• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Creativity Intelligence

19/09/2012/0 Comments/in Terkini /by Super News

Foto_triyantoro_apik

Triantoro Safaria, SPsi, MSi. PhD

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Kreativitas merupakan satu kata yang sering kita dengar, kita pahami manfaatnya, sekaligus konsep yang sering kita lupakan. Telah banyak catatan sejarah gemilang yang dihasilkan dari proses kreatif. Banyak ciptaan serta inovasi-inovasi baru yang sangat penting yang memajukan peradaban manusia ditemukan dalam proses kreatif. Orang-orang kreatif seperti Thomas Alpha Edison, Honda, Suzuki, Graham Bell, maupun Bill Gates, merupakan orang-orang terkemuka di dunia, yang dengan kreativitasnya berhasil mengubah peradaban manusia menuju dunia baru, yaitu dunia teknologi informasi.

Mengapa kreativitas begitu berharga dan perlu dipupuk sejak dini ?. Pertama, proses kreatif merupakan perwujudan dari kebutuhan tertinggi manusia yaitu aktualisasi-diri. Sehingga melalui kreativitas anak semakin berfungsi secara optimal sebagai manusia. Kedua, kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan suatu permasalahan. Bagaimana seandainya di dunia ini tidak ada penemu seperti Thomas Alpha Edison ?. Tentu saja di malam hari kita tidak akan bisa beraktivitas lebih optimal, karena keadaan gelap gulita yang hanya bisa diterangi oleh cahaya lilin atau obor. Bagaimana pula jika telepon tidak ditemukan oleh Graham Bell ?. Tentu kita tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang kita cintai melewati batas ruang dan waktu. Bagaimana jika tidak ada penemu seperti Louis Pasteur ?. Tentu saja vaksin tidak akan pernah ditemukan. Ketiga, bersibuk diri dalam proses kreatif, tidak saja bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, tetapi juga bermanfaat bagi anak sendiri. Karena dari kegiatan kreatif anak akan mendapatkan kepuasan yang tinggi, sehingga tentu saja hal ini akan meningkatkan makna dan kebahagiaan hidup anak. Keempat, kreativitaslah yang memungkinkan peradaban manusia berkembang dengan pesat, sehingga kualitas hidup manusia pun semakin tinggi. Ini merupakan sumbangan yang sangat besar bagi kehidupan, dan untuk itulah anak perlu dikembangkan potensi kreatifnya sehingga bisa menyumbangkan sesuatu bagi masyarakat dan bangsa. Jika anak memiliki creativity-quotient yang tinggi, maka diharapkan anak mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya secara efektif dan efisien. Akibatnya anak memiliki kemungkinan lebih besar untuk sukses di masa depannya. (Munandar, 2002).

Sayangnya bagi banyak orang tua, potensi kreatif anak sering kali dinafikan dan dipandang sebelah mata. Seringkali anak yang kreatif dinilai nakal, suka membuat ulah, aneh, pemberontak, tidak bisa diam dan menjengkelkan. Anak-anak ini sering mendapatkan perlakuan yang cenderung menghambat proses kreatif mereka, sehingga secara perlahan-lahan mematikan potensi kreatifnya. Orang tua sering lebih menyukai anak yang pendiam, penurut, tidak banyak ulah, dan tidak banyak berbuat aneh-aneh. Kenyataannya anak-anak yang kreatif memang sangat berbeda dengan kebanyakkan anak lainnya. Hal inilah yang semestinya dipahami oleh orang tua. Sehingga potensi kreatif yang dimiliki anak tidak terhambat karenanya. Sebab pola asuh yang salah akan membuat tidak berkembangnya potensi kreatif ini secara optimal dalam diri anak.

