• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Memulai (Kembali) Generasi Baby Boomers

03/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Dani Fadillah*

Dulu kita pernah mendengan istilah generasi baby boomers, sebuah generasi yang diramalkan adalah generasi yang akan menggebrak dunia karena memiliki kemapanan dalam hal ekonomi hingga kesehatan dan gaya hidup pada usia produktif mereka. Jika kita runut dari asal muasalnya, seharusnya person-person generasi baby boomers sudah mulai bermunculan sekarang. Di beberapa negara, generasi ini sudah mulai tampak, bagaimana dengan di Indonesia?

Menjadi generasi memiliki kemapanan dalam hal ekonomi hingga kesehatan dan gaya hidup bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa adanya kerja keras ketika ada dalam usia produktif. Mentalitas yang muncul adalah mentalitas ‘owner’, namun berapa tinggikah minat masyarakat kita, khususnya para youngster untuk menempuh jalan hidup sebagai seorang wirausahawan.

Asumsi menurut psikologi yang bersifat komunal, pada umumnya akan minim minat masyarakat menjadi entrepreneur pada negara bekas jajahan. Dan indonesi yang secara tekstual di berbagai buku pelajaran sekolah diceritakan mengalami penjajahan selama lebih dari 350 tahun, membawa dampak buruk terhadap berbagai sisi kehidupan masyarakat, salah satu yang telah rusak dalam ruh masyarakat kita yang pernah dijajah ini adalah jiwa entrepreneurship. Memang tidak semua bermental seperti ini, namun tidak sedikit yang seperti ini.

Ketika dijajah dahulu pribumi diposisikan sebagai pihak kelas pekerja, yang mengakibatkan jiwa kewirausahawan dalam diri masyarakat menjadi minim. Dan bahayanya seolah posisi kelas pekerja yang dibangun oleh para penjajah itu diturunkan pada anak cucu dalam bentuk mentalitas. Faktanya adalah masih sangat sedikit masyarakat indonesia yang menjadikan wirausaha sebagai pilihan utama dalam hidupnya.

Kenyataan selanjutnya dapat kita lihat pada saat dibukanya pendaftaran penerimaan calon pegawai negeri sipil (PNS), luar biasa peminatnya. Padahal posisi yang tersedia untuk PNS baru tidak sebanyak para pendaftar. Hingga jadilah kemudian banyak bermunculan cerita pilu para calon PNS, seperti ada yang menjadi korban penipuan padahal telah membayar puluhan hingga ratusan juta rupiah demi meraih cita-cita menjadi PNS.

Coba kita lihat perkembangan para entrepreneur tanah air dengan para wirausahawan dari negara-negara tetangga, mengutip hasil survei entrepreneur yang digelar Bank Dunia 2008 silam, menunjukkan perkembangan wirausahawan di Malaysia tercatat 4% dari total penduduk, dan Singapura mencapai 7,2% dari jumlah penduduk. Sementara Indonesia,baru tercetak sekitar 1,65% dari 240 juta penduduk.

Melihat fakta ini setidaknya dapat kita petakan enam kategori yang menghambat pertumbuhan wirausaha di Indonesia; Pertama, adanya masalah dalam aturan main. kerapnya mengalami gangguan keamanan dan berbagai pungutan liar adalah tanda-tanda kematian bagi pertumbuhan wirausaha. Kedua, kalkulasi bisnis para wirausahawan yang cukup dipengaruhi oleh kestabilan ekonomi makro. Ketiga, adalah permasalahan infrastruktur memiliki pengaruh signifikan khususnya dalam urusan biaya. Keempat, terkait permasalahan regulasi yang harus harus mendukung iklim entrepreneurship sehingga bisa bertumbuh dengan baik. Kelima, perlunya terjalin relasi yang harmonis antara pelaku wirausaha dengan institusi perbankan selaku pihak yang memiliki kebijakan untuk memberikan dukungan finansial. Kemudian yang keenam, permasalahan ketersediaannya SDM yang telah terasah kemampuannya.

Penulis yakin, pemerintah sebenarnya telah memetakan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku entrepreneur, bahkan lebih mendalam dari apa yang penulis sempat pikirkan. Lantas apa sekiranya kendala kita untuk mengatasi pertumbuhan wirausaha yang masih tertatih-tatih, bukankah kita semua sepakat kalau kaum wirausaha adalah motor pertumbuhan dan penyelamat ekonomi nasional? Pemerintah memang memiliki kewajiban untuk memuluskan tumbuhnya para wirausahawan di tanah air, namun inisiatif awal untuk menjadi seorang entrepreneur harus kita tumbuhkan terlbeih dahulu sembari mendesak agar pemerintah menjalankan fungsinya dengan baik bagi para pelaku wirausaha.

*Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-03 20:21:412013-03-03 20:21:41Memulai (Kembali) Generasi Baby Boomers

PPKN UAD Kembangkan Kurikulum Anti Korupsi

02/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

PPKN_UAD_dan_antikorupsiSabtu (2/3/2013) di kampus 2. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Awali pengembangan kurikulun antikorupsi dengan seminar nasional. Acara yang bertema “Urgensi Pendidikan Antikorupsi dan Tantangannya dalam Mewujudkan Masyarakat Madani” mengahadirkan Muhammad Rofei Harianto dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Menurut Kepala Program Studi (Prodi) PPKn Fakultas Ilmu Kependidikan (FKIP) UAD, Sumaryati, pendidikan anti korupsi tersebut akan dimasukkan dalam mata kuliah di kampus itu. Melalui langkah tersebut UAD bertekad menjadi pelopor pendidikan anti korupsi pada empat tahun ke depan

“Rencananya, tahun ini PPKn ingin mengembangkan kurikulum antikorupsi. Selain di Kurikulum juga akan diterapkan dalam tri darma perguruan tinggi, seperti pengabdian masyarakat dan penelitian” ungkapnya dalam makalahnya.

Pengabdian masyarakat tersebut katanya lagi, bisa dilakukan dengan penempatan mahasiswa di sekolah-sekolah untuk mengajarkan pendidikan anti korupsi.

Terkait pengebdian kemasyarakat dan sekolah sendiri pihaknya juga menggelar lomba essai tentang penguatan budaya sekolah untuk membangun karakter bangsa. Lomba tersebut diikuti 100 siswa dengan 64 judul essai. “Lomba ini kita gelar untuk menggali ide segar dari siswa-siswa kita terkait pendidikan karakter bangsa” tandasnya.

Menurutnya dengan pendidikan antikorupsi tersebut akan terlahir generasi yang memiliki kebiasaan berfikir, berniat dan bertindak dalam bingkai kejujuran, kebenaran. Generasi yang tidak memikirkan keuntungan dirinya sendiri. (Sbwh)

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-02 01:37:412013-03-02 01:37:41PPKN UAD Kembangkan Kurikulum Anti Korupsi

Bahaya Miyak Gorengan

02/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Hasil Studi yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di salah satu lingkungan Perguruan Tinggi di Yogyakarta terdapat 15 Penjual gorengan yang semua sampel minyak goreng yang diteliti positif mengandung peroksida. Peroksida adalah nilai terpenting untuk menentukan derajat kerusakan pada minyak dan lemak.

Standar mutu kadar peroksida yang diperbolehkan Standar Nasional Indonesi (SNI), yakni maksimal 2 meq/kg. Semakin rendah angka peroksida berarti semakin tinggi kualitas minyak goreng tersebut.

Dari penelitian tersebut didapatkan fakta bahwa dari 15 pedagang, 14 diantaranya termasuk dalam kategori tidak baik yakni kadar peroksidanya melebihi standar mutu minyak goreng menurut SNI

yaitu > 2 meq/kg dan 1 minyak goreng masih dalam batas yang diperbolehkan menurut SNI. Sebanyak 4 minyak goreng yang digunakan pedagang mempunyai kadar peroksida 3x lebih besar dari nilai standar mutu SNI. Ada 1 (satu) pedagang yang sesuai standar SNI dikarenakan pedagang tersebut menggunakan minyaknya tidak lebih dari 4 (empat) kali pemakaian.

Bahaya Peroksida

Bilangan peroksida adalah nilai terpenting untuk menentukan derajat kerusakan pada minyak atau lemak. Asam lemak tidak jenuh dapat meningkatkan oksigen pada ikatan rangkapnya sehingga membentuk peroksida. Peroksida terbentuk akibat pemanasan yang mengakibatkan kerusakan pada minyak atau lemak. Pada minyak goreng, angka peroksida menunjukkan ketengikan minyak goreng akibat proses oksidasi serta hidrolisis.

