KKN UAD gelar pentas seni wayang orang
Sabtu, (5/3) di pendopo Dusun Krapyak Wetan KKN (Kuliyah Kerja Nyata) UAD bekerjasama dengan karangtaruna Kamu Kawan menyelenggarakan pentas seni yang bertajuk “Budayakan Budaya” pukul 19.30 sampai selesai. Acara ini diselenggarakan dalam rangka perpisahan KKN UAD di Dusun Krapyak Wetan, Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Acara yang diikuti oleh warga dan mahasiswa UAD tersebut menyuguhkan pentas baca puisi anak-anak, drama anak-anak, dangdut, dan petas wayang orang Mudho Budoyo (kesenian tradisional yang dimiliki Dusun Krapyak Wetan).
Selain sebagai program kerja dalam rangka KKN oleh UAD. Pentas seni ini digelar juga sebagai wadah kebudayaan tradisional pada di era globalisasi yang lambat laun semakin dilupakan.
“Wayang orang Mudo Budoyo ini menampilkan pekerja seni Dusun Krapyak Wetan sebagai wayangnya dan sebagai wiyogo” begitu kata Tujiman, Kepala Dukuh Dusun Krapyak. Wayang Orang Modho Bodoyo menampilkan lakon perang Cakil-Arjuna dan perang Senggono-Anggodo.
Bagi pesrta KKN pentas wayang orang ini merupakan pertunjukan unik, karena peserta KKN jarang bahkan belum pernah melihat pertujukan wayang orang secara langsung seperti ini.
Acara lainnya berupa pembacaan puisi anak-anak dan juga pertunjukan drama anak-anak “Onde-Onde Lumut” yang merupakan salah satu program kerja KKN UAD yang bertujuan sebagai pengenalan karya sastra ke dalam masyarakat desa yang biasanya awam dengan karya-karya sastra.
Nonu salah satu mahasiswa KKN mengatakan “Tujuan dari pementasan yang melibatkan anak-anak adalah untuk melatih keberanian anak ketika berada di atas panggung” ungkapnya.
Pada acara puncak tersebut juga dimeriahkan oleh dangdut “Wahyudi CS” yang menyumbangkan beberapa lagu dangdut populer saat ini. Acara berjalan dengan lancar dan terlihat menarik ketika KKN UAD yang bekerjasama dengan karangtaruna Kamu Kawan mengangkat kesenian tradisional wayang orang juga beberapa pementasan yang berlangsung di Dusun Krapyak Wetan tersebut. (Nn)


hingga lantai dasar dan diakhiri dengan acara ramah tamah.
SDM adalah penentu utama kualitas pendidikan sebuah PTS bukan gedung atau aset lainnya. UAD sendiri kata beliau, dengan jumlah mahasiswa yang banyak tersebut harus bisa menghasilkan SDM yang menjadi modal sosial bagi lingkungannya. Itu hanya bisa dilakukan jika mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat dan di Muhammadiyah itu bisa dilakukan melalui ranting atau cabang dari organisasi tersebut. (@)
H. Ahmad Malik Fajar, M.Sc. yang juga mantan Menteri Pendidikan Nasional sekaligus didaulat untuk meresmikannya. Acara peresmian dihadiri oleh dosen, karyawan dan mahasiswa serta tamu undangan.
pembangunan gedung baru di kampus 3 UAD tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 3,002 miliar. Dana tersebut lebih efisien dari perencanaan awal yang diprediksikan menghabiskan biaya Rp 3,723 M. “Ini karena kita menggunakan sumber daya manusia (SDM) sendiri dalam pelaksanaan pembangunanya,” paparnya.
Telah terjadi hujan angin disertai es di shelter Ploso pada hari Senin sore, 14 Februari 2011, pukul 14.10 WIB. Akibat sapuan hujan angin disertai es tersebut, sejumlah shelter atau hunian sementara warga Kinahrejo di shelter Ploso Kerep, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman mengalami rusak berat.
Sejak pukul 10 siang anak-anak di pengungsian SD Bronggang memulai meronce. Sambil menunggu waktu berangkat sekolah pukul 1 siang nanti mereka bersemangat meronce manik-manik menjadi tasbih. Para anak yang masih mengungsi ini diajak oleh mahasiswa KKN UAD untuk belajar membuat kerajinan tasbih.

Selain itu, para mahasiswa juga ikut membersihkan dan menyiapkan masjid untuk persiapan pertemuan. Pertemuan itu adalah antara pengungsi dari Dusun Kalitengah Lor dengan Pemerintah Kota Sleman. Mahasiswa peserta KKN juga ikut serta dalam rapat yang membahas sosialisasi program transmigrasi tersebut.