(Catatan: artikel ini pernah dimuat di Harian Jogja, Rabu 19 September 2012)

Foto_triyantoro_apik

Triantoro Safaria, SPsi, MSi. PhD

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Kreativitas merupakan satu kata yang sering kita dengar, kita pahami manfaatnya, sekaligus konsep yang sering kita lupakan. Telah banyak catatan sejarah gemilang yang dihasilkan dari proses kreatif. Banyak ciptaan serta inovasi-inovasi baru yang sangat penting yang memajukan peradaban manusia ditemukan dalam proses kreatif. Orang-orang kreatif seperti Thomas Alpha Edison, Honda, Suzuki, Graham Bell, maupun Bill Gates, merupakan orang-orang terkemuka di dunia, yang dengan kreativitasnya berhasil mengubah peradaban manusia menuju dunia baru, yaitu dunia teknologi informasi.

Mengapa kreativitas begitu berharga dan perlu dipupuk sejak dini ?. Pertama, proses kreatif merupakan perwujudan dari kebutuhan tertinggi manusia yaitu aktualisasi-diri. Sehingga melalui kreativitas anak semakin berfungsi secara optimal sebagai manusia. Kedua, kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan suatu permasalahan. Bagaimana seandainya di dunia ini tidak ada penemu seperti Thomas Alpha Edison ?. Tentu saja di malam hari kita tidak akan bisa beraktivitas lebih optimal, karena keadaan gelap gulita yang hanya bisa diterangi oleh cahaya lilin atau obor. Bagaimana pula jika telepon tidak ditemukan oleh Graham Bell ?. Tentu kita tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang kita cintai melewati batas ruang dan waktu. Bagaimana jika tidak ada penemu seperti Louis Pasteur ?. Tentu saja vaksin tidak akan pernah ditemukan. Ketiga, bersibuk diri dalam proses kreatif, tidak saja bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, tetapi juga bermanfaat bagi anak sendiri. Karena dari kegiatan kreatif anak akan mendapatkan kepuasan yang tinggi, sehingga tentu saja hal ini akan meningkatkan makna dan kebahagiaan hidup anak. Keempat, kreativitaslah yang memungkinkan peradaban manusia berkembang dengan pesat, sehingga kualitas hidup manusia pun semakin tinggi. Ini merupakan sumbangan yang sangat besar bagi kehidupan, dan untuk itulah anak perlu dikembangkan potensi kreatifnya sehingga bisa menyumbangkan sesuatu bagi masyarakat dan bangsa. Jika anak memiliki creativity-quotient yang tinggi, maka diharapkan anak mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya secara efektif dan efisien. Akibatnya anak memiliki kemungkinan lebih besar untuk sukses di masa depannya. (Munandar, 2002).

Sayangnya bagi banyak orang tua, potensi kreatif anak sering kali dinafikan dan dipandang sebelah mata. Seringkali anak yang kreatif dinilai nakal, suka membuat ulah, aneh, pemberontak, tidak bisa diam dan menjengkelkan. Anak-anak ini sering mendapatkan perlakuan yang cenderung menghambat proses kreatif mereka, sehingga secara perlahan-lahan mematikan potensi kreatifnya. Orang tua sering lebih menyukai anak yang pendiam, penurut, tidak banyak ulah, dan tidak banyak berbuat aneh-aneh. Kenyataannya anak-anak yang kreatif memang sangat berbeda dengan kebanyakkan anak lainnya. Hal inilah yang semestinya dipahami oleh orang tua. Sehingga potensi kreatif yang dimiliki anak tidak terhambat karenanya. Sebab pola asuh yang salah akan membuat tidak berkembangnya potensi kreatif ini secara optimal dalam diri anak.

(Catatan: artikel ini pernah dimuat di Harian Jogja, Rabu 19 September 2012)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2012-09-19 00:48:342012-09-19 00:48:34Creativity Intelligence
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

TERKINI

  • FK UAD Lantik 29 Dokter Baru pada Sumpah Dokter Periode V23/10/2026
  • Teknologi untuk Perkuat Ideologi, Rektor UAD Paparkan Kerangka Transformasi Digital ‘Aisyiyah23/10/2026
  • UAD Menggelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan III Periode Oktober 202622/10/2026
  • Bimawa UAD Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Bangun Kesadaran dan Regulasi Diri Mahasiswa22/10/2026
  • Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir, UAD Apresiasi Para Juara22/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top