Kerusakan lemak atau minyak akibat pemanasan pada suhu tinggi (200-250 ̊ C) akan mengakibatkan keracunan dalam tubuh dan berbagai macam penyakit misalnya diarhea, pengendapan lemak dalam pembuluh darah (artero sclerosis), kanker dan menurunkan nilai cerna lemak.

Selain itu, peroksida dapat menyebabkan destruksi beberapa macam vitamin dalam bahan pangan berlemak (misalnya vitamin A, C, D, E, K dan sejumlah kecil vitamin B). Bergabungnya peroksida dalam sistem peredaran darah, mengakibatkan kebutuhan vitamin E meningkat lebih besar. Padahal vitamin E dibutuhkan untuk menangkal radikal bebas yang ada dalam tubuh.

Ciri-ciri Fisik Minyak Goreng yang Mengandung Peroksida

Minyak goreng yang memiliki kadar peroksida tinggi memiliki ciri-ciri yang khas, diantaranya. Jika dilihat secara kasat mata minyak goreng tersebut cenderung berwarna coklat tua sampai kehitaman, jika dibandingkan dengan minyak goreng yang kadar peroksidanya sesuai standar masih berwarna kuning sampai coklat muda. Warna gelap pada minyak goreng disebabkan oleh proses oksidasi terhadap tekoferol (vitamin E).

Minyak goreng dengan kadar peroksida yang sudah melebihi standar memiliki endapan yang relatif tebal, keruh, berbuih sehingga membuat minyak goreng lebih kental dari pada minyak goreng yang kadar peroksidanya masih sesuai standar. Standar mutu menurut SNI menyebutkan kriteria minyak goreng yang baik digunakan adalah yang berwarna muda dan jernih, serta baunya normal dan tidak tengik. Bau minyak goreng yang memiliki kadar peroksida melebihi standar, baunya terasa tengik, jika dicium, tingkat ketengikan minyak goreng berbanding lurus dengan jumlah kadar peroksida.

Cara Penggunaan Minyak Goreng yang Aman

Agar aman mengkonsumsi gorengan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dari berbagai penelitian yang telah banyak dilakukan tentang kadar peroksida, sebaiknya proses penggorengan dilakukan dengan api sedang (˂ 200o C) dan penggunaan minyak goreng sebaiknya tidak melebihi 2 (dua) kali pengulangan.

Gunakan minyak goreng secukupnya untuk menggoreng bahan makanan. Ssehingga untuk menggoreng bahan makanan yang lain, gunakan minyak yang baru secukupnya dan begitu seterusnya. Simpah minyak goreng pada wadah tertutup. Minyak goreng yang disimpan di wadah yang tidak tertutup, terpapar cahaya dan udara, potensi terjadi proses oksidasi.

Minyak bekas atau minyak jelantah merupakan minyak yang telah rusak dan mempunyai angka peroksida tinggi. Apabila dicampurkan dengan minyak baru maka dapat meningkatkan angka peroksida dari minyak tersebut.

Ditulis Oleh :

Surahma Asti Mulasari , S.Si.M.Kes

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-02 01:17:112013-03-02 01:17:11Bahaya Miyak Gorengan

Pejuang Itu Makin Ideologis Diakhir Hayat

02/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Oleh: Hendra Darmawan*)

Sebuah kalimah hikmah dalam bahasa arab menegaskan perumpamaan peran seseorang akan merepresentasikan peran seribu orang jika ia mampu mengurusi perkara umat seribu itu. ” wannas alfun minhum kawahid , wa wahidun kal alfi in ‘amrun ‘ana”. Eksistensi seseorang dinilai dari seberapa besar kontribusi seseorang pada selain dirinya. Nabi Muhammad S.AW juga menggaris bawahi pointer bahwasanya sebaik-baik manusia adalah ia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dua hal diatas nampaknya melekat pada diri Almarhum Dr. H Abdul Fattah Wibisono, M.Ag salah seorang ketua pimpinan pusat muhammadiyah yang telah mendahului kita pergi keharibaan Alloh s.aw, rabbul jaliil. Beliau meninggal dunia di Rumah Sakit islam Jakarta (RSIJ), Cempaka Putih, Jakarta Timur pukul 04.30 Wib Ahad 13/01/2013.

