religius, jujur, tanggung jawab, peduli, dsb.

Aspek religius, ketika anak dilatih untuk puasa sejak dini secara otomatis akan semakin memperkuat rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, karena puasa merupakan salah satu rukun Islam dan ketika dijalankan akan mendapat pahala.

 Aspek jujur dan tanggung jawab, dengan puasa anak dilatih untuk menahan haus dan lapar sejak dari waktu sahur sampai dengan berbuka puasa. Keutamaannya dapat melatih sikap jujur dan tanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain. Karena bisa jadi ketika di luar anak bilang sedang puasa pada temannya, namun ketika sampai di rumah karena tidak ada pembiasaan sejak dini dan keteladanan dari orang tua anak tersebut lalu  makan, karena merasa tidak ada yang melihat. Hal kecil seperti inilah apabila dibiarkan berlarut-larut akan memicu degradasi moral bangsa yaitu sikap tidak jujur dan tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Aspek peduli, melalui puasa di bulan ramadhan anak dilatih untuk memiliki sikap toleransi, dan meningkatkan rasa empati, serta simpati kepada sesama. Anak dilatih untuk toleransi  terhadap  orang lain yang sedang berpuasa. Selain itu, dengan menahan haus dan lapar, anak dilatih untuk merasakan bagaimana rasanya hidup kekurangaan tidak bisa dengan mudah makan dan minum seperti biasanya. Ternyata tidak semua orang seberuntung kita. Sehingga kita patut bersyukur, dan semakin peduli untuk berbagi  pada sesama yang kurang mampu.

Aspek religiu, Aspek jujur dan tanggung jawab dan Aspek peduli merupakan bagian dari tanggung jawa kita sebagai orang tua. Anak perlu diperkenalkan hal-hal yang baik, di bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah, penuh dengan hal-hal yang baik.

Peran orang tentu sangat dibutuhkan di bulan yang suci, tidak hanya member pengertian kepada anak, tapi juga perlu memberikan contoh yang baik bagi anak yang masih tidak terbiasa dengan puasa. Juga perlu kiranya orang tua menjelaskan dan membimbing dengan sabar serta menjawab segala pertanyaan dan keluhan anak. Dengan begitu karakter anak akan lebih terarah.

Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari puasa selain pahala yang didapatkan, puasa juga sebagai sarana menanamkan karakter positif pada anak. Harapannya dengan dilatih dan dibiasakan puasa sejak usia dini anak akan tumbuh mejadi generasi penerus bangsa yang berkarakter yang mampu membawa bangsa ini kepada bangsa yang bermartabat.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-19 05:32:432013-07-19 05:32:43PENANAMAN KARAKTER ANAK MELALUI PUASA RAMADHAN

MENGAPA DALAM KEADAAN LAPAR KETIKA TIDAK PUASA KEPALA PUSING DIBANDING KETIKA PUASA?

19/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Oleh: Alif Mua'rifah, S. Psi, M.

                       

Dalam kehidupannya, manusia dikendalikan oleh  dua sistem saraf, yaitu  (1) Central Nervous System (CNS), merupakan sistem saraf pusat atau SSP (terdiri dari brain atau otak dan Spinal Cord (medula spinalis), selanjutnya  (2). Sistem Saraf Tepi (SST) atau Peripheral Nervous System (PNS). Sistem saraf tepi terdiri dari  Somatic Nervous Sistem, merupakan sistem saraf sadar (gerakan sadar) dan Autonomic Nervous System, sistem saraf tak sadar (gerakan tak sadar).

Pada sistem saraf pusat terdapat HIPOTHALAMUS yang memiliki fungsi sebagai modulator yang mempengaruhi kinerja pusat-pusat otonom dalam batang otak dan sumsum tulang belakang. Hipothalamus memiliki tugas yang begitu banyak diantaranya  berkaitan dengan aspek  emosi, motivasi, dorongan sexual, serta  rasa lapar dan haus. Untuk menjaga kelangsungan hidup manusia maka dorongan (drive) yang bersifat primitive akan bergerak secara reflex untuk mencari makanan, ketika signal lapar terjadi. Hypothalamus yang berkaitan dan berperan dalam respon makan meliputi: 1. Ventromedial Hipothalamus (HVM) dinamakan pusat kenyang, atau dinamakan  satiety system dan  2. Lateral Hipothalamus (HL) dinamakan pusat lapar atau pusat makan yang berfungsi sebagai  feeding system. Kerusakan kedua sistem pada hypothalamus tersebut dapat menyebabkan gangguan perilaku makan. Misalnya kerusakan pada daerah ventromedial hypothalamus ini akan mengakibatkan selera makan yang meningkat, banyak makan dan menjadi gemuk sedangkan pada lesi daerah Lateral Hipothalamus akan menyebabkan anoreksia dan penurunan berat badan. Hasil penelitian pada  laboratorium memperlihatkan pada keadaan stress terjadi peningkatan opioid endogenous yang akan merangsang nafsu makan. Opioid ini mengatur rangsang nafsu makan melalui pengaturan neurotransmitter.