Dilihat dari aktifitas kesehariannya sungguh beliau adalah seseorang yang elut, intelektual yang mumpuni, aktivis persyarikatan muhammadiyah dan beberapa organisasi yang lain. Setahun yang lalu Nampak beliau mengikuti sidang isbat penetapan awal syawwal di Departemen agama RI mewakili Muhammadiyah. Selain aktif di organisasi beliau juga seorang pendidik yang tekun dalam profesinya sebagai dosen di UIN syarif Hidayatullah dan di UHAMKA.

Dalam perkembangan psikologi, ada hirarki perkembangan manusia mulai dari berstatus sebagai makhluk dependant, lalu independen Mandiri) dan yang paling tinggi ada tahapan menjadi makhluk interdependent. Dalam tahapan puncak inilah ditandai dengan kemapuan sesorang bekerja sama dalam team, bergumul dalam organisasi dan dapat mengenali kelebihan dan kelemahannya. Didalam alquran disebutkan bahwasanya kita terlahir tanpa tahu sesuatu, tetapi kelak semua pendegaran, pendangan dan hati kita semua akan dimintai pertanggung jawaban.

Dalam sebuah hikmah disebutkan “engkau dilahirkan dalam keadaan menangis sedangkan orang disekelilingmu tertawa bahagia, kelak jika engkau meninggal dunai, orang disekelilingmu menangis dan engkau tersenyum menghadapnya. Itulah symbol khusnsul khotimah, yang menjadi dambaan setiap insan.

Pak fatah hampir dua bulan dirawat dirumah sakit karena penyakit yang dideritanya. Penyakit tersebut tidak ia hiraukan jauh-jauh hari sehingga ia baru dikethaui oleh dokter dan keadaannya sudah parah, sehingga Rumah sakit Islam jakata langsung membuat tim untuk member penanganan khusus untuk pak fatah. Sempat ia pulang ke rumah untuk dua hari, karena dirasa sudah makin sehat, tetapi setelah dua hari itu iapun harus dirawat inap kembali.

Ada banyak kolega yang menjenguknya, mendoakannya dan memberi semangat untuk kesembuhan beliau. Menurut seorang kolega beliau, Prof Yunahar Ilyas saat menjenguknya, Kala itu Pak Fatah selalu menanyakan ” Ini milik kita kan? Ini milik kita kan? Diulangnya pertanyaan yang sama itu. Pertanyaan tersebut menunjukkan apakah rumah sakit tempat beliau dirawat itu milik muhammadiyah? Lalu Prof Yunahar menjawab, ia ini milik kita. Rumah sakit ini milik muhammadiyah. Barulah setelah mendapat jawaban tersebut ia menjadi makin tenang, dalam keadaan ingatannya kadang datang dan menghilang. Saat Prof. Yunahar mengkonfirmasi pertanyaan tersebut kepada istrinya, ia menerangkan bahwasanya pak fatah tidak ingin dirawat dirumah sakit selain rumah sakit muhammadiyah. Kalau rumah sakit ini bukan milik muhammadiyah, lebih baik saya pulang saja dan tidak usah dirawat.

Cerita diatas mensyiratkan bahwasanya beliau makin ideologis diakhir hayatnya. Menurut Kuntowijoyo (1990), Ideologi adalah bersatunya teori dan praksis. Pak fatah sudah menunjukkan kesatuan keduanya. Sungguh tauladan yang mulia bagi ummat, bagi kader muhammadiyah yang lain, agar sesalu memupuk komitmen bermuhammadiyah sampai ajal menjemput. Kita semua ingin kelak apa yang menjadi doa nabi syuaib, akar kelak kita setelah meninggal menjadi lisana sidqin fil akhirin, lisan kebenaran, buah bibir yang indah bagi mereka yang ditinggalkan.

*) Dosen PBI FKIP UAD dan Wakil Ketua MPK PWM DIY.

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-02 01:11:392013-03-02 01:11:39Pejuang Itu Makin Ideologis Diakhir Hayat

Pengumuman Beasiswa UAD bagi Mahasiswa Semester II

01/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

INFORMASI DAN PERSYARATAN PENGAJUAN

BEASISWA UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

BAGI MAHASISWA SEMESTER II

TAHUN AJARAN 2012/2013

Berikut kami sampaikan informasi tentang Pemberian Beasiswa UAD bagi Mahasiswa Semester II tahun ajaran 2012/2013. Bagi mahasiswa yang akan mengajukan beasiswa tersebut harap memperhatikan hal-hal berikut:

Persyaratan Beasiswa

Mahasiswa yang dapat mengajukan beasiswa adalah mahasiswa yang memenuhi ketentuan sebagai berikut :

  1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif semester II pada tahun ajaran 2012/2013
  2. Indeks Prestasi Kumulatif semester I  ≥ 3.25
  3. Berkelakuan baik, tidak pernah mendapatkan sanksi akademik.
  4. Tidak berstatus sebagai penerima beasiswa atau sedang mengajukan beasiswa lain periode Januari – Desember 2013
  5. Mahasiswa harus mendaftar melalui portal (http://portal.uad.ac.id/) dengan mengisi Form Pendaftaran Beasiswa (Klik di sebelah kanan bawah)

Tahapan Pendaftaran

No

Tanggal Aktifitas

1

26 Februari 2013 Pengumuman Beasiswa UAD

2

1- 25 Maret 2013 Mahasiswa yang memenuhi ketentuan di atas dapat mengajukan beasiswa dengan mengisi Form Beasiswa di portal akademik (http://portal.uad.ac.id/)

3

30 Maret 2013

Jam 12.00

Pengumuman hasil seleksi Tahap I dari pendaftaran mahasiswa lewat portal. Pengumuman dapat dilihat di web kemahasiswaan. Bagi mahasiswa yang namanya diumumkan harap segera mengumpulkan berkas pengajuan Beasiswa

4

1-6 April 2013 Pengumpulan Berkas pengajuan Beasiswa di Ruang BIMAWA. Syarat dan ketentuan pengumpulan berkas dapat didownload disini (link download menyusul tgl 20 Maret 2013)

5

9 April 2013

Pengumuman Hasil Seleksi Akhir Beasiswa UAD . Pengumuman di web

kemahasiswaan.

Pengumuman Tambahan :

    1. Pendaftaran ke portal harus sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan. Jika mengisi data di luar tanggal tersebut, maka data tidak akan diproses.
    2. Data yang diisi di Form Pendaftaran Beasiswa dan Form Prestasi Mahasiswa harus diisi dengan benar dan jujur. Jika ditemukan data yang tidak sesuai dengan yang diisi di Form Pendaftaran Beasiswa dan Form Prestasi Mahasiswa, maka berkas tidak akan diproses.

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-01 07:07:192013-03-01 07:07:19Pengumuman Beasiswa UAD bagi Mahasiswa Semester II

Sosialisasi Mobilisasi Dosen Pakar (MDP) di Program Pascasarjana UAD

01/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Pascasarjana_UAD2Permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi di Indonesia adalah fakta bahwa kualitas dari 3000 PTN dan PTS belum merata. Kesenjangan tidak hanya terjadi di PTS saja, tetapi juga terjadi di PTN. Beberapa faktor penyebabnya antara lain, usia pendirian, letak geografis, dan kualitas sumber daya manusianya.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud berupaya untuk memberikan perhatian tersebut dengan peningkatan kualitas melalui Program Detasering.

Melalui program tersebut, pemerintah melakukan seleksi dosen-dosen senior (yang disebut dengan Detaser) yang berkompeten dalam bidang tertentu yang berasal dari perguruan tinggi besar, yang disebut dengan Perguruan Tinggi Sumber (Pertisum). Selanjutnya para Detaser tersebut ditempatkan di perguruan tinggi yang akan dibina, disebut dengan Perguruan Tinggi Sasaran (Pertisas).

Menindaklanjuti program tersebut, Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (PPS UAD) melakukan kegiatan sosialisasi Mobilisasi Dosen Pakar (MDP) pada Rabu (27/2) di Kampus III. Sosialisasi diikuti oleh 16 Dosen Pakar UAD antara lain Prof. Dr. Noeng Muhadjir, Prof. Suyata, M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Mulyadi, M.Sc, Apt., Prof. Dr. Siti Partini Suardiman, dan lain-lain.

Sosialisasi dibuka oleh Direktur Pascasarjana UAD Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt. Materi sosialisasi disampaikan oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T. Bagi Pascasarjana UAD tidak mengalami banyak kendala untuk mencari Pertisas, mengingat selama ini sudah banyak melakukan kerjasama dalam bentuk MoU dengan beberapa perguruan tinggi dimaksud.

Setelah sosialisasi dilanjutkan dengan diskusi-diskusi untuk mematangkan rencana pembuatan proposal bagi para pakar yang berminat, dan sistem seleksi internal yang akan dilakukan oleh PPS UAD, sebelum proposal para Detaser dikirimkan ke Dikti, Kemdikbud. (danang sukantar).