Saat  kita dalam keadaan lapar karena tidak berpuasa  secara otomatis akan merangsang pada hypothalamus. Hipothalamus akan mensekresikan neurotransismiter termasuk serotonin, katekolamin (epinefrin, norepinefrin, dopamin), opiat endogenous dan neuropeptides. Neuropeptides memiliki peran meningatkan keinginan untuk makan. Selain itu, Hipothalamus juga berhubungan dengan pengaturan hormonal tubuh juga berkaitan dengan kadar glukosa dalam darah. Dalam keadaan lapar,  kadar glukosa darah menjadi rendah, sehingga hipothalamus melepaskan impuls kebatang otak dan menimbulkan  rangsang pelepasan sejumlah hormon yang mempengaruhi respon makan. Jika respon makan  tidak terpenuhi akan menimbulkan stress dan akhirnya menimbulkan kepala pusing.

Puasa merupakan perintah spesial bagi hamba Allah yang beriman (Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183), sehingga puasa bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Saum atau puasa dalam islam (Arab: صوم) secara bahasa artinya menahan atau mencegah. Menurut syariat agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, untuk meningkatkan ketakwaan seseorang.  

Puasa diawali sejak Adzhan Subuh hingga maghrib, dengan menahan lapar dan minum namun tidak menimbulkan pusing kepala? Kunci pertama adalah kemampuan dalam menahan diri secara ikhlas. Menahan untuk tidak makan dan minum merupakan pengendalian  Id dorongan biologis yang mengarah kepada kepuasan dan kenikmatan (pleasure principle ) sehingga menjadikan ego dan superego lebih kuat dalam diri seseorang. Perintah puasa yang dijalankan dengan penuh kecintaan kepada Allah akan menimbulkan pemikiran positif,  semangat untuk menjaga dan mengendalikan diri. Rasa cinta menjadikan manusia mampu berkorban sehingga tidak lagi menghiraukan beratnya tekanan. Keikhlasan karena cinta menurunkan stress sehingga berdampak pada kinerja hypothalamus. Sehingga tuntutan naluriah instint lapar akan tertutup oleh rasa cintanya kepada Allah dan mampu mengontrol Lateral Hipothalamus (HL) yakni  pusat lapar atau pusat makan serta meningkatkan Ventromedial Hipothalamus (HVM) yakni pusat kenyang.  Sangat berbeda jika dibandingkan ketika tidak berpuasa.

Puasa Ramadhan merupakan ibadah istimewa yang akan dinilai langsung oleh Allah sehingga ia tidak dibatasi oleh pelipatgandaan pahala 10 sampai 700 kali. Rasulullah SAW: Setiap amal anak Adam dilipatgandakan,  satu  kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya…” (HR. Muslim, An-Nasai, Ad-Darimi, dan Al-Baihaqi)

Marilah kita tunaikan puasa kita dengan sebaik-baiknya sehingga ia benar-benar menjadi puasa yang berkualitas. Sebab bila ibadah puasa ditelaah dan direnungkan,  banyak  ditemukan hikmah dan manfaat baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis. Puasa mengandung falsafah hidup yang tinggi bagi kehidupan tidak sekedar menahan lapar dan haus semata.

 

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-19 05:31:122013-07-19 05:31:12MENGAPA DALAM KEADAAN LAPAR KETIKA TIDAK PUASA KEPALA PUSING DIBANDING KETIKA PUASA?
Page 636 of 753«‹634635636637638›»

TERKINI

  • Sebanyak 337 Mahasiswa KKN Dukung Penguatan Kampung Tematik di Kota Yogyakarta22/04/2026
  • Fenomena Komodifikasi Bahasa Religi Islam di Era Media Digital22/04/2026
  • Membangun Gen Alpha yang Tangguh: Sinergi Multi Peran Orang Tua di Era Digital21/04/2026
  • Autentikasi Halal Gelatin Jadi Sorotan dalam Pidato Pengukuhan Prof. Nina Salamah21/04/2026
  • Inaugurasi Prof. Wahyu Widyaningsih: Pengembangan Ganggang Hijau sebagai Kandidat Obat Herbal20/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top