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-01 06:50:582013-03-01 06:50:58Sosialisasi Mobilisasi Dosen Pakar (MDP) di Program Pascasarjana UAD

SOLUSI JITU ATASI KEKURANGAN GURU

01/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Harian Kedaulatan Rakyat (4/2) memberitakan tentang kekurangan tenaga guru di jenjang Sekolah Dasar (SD) negeri. Dalam catatan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, kekurangan tenaga guru di sekolah negeri merata di seluruh daerah. Rata-rata angka kekurangan guru SD mencapai 1.000 guru di masing-masing kabupaten/kota di DIY. Pertanyaannya, bagaimana solusi bijak dan jitu guna mengatasi persoalan tersebut?

Kekurangan guru yang terjadi saat ini disinyalir karena begitu banyaknya guru, terutama guru SD yang akan dan/atau telah memasuki masa pensiun. Menurut Ketua PGRI DIY Ahmad Zaenal Fanani, gelombang pensiun guru SD akan terjadi pada tahun 2015 secara besar-besaran. Bahkan, diprediksi ada 700.000 guru yang pensiun di seluruh wilayah Tanah Air. Coba bayangkan, betapa sekolah negeri akan kerepotan jika para gurunya memasuki masa pensiun.

Lain halnya dengan sekolah swasta atau yang berada di bawah yayasan. Bagi pengelola sekolah swasta, kekurangan guru tidak terlalu menjadi persoalan yang berarti. Apa pasal? Sebab, sekolah swasta memiliki kewenangan penuh untuk mengangkat guru secara mandiri. Bahkan, sekolah-sekolah swasta tertentu di DIY, cukup banyak dilirik oleh lulusan sarjana kependidikan atau non-kependidikan yang ingin mengajar di sekolah-sekolah tersebut.

Itu sebabnya, sekali lagi, pengelola sekolah swasta tidak merasakan adanya persoalan kekurangan guru seperti koleganya di sekolah negeri. Sebetulnya ada beberapa solusi jitu guna mengatasi persoalan kekurangan guru SD. Pertama, pihak Pemkab/Pemkot di DIY dapat mengangkat guru honorer yang sudah ada. Sepengetahuan penulis, jumlah guru honorer yang mengabdikan diri di sekolah negeri masih cukup banyak.

Kedua, guru PNS di jenjang SMP yang jumlahnya surplus atau berlebih dapat dialihkan sebagai guru SD. Menurut data, jumlah guru Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) surplus mencapai sekitar 200 guru. Alangkah baiknya jika Pemkab/Pemkot mengambil inisiatif agar para guru yang berjumlah 200 orang tadi dapat dialihkan ke jenjang SD. Tentu, harus melalui uji kompetensi serta lolos sertifikasi sebagai guru SD.

Hemat saya, ide pengalihan guru mata pelajaran tertentu di jenjang SMP yang jumlahnya surplus ke jenjang SD, akan cukup banyak dikritik. Meski begitu, saya kira, pihak Pemkab/Pemkot dapat tetap memikirkannya sebagai solusi guna mengatasi kekurangan guru yang saat ini terjadi di DIY. Baik solusi pertama maupun kedua, perlu sama-sama memperhatikan hak-hak guru, seperti hak mendapatkan kesejahteraan yang layak, serta hak kenyamanan dalam bekerja.[]

Sudaryanto, M.Pd., Dosen FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

HP.: 081578031823.

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-01 04:41:172013-03-01 04:41:17SOLUSI JITU ATASI KEKURANGAN GURU

Pengumpulan Proposal PKM KT AI & GT didanai tahun 2013

01/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Diberitahukan kepada Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Pengumpulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKMKT) yaitu: Artikel Ilmiah dan Gagasan Tertulis didanai tahun 2013, Mulai hari selasa tanggal 12 Februari 2013 setiap jam kerja (0.8.00 WIB s.d. 14.00 WIB).

Jumlah Proposal 1 eksemplar disertai softfile dalam bentuk CD (word & PDF)

Proposal dan CD dikumpulkan selambat-lambatnya tanggal 11 Maret 2013 Pukul 12.00 WIB (Bagi yang terlambat mengumpulkan proposal tidak akan diproses)

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-01 04:34:492013-03-01 04:34:49Pengumpulan Proposal PKM KT AI & GT didanai tahun 2013

Program Mahasiswa Wirausaha Tahun 2013

01/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Diumumkan kepada mahasiswa UAD bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengadakan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2013 untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi.

PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis Ipteks kepada para mahasiswa agar dapat mengubah pola pikir (mindset) dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator) serta menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global.

Dalam rangka keberlanjutan, program ini juga bertujuan mendorong kelembagaan pada perguruan tinggi yang dapat mendukung pengembangan program-program kewirausahaan. Sebagai hasil akhir, diharapkan terjadinya penurunan angka pengangguran lulusan pendidikan tinggi.

Bagi Mahasiswa yang berminat mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dapat mengusulkan proposal yang disusun sesuai panduan dan dikirimkan ke BIMAWA (Biro Kemahasiswaan dan Alumni). Syarat mahasiswa yang mengikuti PMW minimal telah menempuh 3 semester.

Untuk lebih jelasnya silakan kunjungi kemahasiswaan.uad.ac.id

 

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-01 04:29:112013-03-01 04:29:11Program Mahasiswa Wirausaha Tahun 2013

WARGA SIDOHARJO DAN KKN UAD LAUNCHING RUMAH PANGAN

01/03/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Sebagai desa yang sudah dikukuhkan sebagai Desa Mandiri Pangan oleh Presiden R.I pada tahun 2011, Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, bertekad untuk semakin memperkaya jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Rumah Pangan Lestari dan Expo makanan jenis baru yand diselenggarakan belum lama ini di Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo dan dihadiri Wakil Bupati Kulon Progo.

“Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sarasehan agar masyarakat desa kami semakin mencintai produk lokal, dan mandiri dengan hasil pangan sendiri,” ungkap Budi Hutomo Putro, S.S. Kepala Desa Sidoharjo, Samigaluh, yang pada 2011 diundang ke Istana Negara menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo, dalam sambutannya saat membuka Launching Rumah Pangan tersebut menyampaikan bahwa dengan kreativitas dari warga dan didukung dengan kerja sama dari berbagai pihak, sangat mungkin apa yang selama ini dianggap tidak bisa dikonsumsi ternyata bisa dijadikan bahan pangan dengan nilai gizi yang tinggi. “Contohnya kripik bonggol pisang. Dulu orang tidak mengira bahwa bonggol pisang bisa dimakan. Tapi sekarang, ini bisa menjadi kripik yang gurih, nikmat,dan gizinya juga bagus,” jelas Wakil Bupati.

Ada banyak jenis makanan baru yang dipamerkan dalam rangkaian acara tersebut. Produk-produk makanan itu sudah dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi menarik dan berdaya jual. Diantaranya adalah: kopi kedelai, criping bonggol pisang, naget bonggol pisang, pudding jagung, criping pongge (biji durian), lumpia buah, lapis labu, dll.

Kemapuan masyarakat desa memproduksi dan mengemas berbagai jenis makanan sehingga layak untuk dipasarkan, tidak terlepas dari dukungan dan binaan berupa pendampingan dari berbagai pihak. “Kami bisa membuat dan mengemas makanan-makanan ini menjadi menarik diantaranya karena bimbingan mahasiswa KKN UAD yang ada di dusun kami” ungkap Martini, warga Sidoharjo.

Kepala LPM UAD, Drs. Jabrohim, M.M. menegaskan bahwa UAD terus berusaha agar mahasiswa KKN UAD diterjunkan ke lokasi-lokasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan. “Kami juga menyarankan agar mahasiswa membuat program-program sesuai dengan potensi masyarakat setempat,” tegasnya. (RMA)

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-03-01 01:36:082013-03-01 01:36:08WARGA SIDOHARJO DAN KKN UAD LAUNCHING RUMAH PANGAN
Page 657 of 753«‹655656657658659›»

TERKINI

  • Sebanyak 337 Mahasiswa KKN Dukung Penguatan Kampung Tematik di Kota Yogyakarta22/04/2026
  • Fenomena Komodifikasi Bahasa Religi Islam di Era Media Digital22/04/2026
  • Membangun Gen Alpha yang Tangguh: Sinergi Multi Peran Orang Tua di Era Digital21/04/2026
  • Autentikasi Halal Gelatin Jadi Sorotan dalam Pidato Pengukuhan Prof. Nina Salamah21/04/2026
  • Inaugurasi Prof. Wahyu Widyaningsih: Pengembangan Ganggang Hijau sebagai Kandidat Obat Herbal20/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top